Terikat Dusta

Terikat Dusta
Makan Malam


__ADS_3

Happy reading ❤️


Tapi kini Renata sadari ternyata rasa cintanya lebih besar dari rasa kecewanya.


Mungkin sekarang saatnya untuk berdamai dengan masa lalu dan memberikan kesempatan kedua itupun jika Fabian menginginkan hal yang sama.


Om Johan yang mendengar pernyataan Renata tersenyum dalam hatinya ia ikut bahagia karena tahu bagaimana Fabian masih mencintai mantan istrinya itu.


"Cintamu berbalas Fabian," ucapnya dalam hati.


"Saya rasa cukup pernyataan yang anda berikan, ini akan menjadi bukti untuk kasus yang tengah menjerat mantan suami anda," ucap penyidik itu.


"Semoga pernyataan dari Renata dapat membantu klien saya sehingga kasus ini dapat selesai sebelum naik ke pengadilan," ucap Johan.


"Semoga Pak, bila para saksi menguatkan sodara Fabian  itu bisa saja terjadi. Apa dari pihak sodara Fabian akan menuntut balik ?"


"Kami sedang menyusun strategi namun masih fokus dalam hal ini dulu. Baiklah Pak jika telah selesai kami undur diri,"


"Oh iya, terimakasih atas kerjasama nya,"


Meraka pun saling berjabat tangan dan kemudian Johan dan Renata keluar dari ruangan itu.


"Om.... Mmm.. apa yang aku ucapkan tadi di depan penyidik tolong jangan beritahu Fabian ya," ucap Renata dengan wajah memerah karena malu.


"Yang mana Re ?"


"Yang aku bilang aku masih cinta Fabian,"


"Hhhm iya oke," jawab Johan dengan menahan tawanya.


"Cinta bisa serumit ini ya, padahal saling mencintai tapi sulit untuk bersatu," batin Johan dalam harinya.


Kini mereka telah sampai di pelataran parkir, tak Renata sangka ternyata Jamie telah berada disana untuk menjemput nya.


"Hai, udah selesai gimana tadi ?" Ucap Jamie ketika dia menemui Renata.


"Kamu ngapain kesini?"


"Kita kan mau makan malam, jadi aku jemput kesini aja baru nanti jemput celia ke rumah,"


"Oh... Udah lama nunggu?"


"Baru sekitar 30 menit, gak apa-apa kok"


"Re, kalau sudah ada yang jemput, om pamit duluan ya," ucap om Johan pada Renata.


"Oh iya om,"


"Terimakasih atas kerjasamanya hari ini, dan dokter Jamie besok saya akan menemani anda untuk bertemu penyidik semoga anda dapat bekerjasama dengan baik agar meringankan kasus Fabian,"


"Tentu, saya akan hadir tepat waktu."


"Terimakasih," ucap Johan dan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


Renata dan Jamie berjalan beriringan menuju mobil Jamie yang terparkir. Ternyata didalamnya telah menunggu seorang anak laki-laki berparas tampan khas indo yang berusia sekitar 9 tahun.


"Re, kenalin anakku Collin,"


"Hai Collin,"


"Hai Tante,"


"Eh bisa bicara Bahasa Indonesia ?"


"Iya bisa di sekolah dia berbahasa Jerman, dirumah aku biasain bahasa Indonesia biar dia gak lupa dengan akarnya," jelas Jamie.

__ADS_1


"Oooh," Renata menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Collin kelas berapa ?"


"Kelas 3,"


"Baru pertama ke Indonesia?"


"Enggak, aku suka pulang setiap hari raya,"


Dan Renata habiskan waktu nya untuk mengobrol dengan anak berparas tampan itu.


Butuh waktu beberapa menit untuk sampai di rumah Renata. Celia yang datang menyambut kedatangan mereka.


"Halo Princess masih inget om ?" Tanya Jamie seraya mengacak pucuk rambut Celia.


"Om dokter kan ?" Tanyanya dengan wajah polos.


"Ah iya, kamu emang pintar. Padahal sudah lama kita gak ketemu,"


"Kata Daddy aku anak paling pintar di dunia," jawab Celia dengan bangga.


Jamie tersenyum mendengar ucapan Celia.


"Kenalin anak om, namanya Collin," ujar Jamie seraya memajukan tubuh anaknya untuk berhadapan dengan Celia.


"Aku Celia," ucap Celia seraya memberikan tangannya untuk bersalaman.


"Aa.. aku Collin," jawab anak lelaki itu terbata dan menjabat tangan Celia.


"Ayo nak, kita bersiap om Jamie mau traktir makan es krim," ucap Renata yang kemudian membawa Celia untuk bersiap.


***


Disinilah mereka berempat menikmati makan malam di sebuah tempat makan yang sangat nyaman bagi anak-anak. Ada sebuah arena permainan dalam restoran tersebut.


"Habiskan dulu makananmu nanti baru boleh main,"


"Ssstt kak, ayo cepat habiskan makananmu juga biar kita bisa main bersama," bisik Celia pada Collin yang duduk disebelahnya.


Collin menganggukkan kepalanya dan mulai menghabiskan makanannya.


"Hmmm tumben Collin makannya cepat padahal dia paling susah kalau di suruh makan" ucap Jamie yang merasa heran.


