
Happy reading ❤️
Eps sebelumnya.
"Terimakasih Renata, kamu memberikan kesempatan saja sudah cukup bagiku," ucap dokter Jamie seraya menggenggam tangan Renata.
"Mommy dan om dokter sedang apa disini?" Tanya Celia yang arah pandangan matanya tertuju pada genggaman tangan Renata dan Jamie.
Dan tanpa Renata sadari ibu mertuanya pun berada tak jauh dari tempat Celia berdiri dan melihat kedekatan Renata dengan dokter Jamie dengan tatapan menyelidik.
Renata dengan spontan melepas genggaman tangan dokter Jamie.
Di hati kecilnya dia merasa bersalah pada Celia. Merasa telah mengkhianati anaknya.
"Emmm mommy sedang mengobrol dengan om dokter, tanya soal Daddy. Apa Celia sudah ketemu daddy ? Daddy sudah bangun lho," ucap Renata seraya berdiri menghampiri Celia dan meraihnya dalam pangkuan.
"Mommy menangis?" Tanya Celia dengan memandangi wajah Renata.
"Ya mommy menangis, mommy terharu senang daddy sudah bangun," jawabnya bohong.
"Daddy, cari mommy terus. Re.. re.. begitu aja kata daddy," ucap Celia seraya menirukan daddy nya.
"Princess senang daddy sudah bangun ?" Tanya dokter Jamie pada Celia seraya mengusap pucuk kepalanya.
Celia menganggukan kepalanya, dan kemudian menguap karena mengantuk.
"Seperti nya Celia mengantuk, aku akan menidurkannya lagi," ucap Renata.
"Apa kamu akan kembali ke hotel? Atau disini menemani Fabian? " Tanya dokter Jamie.
"Emmm aku belum tahu, lihat nanti aja. Jamie sebaiknya aku kembali ke ruangan Fabian. Semua orang pasti mencari ku,"
"Ya, tentu. Be strong Renata. Aku pamit hendak beristirahat tapi kamu jangan khawatir Fabian masih dalam pengawasan. Aku akan kembali bila dibutuhkan," ucap dokter Jamie seraya berpamitan.
"Terimakasih Jamie," ucap Renata dengan tatapan sayu dan mendalam dan kemudian pergi meninggalkan dokter Jamie dengan Celia yang ada dalam pelukannya.
***
"Dari mana kamu nak?" Tanya mami Fabian ketika Renata memasuki ruangan suaminya yang masih dirawat.
"Aku habis bertemu dokter Jamie, me.. me.. menanyakan bagaimana kondisi Fabian mam," jawab Renata terbata yang entah kenapa hatinya terasa berdebar ketika ibu mertuanya bertanya.
Mami Fabian merasakan ada hal lain dengan menantunya. Dirinya sedikit terkejut setelah tadi melihat kedekatan Renata dan keponakan nya dokter Jamie, tapi apa yang Renata ucapkan memang masuk akal. Bisa saja Renata memang membahas kesehatan anaknya Fabian. Oleh karena itu ia berusaha menepis pikiran pikiran negatif dari kepalanya. Terlebih lagi Renata adalah wanita baik baik dan tak pernah berbuat sesuatu yang tercela selama menjadi menantunya.
__ADS_1
"Iya tadi dokter jamie juga mengatakan bahwa Fabian akan terus diawasi. Mami yakin semua akan menjadi lebih baik. Oh iya sepertinya Fabian selalu mencari mu. Sini Celia, biarkan mami yang gendong," ucap ibu mertuanya seraya mengambil alih Celia dari pelukan Renata.
Renata menghampiri Fabian yang matanya terpejam. Perasaan nya masih kacau tidak karuan.
Sakit, itu yang Renata rasa saat ini. Ingin rasanya berteriak, memaki maki dan mencakar wajah Fabian.
Meminta penjelasan tentang semua hal yang telah Fabian lakukan dibelakangnya tapi tak mungkin dia lalukan sekarang bukan ?
Dengan perlahan Fabian membuka matanya, dia tersenyum melihat Renata berada di sisinya.
"Maaf....ma..maaf Renata," ucap Fabian dengan lemah.
"Sssstt beristirahat lah dulu Fabian. Kamu harus sembuh dulu," jawab Renata tersenyum berusaha menyembunyikan segala kesakitan nya.
