Terikat Dusta

Terikat Dusta
Tetap Pada Pendirian


__ADS_3

Happy reading ❤️


"Aku tak peduli apa yang kamu lakukan di belakang aku, Renata. Lakukan apapun yang membuatmu senang. Karena sekarang aku yang akan bertahan. Aku yang akan berjuang demi rumah tangga kita. Aku yang akan memberimu banyak cinta, kamu hanya perlu diam dan menerima. Tak peduli meskipun kamu hanya menganggap aku teman bukan lagi suami. Tapi aku yang akan bertahan dan tetap menjadikan mu istri." Ucap Fabian dengan tegas.


Renata menelaah semua perkataan Fabian. Berpikir apa yang harus ia ucapkan.


"Memangnya kamu pikir aku telah melakukan apa?" Renata bertanya pada Fabian.


Fabian diam tak dapat menjawabnya, ingin Fabian bertanya apa hari ini Renata habiskan waktu dengan laki laki lain ? Laki laki yang bernama Jamie yang selalu memandang istrinya penuh damba, tapi lidahnya terasa kelu.


"Kalau kamu pikir aku bermain gila di belakang mu, maka kamu salah Fabian," ucap Renata dengan menghela nafas berat.


"Maaf, jangan tersinggung dengan apa yang akan aku ucapkan," ucap Renata seraya menatap mata Fabian dalam.


"Karena kamu pernah melakukan hal hal hina di belakang ku, bukan berarti aku melakukan hal yang sama denganmu Fabian ! Aku tak akan melakukan hal yang merusak harga diriku hanya untuk membalas mu. Aku bisa saja meninggalkanmu sekarang, tapi aku masih punya hati karena melihat mu yang tak berdaya seperti ini, entah kalau  nanti," lanjutnya.


Bagaikan di hantam batu besar, dada Fabian begitu sesak mendengarkan jawaban istrinya.


"Kenapa dibuat begitu sulit Fabian? Sudah ku bilang, mari berdamai. Apa kamu tak lelah dengan keadaan begini ?"


Renata kini duduk di tepian tempat tidur mereka dengan pandangan kosong.


"Maaf, maafkan aku sayang dengan semua pikiran bodohku. Aku cemburu sayang," ucap Fabian lirih.


"Tapi satu hal yang pasti. Aku benar- benar  akan bertahan dan mempertahankan pernikahan kita," ucap Fabian tanpa ada keraguan.


"Maka lakukan yang kamu mau Fabian, tapi aku tak menjanjikan apa-apa. Jangan kecewa bila suatu hari nanti aku memutuskan untuk pergi," ucap Renata.


"Tak akan kubiarkan kamu pergi Renata, biarkan aku menyelesaikan masalahku dan membuatmu mencintaiku lagi,"


"Aku lelah Fabian, tak ingin berdebat lagi. Aku mau mandi dan beristirahat," ucap Renata merasa lelah dengan semua pembicaraan yang seolah tak ada ujungnya. Fabian masih keras kepala seperti dahulu. Renata pergi meninggalkan suaminya begitu saja.


Fabian memikirkan semua perkataan istrinya. Memang benar Renata adalah wanita baik-baik tak mungkin melakukan hal tercela tak seperti dirinya.


Terdengar suara langkah kecil memasuki kamarnya. Muncul dibalik pintu anaknya Celia dengan piyama tidur dan boneka kuda poni berwarna pink.

__ADS_1


"Hallo Daddy," ucap Celia seraya menghambur ke pelukan ayahnya.


"Look daddy, aku punya boneka baru. Tante Rindu yang belikan," Celia memamerkan boneka barunya pada Fabian.


"Tante Rindu temannya mommy ?" Tanya Fabian.


"Yup Daddy, tadi pulang sekolah ketemu tante Rindu dan anaknya yang bernama Dinda, kita makan burger, beli es krim, main di play ground, lalu dibeliin boneka. Celia so happy dad," Celia menjelaskan dengan mata berbinar penuh bahagia.


Rasa bersalah menyelimuti hati Fabian karena telah berpikiran buruk pada Renata. Karena dulu dia melakukan hal yang tercela, Fabian pun takut bila Renata melakukan hal yang sama padanya.


***


"Maaf sayang, kesalahan ku yang tadi" ucap Fabian ketika mereka tengah terbaring di tempat tidur.