Celia tertawa mendengar itu.


Setelah keduanya menghabiskan makanannya, mereka pun bermain di playground yang berada disana.


"Tadi ditanya apa aja?" Tanya dokter Jamie.


" Mmm seputar kehidupan rumah tanggaku yang lalu. Apa Fabian pernah nyakitin aku,"


"Lalu kamu jawab apa ?"


"Ya, aku jawab sejujurnya bila selama menjalani kehidupan rumah tangga dengan Fabian tak pernah sekalipun dia menyakiti aku baik secara fisik atau mental. Kesalahpahaman memang pernah ada tapi dengan kepala dingin Fabian menyelesaikan nya. Satu-satunya hal yang membuat ku kecewa pada Fabian hanya rahasia yang ia simpan," jawab Renata dengan pandangan menerawang masa lalunya.


Bisa Jamie lihat dari bagaimana cara Renata berbicara mengenai Fabian, Renata belum sepenuhnya melupakan mantan suaminya itu. Membuat Jamie sadar harus lebih berjuang mendapatkan cinta Renata.


Setelah menghabiskan waktu hampir 2 jam mereka pun telah bersiap-siap untuk pulang. Namun sebelum beranjak pergi Jamie memberikan hadiah untuk Celia.


"Ini oleh-oleh dari om Jamie untuk Celia yang cantik,"


Celia menerima nya dengan mata berbinar.


Terdapat beberapa jenis coklat yang Jamie bawa dari Jerman dan satu set aseoris berhiaskan kerang dari bali. Terdapat kalung juga gelang dengan kerang kerang kecil sebagai bandulnya.

__ADS_1


" Terimakasih, om sangat baik," ucap Celia seraya memeluk Jamie dengan hangat.


Jamie membalas pelukan itu dengan erat.


"Celia bolehkah nanti kita bermain bersama lagi ?" Tanya Collin.


"Oh tentu kak, Celia akan senang sekali,"


Jamie senang melihat anaknya yang bisa akrab begitu cepat dengan Celia padahal Collin adalah seorang yang pemalu.


***


Hujan turun ketika Jamie mengantarkan Renata ke rumahnya. Meski Jamie bersikeras untuk mengantarkan Renata menggunakan payung tapi Renata menolak.


Akhirnya Renata memangku Celia dengan menutupi kepalanya dengan cardigan yang telah Renata lepaskan.


Renata berlari kecil menuju rumahnya. Sedangkan Jamie mulai menjalankan kendaraan nya ketika melihat Renata telah memasuki rumahnya.


Bukan tanpa alasan kenapa Renata menolak, ia takut Jamie mampir padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Rasanya tak pantas untuk menerima tamu di jam selarut ini.


Renata pun membersihkan dirinya dan juga Celia. Kini mereka telah mengenakan piyama dan hendak beranjak tidur ketika ponsel nya berbunyi.


Nama Fabian tertera disana untuk melakukan panggilan video. Biasanya Renata akan langsung menyerahkan pada Celia tapi tidak kali ini ia yang menjawabnya terlebih dulu.


Fabian : Hai Re, belum tidur ? Habis mandi ? Rambut kamu basah.


Renata : eh enggak aku habis cuci muka aja


Fabian : ooh kirain mandi malam-malam kamu kan paling gampang masuk angin.


Renata terdiam bahkan untuk hal kecil seperti ini pun Fabian masih mengingat nya


Fabian : maaf aku baru nelpon seharian ini banyak banget kerjaan ini aja baru pulang langsung nelpon kamu. Gimana tadi ? Kamu gak di tekan kan ?


Ya bisa Renata lihat itu bahkan Fabian belum membuka jas kerjanya.


Renata : mmm tadi lancar, aku jawab semua pertanyaan penyidik sesuai dengan fakta nya. Semoga kesaksian aku bisa membantu ya Bi.


Fabian : makasih ya Re, kamu emang yang terbaik.


Renata : ada maunya baru bilang aku baik


Fabian tertawa di seberang sana.


"Mommy aku mau ngomong sama Daddy," ucap Celia seraya mengambil benda pipih itu dari tangan ibunya.


Celia : Daddy, i miss you


Fabian : i miss you more princess. Maaf daddy baru telpon karena sangat sibuk. Tapi meskipun sibuk ingatan daddy selalu tertuju padamu. Apa saja yang princess daddy kerjakan hari ini?


Celia : hari ini aku belajar membuat gambar menggunakan biji-bijian daddy. Sangat menyenangkan.


Fabian : woow apa princess bisa ?


Celia menganggukan kepalanya


Celia : oh Daddy look what i've got ( daddy lihat apa yang aku dapatkan)


Celia : aku dikasih gelang cantik ini dari om Jamie ketika makan malam tadi.


Ucap Celia seraya memamerkan gelang itu pada daddy nya dan itu membuat Fabian terdiam membeku.


Tbc...


Like dan komen yaa.

__ADS_1


Maaf baru update aku demam tinggi 2 hari kemarin. Selanjutnya maaf juga kalau slow update.


Selagi nunggu update novel ini dan novel paporit kakak yang lainnya kuy kepoin novel aku yang satunya. Bisa klik di profil aku yaaa. Makasih 🥰🥰🥰


__ADS_2