Terikat Dusta

Terikat Dusta
Begitu Kacau


__ADS_3

Happy reading ❤️


"Renata, aku tahu ini hal yang sangat salah. Tapi maaf aku tak bisa memendamnya lagi. Aku jatuh cinta padamu. Aku tak bisa menghilangkanmu dari kepala dan hatiku. Hanya kamu yang  selalu aku pikirkan." ucap dokter Jamie seraya menggenggam tangan Renata hangat.


Renata terkesiap dengan apa yang dokter Jamie ucapkan. Untuk beberapa saat tak menjawab apapun.


Namun tanpa mereka sadari sepasang  mata tengah memandang  kedekatan mereka dengan tangan terkepal menahan marah.


Ya Fabian yang melihat kejadian itu mengepalkan tangan sampai buku buku tangannya memutih karena menahan marah. Sumpah serapah sudah Fabian ucapkan untuk dokter itu.


"A..a.. aku," jawab Renata terbata, Renata sendiri tak tahu apa yang harus diucapkan. Pernyataan cinta dokter Jamie membuatnya terlalu syok.


"Don't say anything, dan jangan jawab apapun. Aku tak berharap mendapatkan sebuah jawaban karena aku tahu aku yang salah menyukai kamu yang tak tak lagi sendiri. Aku tak mau kamu menerima karena akan salah bagi kita berdua, aku pun tak ingin kamu menolak karena akan sangat menyakitkan untukku. Hanya saja aku rasa kamu berhak tahu bahwa aku jatuh cinta padamu, " ucap dokter Jamie dengan tatapan lembut yang meneduhkan. Ini pertama kali baginya merasakan jatuh cinta setelah kepergian istrinya.


" Ja.. Jamie terimakasih telah menyukaiku. Aku yang banyak kekurangan ini. Maaf aku tak tahu harus mengatakan apa. Tapi aku benar-benar menghargai pengakuan mu, terimakasih sudah menemaniku melalui masa terburuk dalam hidupku. Its mean a lot," Renata mengucapkannya dengan penuh perasaan sampai menitikkan air matanya.


"Jangan menangis, kamu sudah cukup banyak menangis. Dan to be honest kamu terlihat lebih cantik ketika tertawa." Ucap dokter Jamie mencoba mencairkan keadaan.


Setelah ini kita masih bisa berteman bukan?" Tanya dokter Jamie dengan melengkungkan senyum nya.


"Ya tentu," jawab Renata sembari menghapus air matanya.


"Renata, seandainya kamu minta aku menunggumu maka akan aku lakukan. Jika kamu memintaku kembali kesini, maka aku akan kembali hanya untukmu,"


Renata diam seribu bahasa, tak menjawab tak  juga menanggapi. Dan percakapan itu berakhir begitu saja ketika Celia datang menghampiri mereka.


Tak lama hidangan makan siang pun telah tiba dan mereka menikmati nya tanpa membahas lagi tentang pernyataan cinta sang dokter.


"Celia sayang, kalau bisa habiskan makan siangnya om dokter gendong piggyback  ( digendong dari belakang) dan boleh beli satu permen kapas paling besar," bujuknya pada Celia.


"Oke om dokter, aku mau." Jawab Celia dengan penuh semangat.


Makan siang pun berakhir dan Celia benar-benar menghabiskan makan siangnya. Tentu saja dokter Jamie menepati janjinya. Mereka keluar dari cafe tersebut dengan Celia yang berada di punggung dokter Jamie dan Renata berjalan di belakang mereka dengan sebuah permen kapas besar berwarna pink. Sekilas mereka terlihat seperti keluarga kecil yang harmonis.


Dan Fabian menyaksikan itu semua dengan dada berdenyut nyeri.


***


Renata tiba di rumahnya hampir sore. Terkejut ternyata Fabian telah pulang dari perjalanan dinasnya dan telah berganti pakaian rumah.


"Halo princess dari mana ?" Tanya Fabian  pada Celia dan mengabaikan keberadaan Renata. Untuk sesaat Renata pun terheran dengan sikap Fabian tapi dia abaikan perasaan itu.

__ADS_1


"Mmm abis beli permen kapas daddy," jawab Celia lalu bergelayut manja pada ayahnya ini.


"Papa Sakti beliin Celia oleh-oleh coba lihat di kamar princess," ucap Fabian.


Celia pun tersenyum dan dengan perasaan bahagia bergegas naik ke kamarnya di lantai 2.


Renata hendak melangkahkan kakinya meninggalkan Fabian, tiba-tiba terhenti ketika Fabian menahan lengannya. Dengan sekali tarikan tangan, Renata telah ada dalam dekapan suaminya dan tanpa disadari bibir Fabian telah terbenam di atas bibirnya. Mengecap penuh kelembutan seolah-olah menyalurkan rasa rindunya.


