
Happy Reading ❤️
"Jika kamu se-menderita itu karena ku Renata," ucap Fabian dengan menghela nafas berat.
"Maka akan ku kabulkan permintaan mu untuk berpisah dariku, akan ku lepaskan ikatan mu padaku," Fabian kembali berucap diantara isakkan tangisnya.
Renata pun tak dapat lagi membendung genangan cairan bening di pelupuk matanya.
"Maafkan aku,Bi. Maafkan aku karena apa yang telah kamu lakukan terlalu besar pengaruhnya untuk ku. Maafkan aku yang lemah ini dan tak bisa lagi bertahan,"
"Aku yang meminta maaf, aku yang bersalah dalam menghancurkan pernikahan kita. Maafkan aku yang gagal membuatmu bahagia," ucap Fabian dengan penuh sesal.
Bukannya tak ingin mempertahankan namun Fabian ingat janjinya dulu, bahwa kebahagiaan Renata adalah diatas segalanya. Meskipun teramat berat bagi Fabian untuk melepaskan wanita yang paling ia cintai.
"Aku akan mulai mengurusnya awal Minggu ini. Ku mohon jangan bicara apa-apa dulu pada Mami, biar aku yang bicara lebih dulu. Dan untuk anak kita Celia, kita akan terus mencintainya bersama-sama, aku juga yakin suatu hari nanti Celia akan mengerti," lanjutnya lagi.
"Bi, aku akan keluar dari rumah ini ketika kita resmi berpisah. Terlalu banyak kenangan aku tak akan sanggup tinggal di sini. Aku juga akan mulai mencari pekerjaan. Aku rindu bekerja," ucap Renata.
Tak mungkin Renata akan selalu bergantung pada Fabian bukan ?
"Hmm ya itu bisa dibicarakan lagi nanti. Aku juga akan sangat tersiksa tinggal disini. Akan selalu terbayang kehadiran mu," jawab Fabian jujur dengan suara berat menahan tangisnya.
"Baiklah aku pamit dulu, besok aku jemput Celia lagi,"
Renata tak berkata apa pun, dirinya sibuk menghapus genangan air yang telah menganak sungai di pipinya.
Tanpa Renata sadari Fabian telah pergi dari hadapannya.
***
Semalaman Renata termenung mengingat kembali berbagai kenangan manis dirinya dengan Fabian.
Tak pernah sekalipun Fabian berbicara kasar atau menghardiknya. Ketika marah Fabian hanya akan memilih diam.
Fabian selalu memperlakukan nya bagai ratu, memanjakan nya. Bukannya tak ingin memberi kesempatan namun Renata hanyalah wanita biasa yang begitu merasa luar biasa kecewa ketika Fabian menyembunyikan rahasia sebesar itu dalam waktu yang tak sebentar. Sepanjang usia pernikahan mereka, Fabian menyembunyikan kehidupannya yang lain.
Padahal ketika ia menikahi Fabian, telah Renata serahkan segala kepercayaan nya kepada suaminya itu.
Renata menangis tersedu di atas ranjang dinginnya.
***
Pagi menyapa dengan hadirnya sinar mentari yang mulai memberi kehangatan di sela sela tirai.
Renata menurunkan kaki telanjang nya menyentuh lantai yang dingin.
Ia bergegas menuju kamar mandi dan membasuh muka. Sebentar lagi Fabian akan datang menjemput Celia.
Renata berjalan menuju kamar Celia yang berada di samping kamarnya. Terlihat Celia yang tidur meringkuk memeluk boneka kuda poni kesukaannya.
Renata memandangi wajah Celia dengan sekuat tenaga menahan tangis. Hatinya perih melihat Celia seperti ini, Renata merasa begitu bersalah namun saat ini dirinya belum bisa menerima Fabian kembali.
"Celia sayang bangun, sudah siang. Daddy hari ini akan mengajakmu menonton bioskop bukan ?" Renata berusaha membangunkan Celia.
Celia menggeliatkan badannya. Matanya terbuka sedikit demi sedikit.
__ADS_1
"Apa mommy ikut ?" Tanya Celia sembari mengucek matanya.
"Nggak sayang, mommy harus bertemu teman mommy hari ini. Ayo bangun nanti mommy bikinin pancake kesukaan Celia,"
"Baiklah mom, tapi gendong Celia sampai bawah. Apa daddy sudah datang ?"
"No, belum tapi sebentar lagi pasti datang. Daddy sangat tak sabaran bila ingin bertemu princess nya,"
"Yes mom. Kata Daddy aku ini gadis kecil paporit nya," Celia terkekeh ketika mengucapkan itu.
