Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 126 Bali


__ADS_3

"Hmmm... Mana lagi ya? Eh kayaknya harus bawa kemeja lagi deh. Celana pendek juga." Ratna begitu sibuk menata barang-barang miliknya dan milik Alvin ke dalam koper.


Begitu antusiasnya Ratna sampai terus memikirkan semua hal yang harus dibawa dan tak boleh ketinggalan satu pun.


Bagaimanapun ini adalah kali pertama dirinya akan melakukan liburan bersama Alvin, suaminya.


Bisa dikatakan ini adalah honeymoon kecil-kecilan Versi Ratna. Sebab kesibukan Alvin belum memungkinkan untuk liburan lama. Tetap saja destinasi yang dituju adalah Bali.


Sementara Alvin yang sejak tadi sibuk menelepon seseorang pun hanya Ratna lihat sekilas. Pria itu tampaknya sedang berbicara serius kepada seseorang. Buktinya dia sampai jauh-jauh ke taman untuk berbicara.


"Mario, pokoknya gue nggak mau tahu. Beri tahu semua cewek-cewek itu kalau bisa pura-pura saja tidak mengenalku." ujar Alvin dengan perasaan panik.


"Hahaha, it's okay Bro. Gue pastiin mereka gak bakalan ganggu lo. Emang segarang apa sih istri lo sampek seorang Alvin panik banget begini?" ucap Mario. Salah satu teman Alvin yang merupakan pemilik salah satu Beach club terbesar di Bali.


"Udah entar deh gue cerita. Tapi yang pasti sampai gue buat kesalahan di sana bisa-bisa gue dibikin umpan macan di Bali Zoo." ujar Alvin sembari mengelap keringatnya sendiri.


Mario pun hanya menjawabnya dengan tawa renyah. Tak disangka sahabatnya yang merupakan Casanova sejati kini telah takluk pada satu wanita.


Setelah dia menutup teleponnya tiba-tiba Alvin di kejutkan dengan kedatangan Ratna di belakangnya.


"S-sejak kapan kamu di sini?" Alvin terkejut.


"Kenapa? Telepon siapa memangnya?" tanya Ratna keheranan.


"Oh, itu ada masalah sedikit dengan klien sayang." ujar Alvin berbohong.


Terpaksa Alvin berbohong jika tidak maka bisa-bisa Ratna akan mencincangnya.


"Masalah? Apa besar masalahnya? Kamu baik-baik saja kan sayang?" Ratna pun tak telak langsung khawatir kepada Alvin.


Inilah hal yang paling disukai oleh Alvin. Meski Ratna kadang-kadang galak padanya namun dia juga istri yang sangat perhatian kepadanya.


Ratna dengan cekatan selalu mengurus semua kebutuhan Alvin di rumah. Mulai dari menyiapkan makan, pakaian serta memanjakannya dengan perhatian-perhatian lainnya.


"Semua baik-baik saja sayang. Biar staf ku yang mengurusnya nanti. Bagaimana kamu sudah packing barang-barang kita?" tanya Alvin sembari meraih pinggang ramping Ratna.


"Sudah, aku sudah menyiapkan pakaian serta perlengkapan lainnya untukmu. Tapi kamu bisa cek kembali jika ada yang kurang." Ujar Ratna.


"Tidak perlu sayang, aku percayakan semuanya kepadamu" Alvin mengecup kening Ratna.


"Ya sudah ayo kita sarapan. Papa sudah menunggu sejak tadi." ujar Ratna.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah. Dimana sudah ada Aryo menunggu keduanya untuk sarapan pagi.


Alvin dan Ratna sengaja memutuskan untuk tinggal bersama Aryo. Sebab Ratna merasa tidak tega melihat Aryo yang harus kembali sendirian sejak ditinggal Kasih menikah.


Ratna juga merasa lebih senang tinggal di rumah Aryo. Setidaknya ada Papa mertua serta beberapa asisten di rumah itu yang bisa menemani dirinya. Sebab Alvin audah tak memperbolehkan dirinya untuk bekerja.


"Kalian jadi berangkat ke Bali?" tanya Aryo setelah selesai sarapan.


"Jadi Pa, pesawatnya nanti jam 10." ujar Alvin.


"Pa, maaf ya. Tidak apa-apa kan kalau kita tinggal sebentar?" tanya Ratna.


"Tidak apa-apa Ratna, have fun kalian."


"Kasih sama Arga nanti kayaknya juga mau nginep sini beberapa hari kok, Pa" ujar Alvin.


