
Happy reading ❤️
Renata menangis dalam pelukan ayahnya dan ibunya memberikan usapan usapan lembut di punggung Renata untuk menguatkan.
Renata masih pada keputusannya. Perpisahan adalah jalan terbaik yang ia ambil untuk saat ini.
***
Menjelang malam terdengar notifikasi panggilan masuk pada ponsel Renata. Tertera nama Fabian untuk panggilan Video.
"Celia, Daddy telepon," ucap Renata sembari menyerahkan benda pipih itu pada anaknya.
Celia menyambut nya dengan gembira
"Hai Daddy," seru Celia ketika panggilan video itu terhubung. Seketika wajah Fabian memenuhi layar.
"Hai Princess kesayangan daddy. How's your flight ?"
"Just so so, biasa saja. Lebih menyenangkan bila Daddy ikut,"
"Maaf sayang, Daddy banyak sekali pekerjaan. Gimana kabar kakek dan nenek ?"
"Emmmm they are doing great. Kakek dan nenek baik baik saja,"
"Salam untuk kakek dan nenek dari daddy ya. Katakan pada mereka kalau daddy kangen,"
"Emmmm apa daddy gak kirim salam untuk mommy juga? Daddy gak kangen mommy kah ?" Tanya Celia dengan polos.
"Of course, daddy kangen mommy. Tell mommy that she is the one i miss the most," ( katakan pada mommy bila dia yang paling aku rindukan) ucap Fabian sendu.
Tentu saja Renata dapat mendengar apa yang Fabian ucapkan. Tapi ia hanya diam tak menanggapi. Kemudian secara tiba-tiba Celia memberikan benda pipih itu pada Renata.
" Nih mom, katanya daddy kangen mommy,"
Untuk pertama kalinya mereka kembali bertatap muka meski secara tak langsung.
Deg ! Renata menerima nya dengan jantung berdebar.
"Ehem," Fabian berusaha menetralkan suaranya yang mulai terdengar gugup.
"Bagaimana tadi penerbangannya ? Sampai Semarang jam berapa ?" Tanya Fabian beruntun.
"Penerbangan nya lancar, kami sampai siang sekitar pukul 2 dan langsung dijemput ayah dan ibu," jawab Renata sedikit berbohong. Ya ada yang terasa kurang karena Fabian tak hadir dalam perjalanan ini. Tapi Renata harus mulai terbiasa.
"Oh syukurlah kalau begitu. Rencananya pulang kapan ? Nanti aku jemput," ucap Fabian dan membuat Renata terdiam tak menjawab.
"Eh maaf, maksudku jemput Celia," jelas Fabian canggung.
"Mungkin besok siang. Nanti aku kabari lagi,
"Oh baiklah, aku tunggu kabar darimu. Selamat beristirahat. Titip peluk dan cium dariku untuk Celia,"
"Hemm iya nanti aku sampaikan," ucap Renata dan kemudian panggilan video itu pun terputus.
Renata menatap layar ponselnya yang telah kembali ke tampilan biasa. Tak ada lagi wajah Fabian disana. Di tempat lain, Fabian pun melakukan hal yang sama. Menatap layar ponselnya yang tadi menampakkan wanita yang begitu ia rindukan.
Fabian mendudukkan dirinya di kursi dan menatap kosong ke arah luar yang menampilkan pemandangan kota Jakarta pada malam hari. Begitu gelap segelap hatinya saat ini.
***
Tahap awal sidang perceraian telah dimulai dengan tahap mediasi atau perdamaian. Renata datang dengan pengacaranya. Dari pihak Fabian hanya di wakili oleh om Johan pengacaranya. Fabian tak hadir disana.
Diberikan waktu sekitar 1 Minggu untuk mediasi, namun karena kedua pihak telah sepakat untuk berpisah maka tahap ini akan dilewati dan dilanjutkan dengan tahap pembacaan gugatan.
Gugatan dari pihak Renata begitu jelas mengenai kebohongan yang Fabian lakukan di belakang Renata sepanjang umur pernikahan nya.
