Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 48 Bekerja lagi


__ADS_3

"Kasih, bagaimana keadaanmu? Apa sudah sembuh betul? Aku ikut sedih kata Pak Alvin kamu mengalami kecelakaan." Ratna langsung menyambut Kasih saat melihatnya masuk kerja.


"Syukurlah aku baik-baik saja mbak, terimakasih ya sudah mengkhawatirkan aku" tangan Kasih memang masih terdapat plester namun lukanya sudah mulai pulih.


Selama seminggu setelah kejadian itu Kasih memang dilarang Arga untuk bekerja. Dia harus memulihkan keadaannya dahulu.


Setelah masuk begini banyak rekan-rekan kantornya yang menyambut. Terutama para karyawan pria.


Mereka secara bergantian menyambut Kasih dan tak jarang ada yang memberi bingkisan dan juga buket bunga.


Kasih memang bak primadona di kantor. Pesonanya yang luar biasa cantik serta tindak tanduknya yang santun selalu menjadi dambaan bagi para pria yang melihatnya.


"Wah, Kasih sudah masuk kerja, jadi Pak Alvin sudah tidak kesini lagi dong" gerutu salah satu karyawan yang bernama Vanya.


"Masih kok Vanya, setiap hari Kak Alvin akan kesini mengantar dan menjemputku" balas Kasih.


"Apa? Menjemputmu? Jadi kalian benar ada hubungan?" Vanya tersentak. Begitu juga dengan karyawan lain.


"Iya, kami kan bersaudara, Kak Alvin itu kakakku" ucap Kasih.


"Oohh, ku pikir kalian berkencan" semua orang jadi lega. Setidaknya Kasih tidak memiliki hubungan asmara dengan Alvin.


Alvin sendiri memang yang berinisiatif untuk mengantar dan menjemput Kasih. Dia masih sangat khawatir jika nanti kembali terjadi sesuatu. Dan Arga terpaksa menurutinya karena Kasih juga menolak untuk berangkat bersamanya. Dia takut orang-orang akan curiga.


Namun saat Arga baru datang ke kantor dia melihat para karyawan yang berkumpul. Mereka sedang mengerubungi Kasih. Kedua matanya langsung memicing ketika ada beberapa Karyawan pria memberikan bunga serta bingkisan untuk Kasih.


"Ada apa ini?" tanya Arga dengan wajah seriusnya.


"Selamat Pagi Pak, kami hanya menyambut Kasih. Dia sudah kembali bekerja." ucap salah satu karyawan pria.


"Lalu, kenapa ada bunga dan bingkisan segala? Memangnya dia menang penghargaan?" celoteh Arga dengan wajah kesalnya.


Arga tahu dirinya bukan kesal karena iri pada Kasih, namun dia teramat cemburu bahkan sangat tidak suka ketika ada pria lain yang berusaha mendekati Kasih.


"Lanjutkan pekerjaan kalian, Kasih ke ruangan saya sekarang" perintah Arga dengan angkuhnya. Pria itu benar-benar mengeluarkan aura intimidasinya. Kasih langsung mengangguk menuruti Arga.

__ADS_1


Sementara para karyawan pria tampak menahan kecewa.


"Kasih, semangat ya" ucap salah satu karyawan bernama Jordan. Pria itu sangat menyukai Kasih.


Seketika Arga menoleh dengan sorot tajamnya sebelum Kasih mengisyaratkan untuk segera masuk ruangan.


"Kenapa Pak Bos kita semakin hari terlihat semakin garang ya? Apa semalam tidak dapat jatah dari istrinya?" gumam salah satu karyawan dengan terkikik.


"Kasian Kasih. Pasti dia berusaha menguatkan mental setiap hari menghadapi Pak Arga yang super duper manusia kulkas itu." ucap yang lainnya.


Sementara Kasih baru masuk dan menutup pintu Arga langsung meraih pinggangnya dan mengeratkan ke dalam dekapan Arga.


Arga menyingkap rambut Kasih yang tergerai ke samping. Kemudian menciumi ceruk leher Kasih sambil menuntunnya ke sofa. Mencium aroma tubuh Kasih sudah seperti heroin untuknya. Begitu candu dan menenangkan.


Kini Arga duduk di sofa sembari menjatuhkan tubuh Kasih atas pangkuannya.


"Masih pagi sudah membuatku cemburu" ucap Arga dengan nada posesifnya.


