Terikat Dusta

Terikat Dusta
The Finale


__ADS_3

Happy reading ❤️


Waktu bergulir begitu cepat...


Fabian dan Renata juga Celia telah kembali ke rumah lama mereka yang merupakan hadiah pernikahan dari orang tua Fabian dulu.


Rumah yang menyimpan banyak kenangan akan cinta dan terpaksa ditinggalkan ketika badai hebat melanda.


Kini badai telah mereda, saatnya kembali merajut asa.


Celia begitu bahagia dengan bersatunya kembali Fabian dan Renata. Kini lebih ceria dari sebelumnya, lebih bersemangat  membuat prestasinya di sekolah lebih meningkat. Tentu saja hal ini menjadikan kedua orangtuanya bangga.


Fabian pun telah memenangkan kasusnya dengan telak. Markus membayar dengan jumlah yang begitu besar padanya karena pencemaran nama baik juga karena serangan yang dilakukan anaknya Sarah sehingga pundi-pundi uang Fabian semakin bertambah, termasuk dengan dikembalikan nya saham Nugraha coprs pada Fabian.


Namun Fabian bukanlah seorang yang serakah, ia membagi saham itu dengan kakak juga ayahnya. Meski sekarang jumlah saham yang di miliki Fabian lebih besar dari kakaknya Sakti tapi tak serta merta membuat Fabian berambisi menjadi seorang direktur.


Fabian tetap menjadi dirinya, menghormati Sakti yang ia rasa lebih berhak untuk berada diposisi itu.


Nama baiknya kini kembali, dan gossip mengenai dirinya telah mereda. Tak ada lagi pandangan mata yang memandangnya penuh cela.


Beberapa waktu lalu Fabian pun mendatangi makam Lea untuk terakhir kalinya, mengurusi rumah lamanya yang berada di Bandung untuk ia jual dan hasil penjualan rumah itu Fabian sumbangkan pada yayasan yang menangani pasien dengan masalah mental skizofrenia. Hal ini dilakukan dengan sepengetahuan dan persetujuan istrinya Renata tentu saja.


Kini tak ada sesuatu apapun yang Fabian sembunyikan dari istrinya itu. Fabian memulai biduk rumah tangganya yang baru dengan saling terbuka dalam hal apapun.


Hubungan dengan papinya juga semakin membaik, kini Fabian berbagi bahagia juga keluh kesah dengan orang-orang terdekatnya tak ada lagi dusta yang Fabian tutupi.


Yang paling membuatnya bahagia adalah kembalinya wanita yang sangat ia cintai yaitu Renata. Kembali dalam hidup dan cintanya. Kini tak ada lagi kata tersiksa Fabian telah benar-benar merasa terbebas dari segala beban berat yang ia pikul.


Dahulu....


Fabian telah sangat berdosa karena sebuah dusta yang ia lakukan.


Menjalani hidupnya dengan sangat tersiksa dan membuat luka pada orang yang sangat ia cinta.


Ia telah melakukan kesalahan, ia telah menjalani segala konsekuensi nya, dan ia juga telah sangat menyesalinya.


Namun pada akhirnya Fabian mengerti cara menyesal yang paling baik bukan dengan berkata 'seandainya saja aku tak melakukan itu ' tapi yang ia lakukan adalah terus melangkah, menjalani hidup sambil memperbaiki diri dan meyakini bahwa hidup akan memberikan kesempatan lain jika ia bersungguh-sungguh memperbaiki diri.


Renata pernah terluka hebat karena sebuah dusta, pernah memutuskan untuk menyerah dan meninggalkan.


Namun seiring waktu, Renata mulai merasakan kehilangan dan kemudian menyadari berartinya Fabian bagi dirinya.


Pada akhirnya Renata memutuskan untuk memaafkan meski tak mungkin untuk melupakan. Memberikan kesempatan terakhir untuk Fabian dan memulai semua dari awal.


Ada satu hal yang Renata rasakan, ternyata dengan memaafkan membuat luka hatinya lebih cepat untuk sembuh.


Fabian dan Renata telah melalui badai hebat yang menghampiri mereka.

__ADS_1


Kini saatnya bagi mereka untuk menikmati indahnya pelangi.


***


Fabian tengah menyesap kopi paginya sembari berdiri di balik tirai putih tipis. Dirinya tengah memperhatikan putrinya Celia dan juga wanita yang sangat ia cintai yang kini sudah menyandang gelar istri yaitu Renata.


Keduanya tengah bermain dengan seekor kucing kuning yang mereka beri nama Mochi di  halaman belakang rumah mereka.