Sidang hari itu berakhir dan akan dilanjutkan dengan jawaban dari yang tergugat dalam beberapa hari kedepan.
"Maaf Fabian tidak bisa datang, dia sedang ada kerjaan yang gak bisa ditinggal" ucap om Johan pada Renata.
"Oh iya gak apa-apa Om, saya mengerti," jawab Renata.
"Sampai ketemu di sidang berikutnya Re," pengacara Fabian berpamitan pada Renata.
***
__ADS_1
Dilain tempat Fabian telah menunggu kedatangan pengacara nya itu.
"Hai Bi, maaf nunggu lama." Ucap Johan pada Fabian yang telah menantinya.
"Gak apa-apa Om, aku juga baru sampai," jawab Fabian.
" Gimana Om tadi ? Apa Renata baik-baik saja ? Apa dia sehat Om ?" Tanya Fabian beruntun. Dibandingkan dengan proses sidang yang berjalan Fabian lebih memikirkan keadaan Renata.
Om Johan pengacara Fabian malah tersenyum mendengar pertanyaan Fabian.
" Kalau kamu kangen Bi, sebaiknya ikut proses sidangnya jadi kan bisa ketemu," Johan menggoda kliennya itu.
"Bisa gawat kalau aku ikut Om, bisa-bisa aku meraung-raung bersujud padanya biar gak ceraikan aku. Tapi aku udah janji mau lepasin dia," jawab Fabian dengan senyum dipaksakan.
"Renata baik, dia sehat Bi. Kamu jangan khawatir. Tapi masih pada pendiriannya untuk berpisah. Mediasi pun ditolaknya karena kalian telah sepakat untuk berpisah. Pembacaan gugatan dari Renata pun telah dibacakan. Sidang berikutnya adalah tanggapan darimu mengenai gugatan yang Renata ajukan." Jelas pengacaranya itu.
Fabian menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Lakukan apapun yang terbaik bagi Renata. Apapun yang dia minta kabulkan. Aku tak ingin membuatnya menderita lagi," jawab Fabian.
"Bukannya kamu mencintai nya Bi ?"
"Sangat Om, aku sangat mencintai nya. Akan aku lakukan apapun untuk melihatnya kembali bahagia,"
"Baiklah bila begitu," jawab Johan.
***
Sidang terus berlanjut. Tanggapan dari pihak Fabian adalah menerima gugatan dari Renata dan mengakui kesalahannya.
Tahap demi tahap persidangan telah Renata lalui tanpa kehadiran Fabian.
Bukti bukti telah diserahkan, kesimpulan dari pihak Renata maupun Fabian telah disampaikan hingga tiba pada tahap musyawarah majelis dan yang kemudian akan membacakan keputusan.
Butuh waktu 1 minggu hingga putusan itu dibacakan. Renata menunggu dengan harap harap cemas. Ada untungnya juga dia tak bertemu Fabian sehingga tidak menggoyahkan keputusan nya.
Renata pun tak ambil pusing mengenai harta gono gini yang Fabian berikan. Renata merasa tak membawa apa-apa ketika menikah sehingga ketika berpisah Fabian memberikan banyak harta Renata menerima nya, namun akan secepatnya dia balik nama atas anaknya Celia.
***
Sidang pembacaan keputusan akhirnya tiba juga. Renata hadir dengan pengacaranya menggunakan kemeja putih dan celana pinsil hitam terlihat mempesona meski sederhana.
Inilah kali pertama mereka bertemu setelah memutuskan untuk berpisah.
Dulu mereka duduk berdua diatas pelaminan untuk mengikat cinta mereka. Namun lihatlah kini mereka duduk bersebrangan dengan pengacaranya masing-masing dan telah sepakat untuk saling melepaskan ikatan mereka.
Rasa nyeri di hati dirasakan baik oleh Renata maupun Fabian.
Fabian tersenyum ketika pandangan mereka bertemu.
