
Bab berisi adegan 21++ tidak suka boleh skip.
Arga mengecup lembut bibir Kasih. Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan Arga setelah selesai berbincang dengannya.
Entah kenapa Arga begitu menyukai bibir Kasih. Kecupan-kecupan itu perlahan menjadi sebuah ciuman.
Arga menyapu dari ujung ke ujung dan memberi gigitan kecil.
Kasih mulai mengerang saat lidah Arga menyerobot masuk ke dalam mulutnya. Dia dibuat kewalahan jika ciuman Arga sudah menuntut begini.
Arga melampiaskan emosinya dengan ciuman itu. Kasih pun cepat menyadarinya. Meski ada rasa sakit karena hal itu namun Kasih tahu diri bahwa dia hanyalah pemuas untuk Arga.
Berbeda dengan Arga. Dia mulai menemukan kenyamanan tersendiri saat bersama Kasih. Tak dipungkiri kini dia mulai bergantung dengan wanita itu. Tapi Arga masih terlalu canggung mengakuinya.
Malam ini dia hanya ingin mengistirahatkan pikirannya dan bermanja pada Kasih. Seorang yang kini telah memberinya kenyamanan serta ketenangan.
Arga mengangkat tubuh kasih ala bridal dan membawanya ke kamar mandi. Kasih hanya pasrah dengan apa yang Arga lakukan.
Arga mendudukkan Kasih di meja wastafel sementara dia mengisi air di bathub. Mematikan lampu dan menyalakan beberapa lilin aroma terapi.
Arga melepas pakaiannya sendiri kemudian melepas pakaian Kasih. Kembali menggendong tubuh Kasih kini keduanya memasuki bathub.
Arga mendudukkan Kasih di pangkuannya dan saling berhadapan. Suasana temaram karena hanya cahaya lilin justru membuat suasana semakin romantis.
Tak ada percakapan dia antara mereka. Hanya netra yang saling menatap. Bahkan hal itu seolah sudah menjawab segala kegundahan dan masalah yang mereka hadapi. Namun entah kenapa baik Arga dan Kasih keduanya merasakan kenyamanan yang luar biasa.
Biasanya Arga akan menerkam dengan buas jika melihat Kasih yang tak memakai sehelai pakaian seperti ini. Namun kali ini dia tak ingin tergesa-gesa.
Arga mengusap lembut surai Kasih. Membelai pipi chubby wanita itu adalah hobby barunya.
Begini saja, Kasih sudah mulai terbuai. Dia mendekatkan tubuhnya dan menyenderkan kepalanya di bahu Arga. Memeluk leher pria itu Seolah Arga adalah miliknya.
Kehangatan serta perhatian yang diberikan pria itu memang telah membuat hatinya membuncah.
Kali ini Kasih ingin sedikit egois. Biarlah menikmati apa yang terjadi. Selama Arga tak menolak dia akan tetap melakukannya.
Sementara Arga kini mulai bangun gairahnya. Tak dipungkiri sedari tadi dia terus menahannya. Kasih pun merasakan sesuatu di bawah sana yang sudah mulai mengeras dan ingin mencari tempat untuk bersemayam.
Arga mulai membelai punggung Kasih, menciumi leher dan pundak Kasih. Tubuh mulus yang seputih susu itu benar-benar telah menjadi candu untuk Arga.
Sementara Arga mengarahkan tangan Kasih untuk memegang miliknya yang sudah tegak di bawah sana.
"Masukkan ke milikmu, baby" suara berat pria itu berbisik menggelitik telinga Kasih.
__ADS_1
Kasih seolah terhipnotis oleh setiap ucapan Arga dan langsung menurutinya.
Kasih sedikit mengangkat tubuhnya dan memposisikan dirinya. Perlahan menuntun benda itu untuk memasuki dirinya.
Kasih mengernyitkan dahinya ketika benda itu mulai terasa sesak.
"Ssshh.. Aga susah mas.. Kegedean" rintih Kasih.
Arga pun sedikit menghentakkan tubuhnya dan akhirnya miliknya bisa masuk ke dalam tubuh Kasih.
"Aakkhh.. Sakit" pekik Kasih.
Arga pun menahan gerakannya dan membiarkan Kasih menyesuaikan diri. Malam ini Arga ingin bermain selembut dan senyaman mungkin dengan Kasih.
"Bergeraklah jika sudah terasa nyaman, baby" bisik Arga.
Kasih pun mulai menggerakkan pinggulnya perlahan. Sensasi nikmat dan menggelitik tentu saja mulai ia rasakan.
