
Happy reading ❤️
Renata menitikkan air matanya karena bahagia.
Fabian memeluk dan mencium bibir tunangannya itu sekilas, kemudian membawa Celia dalam pelukan mereka.
Semua orang yang hadir disana bertepuk tangan karena bahagia.
"Apa kamu yang rencanain semua ini Bi ? Apa mereka semua tahu kamu bakal lamar aku ?" Tanya Renata masih dengan perasaan haru.
"Ya, aku ingin melamarmu di hadapan semua keluarga kita. Ya mereka tahu," jawab Fabian tersenyum.
"Ayah dan Ibuku juga tahu ?"
"Ya, mereka tahu. Aku malah lebih dulu melamarmu pada ayah sebelum melakukan ini,"
"Ih Bi, kamu ini !" Kesal Renata.
"Hai my fiance ( tunanganku ) jangan marah" ucap Fabian seraya mengecup pipi Renata sekilas. Kontan menimbulkan semburat merah di wajah Renata.
Setelah makan malam usai beberapa kerabat menyalami mereka. Memberikan selamat dan beberapa orang bertanya kapan pernikahan keduanya berlangsung.
Sebenarnya Fabian belum membicarakan kapan akan dilaksanakan nya namun bagi Fabian lebih cepat malah lebih baik.
Untunglah talak yang dijatuhkan adalah talak 1 sehingga tak ada hambatan untuk kembali rujuk.
" Gila aja gue ngasih talak tiga ma Renata, gak akan gue biarin mulut gue ngeluarin kata begitu," ucap Fabian seraya memeluk Renata lebih erat ketika salah satu sepupu nya bertanya.
"Lagian Bang lo ngapain cerai segala dulu?" Tanya yang lain merasa heran karena Fabian kembali bertunangan dengan mantan istrinya.
"Biar ngerasain kangen kangenan lagi" jawab Fabian asal. Membuat Renata tersipu.
"Udah ah kalian nanya mulu kaya wartawan, anak gue udah ngantuk ini" ucap Fabian pada para sepupunya, dan kini menggendong Celia dengan satu tangannya sedangkan tangan yang lain menggandeng tangan Renata.
"Celia tidur disini aja ya Re. Gak pa-pa kan ?"
"Iya boleh tidur di kamar mana ? Biar aku benahi"
"Pasti sama Mami lah, kalau di bawa kesini udah pasti dikuasain Oma nya," kesal Fabian.
"Bentar lagi juga kita bersama lagi Bi, kamu bisa sama Celia sepuasnya,"
"Kalau begitu please kita nikah secepat nya ya Re," ucap Fabian memohon.
"Iya Bi, iya... Tuh Celia udah ngantuk tidurin dimana dulu ?" Tanya Renata yang melihat Celia sudah tertidur di pundak Daddy nya.
"Kamar aku dulu deh, ayo" ajak Fabian menuju kamar lamanya.
Merekapun berjalan menuju kamar Fabian meninggalkan jamuan makan malam itu untuk sementara waktu.
Fabian membaringkan tubuh Celia di atas ranjangnya. Renata membuka sepatu yang membalut kaki putrinya itu dan dengan perlahan menyelimuti tubuh Celia dengan bedcover.
__ADS_1
"Ayo Bi kita turun nanti pada nyariin,"
Belum juga Renata melangkah Fabian lebih dulu menahan lengan Renata dan membawa tubuhnya dalam pelukan.
Tubuh keduanya melekat dengan sempurna membuat Renata berdebar hebat begitupun Fabian.
"Aku serius Re, kita nikah secepatnya. Aku mohon... Bagaimana kalau Minggu depan aja lalu resepsi nya kita bicarakan lagi,"
"Sabar lah tuan Fabian," jawab Renata.
"Aku gak mau pesta mewah Bi, cukup sederhana hanya keluarga kita aja dan satu lagi aku ingin dilaksanakan di Semarang. Kan dulu kita nikah di Jakarta jadi yang sekarang aku ingin nikah di rumah aku," lanjut Renata seraya merapikan kerah jas Fabian.
"As you wish sayang. Apapun yang kamu mau. Tapi secepatnya ya,"
"Iya bi... Iya"
Fabian tersenyum mendengar itu dan memberikan sebuah kecupan mesra di bibir Renata.
***
Sesuai yang diinginkan Renata, akad nikah akan diselenggarakan di Semarang dalam waktu satu bulan mendatang. Hanya keluarga dekat yang hadir dan di gelar secara sederhana. Renata ingin pernikahan yang ke dua ini dilaksanakan lebih khidmat dan private.
Semua setuju dan mulai mempersiapkan segala kebutuhan. Renata kembali mengambil cuti dari pekerjaannya dan terbang ke Semarang lebih awal 1 Minggu sebelum pernikahan nya. Beruntung atasannya baik hati mau memberikan izin.
Tinggal beberapa beberapa hari menuju hari H pernikahannya, Renata mulai membenahi rumahnya yang sederhana itu. Padahal dari dulu Fabian menawarkan kedua orang tua Renata untuk pindah kerumah yang lebih besar namun keduanya menolak karena mereka hanya tinggal berdua dan hanya ditemani satu asisten rumah tangga jadi rumah sederhana ini terasa cukup bagi mereka.
