Terikat Dusta

Terikat Dusta
Akhirnya Memutuskan


__ADS_3

Happy reading ❤️


"Lepaskan aku Fabian !!!" geram Renata menandakan kemarahannya.


"Maafkan aku sayang, aku mohon. Jangan tolak aku Renata, jangan siksa aku seperti ini. Aku gila, aku  benar benar gila karena mu," lirih Fabian dan semakin mengeratkan pelukannya seolah takut kehilangan istrinya Renata.


"Bagaimana jika aku sudah tak peduli ?" Ucap Renata dingin.


Fabian tersentak, dengan perlahan mengurai dekapannya dan memutar tubuh Renata agar menghadapnya.


"Jangan katakan itu. Aku mohon," ucap Fabian mengiba.


"Apa yang terjadi dengan kita Fabian? Kita hanya saling menyakiti, ayo kita hentikan. Ayo kita berpisah secara baik baik," ucap Renata dengan air mata yang telah menggenang di pelupuk matanya.


"Aku gak mau sayang, aku mohon," Fabian menggelengkan kepalanya.


" Beri aku kesempatan itu, kesempatan terakhir yang aku minta," ucap Fabian dengan nada bergetar menahan tangis.


"Kamu bilang tak akan peduli dengan apa yang aku lakukan tapi nyatanya kamu ingkari. Mari tidak saling menyakiti, kita hentikan semua ini Fabian. " lirih Renata


Fabian menundukkan wajahnya. Menciumi seluruh wajah istrinya, berusaha menghapus air mata Renata dengan ciumannya.


"Aku gak mau, gak akan bisa, aku gak akan sanggup berpisah darimu," gumamnya dengan nada suara penuh memohon.


"Berikan aku alasan kuat kenapa harus bertahan Fabian?"


"Karena Celia membutuhkan kita," jawab Fabian sendu.

__ADS_1


Renata merasa kecewa. Ternyata hanya karena Celia, Fabian mempertahankan pernikahan nya. "Apa kamu pernah mencintaiku?" Batin Renata dalam hati.


Ketika hendak bertanya hal itu mami Fabian datang menghampiri.


" Hadeh kalian, kalau mau begini ya di kamar. Ntar kalau ada yang lihat bagaimana," ucap mami Fabian mengira anak dan menantunya tengah bermesraan.


Renata menghapus air matanya dengan punggung tangan, Fabian berusaha terlihat se-biasa mungkin padahal dirinya pun kaget setengah mati dengan kedatangan ibunya.


"Ayo makan, semua udah siap," ajak mami Fabian kepada 2 orang yang telah terciduk bermesraan tadi.


Fabian menautkan jarinya ke dalam genggaman Renata seperti yang selama ini selalu dia lakukan. Renata tak dapat menolak karena banyak mata yang memperhatikan kemudian berjalan  beriringan menuju ruang makan dimana semua orang telah menunggu.


"Daddy !" Celia menghambur ke dalam pelukan Fabian dan bermanja-manja. Fabian memangku putrinya itu dan memberikan banyak ciuman di wajahnya. "Daddy loves you so much princess," ucap Fabian di sela sela ciumannya seolah lama tak bertemu padahal baru semalam Celia menginap di rumah orang tuanya. Renata hanya terpaku memperhatikan keduanya.


Baik Celia maupun Fabian memang saling menyayangi. Renata akui Fabian adalah sosok ayah yang baik sangat perhatian pada anaknya, tak segan menunjukkan kasih sayangnya dimanapun dia berada.


Ucapan Fabian kembali terngiang bahwa dia bertahan karena Celia. "Apa Fabian pernah mencintaiku ?" Batin Renata dalam hatinya. Nyeri di hati yang kini Renata kembali rasakan.


Sore itu mereka telah kembali ke rumah. Fabian berjanji tak kan menyentuh Renata dengan paksa lagi, tapi bagaimana pun dia adalah laki laki normal yang akan meminta haknya sebagai suami.


***


Sudah berjalan lebih dari seminggu sejak malam itu dan Renata rutin meminum pil pencegah kehamilannya tanpa sepengetahuan Fabian. Renata hanya melakukan nya sebagai kewajiban dan berusaha menekan semua perasaannya.


Renata mengalami pergulatan batin yang hebat menimbang-nimbang keputusan yang akan dia ambil. Pernah suatu waktu dia bertanya pada Celia. Bila dia ( Renata) melakukan kesalahan yang besar apa Celia mau memaafkan nya ? Celia mengatakan tentu akan memaafkan mommy nya. Karena setiap orang tentu pernah berbuat salah. Inilah yang membuat Renata semakin yakin akan keputusannya.


Hari ini Renata ada janji temu dengan temannya Rindu yang dulu pernah bekerja satu kantor dengannya.

__ADS_1


Renata menemui temannya Rindu ketika Celia di sekolah.


"Apa kamu yakin Renata ?" Tanya rindu begitu terkejut dengan apa yang Renata ucapkan.


"Ya aku yakin, setidaknya aku pernah berusaha bertahan untuk anakku. Tapi akupun berhak bahagia bukan?"  Ucap Renata dengan tatapan kosong ke sembarang arah.


"Kenapa baru cerita Re ? Dan bagaimana perasaanmu pada Fabian sekarang?" Tanya Rindu beruntun.


" Maaf baru cerita, tadinya aku tak mau membuka borok rumah tanggaku. Perasaan ku pada Fabian ? Bohong bila aku bilang sudah tak mencintainya. Fabian cinta pertama ku tapi penghianatan nya tak termaafkan," jawab Renata dengan menitikkan air matanya.


"Oleh karena itu aku minta bantuan mu Rindu. Carikan aku pengacara untuk mengajukan gugatan cerai. Aku begitu awam mengenai masalah ini," ucap Renata memohon.


"Aku pun tak tahu Re, tapi aku akan coba bantu. Sabar sayang," ucap Rindu yang ikut merasakan kesedihan temannya itu.


"Tapi sebelum kita melangkah jauh, kamu beneran yakin dengan keputusan mu?" Lanjutnya.


Renata menatap temannya Rindu dengan mata yang sendu.


"Aku pernah mencoba bertahan demi Celia, setidaknya mengurangi rasa bersalah ku padanya. Namun sekarang aku tak sanggup lagi, mungkin sekarang waktu terbaik untuk berpisah dari Fabian" ucap Renata tegas.


TBC


Thank you for reading ❤️


Jangan lupa tinggalkan jejak,😘😘😘


oh iya yang mau intip eps anu cek WP ya 🙈🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2