Terikat Dusta

Terikat Dusta
Rindu Terobati


__ADS_3

Happy reading ❤️


Berdirilah seorang lelaki yang akhir-akhir ini mengisi hati dan pikiran nya dengan sebuah buket bunga mawar putih yang di hiasi bunga Forget Me Not di tangannya.


"Aku cinta kamu Re...


Izinkan aku mengejar mu lagi dengan cara yang benar.


Tanpa dusta, tanpa rahasia...


Hanya aku dan segenap rasa cinta ku padamu..." Ucap lelaki itu dengan tatapan nya yang penuh rasa cinta.


Renata tertegun tak percaya melihat Fabian berdiri di hadapannya menyatakan cinta.


Dengan kemeja hitam yang digulung sebatas lengan, celana chino berwarna abu-abu, dan sepatu kets putih. Rambutnya telah dipotong rapi dan tubuhnya mengeluarkan wangi maskulin has Fabian yang selalu Renata rindukan. Sepertinya Fabian telah benar-benar menyiapkan dirinya untuk melakukan pernyataan cinta.


Berbanding terbalik dengan Renata yang hanya menggunakan dress rumahan sebatas lutut tanpa make up.


"Re.. aku bilang aku cinta kamu," ucap Fabian mengulangi ucapannya karena melihat reaksi Renata yang hanya terdiam menatap nya.


"Mohon beri aku kesempatan untuk mencintai mu lagi Re, bukan kesempatan kedua atau ketiga tapi kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa aku benar-benar cinta kamu. Kita mulai dari awal lagi, aku akan perbaiki semuanya. Aku mohon Re..." ucap Fabian mulai frustasi.


Renata tersenyum mendengar itu dan menabrakkan dirinya ke dada mantan suaminya, memeluk erat tubuhnya sehingga kedua tangan Renata saling mengunci di punggung Fabian seolah enggan melepaskan.


"A.. aku juga masih cinta kamu Bi," jawabnya terisak.


Dapat Renata dengar debaran jantung Fabian yang berdetak lebih cepat ketika Renata mengatakan hal itu.


Fabian membalas pelukan mantan istrinya itu dan menundukkan kepalanya. Dapat Renata rasakan tetesan air mata Fabian yang hangat di pundaknya.


Tubuh Fabian bergetar halus menandakan lalaki itu tengah menangis di pelukannya.


"Aku akan menjadi lelakimu yang lebih baik lagi Re, tak kan pernah berdusta atau menyimpan rahasia lagi.. Aku berjanji. Tak hanya untukmu tapi juga untuk anak kita," bisik Fabian di telinga Renata.


Renata menganggukan kepalanya dan Fabian semakin erat memeluknya.


"Terimakasih sayang, terimakasih," lirih Fabian di puncak kepala Renata dan memberikan beberapa ciuman di sana.


Fabian mengurai pelukan nya dan menatap wajah Renata yang memerah karena menangis. Memberikan beberapa ciuman di wajah istrinya itu hingga bibirnya berlabuh diatas bibir Renata dan memagutnya dengan lembut.


Fabian mengulum dan menyesap bibir mantan istrinya itu dengan penuh penghayatan seolah menyalurkan rasa rindu yang terpendam.  Telah lama ia menanti kesempatan ini, mencium Renata dengan penuh  rasa cinta seperti yang biasa dulu ia lakukan.


"Satu rindu terobati," batin Fabian dalam hatinya.


Renata membalas ciuman itu dengan hati yang terasa lega.


Lega karena kini perasaannya telah telah pasti, tak ragu lagi. Renata memantapkan dirinya untuk memberikan Fabian kesempatan dan berdamai dengan masa lalunya.


Bukan kesempatan kedua atau ketiga dan lainnya tapi kesempatan terakhir untuk Fabian memperbaiki diri.

__ADS_1


Tak dapat Renata pungkiri bahwa ia pernah  begitu kecewa pada Fabian tapi setelah perpisahan itu terjadi Renata sadar jika rasa cintanya lebih besar dari rasa kecewanya.


Memaafkan seseorang yang tulus mencintai nya dan memberikan sebuah kesempatan bukanlah hal yang hina bukan ?


Tak ada gading yang tak retak, tak ada sesuatu pun yang tak ada cacatnya.


Fabian memisahkan tautan bibir mereka, untuk beberapa saat keduanya saling memandang dan tersenyum malu-malu.


"Kamu gak ajak aku masuk Re ? Kalo kita di grebek keamanan gimana ? Karena melakukan hal yang meresahkan di depan umum. Kalau aku sebenarnya seneng aja biar langsung dinikahin,"


"Kamu ada-ada aja Bi, ayo masuk,"


"Untukmu," ucap Fabian seraya menyerahkan buket bunga itu sebelum ia melangkahkan kakinya memasuki rumah Renata.


"Terima kasih Bi," Renata menerima dan menghirup harumnya.


"Buket bunga paling indah yang pernah aku terima Bi. Apalagi setelah tahu makna dari bunga itu. Terimakasih sudah mencintai aku sedalam ini,"


"You deserve it ( kamu berhak mendapatkan nya) karena aku mencintaimu memang benar adanya,"


Renata menjinjit kan kakinya dan memberikan sebuah kecupan di pipi Fabian.