Renata juga melakukan perawatan diri, bagaimanapun dirinya tak mau mengecewakan Fabian pada malam pertama nya nanti. Namun seiring bertambahnya usia membuat Renata sedikit tak percaya diri.
***
Dengan setelan jas berwarna hitam dan kemeja putih didalamnya Fabian telah duduk bersila dihadapan ayah Renata untuk mengucapkan ijab kabulnya.
Fabian terlihat beberapa kali menarik nafasnya karena ketegangan yang melanda padahal ini bukan yang pertama untuknya.
"Tenang Bi dulu kan juga udah ngalamin, orangnya sama lagi," ucap ayah Fabian menggoda anaknya itu.
Fabian menanggapinya dengan tersenyum canggung. Dadanya berdegup lebih kencang, telapak tangannya terasa dingin dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.
Acara pun dimulai, lantunan ayat suci diperdengarkan, rangkaian doa diucapkan dan Fabian pun mengucapkan ikrar nya dengan lantang dan jelas.
"Saya terima nikahnya Renata Oktalia binti Rahman dengan mas kawin seperangkat perhiasan berlian dibayar tunai,"
"Sah," ucap para saksi melegakan hati Fabian.
Kini dirinya telah resmi menjadi suami dari wanita yang sangat ia cintai.
Renata keluar dari ruangan lain dengan menggunakan kebaya putih dan riasan natural. Digandeng oleh ibunya juga Celia anaknya.
Fabian memandang istrinya itu penuh rasa kagum, ia menangis dan tertawa bersamaan karena haru bahagia.
Menundukkan kepalanya sejenak untuk menyeka air matanya yang jatuh membasahi pipi. Se-bahagia itu Fabian saat ini.
__ADS_1
Bahagia karena telah menjadikan Renata terikat cinta dengannya. Fabian bersumpah pada diri nya sendiri kali ini takkan pernah melepaskan Renata lagi.
Fabian berdebar kencang ketika Renata berada disampingnya. Kini status mereka telah resmi menjadi suami istri.
Renata mencium tangan suaminya itu, kemudian Fabian mencium dahi Renata begitu dalam dan penuh perasaan. Hingga seseorang menyadarkannya karena mencium Renata terlalu lama.
"Udah dulu Bi, lanjutin tar malam,"
Dengan wajah merah padam Fabian melepaskan ciuman itu.
***
Sore menjelang malam satu persatu tamu yang menghadiri mulai berpamitan. Termasuk kedua orang tua Fabian dan keluarganya. Celia pun ikut bersama mereka karena Kirana bersikeras untuk membawa Celia bersamanya,
"Mama Ki, kangen banget ma Celia jadi malam ini bobonya sama Mama Ki berdua di hotel ya. Mama bawain Celia banyak oleh-oleh loh," bujuk kirana pada keponakan nya itu. Celia yang mendapat bujukan menyetujui nya dengan cepat.
Fabian kini telah mengganti setelan jasnya dengan baju rumahan setelah lebih dulu membersihkan diri. Bergabung dengan dengan beberapa saudara Renata yang masih tinggal dan menghabiskan waktu dengan mengobrol. Ya malam ini Fabian akan tinggal di rumah mertuanya.
"Bi, makan dulu." Ajak Renata pada suaminya itu.
"Iya makan yang banyak buat persiapan," beberapa orang mulai menggoda pengantin baru itu. Fabian dan Renata hanya tersenyum menanggapinya.
***
Fabian memasuki kamar Renata namun tak mendapati istrinya disana. Terdengar gemericik air di kamar mandi pertanda Renata berada di dalamnya.
Fabian menanti dan tunggu tapi Renata tak jua keluar sehingga membuatnya mengetuk kamar mandi itu.
"Re, sayang kamu salah makan apa gimana ?" Tanyanya sambil tertawa.
Renata yang mendengar itu semakin merasa deg-degan, padahal dari tadi ia berdiri di depan cermin memandangi pantulan dirinya. Sumpah demi apapun perasaan Renata campur aduk menghadapi malam pertamanya ini.
"Re... Sayang kamu gak pa-pa kan ?" Tanya Fabian lagi.
Dengan menarik nafas dalam akhirnya Renata memberanikan diri keluar.
Fabian menatap istrinya itu penuh damba. Renata mengenakan gaun tidur sebatas paha berwarna merah maroon dengan hiasan renda di bagian dadanya.
Terlihat wajah Renata yang begitu tegang membuat Fabian ingin sekali menggodanya.
Fabian mendekatkan diri dan menarik tubuh Renata dalam pelukan.
"Bila kamu tidak siap, aku akan sabar menunggu," ucap Fabian seraya memasukkan beberapa anak rambut Renata kedalam daun telinganya dan menatap lembut istrinya itu.
"Ka.. kamu serius Bi ?" Tanya Renata malu-malu.
Fabian menatap istrinya itu dengan pandangan yang sulit diartikan....
Tbc...
Thank you for reading ❤️
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ❤️
Tons of love for you guys ❤️❤️❤️