Fabian menatap dalam mata Renata dengan mata sayu nya.
Renata tak lagi memanggil nya sayang seperti biasanya. Hatinya terasa kecut.
Fabian berusaha meraih tangan Renata dalam genggamannya namun Renata menghindar dengan berpura pura mengusap-usap lengannya sendiri.
"AC nya apa tidak terlalu dingin?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan.
Lagi lagi penolakan Renata membuat hati Fabian terasa kecut.
"Fabian, aku kembali ke hotel ya. Celia sudah mengantuk lagian ini sudah larut malam. Ada Hendrik dan mami mungkin akan menunggu disini. Aku akan kembali besok. Kamu beristirahat lah," ucap Renata pada Fabian.
Fabian tak menjawab.
Wanita ini dulu memanggil nya sayang kini tak lagi.
Wanita ini dulunya selalu menemaninya menghabiskan malam kini berpamitan pergi.
"Sepertinya penderitaan ku yang sebenarnya akan dimulai," batin Fabian dalam hati.
"Jangan berpikir yang macam macam Fabian. Kamu harus sembuh," ucap Renata seolah dapat membaca pikiran Fabian.
Renata menundukkan kepalanya dan mencium kening Fabian dengan hati yang pedih penuh luka.
Fabian menutup matanya menikmati sentuhan bibir Renata di keningnya. Dalam hati berharap waktu untuk berhenti sejenak agar Fabian dapat lebih lama menikmati moment ini.
"Aku pergi," ucap Renata meninggalkan Fabian.
Satu tetes air mata kembali menetes di sudut mata Fabian tanpa terlihat Renata.
__ADS_1
***
Sinar matahari menyapa melalui tirai tipis yang berwarna putih, sedikit menyilaukan mata dan itu membuat Renata terbangun. Renata meregangkan badan nya untuk mengurangi sedikit penat.
Disampingnya tertidur Celia dengan bergelung selimut tebal hotel. Diraihnya Celia dalam pelukan. "Mommy punya Celia, mommy pasti kuat," bisik Renata di puncak kepala anaknya.
"Bangun sayang, kita harus ketemu daddy," ucap Renata sembari mengelus halus punggung putrinya berusaha untuk membangunkan.
Mendengar kata daddy, Celia langsung membuka matanya meskipun masih terlihat mengantuk.
"Aku sudah bangun mommy, aku mau ketemu daddy," jawab nya dengan senyum yang terukir sempurna.
Dan Renata hanya tersenyum getir menyadari betapa Celia begitu mencintai Fabian. Lalu bagaimana jika suatu hari Renata harus beranjak pergi dari sisi Fabian? Apa yang harus ia katakan pada Celia?
***
Dokter Jamie telah berada di ruangan Fabian dirawat. Kini Fabian telah menempati ruang rawat inap karena kondisinya yang membaik.
Renata memasuki ruangan itu dengan menggandeng tangan Celia. Dua pasang mata terlihat begitu terpesona dengan kehadiran Renata. Mereka adalah Fabian dan dokter Jamie.
Renata berusaha menyembunyikan rasa sakit nya di hadapan Fabian. Sedangkan pada dokter Jamie, Renata berusaha mengabaikan pandangan penuh puja itu.
Celia menghambur ke pelukan Fabian dan bermanja-manja.
Hari ini Fabian akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Dan bila hasilnya baik akan segera di pindah kan ke Rumah Sakit di Jakarta untuk perawatan lanjutan.
***
Malam ini Renata dan ibu mertuanya tengah duduk dihadapan dokter Jamie. Mendengarkan semua hasil observasi dan hasil pemeriksaan.
"Semuanya menunjukkan hasil yang bagus," ucap dokter Jamie.
"Hanya saja ada sedikit masalah, seperti yang pernah saya bilang sebelumnya tulang kering Fabian sebelah kiri mengalami retak mungkin dikarenakan benturan hebat. Membuat Fabian akan kesulitan berjalan," dokter Jamie menjelaskan panjang lebar.
Renata terkejut, dan mami Fabian terlihat lebih panik.
"Aa..aapa anakku akan menderita kelumpuhan, Jamie ?" Tanya mami Fabian dengan air mata yang sudah menganak sungai di pipinya.
TBC...
Thank you for reading ❤️
Semoga terus ikuti ceritanya yaa..
__ADS_1
Much love 😘😘😘