" Hhmm ? Aku sudah lupakan semua, sudah aku bilang berkali-kali ayo berdamai. Jangan terlalu melibatkan perasaan didalamnya, dan aku gak suka dengan kamu yang memohon-mohon seperti ini. Jangan memperlihatkan seolah kamu yang lemah padahal bukan kamu korbannya disini," ucap Renata sembari memejamkan matanya.


Hening...


"Renata apa yang harus aku lakukan biar kamu sedikit saja nerima aku," tanya Fabian dengan frustasi.


"Tidur, aku hanya ingin tidur," jawab Renata. Karena tidur adalah cara tercepat untuk melupakan sejenak semua masalah hidupnya meskipun ketika terbangun harus kembali menghadapinya.


***


Waktu terus berlalu,  sudah 4 bulan semenjak Fabian menjalani terapi pertamanya. Kini keadaannya mulai membaik, sudah dapat berjalan meski kadang tertatih dan Fabian pun sudah mulai kembali ke perusahaan meskipun dengan beban kerja yang tidak terlalu besar dan waktu yang lebih fleksibel.


Hubungan nya dengan Renata masih seperti dulu, Fabian masih berusaha mendapatkan kembali hati istrinya. Sedangkan Renata masih tetap pada pendiriannya hanya menganggap Fabian sebagai teman, tak lagi perhatian, tak lagi memperhatikan dan berusaha menekan semua perasaannya. Apalagi sekarang Fabian memperlakukan Renata lebih manis dari sebelumnya.


Lalu bagaimana dengan Jamie ? Renata pun menganggapnya sebagai teman, masih bertukar kabar bila perlu, kadang bertemu makan siang bersama tentu saja dengan sepengatahuan Fabian, namun belum ada ke arah lebih jauh. Bukannya tak ingin tapi Renata tak mau menyakiti hati anaknya Celia. Tentu Celia akan sakit hati bila Renata mencintai laki laki lain sedangkan dia masih terikat pada Fabian daddy nya Celia. Dan apa bedanya Renata dan Fabian bila Renata melakukan hubungan terlarang.


Sore itu Fabian tiba di rumah setelah menyelesaikan pekerjaan nya di kantor.


Menghampiri Renata yang tengah sibuk membuat kue bersama Celia di dapur.


"Selamat sore sayang," ucap Fabian seraya mencium pipi istrinya. Renata tak menolak karena ada Celia dihadapan nya  dan memang sepertinya Fabian selalu mencuri kesempatan.

__ADS_1


"Sore," jawab Renata singkat.


"Halo princess, bikin apa ini ?" Tanya Fabian sembari memberikan ciuman di seluruh wajah anaknya hingga membuat Celia kegelian.


" Bikin kue kastengel kesukaan daddy," ucap Celia.


"Woooooow terima kasih sayang, apa Daddy  bisa bantu ?" Tanya Fabian.


"No, tapi daddy bisa bantu buat minuman saja," ucap Celia.


"Oke baiklah, daddy bikin susu coklat untuk princess, dan matcha latte untuk mommy," ucap Fabian sembari membuka laci dapur dan memilih minuman instan yang akan di buat.


"No matcha latte daddy, mommy udah gak suka. Kata om dokter rasanya seperti kenangan buruk. Jadi gak enak," ucap Celia dengan polosnya.


Fabian terdiam, menutup kembali laci yang sudah terbuka dan pergi meninggalkan dapur tanpa kata.


Renata mengerti dan tahu akan apa yang dirasakan Fabian tapi lebih memilih diam.


***


"Besok aku ada perjalanan dinas selama 2 hari," ucap Fabian pada Renata ketika mereka tengah duduk dan menikmati kue bersama.


Pikiran Renata melayang jauh teringat pada terakhir kali Fabian melakukan perjalanan dinas berakhir terbaring di rumah sakit dengan seorang wanita bernama Lea. Ternyata luka itu masih terasa perih meskipun telah berlalu.


"Aku pergi dengan kak Sakti dan Hendrik.  Kumohon jangan berpikiran buruk sayang," lanjutnya lagi setelah tak ada tanggapan apapun dari istrinya.


"Aku bingung harus bilang apa. Semoga semua pekerjaanmu lancar," ucap Renata dengan senyum yang dipaksakan.


"Aku akan selalu mengabari mu, atau kamu bisa hubungi aku kapan saja," ucap Fabian.


Renata hanya tersenyum hambar tak menjawab apapun yang diucapkan Fabian.


TBC....


Thank you for reading ❤️

__ADS_1


Sampai ketemu Senin yaaaa


Hepi Weekend everibodih 😍❤️


__ADS_2