Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 47 pertemuan penuh haru


__ADS_3

Kasih dan Alvin duduk saling berhadapan. Namun keduanya tak saling berbicara. Hanya sesekali mereka saling menatap.


Entah perasaan canggung ini begitu luar biasa untuk mereka. Padahal biasanya baik Alvin maupun Kasih selalu menegur sapa bahkan ada saja yang mereka obrolkan.


Setelah mendengar cerita dari Arga justru keduanya menjadi seperti ini. Perasaan yang sangat sulit untuk digambarkan.


Antara senang, terkejut bahkan entah apa perasaan itu. Yang pasti keduanya menyimpan kerinduan yang teramat dalam. Terutama Alvin yang selama ini tanpa lelah terus berjuang mencari keberadaan saudaranya.


Arga yang selama ini menjadi penengah di antara mereka mulai beranjak pergi meninggalkan keduanya. Memberi waktu untuk mereka saling berbicara dari hati ke hati.


Ada perasaan lega juga bahagia bagi Arga, melihat Alvin yang selama ini selalu mencari-cari saudaranya akhirnya menemui titik terang.


"Apa orang tua kita masih ada?" akhirnya Kasih memberanikan diri untuk bicara lebih dulu.


Alvin menatap Kasih sekejap kemudian dia menggeleng.


Air mata berhasil lolos dari netra Kasih. Hatinya terasa begitu sesak. Selama ini sama sekali tak pernah terpikirkan bagaimana dia memiliki keluarga kandung.


"Mama dan papa sudah tiada" jawab Alvin dengan nada sendunya.


"Kenapa?" lidah Kasih terasa kelu hingga tak mampu mengatakan banyak kalimat.


Akhirnya Alvin menceritakan semua kisah tentang masa lalu mereka. Bagaimana kedua orang tuanya akhirnya meninggal dan hal itu langsung saja membuat Kasih berkali-kali lipat kesedihannya.


Meski begitu Alvin masih tampak tegar. Walaupun dalam hatinya terasa kembali luka dalam yang berusaha dia tutup rapat-rapat selama ini.


Kasih beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Alvin. Dia langsung memeluk pria yang selama ini dianggap kakaknya itu.


Air mata Alvin akhirnya tak terbendung lagi. Keduanya menangis terisak dalam pelukan. Pertemuan dramatis antara adik dan kakak ini berlangsung haru.


Bahkan Alvin yang biasanya terlihat berwibawa dan tegas seolah berubah total menjadi pria yang begitu lemah dan tak berdaya. Sisi lain manusia ini benar-benar Alvin tunjukkan.


Kasih meremas kemeja Alvin dan menumpahkan semua air matanya dalam pelukan itu. Sementara Alvin tak henti-hentinya mengusap kepala Kasih melampiaskan kerinduan yang selama ini di tahan.


"Kakak jangan bersedih lagi, ada aku kak. Kita akan terus bersama dan tidak akan terpisahkan." sambil masih menangis Kasih berusaha menguatkan Alvin.


Alvin pun langsung mengangguk bahagia. Harapannya yang tak pernah pupus kini telah terwujud.


"Aku janji akan selalu ada buat kamu Kasih, kakak sangat menyayangimu adikku" ungkapan itu berasal dari hati Alvin yang paling dalam.

__ADS_1


"Aku juga sangat menyayangimu kak"


Tak pernah Kasih merasakan kebahagiaan seperti ini. Selama ini dirinya tak pernah mendapatkan perhatian dan kasih sayang selain dari ayah angkatnya.


Sejak awal ibu angkat Kasih sebenarnya tak pernah menginginkan dirinya. Sebab anak kandung mereka yang meninggal menyisakan duka yang mendalam.


Namun ayah Kasih mengangkat dirinya menjadi anak karena sahabatnya yang seharusnya mengadopsi Kasih harus meninggal karena kecelakan.


Alhasil Ayah Kasih merasa iba dan bersikeras untuk membawa Kasih. Dan sejak kepergian sang ayah angkatnya Kasih diperlakukan sangat buruk oleh ibu angkatnya. Bahkan dirinya tak dibiarkan tinggal di rumahnya.


Hingga akhirnya Kasih bertemu dengan Felix, pria yang dulu sangat mencintainya. Bahkan rela melawan restu orang tua demi mendapatkan Kasih.