Senyuman yang menyiratkan kesedihan di dalamnya.
"..... Dengan ini keputusan majelis yaitu mengabulkan permohonan penggugat, juga pembacaan ikrar talak akan segera dilaksanakan," ucap ketua hakim.
Fabian pun mengucapkan ikrar talaknya dengan suara bergetar menahan tangis. Sedangkan Renata mendengarkan dengan air mata berhamburan. Sedih dan sakit Renata rasakan bersamaan.
Kini mereka telah resmi bercerai di mata hukum juga agama.
***
"Renata bolehkah aku bicara berdua denganmu?" Tanya Fabian setelah mereka keluar dari ruang sidang.
"Ya.. tentu," jawab Renata.
Mereka pun berjalan beriringan menuju tempat yang jarang dilalui oleh orang-orang.
Untuk beberapa saat Fabian hanya memandangi wajah mantan istrinya itu tanpa berkata apapun seolah melampiaskan rindunya.
"Sayang, eh maksudku Re.... Maafkan aku atas segala salahku, maafkan juga selama ini menghindari mu karena aku pasti akan terus mengiba padamu agar tak kamu tinggalkan," ucap Fabian dengan tersenyum dan menangis disaat bersamaan.
Renata menundukkan kepalanya menangis tersedu.
"Jangan menangis lagi," ucap Fabian dan mengangkat dagu Renata untuk menatap matanya.
"Maafkan aku yang terlalu mencintaimu Re," ucap Fabian seraya mencium kening Renata dengan dalam.
__ADS_1
"Berbahagialah," ucapnya lagi seraya mulai melepaskan Renata dan berlari kecil meninggalkan Renata yang tak mengeluarkan satu patah katapun.
Tak lama terdengar suara decitan ban yang bergesekan dengan aspal menandakan Fabian melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Renata menyandarkan tubuhnya pada dinding gedung kemudian meluruhkan badannya diatas lantai dan menangis hebat disana.
***
Fabian memacukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi tanpa tau arah tujuan . Ditemani lagu Seperated yang menggambarkan keadaannya saat ini.
Girl I know we had some good times
It's sad but now we gotta say goodbye
Girl you know I love you, I can't deny
I can't say we didn't try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it's best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I'll walk away so you don't have to see me cry
It's killing me so, why don't you go
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine……
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
Sayang, aku tahu kita telah melewati masa-masa yang indah
Ini menyedihkan, tapi kini kita harus mengucapkan selamat tinggal.
Sayang, kamu tahu bahwa aku mencintaimu dan aku tak dapat menyangkal.
Tak bisa dikatakan, bahwa kita telah berusaha untuk mencari jalan keluar untukmu dan juga aku.
Aku tahu ini sangat menyakitkan tapi ini yang terbaik bagi kita.
Didalam perjalanan hidup kita yang diterpa cobaan, di sanalah kita kehilangan kepercayaan.
Maka aku akan pergi dan kamu tak usah melihat ku menangis.
Ini sangat membunuh ku, kenapa kamu tak pergi saja.
Kenapa kamu tak pergi dengan jalanmu, dan aku akan pergi dengan jalanku.
Jalani hidupmu, dan aku jalani hidupku.
Kamu akan baik-baik saja, begitu juga aku.
Karena yang terbaik bagi kita yaitu berpisah.
Fabian menepikan mobilnya, menundukkan kepalanya dan menangis hebat diatas setir mobilnya. Meratapi kisah cintanya yang kini telah kandas.
End.. eh Tbc
eh End apa TBC
Duh otor jadi galon 😭😭😭
Maaf kalo terjemahannya kurang pas ya 🙏🙏
Lagu Separated dari Usher cocok banget buat yang lagi patah hati 💔
Tapi enak banget lagunya sumpeeeh 😭
This episode dedicated for my very best friend Wita ❤️❤️❤️
__ADS_1
Yang punya kenangan sama lagu itu dan makasih karena aku udah pake nama kaka Bian 🥰🥰🥰
Thank you for reading ❤️