
Happy reading ❤️
"Baiklah Kak, aku tunggu kabar darimu,". Ucap Fabian seraya pergi menuju mobilnya terparkir.
Dokter Jamie terus memperhatikan arah pandangan Renata yang hanya tertuju pada mantan suaminya itu meskipun kini mobil Fabian mulai beranjak pergi, Renata tak jua mengalihkan pandangannya.
"Re ?" Sapa Jamie membuyarkan lamunan Renata.
Jamie memperhatikan penampilan Renata dengan seksama dapat Jamie lihat tanda kemerahan di leher Renata dengan jelas. Tentunya sebagai lelaki dewasa ia hapal betul tanda itu disebabkan karena apa. Sedikit rasa patah hati kini ia rasakan
"Ah iya Jamie, Maaf." Jawab Renata tersentak. Dirinya benar-benar seperti orang linglung.
"Hai Collin, sayang sekali Celia hari ini jadwal bersama Daddy nya jadi ia tak ada di rumah," ucap Renata pada Collin dengan membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan anak lelaki itu.
"Kapan Celia pulang?" Tanya anak lelaki itu.
"Tadi Daddy nya bilang besok sore baru diantarkan. Ayo masuk dulu," .
Collin mendongakkan kepalanya menatap Jamie ayahnya seolah bertanya apakah mereka akan bertamu dulu atau pergi.
Tapi sepertinya ayahnya itu memilih option ke 1 yaitu bertamu dulu.
Jamie kini duduk bersama Collin di sofa kulit berwarna abu tua dengan bantalan besar berwarna senada dan meja berwarna putih di hadapannya.
Renata datang dengan 2 cangkir minuman di atas nampan.
"Kamu sakit Re.?" Tanya Jamie pada Renata yang tengah meletakkan kedua cangkir itu di atas meja putihnya.
Mata jamie terus memperhatikan tanda kemerahan itu yang kini membuatnya cemburu.
Ingin rasanya Jamie bertanya apa Fabian menghabiskan malam bersama Renata? Apa mereka telah kembali bersama? Apa sudah tak ada harapan lagi untuk dirinya berharap akan cinta Renata? Semua pertanyaan itu berputar dalam kepala jamie. Tapi rasanya tak bijak bertanya hal seperti itu dihadapan anaknya.
"Aku hanya demam karena Flu, tapi Bian memang begitu selalu over protective ketika aku sakit,"
"Pasti karena kehujanan malam itu, sudah aku bilang tunggu dulu tapi kamu keluar begitu saja menerobos hujan,"
"Emm, mungkin sudah waktunya sakit saja." Jawab Renata agar Jamie tak merasa bersalah.
"Rencananya kami mau menonton bioskop untuk itu datang kemari ingin mengajak Celia, tapi sayangnya Celia tak ada dirumah. Inginnya ajak kamu tapi sakit juga," ucap Jamie dengan tersenyum hambar.
"Kan aku udah bilang sebelumnya kalau weekend itu adalah jadwal Celia dengan Daddy nya dan Fabian tak Pernah melewatkannya," jawab Renata.
" Guess its not our lucky day ( sepertinya ini bukan hari keberuntungan kita) sebaiknya kita pulang saja." Ucap Jamie pada anaknya.
Collin menganggukkan kepalanya dengan wajah kecewa.
Jamie meminum kopi yang masih hangat itu dan kemudian berpamitan.
__ADS_1
"Re, aku pulang dulu. Sebaiknya kamu beristirahat agar cepat sembuh,"
"Maaf ya Collin sayang, lain kali kita bermain bersama lagi," ucap Renata yang merasa kasihan melihat wajah sedih Collin.
"Its ok," jawab anak lelaki itu.
" Sorry ya Jamie,"
"Gak apa-apa Re, lain kali kita pergi bersama lagi. Kamu cepat sembuh ya,"
"Thanks Jamie,"
Kemudian Renata mengantar keduanya hingga pintu dan masuk kembali ke dalam rumah ketika mobil Jamie telah pergi.
Renata menyenderkan tubuhnya dibalik pintu. Terbayang kembali ciuman panas antara dirinya dan Fabian membuat hasrat kewanitaan nya berdesir. Masih bisa Renata ingat dengan jelas bagaimana rasa ciuman yang Fabian berikan pagi ini di bibirnya.
Wulan datang dari arah dapur untuk membawa cangkir yang berada di atas meja.
Ini kali pertama mereka bertatap muka sejak kejadian tadi.
Keduanya memilih tak membahas itu, dan menganggap tak terjadi apa-apa karena Renata pun enggan membahas hal yang memalukan itu.
***
"Jangan lupa minum obatnya Re, cepat sembuh 😘" pesan yang Renata baca dari Fabian ketika ia membuka pesan di ponsel nya.
Dengan penuh semangat Renata berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan ketika ia bercermin baru Renata sadari beberapa maha karya Fabian di leher jenjang nya begitu terpampang nyata.
"Ya ampun," Renata memelototkan matanya.