Fabian ikut tersenyum ketika kedua perempuan yang paling Fabian cintai itu tertawa karena bahagia.


Merasa diperhatikan, Renata menolehkan kepalanya dan mendapati Fabian tengah memperhatikannya.


Renata melambaikan tangannya agar Fabian bergabung dengan dirinya juga Celia.


Fabian tersenyum kemudian meletakkan cangkir kopinya di atas meja dan berjalan keluar untuk menghampiri anak dan istrinya itu.


Fabian memeluk dan mencium pelipis Renata dengan penuh rasa cinta. Renata memeluk pinggang Fabian sebagai balasan.


"Kamu suka kucingnya princess ?" Tanya Fabian pada anaknya.


"Suka sekali Daddy," seru Celia dengan penuh semangat.


"Apa adik bayi dalam perut Mommy juga akan suka ?" .


"Tentu saja sayang," jawab Fabian seraya mengelus perut Renata yang telah membuncit.


"Daddy dan Mommy memang yang terbaik memberikan aku hadiah ulang tahun adik bayi dan juga Mochi," ucap Celia lalu memeluk Fabian juga Renata.


"Seperti yang sudah Daddy janjikan dari dulu sayang. Daddy akan memberikan Princess adik,"


"Terimakasih sudah menepati janji" ucap Celia seraya mencium pipi Fabian.


Tiba-tiba hujan mulai turun Fabian segera memangku Celia dengan satu tangan dan tangan lainnya menggenggam tangan Renata. Berjalan bersama menuju rumah mereka.


"Aku ingin memberikan Celia 2 atau 3 orang adik lagi," bisik Fabian pada Renata.


"Ya ampun Bi, ini aja belum keluar." Jawab Renata seraya mencubit pinggang Fabian dengan gemas. Fabian sedikit mengaduh karena cubitan Renata.


"Apa dia di dalam sana sehat-sehat saja ?"


Tanya Fabian seraya membelai lembut perut istrinya.


"Terakhir periksa ke dokter sih sehat Bi"  jawab Renata.


"Kalau begitu, sekarang bagian aku yang periksa anakku di dalam sana," ucap Fabian dengan penuh maksud dan Renata sangat mengerti apa yang Fabian inginkan sehingga ia hanya tertawa ringan.


"Princess main dulu sama Mochi dan mbak Wulan ya. Daddy mau periksa adik bayi dulu," ucap Fabian pada Celia dan menurunkan Celia dari pangkuannya.

__ADS_1


"Oke Daddy." Jawab Celia menuruti perkataan Fabian.


"Ya ampun Bi, masih pagi ini." Ucap Renata ketika Fabian berhasil membawa istrinya itu ke dalam kamar mereka.


"Tapi aku kangen anakku di dalam sana," jawab Fabian seraya membenamkan bibirnya di atas bibir Renata dan memagutnya dengan lembut.


Setelah merasa puas menggeluti bibir istrinya, Fabian memisahkan tautan bibir mereka


Kini dahi dan hidung Fabian saling bersentuhan dengan  milik Renata. Matanya saling bertatapan penuh cinta dan kedua tangan Fabian menahan kepala Renata agar tidak menjauh.


Tepat di atas bibir Renata,


Fabian berbisik lirih :


"Aku sangat mencintaimu Renata, dan sangat mencintai anak-anak kita. Betapa beruntungnya aku memiliki dirimu dalam hidupku,"


...***...


...Memaafkan adalah hal terbaik dari sebuah cinta...


...Butuh seorang yang kuat untuk dapat mengatakan kata " maaf "...


...Dan butuh seseorang yang lebih kuat lagi untuk dapat memaafkan....


...-Tamat-...


Salam sayang dari Daddy Bi, Mommy Re dan Celia 😘😘



Alhamdulillah.... akhirnya novel pertama aku dengan judul "Terikat Dusta" akhirnya tamat.


Terimakasih banyak untuk semua teman-teman baik yang telah mendukung aku yang gak bisa aku sebutin satu-satu.


Yang pasti aku pada kalian gak ada obat 😘😘❤️❤️🥰🥰


Terimakasih buat Author Erka karenanya aku berani untuk menulis sebuah novel ❤️❤️❤️


Terimakasih banyak untuk para kakak reader yang baik hati ❤️❤️❤️


Terimakasih sudah baca, like juga komen.


Terimakasih untuk yang sudah memberikan vote juga hadiah. ❤️❤️❤️


Maaf bila novel ini masih jauh dari kata baik.


Maaf bila ada kata atau adegan yang kurang berkenan.

__ADS_1


Tons of love for you guys ❤️❤️❤️


__ADS_2