"Tak perlu khawatir dengan Papa, nikmati liburan kalian. Disini juga papa banyak asisten yang jaga." Aryo mengulas senyum serta mengusap kepala kedua anaknya dengan penuh kasih sayang.


Ya, Aryo tak hanya menjadikan Ratna menantunya namun dia menganggap Ratna seperti putrinya sendiri.


Setelah mempersiapkan semuanya kini Ratna dan Alvin menuju bandara. Di sana sudah ada pesawat jet pribadi yang tengah menunggunya.


Ratna tampak begitu antusias dengan perjalanannya kali ini. Dia tak henti-hentinya mengulas senyum serta bermanja kepada Alvin.


Sebegitu takutnya Alvin terhadap istrinya tersebut. Mungkin inilah hukum karma dimana dirinya sebelumnya begitu menganggap wanita adalah hal paling mudah ditaklukkan. Justru sekarang dia begitu tunduk terhadap Ratna.


Meski begitu ada hikmah dibalik ini semua. Alvin sudah tak lagi bermain-main dengan para wanita. Janji pernikahan yang dia ucapkan kepada Tuhan nyatanya telah mengikat hati dan jiwanya agar tak boleh mengingkarinya.


Perjalanan singkat mengudara telah mengantarkan mereka kepada pulau sejuta pesona tersebut. Ratna dan Alvin langsung disambut oleh dua orang asisten Aryo yang sudah diutus untuk melayani Alvin dan Ratna selama di Bali.


"Selamat datang Tuan Alvin dan Nona Ratna." ucap salah satu asisten tersebut.


Mereka langsung mengantar Alvin dan Ratna menuju mobil. Sementara asisten lainnya membawa barang-barang mereka.


Setelah itu mereka langsung diantar menuju resort dengan pemandangan pantai yang indah. Nuansa bangunan yang didominasi oleh kayu dan bambu itu nampak begitu estetik namun tak meninggalkan kesan mewah.


Apalagi terdapat kolam renang privat yang langsung mengarah ke hamparan pantai. Sungguh baru kali ini Ratna menginap di resort seindah ini. Biasanya dia hanya menginap di hotel bintang tiga. Itupun menyesuaikan budgetnya yang hanya karyawan biasa.


"Gimana? Suka sayang?" tanya Alvin sembari merengkuh tubuh langsing Ratna dari belakang.


"Suka banget.. Thank you sayang." Ratna mendongakkan wajahnya dan melihat wajah pria jangkung yang sekarang menjadi suaminya.

__ADS_1


"Sama-sama sayang. Selama kita disini apapun yang kamu mau pasti aku turuti." ujar Alvin sembari menyunggingkan senyum.


Tapi entah kenapa ada hal berbeda yang ditangkap Ratna dari raut wajah Alvin.


"Sayang, ada apa?" tanya Ratna pelan.


Alvin hanya menggeleng kemudian mengecup puncak kepala Ratna.


"Apa kamu takut aku bakal marah di sini?" Tanya Ratna lagi.


Kali ini Alvin pun ikut tersentak. Bagaimana bisa Ratna seolah bis membaca pikirannya.


"Emm.. M-marah kenapa?" tanya Alvin sembari menetralkan diri.


"Aku mengenalmu sejak lama Alvin. Aku tahu bagaimana kamu sebelum menikah denganku. Kehidupan kamu, kebiasaan kamu. Aku tahu semuanya." ujar Ratna.


Menyadari kesalahannya Alvin pun hanya diam menunduk. Tak kuasa menahan malu terhadap tingkahnya di masa lalu.


CUPP...


Sebuah kecupan dalam diberikan kepada Ratna. Senyum indah terukir di bibir wanita tersebut.


"maafkan aku.." ucap Alvin lirih.


"Kenapa harus minta maaf?" Tanya Ratna.


"Kamu nggak nyesel punya suami brengsek kayak aku?" tanya Alvin hati-hati.


"Hmm.. Sejujurnya iya, tapi udah terlanjur cinta gimana dong? Yang penting sekarang harus berubah lebih baik." ujar Ratna.


"Siap Bos.. Apapun yang kamu minta aku pasti akan melaksanakannya." ucap Alvin dengan semangat.


"Oke, tapi kalau nanti ada cewek yang genit-genit sama kamu nggak apa-apa ya kalau aku congkel matanya?" tanya Ratna dengan suara polosnya.


Alvin hanya bisa nyengir kuda. Meski istrinya kini menjadi lebih pengertian padanya namun sisi Devil yang telah mendarah daging di dalam jiwanya tetaplah ada.




Happy honeymoon Alvin & Ratna...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2