Terikat Dusta

Terikat Dusta
Mendapat Dukungan


__ADS_3

Happy Reading ❤️


"Skandal Eksekutif Muda Terkuak" judul dari artikel itu


"Seorang eksekutif muda berinisial FN yang sangat sukses dan merupakan salah satu pewaris dari perusahaan yang ternama di Indonesia melakukan sebuah skandal yang sangat memilukan.


FN di duga telah memperkosa dan menyekap seorang wanita selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan wanita itu bunuh diri karena depresi.


FN pun di gugat cerai oleh istrinya karena perilaku buruk yang selalu diterima istrinya.


FN bla bla bla......


Fabian terus membaca berita yang sepertinya ditujukan untuknya.


Tak hanya satu situs online tapi beberapa situs yang lain juga memberitakan artikel yang sama, bahkan salah satu akun gosip memuat artikel itu juga.


Fabian hanya tersenyum miring menanggapi nya.


Tak lama ponselnya kembali bergetar dengan nama Sakti tertera disana dan Fabian pun menerima panggilan itu diluar kamar. Ia tak mau menggangu putrinya yang tengah tidur.


Fabian : Halo Kak


Sakti : Halo Bi. Lo udah baca ? Banyak sekali situs yang memuat berita itu. Gue rasa itu berita tentang Lo.


Sakti berbicara dengan nada yang sedikit panik.


Fabian : huum, gue udah baca. Duh gue berasa jadi seleb.


Fabian terkekeh menjawab pertanyaan Sakti


Sakti : Bi, gue serius ini. Bagaimana bisa berita seperti ini muncul ke permukaan. Lo ada masalah dengan siapa ?


Fabian : ceritanya panjang. Tar gue ceritain.


Sakti : dan lo selama ini gak cerita ma gue Bi ? Apa lo gak takut Bi ?  Gimana kalau ini sampai ke kepolisian dan ngaruh ke posisi lo. Ini bisa jadi bikin panik para pemegang saham dan yang nggak suka sama lo bisa dengan mudah nyingkirin  lo dari posisi sekarang Bi.


Fabian : Gue belum cerita bukannya nggak cerita Kak, dan kenapa harus takut dengan sesuatu yang nggak gue lakukan ? Gue akan minta tolong om Johan buat dampingi gue bila masalah ini berkaitan dengan hukum. Ada beberapa saksi mata yang bisa bersaksi bahwa yang ada di berita itu bohong.


Sakti : heemmmm.. kita susun rencana serangan balik Bi. Tapi lo harus cerita ma gue detail. Besok pagi gue ke apartemen lo.


Fabian : siip ok Kak. Gue tunggu.


Dan percakapan itu pun terputus.


Iya tak ada rasa takut dalam diri Fabian menghadapi situasi ini. Fabian akan menghadapi nya dengan kepala dingin. Dia tak melakukan yang dituduhkan dalam artikel itu dan ada beberapa saksi mata yang mengetahui cerita pahit hidupnya. Fabian yakin karena yang telah dia lakukan tidak sesuai yang dituduhkan pasti Tuhan akan menolongnya dari fitnah yang ditujukan padanya.


Tak ambil pusing Fabian segera membersihkan dirinya dan ikut bergelung dibawah selimut dengan putri kesayangannya.


Melihat wajah Celia yang damai dalam tidurnya seolah membuat semua masalah Fabian menguap.

__ADS_1


"Kamu adalah kekuatan Daddy, Sayang." Bisik Fabian tepat ditelinga Celia.


"Doakan Daddy bisa memenangkan hati Mommy lagi," gumam Fabian dan memeluk Celia dengan penuh kasih sayang.


***


Fabian dan Celia tengah menikmati sarapan paginya ketika Sakti dan kedua anaknya datang.


"Abaaaaang," teriak Celia begitu senang melihat kedatangan kedua sepupunya yang sangat menyayanginya itu.


"Gak kurang pagi ?" Sindir Fabian pada kakaknya Sakti.


"Gue semalaman mikirin ini eh lo malah nanya begini," jawab Sakti kesal dengan memukul halus pundak Fabian.


Fabian terkekeh mendengar ucapan kakaknya.


"Celia sayang give papa hug and kiss," ucap Sakti seraya membawa Celia dalam pelukannya.


"Apa Celia suka hadiah dari Papa?"


"Suka sekali, tapi kenapa Papa nggak datang di acara ulang tahun Celia? "


"Ehem, Papa ada sedikit urusan," jawab Sakti yang merasa tidak enak dengan pertanyaan Celia.


Fabian yang menyadari itu berpura-pura tak mendengar dan mengabaikan nya.


"Sebagai permintaan maaf pada anak kesayangan Papa ini, hari ini kita akan pergi ke waterboom untuk berenang. Bagaimana ?"


