Terikat Dusta

Terikat Dusta
Meminta Kembali


__ADS_3

Happy reading ❤️


Fabian tengah memikirkan sesuatu yang membuatnya berkerut alis. Dirinya tak sabar untuk bisa hidup bersama seperti dahulu.


"Kapan waktu yang tepat untuk melamarnya?" Tanya Fabian dalam hati.


Renata memperhatikan Fabian yang tengah berpikir dari kejauhan. Karena merasa khawatir Renata pun datang menghampirinya.


"Lagi mikirin apa Bi?" Tanya Renata yang tiba-tiba telah berada di samping Fabian.


"Mikirin kamu," jawab Fabian spontan dengan tatapan matanya yang sulit Renata artikan.


"Gombal terus Bi, ih baperin aja terus." Jawab Renata kesal.


"Tapi kan emang bener Re, aku mikirin kamu. Aku..." Ingin Fabian mengatakan bahwa ia sudah tak sabar untuk menikahi nya lagi. Tapi teringat mereka baru beberapa hari saja resmi bersatu kembali, Fabian mengurungkan niatnya.


Meski dalam rentang waktu pasca cerai tak sekalipun Fabian berhenti mencintai mantan istrinya itu.


"Apa sih Bi, gak jelas deh." Ucap Renata yang kini salah tingkah karena Fabian terus memandanginya.


Seorang dokter memasuki ruang rawat inap itu untuk memeriksa Fabian, padahal dirinya baru saja ingin mengatakan pada Renata bahwa Fabian ingin segera menikahinya.


"Mungkin belum waktunya," batin Fabian.


"Bagaimana keadaannya pagi ini ? Demamnya sudah reda ya?" Tanya dokter itu.


"Iya dok, pagi ini sudah reda. Semalam sempat demam tinggi sehingga perawat memberikan obat penurun demam melalui infusan," jawab Renata yang semalaman telah merawat Fabian.


"Demam bisa diakibatkan karena adanya infeksi, pisau yang digunakan kan pisau dapur yang pasti dipakai untuk memotong berbagai macam jenis makanan dan bisa saja diletakan do tempat yang kotor. Bila masih ada demam seperti nya Pak Fabian belum bisa diizinkan untuk melakukan rawat jalan," dokter itu menjelaskan panjang lebar.


"Maksud dokter, saya harus menjalani rawat inap lagi?"


"Sebaiknya begitu,"


"Saya keberatan, saya mau rawat jalan saja biar ada yang mengurusi di rumah,"


Fabian berpikir untuk pulang sementara ke rumah orang tuanya agar Mami dapat merawat dirinya.


"Ada aku Bi, kalau kamu harus rawat inap maka aku akan terus menemani," ucap Renata menenangkan Fabian.


Fabian membulatkan matanya karena merasa senang, kapan lagi dia bisa menghabiskan waktu untuk berduaan dengan pujaan hatinya itu.


"Rawat inap saja dok, saya tidak keberatan sampai saya sembuh total gak apa-apa" ucap Fabian dengan senyumnya yang lebar dan penuh semangat.

__ADS_1


"Baiklah bila begitu. Saya tinggal dulu," dan dokter pun meninggalkan ruangan itu.


***


Telah 3 hari berlalu dan seperti yang Renata katakan ia tetap menemani Fabian tak pernah sekalipun meninggalkan meski terkadang Mami atau Sakti ikut menemani.


Bahkan siang ini anaknya Celia ikut  menemani di Rumah Sakit. Celia terlihat lebih ceria dari biasanya, "Oma bilang Mommy sama Daddy sudah berbaikan. Apa nanti Daddy tinggal dengan kita lagi ?"


"Ya, Daddy janji kita akan bersama lagi."


"Kapan itu ?


"Sayang, bersabarlah sedikit Daddy masih sakit," kali ini Renata yang menjawab.


"Sebentar lagi... sebentar lagi kita akan kembali tinggal bersama. Iya kan Mommy?" Tanya Fabian pada Renata.


Renata menganggukan kepalanya pelan, Fabian tersenyum melihat itu, ia merasa telah mendapatkan lampu hijau dari Renata.


Tak lama pengacara Fabian datang bersama ayahnya.


Papi Fabian terlihat begitu bahagia melihat anak bungsunya telah membaik, begitu juga dengan kehidupan pribadinya. Ayah Fabian berharap cucunya Celia mendapatkan orang tua yang utuh kembali.