Satu rindu lagi terobati, Fabian mendapatkan kembali kecupan mesra dari wanita yang sangat ia cintai.


***


"Bi, harusnya bilang dulu kalau mau begini, kan aku bisa siap-siap dandan cantikan dikit nggak kaya sekarang. Kamu udah keren gini sedangkan aku dasteran doang," Renata mencebikkan bibirnya karena kesal


Kini mereka tengah berada di ruang TV dan Bi Sumi menyuguhkan secangkir kopi untuk Fabian.


Wajah Renata memerah menahan malu.


"Iya kan Bi? Aku selalu menyukai semua penampilan istriku eh Renata," ucap Fabian kikuk.


Bi Sumi tersenyum, dalam hatinya ia ikut senang bila kedua majikannya kembali bersama. Karena keduanya orang yang sangat baik di mata asisten rumah tangga nya itu.


"Re, makan diluar aja yu? Itung-itung meresmikan kembalinya kita."


"Wah beneran Bapak dan Ibu mau balikan ? Saya ikut bahagia," Tanya Bi Sumi antusias.


"Doakan yang terbaik buat kita ya Bi," jawab Fabian.


"Selalu Pak, saya yakin Non Celia juga bahagia,"


"Terimakasih Bi," ucap Fabian dan Renata bersamaan.


"Bibi makan sendiri gak apa-apa ? Saya sama Bapak mau keluar,"


"Gak apa-apa Bu," jawab Bi Sumi.

__ADS_1


"Ya udah Bi, tunggu aku siap-siap sebentar." Ucap Renata pada Fabian yang kemudian meninggalkannya menuju kamar untuk bersiap pergi.


***


"Celia di rumah Mami ?" Tanya Renata ketika mereka telah berada di dalam kendaraan yang tengah membelah jalanan kota.


"Huum," jawab Fabian dengan satu tangannya memegang setir dan tangan lainnya menggenggam tangan Renata.


Fabian kembali memperlihatkan sikap posesif nya pada Renata, begitu jelas terlihat sikap Fabian yang tak ingin kehilangan lagi wanita yang ia cintai.


Fabian mengingat kembali bagaimana ia bisa menyatakan cintanya pada Renata padahal dirinya begitu sibuk akhir-akhir ini.


Setelah mengetahui bahwa Renata pergi makan malam dengan Jamie, Fabian benar-benar merasa insecure (tidak merasa aman). Semalaman tak dapat tidur nyenyak karena memikirkan Renata.


Pagi-pagi sekali Fabian menyambangi kantor polisi meminta pemeriksaan atas dirinya diundurkan pada hari Senin berikut nya dengan alasan ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Meski harus meminta dan memohon akhirnya pihak kepolisian menyetujui permohonan Fabian dengan syarat menandatangani surat pernyataan tak akan mangkir dan sebagainya.


Fabian kembali menuju kantornya untuk membereskan pekerjaan yang deadline. Istirahat siang ia gunakan untuk memesan buket bunga spesial nya. Sore hari ia pulang lebih awal untuk menjemput Celia dan menitipkan pada orang tuanya. Pergi ke barber shop untuk memotong rambut, menyiapkan pakaian terbaik meski tadinya ia ingin mengenakan setelan jas namun rasanya terlalu berlebihan.


Dan disinilah ia kini menggenggam erat tangan wanita terkasihnya. Fabian tersenyum sendiri mengingat kegiatan hari ini yang sedikit membuatnya lelah namun berbuah manis.


"Kenapa senyum sendiri Bi?"


" Gak apa-apa Re, aku seneng aja." Jawab Fabian sembari mencium punggung tangan Renata tanpa mengalihkan pandangannya dari arah jalan.


***


Kini mereka telah duduk berdua di salah satu restoran mewah di kota Jakarta. Dalam suasana syahdu diiringi musik jazz lembut membuat makan malam pertama mereka begitu romantis.


Seperti yang biasa Fabian lakukan ia melayani Renata seperti ratu, dan Renata menerima sikap Fabian dengan senang hati.


Sesekali mereka tertawa di sela pembicaraan nya, namun tatap mata penuh cinta tak pernah terlepas dari keduanya.


Fabian mengantarkan Renata kembali ke rumahnya ketika malam semakin larut. Dirinya tengah memeluk Renata begitu erat seolah enggan melepaskan.


Ingin rasanya Fabian menghabiskan malam dengan wanita yang ia cintai itu namun Fabian menahan diri, Fabian ingin memulainya dengan perlahan sehingga rasa cinta tumbuh kembali di hati Renata dengan cara yang benar.


"Aku sayang banget ma kamu Re, cinta banget ma kamu," bisik Fabian di ceruk leher Renata.


"Aku juga sayang kamu Bi, cinta kamu." Jawab Renata di dalam pelukan Fabian.


Satu rindu lagi terobati...


Kini Fabian dapat mendengar kembali kata cinta dari mulut Renata yang telah lama tak ia dengar.


Tbc...


Thank you for reading ❤️


Terimakasih yang sudah baca, like dan komen ❤️

__ADS_1


Terimakasih yang sudah memberikan vote juga hadiah ❤️


Tons of love for you guys ❤️❤️❤️


__ADS_2