"Sekarang ayo habiskan sarapannya dulu," ucap Sakti dan Celia menurutinya.


Sakti kembali pada Fabian yang tengah menyiapkan sarapan di meja makan.


"Bi, kaget gue sumpah baca berita itu. Semalaman gak tidur mikirin lo,"


"Gue yang kena, lo yang panik. Udah gue bilang kak santai aja. Lo mau sarapan apa ?"


Di meja makan tersedia roti dengan berbagai macam selai olesan, beberapa macam kotak cereal, susu cair dan sepiring buah apel.


"Sarapan bocah, makanya cepet punya bini biar ada yang ngurusin," sindir Sakti yang mengambil 2 lembar roti tawar dan mengolesi nya dengan selai.


"Lagi usaha ini. Makanya doain biar berhasil," jawab Fabian dengan cengirannya.


Tanpa Fabian bilang pun, Sakti sudah tahu wanita yang dimaksud Fabian. Memang sulit berpaling bila sudah terlalu dalam mencintai dan tak disangka adiknya itu bisa begitu setia. Pemikiran Sakti seolah menampar dirinya sendiri.


"Celia sayang, ajak bang Davin sama bang  Dareel makan sambil nonton film kartun di ruang TV. Daddy dan papa Sakti mau ngobrol dulu," bujuk Fabian pada Celia.


"Apa ini obrolan untuk orang tua ?" Tanya Celia polos.


"Iya ini obrolan untuk orang tua,"

__ADS_1


"Huuuuh pasti sangat membosankan. Ayo bang kita pindah," ucap Celia dengan wajah yang ditekuk.


Fabian tertawa melihat tingkah lucu putri nya itu.


Fabian dan Sakti duduk berhadapan. Fabian mulai menceritakan apa yang telah terjadi tanpa melewatkan satu detail pun. Hubungan kakak beradik yang sempat renggang itu kini kembali mencair. Sakti begitu terharu dengan kenyataan bahwa Fabian tak mungkin mengkhianati dirinya


"Padahal Bi, dengan jumlah saham sebanyak itu lo bisa jadi tajir melintir, cuma tinggal kawinin anaknya," goda Sakti sembari memasukkan roti kedalam mulutnya.


"Duit masih bisa dicari selama kita mau berusaha tapi perasaan cinta gak bisa dibeli pake duit," jawab Fabian telak.


" Iya iya, susah emang kalau udah cinta mati gak bisa move on," ledek Sakti pada adiknya itu.


"Kak,  Jamie pake balik lagi dari Jerman," ucap Fabian dengan wajah memelas.


"Kita beresin masalah satu-satu Bi. Kali ini gue gak akan biarin lo hadapin sendiri,"


Fabian menganggukkan kepalanya. Meskipun Fabian yakin dirinya bisa menghadapi ini seorang diri namun kedatangan kakak yang mendukung nya membuat Fabian merasa semakin kuat.


Akhir pekan itu Fabian dan Sakti gunakan untuk bertemu pengacara mereka dan kemudian menyusun strategi seandainya masalah ini di bawa ke ranah hukum.


***


Fabian tiba dikantornya pada hari Senin pagi karena kebetulan akan diadakan briefing. Fabian mulai merasakan pandangan-pandangan mata yang tak biasa dari para karyawan nya dan beberapa orang saling berbisik ketika Fabian melintas. Sepertinya Fabian kini menjadi bahan gosip di kantornya sendiri.


Fabian tak peduli selama tak mengganggu pekerjaan nya mereka bebas berpikir apapun tentang nya, yang penting dia tak melakukan itu.


Ternyata isu tentang dirinya telah diangkat ke salah satu acara gosip di televisi. Fabian mengetahui itu ketika Sakti mendatangi ruangannya dan menyalakan TV yang berada di ruangan Fabian.


"Gue bakal tonjok si tua bangka itu kalau ketemu," maki Sakti yang begitu emosi.


Sedangkan Fabian masih dingin menanggapi nya. Bagi Fabian yang penting orang-orang terdekat nya percaya dan mendukung nya maka ia tak akan takut. Namun dalam hal ini Renata belum Fabian beri kabar. Dirinya tak ingin membebani Renata dengan masalah ini.


Tiba-tiba ponsel Fabian yang tergeletak diatas mejanya bergetar.


Fabian mengangkat nya ketika nama ibunya tertera disana.


Fabian : halo Mi.


Dan kemudian Fabian menjatuhkan ponselnya begitu saja.


"Kenapa Bi?" Tanya Sakti bingung.


Fabian berdiri dan kemudian menyambar kunci mobilnya.


"Papi Kak, Papi masuk RS," ucap Fabian panik seraya melarikan dirinya meninggalkan Sakti yang masih berada di ruangannya.


Tbc...


Jangan lupa like dan komen yaaa 😘😘

__ADS_1


Thanks for reading ❤️


__ADS_2