"Bi, ayahmu menuntut berat pada Markus juga anaknya. Kini mereka telah mendekam di penjara sebagai tersangka. Markus dengan tuduhan pencemaran nama baik dan Sarah percobaan pembunuhan." Ucap Om Johan sang pengacara.


"Ayah mu meminta ganti rugi dengan jumlah yang amat besar untuk pencemaran nama baikmu, dan untuk sarah tuntutan maksimal yang kami ajukan"


"Saya serahkan semua padamu Om. Terima kasih."


"Mereka tak tahu berhadapan dengan siapa Bi," ucap ayah Fabian.


"Minta semua saham Nugraha coprs untuk dikembalikan pada kita. Bian gak sudi dia ada di dalam perusahaan kita."


"Tentu Bi, kamu tenang saja" jawab pengacaranya.


"Sarah juga akan mendapatkan tuntutan yabg berat karena hasil pemeriksaan kejiwaannya menunjukkan hasil yang normal tak ada indikasi gangguan jiwa" lanjut pengacaranya itu.


Fabian bergidik ngeri mendengar nya.


Mereka pun terus berbicara mengenai masalah yang menimpa Fabian dan juga langkah-langkah langkah hukum yang akan diambil.


Setelah pembicaraan dianggap selesai pengacara Fabian pun pergi berpamitan tapi tidak dengan ayah Fabian yang memilih untuk tinggal lebih lama di ruang rawat inap itu.


"Papi ingin bicara dengan kalian berdua, ada sesuatu hal yang ingin Papi tanyakan dan kalian harus menjawab dengan jujur,"

__ADS_1


Untung saja Celia yang tertidur tidak menghalangi pembicaraan yang bersifat pribadi ini.


"Apa benar kalian telah kembali bersama?"


Fabian dan Renata menganggukkan kepala mereka sebagai tanda pembenaran tanpa berbicara apapun.


"Papi turut bahagia, karena sebagai orang tua kebahagiaan anak adalah segalanya dan Papi tahu kebahagiaan Fabian hanya denganmu Renata. Bukan hanya itu bersatunya kalian kembali tentu akan membuat Celia bahagia mendapatkan orang tua yang utuh. Hanya satu pesan Papi semoga kalian lebih saling bersabar lebih saling mengerti lebih saling menerima dan berpikiran dewasa. Jadikan perpisahan kemarin sebagai pengalaman dan pembelajaran hidup."


Fabian dan Renata mendengarkan nasehat Papinya itu dengan sungguh-sungguh.


"Bian janji akan memperbaiki semuanya nya."


"Begitupun aku, akan berusaha menjadi seseorang yang lebih baik lagi." Ucap Renata.


"Syukurlah bila begitu. Tugas Papi sekarang hanya mendoakan kebahagiaan kalian."


***


Pada sore harinya kedua orang tua Renata datang untuk menjenguk mantan menantunya itu. Meskipun anaknya telah berpisah dengan Fabian namun hubungan kedua orang tua Renata dengan Fabian masih sangat baik.


Ayah Renata menanyakan hal yang sama dan juga memberikan nasehat kepada Fabian ketika mereka hanya tinggal berdua di dalam kamar rawat inap itu karena yang lainnya tengah pergi keluar untuk membeli keperluan.


"Apa kamu telah kembali dengan anakku?"


"Ya Ayah aku meminta Renata untuk kembali padaku karena aku masih sangat mencintainya dan aku beruntung karena Renata masih.l merasakan hal yang sama."


" Bagaimana dengan kedua orang tuamu Fabian?"


"Mereka menyambutnya dengan begitu antusias dan mendukung hubungan ini."


"Syukurlah bila begitu karena Ayah pun begitu senang melihat kalian telah kembali bersama."


"Ayah, Bian tahu ini bukan saat yang tepat atau juga terlalu cepat untuk berkata ini tapi Bian sudah tak dapat menahan nya lagi dan kesempatan bagi kita untuk bertemu memang sulit,"


"Apa yang ingin kamu utarakan padaku?


Tanya ayah Renata pada Fabian.


Fabian menarik nafasnya dalam ketika hendak berbicara dan menatap penuh mohon pada mantan mertua nya itu.


"Bian sangat mencintai Renata anak ayah, izinkan Bian meminta Renata kembali untuk menjadi istri dan kali ini aku tidak akan pernah melepaskannya lagi... Izinkan Bian melamar Renata sekali ini lagi." ucap Fabian tanpa ada sedikit keraguan pun di dalamnya.


Tbc...

__ADS_1


Thank you for reading ❤️


__ADS_2