Namun semua itu kini tinggal kenangan. Kemalangan yang terus terjadi dalam hidupnya perlahan menemui jalan terang.


Sejak pertemuannya dengan Arga dan Alvin perlahan Kasih kembali menemukan kebahagiaan dalam hidupnya.


Dan kini, kerisauannya semakin berkurang karena Alvin adalah kakak kandungnya. Setidaknya kini dia memiliki tempat untuk mengadu dan mencurahkan isi hatinya.


Kasih dan Arga saling memeluk dan menangis cukup lama sehingga keduanya kini mulai merasa lelah. Mereka melepas pelukannya dan saling memandang wajah sembab dan kacau keduanya.


Baik Kasih maupun Alvin sama-sama terkekeh melihat betapa konyolnya mereka.


"Mau bagaimanapun aku tetap tampan. Mereka pasti masih menggilaiku" ujar Alvin dengan percaya diri.


Kasih hanya bisa terkekeh geli melihat Alvin yang memiliki rasa percaya diri sangat tinggi itu.


"Kau sendiri wajahmu seperti panda Kasih," Alvin tak mau kalah meledek Kasih.


Tiba-tiba mereka mendengar suara ketukan pintu.


"Hey, apa kalian masih belum selesai. Aku boleh masuk sekarang?" suara itu berasal dari balik pintu. Sudah jelas dia adalah Arga.


Akhirnya Alvin segera membuka pintu itu. Tampak Arga membawa dua kantong plastik berisi makanan.


"Vin, kenapa wajahmu kelihatan seperti burung hantu begitu?" Arga terkejut melihat wajah Alvin yang sembab setelah menangis.


Kasih yang mendengar pun langsung terkekeh.


"Sudah ku bilang Kak Alvin sekarang jelek sekali" ucap Kasih terang-terangan.

__ADS_1


Alvin pun hanya bisa berdecak karena dua orang ini terus mengatainya. Namun hal itu tetap saja tak mengurang kebahagiaan Alvin.


"Kalian pasti lapar. Ini aku bawakan makanan." Arga memberikan dua kotak sushi dengan berbagai macam varian kepada Kasih dan Alvin.


"Ini cuma dua. Terus mas Arga makan apa?" tanya Kasih.


"Aku akan memakanmu" balasnya sambil menatap Kasih dengan genit.


"eehhemm.. Maaf ya dia adikku jadi sedikit berhati-hatilah sekarang"ucap Alvin kepada Arga.


Arga yang pertama kalinya mendapat ultimatum dari Alvin langsung meraih pinggang Kasih dan memeluknya.


"Apapun ancamanmu, Kasih tetap milikku." ucap Arga posesif.


"Sudah-sudah, kita makan yuk, buat mas Arga berbagi saja ya. Ini kan banyak" ucap Kasih.


Akhirnya mereka mulai menyantap sushi dari Arga. Kasih dan Alvin begitu lahap menikmati sushi tersebut.


Namun mereka tentu tak lupakan Arga. Kasih mengambil sepotong sushi dan hendak menyuapi Arga. Namun tak disangka Alvin sudah melakukan hal itu.


Dengan santainya Arga membuka mulut dan menerima suapan Alvin.


"Kak Alvin menyuapi Mas Arga?" Kasih terkejut melihat keduanya.


"Hmm.. Biasanya aku juga menyuapinya" jawab Arga santai.


"Ha? Kalian berdua sering suap-suapan?"


Baik Arga maupun Alvin sama-sama mengangguk. Hal itu tentu membuat Kasih menjadi merasa aneh. Membayangkan dua pria saling menyuapi? Yang benar saja.


Apalagi selama ini Arga dan Alvin selalu bersama menjadi partner kerja. Apa jangan-jangan mereka...


"Jangan berpikiran macam-macam baby, dia memang kadang menyuapiku kalau aku sangat sibuk" ucap Arga.


"Iya benar, Pak Arga punya penyakit asam lambung. Jika telat makan bisa kumat" Alvin membela.


Kasih pun menatap Arga dan Alvin secara bergantian. Dia ingin memastikan sekali lagi bahwa keduanya tak ada hubungan lebih.


"Sungguh kalian tidak macam-macam kan?"

__ADS_1


__ADS_2