Ya Fabian begitu mencintai putrinya ini, tak segan untuk memperlihatkan kasih sayang pada Celia kapan pun dan dimana pun.
Celia tengah menikmati sarapannya ketika jemputan datang. Yang menjemput ternyata supir mertuanya bukan Fabian. Ada sedikit rasa kecewa di hati Renata. "Apa sekarang Fabian mulai menghindari ku untuk mulai menjaga jarak?" Batin Renata dalam hatinya.
Tapi mungkin inilah jalan terbaik bagi mereka berdua.
"Nyonya besar meminta izin agar nona Celia menginap di rumah utama. Anak anak tuan Sakti juga semua menginap dan berangkat sekolah dari sana," ucap supir mertuanya itu.
" Oh baiklah, akan saya siapkan untuk keperluan sekolah Celia besok. Katanya Fabian yang akan menjemput, kenapa malah bapak yang menjemput kemari ? Tanya Renata penuh selidik.
"Tuan Fabian sedang sibuk dengan pekerjaan nya," jawabnya singkat.
"Tadi saya disuruh menjemput karena tuan Fabian sedang ada urusan dengan pengacaranya,"
"Fabian mulai mengurusi perpisahan ini," batin Renata.
"Oh iya tidak apa-apa, tunggu akan saya persiapkan semua keperluan Celia," ujar Renata seraya pergi.
***
Pertemuan yang bersifat nya kasual tidak resmi. Mereka mengadakan janji temu di sebuah cafe yang letaknya tak jauh dari rumah Renata.
"Siang Om, maaf saya terlambat," ucap Renata menyapa pengacara tersebut. Tentu saja Renata dan Johan telah saling mengenal.
"Ah tak apa-apa, Om juga baru sampai. Ayo duduk Ren. Mau pesan apa ?"
"Aku pesan minum aja Om kebetulan belum begitu lapar,"
"Oh oke, sebentar kita pesan dulu,"
Dan tak lama pelayan pun datang mencatat pesanan mereka.
"Pertama tama Om ikut bersedih dengan apa yang menimpa kamu dan Fabian. Bagi Om, Fabian sudah seperti anak sendiri. Sesungguhnya Fabian adalah seorang yang baik hati namun nasibnya tak begitu baik,"
Renata hanya tersenyum menanggapi nya.
" Om sengaja mengajak mu bertemu karena ingin membicarakan beberapa syarat yang Fabian ajukan dalam menjawab gugatan cerai mu. Fabian juga tak ingin proses nya berlama-lama karena tentu akan sangat menyiksa bagi kalian berdua. Ini beberapa syarat yang Fabian ajukan," ucap Johan dengan menyerahkan selembar kertas yang kemudian Renata terima.
Dada Renata berdegup kencang, ia tak menyangka Fabian akan mengajukan syarat. "Semoga tak memberatkan," gumam Renata.
Renata membaca kertas itu dengan seksama hingga pada butir-butir syarat yang diajukan Fabian.
__ADS_1
Mengasuh dan mengurus Celia bersama tanpa ada keberatan satu sama lain.
Hanya Fabian yang boleh membiayai segala kebutuhan hidup Celia sampai kapanpun.
Celia diperbolehkan memilih untuk tinggal dengan Fabian atau Renata ketika ia sudah mengerti nanti.
Fabian akan menanggung kebutuhan hidup Renata sampai dengan Renata menikah lagi dengan lelaki lain.
Harta gono gini akan diurus bersama.
Tanpa Renata sadari air matanya mengalir begitu saja. Inilah akhir dari kisah cinta pertama nya.
"Kamu tahu Re ? Tanpa malu Fabian menangis di depan om ketika mengajukan syarat no 4,"
Renata membaca kembali persyaratan itu dengan seksama. "Fabian akan menanggung kebutuhan hidup Renata sampai dengan Renata menikah lagi dengan lelaki lain,"
"Tak terbayangkan jika kamu benar benar menikah dengan lelaki lain mungkin Fabian akan jatuh se-jatuh jatuhnya," ucap Johan.
"Tapi jangan berkecil hati Re. Fabian telah melalui banyak hal sulit dalam hidupnya. Om yakin pasti dia akan kuat menghadapi ini,"
Renata terdiam tak dapat berkata apapun.
TBC...
Thank you for reading ❤️
Kakak-kakak readers tersayang .. sementara slow update dulu yaaa... Kemungkinan gak bisa update tiap hari dulu.
Aku lagi sibuk bikin hampers lebaran. Yang berminat silakan hubungi di. 08572245xxx
#malahbukalapak 😂😂😂
Begitu selesai insyaallah update normal lagi 😚😚
Sehat selalu semuanya ❤️
__ADS_1