
Happy reading ❤️
"Kalian tak usah menjelaskan apapun lagi, karena saya sudah mengerti dan paham. Dan jika Nona Vanya melakukan ini untuk membuat pernikahan ini hancur, maka yang kamu lakukan hanya sia-sia karena pernikahan ini sudah hancur sebelum kamu datang," ucap Kirana tenang. Vanya hanya pelengkap penderitaannya saja.
Sakti tersentak mendengar apa yang Kirana ucapkan "pernikahan ini sudah hancur sebelum kamu datang," kalimat itu terus terngiang di kepalanya. Sakti sadar dirinya lah yang merusak pernikahan itu dengan segala ego dan sikapnya.
Dirinya yang lebih memilih menghakimi dari pada menyelidiki, ia lebih memilih menyakiti daripada membicarakan, ia lebih memilih menuduh daripada percaya.
Sungguh Sakti telah menyakiti wanita yang sudah 10 tahun menemaninya. Wanita yang telah memberinya 2 orang anak dan selalu bersikap lembut.
Kini...
Ia pun duduk bersama dengan wanita selingkuhannya di hadapan Kirana, menyempurnakan kebrengsekannya yang natural tak dibuat-buat sebagai suami.
Sakti meraup wajahnya frustasi, menyadari bahwa ia lah penghancur rumah tangganya sendiri.
Pikiran itu menari dalam kepala Sakti, kini ia menatap Kirana dengan perasan hancur dan bersalah yang luar biasa.
"Sayang... Kumohon jangan katakan itu," ucap Sakti mengiba seraya mencoba menarik genggaman Kirana dalam genggamannya namun secara refleks Kirana menarik tangannya dari atas meja.
"Mas !" Sentak Vanya menahan lengan sakti dan melihat dengan tatapan tidak suka.
"Apa ada lagi yang ingin kamu katakan padaku Vanya ?" Tanya Kirana dengan senyuman di wajahnya, ia abaikan tatapan Sakti yang terus tertuju padanya.
Vanya terdiam membeku tak mengatakan apapun lagi.
"Baiklah kalau begitu aku pamit duluan, aku harus menjemput anak-anak," ucap Kirana seraya melihat jam tangan mewah
yang membelit pergelangan tangannya.
"Jangan seperti ini Ki... Ku mohon...," Ucap Sakti yang terus Kirana abaikan.
"Mas !" Vanya kembali menahan Sakti
"Diam !!" Sentak Sakti dengan suara meninghi hingga beberapa orang menolehkan kepalanya melihat ke arah mereka.
Kirana mengedarkan pandangannya, ia melihat beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka, bahkan beberapa orang saling berbisik seolah membicarakan.
"Apa kalian tidak punya malu ?" Tanya Kirana terheran seraya kembali menatap Vanya juga Sakti dengan pandangan merendahkan.
"Sebaiknya kalian selesai kan masalah kalian berdua," ucap Kirana seraya berdiri hendak pergi.
Sakti ikut berdiri mencoba menyusul istrinya itu namun Vanya kembali menahannya.
Sakti menghempaskan cekalan Vanya dengan begitu kasar membuat gadis itu terhuyung ke belakang.
"Aku akan melakukan perhitungan padamu !" Bentak Sakti yang tak peduli dengan beberapa mata yang terus memperhatikan mereka.
Sakti berjalan cepat keluar dari cafe itu mencari keberadaan Kirana namun ia sudah tak ada di sana.
Teringat ucapan Kirana akan menjemput kedua anaknya. Sakti memutuskan untuk menyusul Kirana kesana.
Sedangkan Vanya melihat kepergian Sakti dengan menahan tangis, menyadari tak ada sedikitpun tempat di hati Sakti baginya. Ia tak lebih dari sebuah pelampiasan.
__ADS_1
Berulang kali Vanya mengalami hal seperti ini dimana ia menjadi wanita kedua yang selalu menang namun tidak kali ini. Ia yang dipermalukan.
***
Kirana telah memasuki mobil yang membawanya pergi. Hatinya masih saja terasa perih. Sebagai istri yang pernah begitu mencintai suaminya, apa yang baru saja terjadi tentu saja sangat menyakitinya.
"Sekarang menjemput anak-anak, Bu ?" Tanya supir yang tengah membawa Kirana dalam mobilnya.
" Hmm iya, tinggal membawa anak-anak saja. Semua barang sudah dibawa kan ?" Tanya Kirana.
"Hanya 2 koper kan Bu ? Sudah berada di bagasi," jawab supir itu.
"Iya, hanya 2 koper. Saya tak membawa banyak barang,"
"Jangan khawatir. Pak Robby, kakak anda sudah menyiapkan segala keperluan anda dan anak-anak."
"Terimakasih atas segala bantuannya, maaf saya jadi merepotkan," ucap Kirana sungkan.
"Tidak sama sekali Bu, senang bisa melayani anda kembali," jawab supir itu yang ternyata orang kepercayaan kakaknya Kirana yang khusus datang dari Singapura untuk menjemput Kirana dan kedua anaknya.
***
Setelah menyelesaikan segala berkas kepindahan sekolah anaknya, Kirana menunggu jam pulang kedua anaknya di taman sekolah. Tempat biasa ketika ia menjemput.
Tak lama Dareel dan Davin datang menghampiri ibunya itu.