"Pantas saja Jamie terus melihat ke arahku" gumam Renata merasa malu
***
Minggu sore menjelang malam Fabian mengantarkan Celia pulang, Renata berada di dapur sedang membuat makan malam ketika mereka datang.
"Mommy look ! Daddy belikan aku banyak boneka, ada ikan hiu, gurita, dan lumba-lumba," ucap Celia dengan antusias.
Renata menolehkan kepalanya dan melihat Celia membawa banyak bungkusan boneka dan yang lainnya.
Renata pun meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri mereka.
"Hai sayang, Mommy miss you so much," ucap Renata seraya memeluk anaknya itu padahal hanya 2 malam mereka berpisah.
Fabian terus memperhatikan Renata dengan tatapan sayu nya, ini pertama kali mereka bertemu sejak ciuman panas itu.
Semburat merah hadir di wajah Renata ketika pandangan mereka bertemu. Senyuman malu-malu pun terbit di wajahnya dan itu membuat Fabian begitu gemas.
__ADS_1
Seandainya malam ini Fabian tak ada janji temu dengan Jamie. Fabian yakin dirinya akan mengulang kegiatan kemarin pagi bersama Renata dan akan Fabian nyatakan cintanya pada wanita pujaannya itu.
"Re, aku gak lama ya. Aku ada janji ketemu Kak Jamie malam ini," ucap Fabian.
"Mau ngapain sih Bi?" Sesungguhnya Renata merasa sedikit khawatir.
"Belum tahu mau ngomong apa. Nanti aku kabarin," jawab Fabian seraya mencium pipi Renata dan berpamitan.
"Daddy pergi dulu sayang," Fabian berpamitan pada Celia, namun Celia begitu sibuk dengan mainannya sehingga mengacuhkan Fabian.
***
Jamie telah menanti kedatangan Fabian disebuah coffee shop ternama yang berada di kawasan Jakarta Selatan.
Dirinya duduk di kursi yang khusus bagi 2 orang pengunjung dengan meja bundar diantaranya di temani secangkir kopi hitam dengan sedikit gula.
Tak lama Fabian datang menghampiri
"Maaf terlambat Kak," ucap Fabian dan kemudian duduk di hadapannya.
"Gak apa Bi, kamu mau pesan apa ? Belum aku pesankan,"
Fabian pun memanggil pelayan dan memesan kopi yang hampir sama dengan Jamie.
"Bi, aku gak akan mengulur waktu. Tentunya kamu tahu tentang maksud pertemuan kita. Ini menyangkut Renata,"
Fabian mengepalkan tangannya yang berada dibawah meja. Hatinya terasa ngilu ketika Jamie menyebutkan nama wanita yang sangat Fabian cintai.
"Terus," ucap Fabian dingin.
"Aku tahu Renata sangat berarti bagimu tapi dia juga berarti bagiku dan aku gak mau ini membuat tali persaudaraan kita merenggang. Dan aku gak mau jadi laki-laki pengecut yang menikam mu dari belakang. Aku ingin semua terbuka." Jelas Jamie pada Fabian.
"Aku pertama kali bertemu dengan Renata ketika merawat mu karena kecelakaan waktu itu. Pertama kali melihat Renata, aku merasa iba dan kasihan tetapi melihat dirinya yang begitu kuat menghadapi kenyataan waktu itu membuat perasaanku berubah menjadi takjub. Cukup lama menghabiskan hari-hari bersamanya ketika mendampingi dirimu yang terbaring tak sadarkan diri membuat perasaan ini berubah menjadi cinta. Meski aku telah kembali ke Jerman namun perasaan ini tak juga hilang. Aku aku pernah memutuskan untuk mundur tapi setelah tahu Renata resmi berpisah dari kamu, aku tak akan mundur lagi," ucap Dokter Jamie seraya menyesap kopinya yang mulai dingin.
Fabian kini mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku tangannya memutih karena menahan amarah. Seandainya Fabian tak ada hutang Budi pada dokter Jamie tentunya nya sudah Fabian daratkan tinjunya di wajah dokter sekaligus sepupu jauhnya itu.
Fabian ingin bicara namun pesanannya telah datang. Fabian menyesap kopi hitam itu perlahan agar kewarasannya tetap pada tempatnya.
"Kak Jamie pertama-tama aku berterima kasih atas segala bantuan yang telah Kakak berikan padaku. Seperti yang Kakak tahu Renata adalah wanita paling penting dalam hidupku. Aku mencintainya sejak awal bertemu hingga sekarang dan itu tidak pernah berubah. Aku memang pernah melakukan kesalahan besar hingga kehilangan dirinya dan tak terlewat sehari pun aku lewati tanpa rasa penyesalan. Aku sudah merasakan pahitnya kehilangan seorang Renata namun sekarang aku tidak akan melakukan hal yang sama. Aku akan mendapatkan Renata kembali dan tak akan pernah melepaskannya lagi."
TBC...
Thank you for reading ❤️
Like dan komen ya kak 😘😘
Terimakasih banyak untuk vote dan hadiahnya 🥰🥰🥰
__ADS_1