Kali ini Arga membiarkan Kasih yang bekerja sendiri. Dia ingin melihat wanita di atasnya itu memuaskan tubuhnya sendiri.
Dia mulai memacu tubuhnya dengan tempo sedang. Sementara tangan Arga kini bermain di kedua bukit kembar miliknya yang mengayun bebas karena hentakan tubuhnya.
"Ahh.. Mas Arga.. Aasshhh" suara-suara itu tak lagi bisa Kasih tahan.
Nafsu Kasih semakin membuncah sehingga dia semakin mempercepat tempo gerakannya. Namun hal itu membuatnya cepat merasa lelah.
"Mas.. Ahhh.. Aku capek.." Kasih masih berusaha menggerakkan pinggulnya meski sudah terasa berantakan.
"Istirahatlah jika capek baby," ujar Arga sembari menciumi leher Kasih.
"Tapi.. Tapi.. Aku ingin.. Ahhh.. Aku ingin kamu Mas.. please"
Please, kata itu seolah menjadi mantra paling mujarab untuk Kasih. Sebab Arga langsung menurutinya.
Arga Mengangkat tubuh Kasih ke pinggiran bathub dan melebarkan kedua kakinya. Dia segera melakukan penyatuan dan langsung menggerakkan tubuhnya dengan tempo lebih cepat.
" Seperti ini baby, kau menginginkan ini?" Arga memandangi wajah Kasih yang tampak sayu dan dipenuhi nafsu.
" yes.. Faster baby, ahhh faster..." suara itu menguar dari mulut Kasih.
Arga pun langsung tersenyum miring dan segera melakukannya. Tak sampai satu menit tubuh Kasih sudah melonjak-lonjak. Dia mendapat pelepasan pertamanya.
Arga sedikit memelankan gerakannya membiarkan Kasih menikmati pelepasannya.
__ADS_1
Kemudian membalikkan tubuh itu sehingga dia menungging. Arga kembali memasukinya dan kini memacu tubuhnya dengan tempo cepat.
Kasih sedikit kewalahan karena tenaga Arga yang seolah tak ada habisnya. Sementara kedua kakinya yang menopang tubuhnya sudah rerasa sangat lemas.
Namun rasa yang diberikan Arga begitu nikmat hingga dia merasa hampir sampai untuk kedua kalinya.
"aahh.. Mas.. Aku ahh.."
"Tunggu, tahan. Keluar bersama oke"
Beberapa saat kemudian mereka berdua sampai pada puncaknya.
"Aahhh mas..."
"Aarrggh..."
Nafas keduanya tersengal. Tubuh Kasih langsung merosot ke dalam bathub karena lemas.
Sementara Arga duduk di pinggiran bathub. Mengusap kepala Kasih yang kini tergeletak di pahanya.
Meskipun berantakan namun Kasih masih tampak cantik dan mempesona. Arga mengamati gadisnya itu yang sedang terpejam karena kelelahan. Membiarkannya istirahat sejenak.
Kemudian Arga mulai mengangkat tubuh Kasih. Memakaikan bathrobe dan juga dirinya.
Kemudian kembali menggendongnya. Kasih mengira Arga akan membawanya ke atas ranjang. Namun ternyata dia malah menggendongnya keluar kamar.
Dia berjalan menuju balkon. Dan menurunkan tubuh Kasih hingga berdiri menghadap gemerlap pemandangan kota di malam hari.
Arga kembali memeluk Kasih dari belakang. Tangannya mulai nakal merabai tubuh Kasih. Dan bibirnya mulai menciumi lehernya.
"M-mas.. Kita ngapain.. Ini kan di tempat terbuka" Kasih sedikit gemetar.
Namun tampaknya Arga tak menghiraukan ucapan Kasih. Justru dia menarik pinggang Kasih hingga sedikit menung.ging dan mulai memasukinya kembali.
"Aakhh.. Mas.. Jang_an disinihh.. Ahh. Maluu ahh" protes Kasih dengan menahan des ahannya.
"No Baby, aku mau merasakan bermain di tempat terbuka bersamamu. Bagaimana enak kan?" Arga semakin menghentak tubuh Kasih.
Mungkin jika orang lain melihatnya sudah pasti bisa menebak bila keduanya sedang melakukan hubungan intim.
Namun Arga sama sekali tak menghiraukannya. Dia hanya ingin menuntaskan segala hasratnya bersama Kasih.
"enak Baby.. Haa?"
__ADS_1
"Ahh.. ya mass.. Ahh enakk.." nafsu yang sudah di ubun-ubun membuat Kasih melupakan akal sehatnya. Yang ada saat ini adalah mengejar kenikmatan bersama Arga.