"Hari ini kita akan menemui Kakek dan Nenek di Singapura. Apa kalian senang ?" Tanya Kirana.
"Yeaaayy," sorak kedua anaknya begitu gembira.
"Ya... Kita akan tinggal di sana dalam waktu yang lama," jawab Kirana.
"Papa ikut ?" Dareel kembali bertanya.
Kirana menarik nafasnya, pertanyaan Dareel terasa sulit untuk ia jawab.
"Tidak, Papa tidak bisa ikut karena Papa harus bekerja di sini," Jawab Kirana lembut.
"Papa sibuk dengan kliennya," timpal Davin dengan nada suara meninggi.
Kirana tahu, Davin masih kecewa karena melihat papanya dengan wanita lain sedangkan di rumah papanya itu beberapa kali terlihat mengasari Kirana.
Walaupun Kirana terus memberikan pengertian namun ternyata Davin masih menyimpan rasa marah.
"Sayang... Sudah Mama katakan berulangkali tidak baik berkata seperti itu." Ucap Kirana seraya mengecup puncak kepala anaknya.
"Ayo kita pergi," Kirana menggandeng tangan kedua anaknya untuk segera meninggalkan tempat itu.
Tepat setelah mereka keluar gerbang sekolah, seorang laki-laki telah berdiri menunggunya.
"Ki... Kirana..." Sapa lelaki itu seraya menepuk pundak Kirana.
Kirana pun menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Ki, Aku menghubungi mu tapi tak pernah kamu balas padahal pesanku kamu baca. Aku khawatir takutnya terjadi apa-apa padamu," ucap lelaki itu yang ternyata mantan kekasih Kirana dahulu.
"Apa yang kamu lakukan disini ?" Hardik Kirana tak suka.
"Sudah kukatakan berkali-kali jangan pernah hubungi aku lagi. Asal kamu tahu, gara-gara kamu hidupku hancur !" Geram Kirana.
"Maaf Ki.. maafkan aku,"
" Ku mohon Ricki... Jangan pernah dekati atau hubungi aku lagi. Kamu pun sudah menikah. Apa tidak kasian dengan istrimu ? Jadi... Ku mohon dengan sangat jangan datangi aku lagi," ucap Kirana memohon dan melanjutkan langkahnya kembali namun lelaki itu terus mengejar dengan langkah tergesa.
"Ki... Dengerin aku dulu," ucap lelaki itu berusaha menahan Kirana dengan terus berjalan mendekatinya.
Langkah lelaki itu terhenti ketika sebuah pukulan mendarat di wajahnya dan membuat tubuhnya terhuyung dan jatuh di atas tanah.
"Jangan sentuh istri gue bangs*t !!!! " Maki Sakti yang langsung memberikan pukulannya.
Kirana begitu kaget, begitu juga kedua anaknya.
Sakti menaiki tubuh yang terkapar di atas tanah itu dan memberikan pukulan membabi buta pada wajahnya.
" Kirana milik gue, jangan pernah sentuh dia ! Kirana milik gue !!! Lo harus mati Bangs*t " Teriak Sakti sembari terus memukuli.
Kirana yang melihat itu langsung menarik tubuh Sakti dari lelaki yang sudah terkapar tak berdaya.
"Hentikan mas ! Hentikan kamu bisa membunuhnya," panik Kirana yang dengan sekuat tenaga menarik tubuh Sakti. Sedangkan kedua anaknya telah menangis karena ketakutan.
Orang-orang mulai melihat kearah mereka dengan pandangan ingin tahu.
Kirana terus berusaha menghentikan Sakti yang masih dalam gelombang amarahnya. Hingga ia berhasil menarik tubuh Sakti dari lelaki itu.
"Siaaalll Kirana !!! Kamu selalu membela lelaki bangs*t itu dari pada aku. Kamu selalu lebih memilihnya daripada aku !" teriak Sakti tepat di wajah Kirana.
"Kamu dan dia sama-sama Bangs*tnya !" Sakti kembali memaki.
Kirana menatap tajam mata suaminya itu untuk beberapa saat.
"Aku hanya tak mau ayah dari anak-anak ku menjadi seorang pembunuh ! Aku tak mau kamu bertindak bodoh. Hanya itu ! " Jawab Kirana dengan suara meninggi.
"You know what ? Aku tak pernah peduli padanya !!" Ucap Kirana seraya menunjuk mantan kekasihnya yang kini mungkin sudah tak sadarkan diri.
"Pukuli dia, Sakti !!! Pukuli dia sampai mati ! Kamu boleh membunuh nya karena aku tak pernah peduli sedikit pun padanya ! Seperti aku yang tak akan peduli lagi padamu," geram Kirana seraya menunjuk dada suaminya.
To be continued...
Thank you for reading ❤️
Tadinya aku mau libur... Tapi melihat banyaknya like dan komen yang luar biasa bikin aku terharu jadi aku update walaupun sedikit.
Terimakasih banyak yang sudah baca, like, komen juga memberikan hadiah ❤️❤️❤️
Kalian readers terbaik yang luar biasa
❤️❤️❤️
__ADS_1
Oh iya sambil nunggu novel ini up.. aku mau kasih rekomendasi novel bagus karya author baik hati sahabat aku... Cekidot yaaa.