"Cemburu kenapa sih mas, mereka kan rekan kerjaku juga" ucap Kasih.


"Tetap saja aku cemburu. wajah cantikmu ini, tubuh indahmu ini, semuanya adalah milikku. Hanya aku yang boleh memilikinya" Arga mengecupi pipi Kasih dengan gemas.


"Kok jadi kamu yang ngambek sih baby, kan tadi yang marah aku?" protes Arga sembari mencubit dagu Kasih.


"Mas Arga sih pagi-pagi udah merengek gitu." protes Kasih.


Baik Arga maupun Kasih sama-sama diam. Keduanya saling menatap namun pada akhirnya Arga yang bereaksi. Dia meraih tengkuk Kasih dan mulai mencium bibirnya.


Begitu lembut hingga Kasih langsung terbuai. Dia membalas ciuman Arga dengan begitu dalam.


"Emh.. Mas akh, jangan ini di kantor." Kasih merasa geli ketika Arga mulai menciumi leher dan hendak membuka kemejanya.


"Kenapa kamu begitu candu?" suara Arga menjadi parau.


"Semalam kan sudah, masak Mas nggak capek sih? Padahal sampe tengah malam loh." protes Kasih.

__ADS_1


"Emmm... Iya-iya sayang, kamu capek ya? Istirahat gih. Kamu tidur di ruangan ini saja" ucap Arga.


Namun Kasih menolaknya. Dia tetap harus profesional dalam bekerja.


"nggak Mas, aku harus kerja. Tapi boleh aku minta satu hal?"


"Iya sayang, apa yang kamu mau pasti aku turuti" Arga mengecupi pipi Kasih.


"tolong Mas Arga jangan ketus terus sama karyawan gitu dong. Mereka tuh jadi takut sama mas" ucap Kasih sembari membetulkan kemejanya.


"Hmm.. Biarin aja. Kalau mereka dibaikin takutnya ngelunjak baby" sanggah Arga.


"Kecuali kamu, karena kamu satu-satunya wanita yang berhasil menaklukkan hatiku" bisik Arga sembari mengecup pipi Kasih.


Kasih hanya bisa tersipu malu. Tak dipungkiri bahwa hatinya sangat bahagia karena Arga begitu mencintainya.


"Sudah mas, aku harus keluar. Nggak enak nanti yang lain curiga. File untuk rapat sudah ku siapkan di ipad Mas." Kasih beranjak dari pangkuan Arga. Meski dirinya mendapat tempat spesial di hati Arga namun dia tetap profesional dalam bekerja.


"Terimakasih sayang.." Arga mengucap hal itu sebelum Kasih pergi meninggalkan ruangannya.


Ada senyum getir terukir di wajah Arga. Perasaannya terhadap Kasih memang tidak main-main.


Dia begitu mencintainya. Namun status pernikahannya yang masih belum kelar membuat kepalanya mulai pusing.


Dia hendak mengurus perceraiannya namun ada hal yang membuatnya urung.


Beberapa waktu lalu Arga mendapatkan gelar penghargaan sebagai salah satu pengusaha muda terbaik di Asia Tenggara. Hal itu tentunya berdampak besar bagi kehidupan pribadinya.


Dan Wijaya sebagai orang tuanya menyarankan untuk tetap mempertahankan pernikahannya sementara ini. Persaingan bisnis dan pencapaian yang cukup besar ini tentu membuat Arga harus hati-hati dalam melangkah.


Sedikit saja gosip bisa langsung menjadi masalah besar. Sedangkan Felicia yang saat ini berstatus istri Arga tampaknya sedang menikmati puncak popularitasnya.


Di depan semua orang baik Arga dan Felicia tampak seperti pasangan suami istri sempurna yang jauh dari masalah.


Sementara Felicia kini mulai penasaran dengan kehidupan Arga yang sudah lama sekali tidak pernah pulang ke rumah. Diam-diam dia menyelidiki tempat tinggal Arga serta siapa perempuan yang sudah memiliki hubungan dengannya.

__ADS_1


Dia takut bahwa Arga benar-benar memiliki wanita yang dicintainya sehingga keberadaan dirinya akan terancam.


Arga adalah mesin ATM berjalan untuk Felicia serta penyokong hidup keluarganya. Tanpa adanya Arga mungkin keluarga Felicia tak bisa menikmati kehidupannya semudah sekarang.


__ADS_2