Renata memukul mukul dada Fabian ketika terasa sesak karena sulit bernafas,  Fabian pun mengakhiri tautan bibir mereka.


"Apa yang kamu lakukan Fabian ? Apa kamu gila ?" Geram Renata tak dapat menahan marahnya.


"Apa yang salah ? Kamu masih istri aku dan aku berhak atas dirimu. Bahkan aku tak sabar untuk menghabiskan malam-malam panas lagi bersamamu," jawab Fabian dengan tersenyum miring.


"Mau tak mau, suka tidak suka kamu masih istriku sayang," lanjutnya lagi.


"Ingat Fabian batasan-batasan kita !  Kita hanya baik bila di depan Celia," geram Renata.


"Aku tak pernah menyetujui adanya batasan dan jangan lupa sayang, Celia menginginkan seorang adik," ucap Fabian lalu mencium bibir Renata sekilas dan kemudian beranjak pergi.


Renata terdiam membeku ditempatnya.


***


"Selamat Fabian, kini kamu sehat kembali. Jaga kesehatan dan hati hati bila berkendara," ucap dokter Jamie pada Fabian.


"Terimakasih kak, aku banyak berhutang budi pada kakak," ucap Fabian.


"Sudah kewajiban ku. Lagian aku udah janji sama mami mu untuk terus memantau kesehatan mu Fabian. Oh iya besok aku akan kembali ke Jerman. Aku sudah resep kan beberapa vitamin untukmu. Bila ada keluhan langsung datang ke Rumah Sakit ini saja. Tapi ku harap kamu sehat seterusnya," ucap dokter Jamie.


"Iya kak terimakasih. Apa aku sudah boleh berhubungan intim dengan Renata ISTRIKU ?" Tanya Fabian tanpa malu dan menekan kata istri seolah menegaskan bahwa Renata hanya miliknya.


Pertanyaan Fabian begitu mengejutkan bagi Renata maupun dokter Jamie. Dapat Fabian lihat dari raut wajah Renata yang menegang dan dokter Jamie yang dengan refleks menjatuhkan ballpoint yang dipegangnya ke atas meja hingga menimbulkan bunyi yang cukup nyaring. Fabian tersenyum miring melihatnya.


"Ten.. tentu boleh Fabian, kenapa tidak ? tapi usahakan cari posisi yang membuatmu nyaman. Jangan gunakan posisi yang membahayakan kesehatan kakimu dulu," jawab dokter Jamie dengan nada canggung. Sedangkan Renata terus menundukkan wajahnya.


"Oke baiklah ka, terimakasih. Kalau begitu aku pamit dulu. Nanti aku ajak Celia dan Renata berlibur ke Jerman untuk berkunjung ke rumah kakak,"  ucap Fabian seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan


"Oh sure, aku tunggu," jawab dokter Jamie sembari menyambut uluran tangan Fabian.


Kemudian mereka pun berjalan beriringan keluar dari ruangan dokter tersebut  tanpa ada sepatah kata pun dari bibir Renata. Fabian menarik pinggang Renata posesif seolah menunjukkan siapa pemilik Renata sesungguhnya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan pulang Renata memandang ke arah luar jendela seolah tengah memikirkan sesuatu. Tanpa ia sadari Fabian terus memperhatikan.


Setibanya di rumah Renata dan Fabian berjalan beriringan tanpa berkata apapun.


"Emm.. Fabian, a.. ada satu vitamin yang tadi tidak tersedia di Rumah Sakit. Ja.. jadi aku harus beli di apotik sendiri," ucap Renata terbata.


"Oh suruh pak Wito saja yang beli," ucap Fabian.


"Gak usah, biar aku saja sekalian tanya cara penggunaannya,"  ucap Renata dan pergi begitu saja meninggalkan Fabian.


Fabian menatap kepergiannya dengan perasaan curiga.


Renata memacukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi. Pikiran dan perasaannya begitu kacau saat ini.


Tak lama kendaraannya berhenti di depan  sebuah apotik. Dengan langkah tergesa memasuki apotik itu.


Renata mengambil satu botol air mineral kemasan yang dia temui di salah satu rak di apotik tersebut dan kemudian menuju meja pelayanan.


"Mbak, minta pil pencegah kehamilan yang paling bagus," ucapnya dengan nada gemetar.


Petugas apotek itu kemudian memberikan satu strip obat dan Renata pun membayarnya.


Renata kembali ke dalam mobilnya dengan tangan gemetar mengambil satu butir pil tersebut dan meminumnya.


Menarik nafas berat kemudian kembali memacukan mobilnya berputar putar tak tentu arah hingga sampailah di sebuah kawasan apartemen mewah.


Renata keluar dari mobilnya, berjalan menuju lobby apartemen tersebut dan mulai menaiki lift menuju lantai yang diinginkannya.


Kini dirinya telah berdiri di depan sebuah pintu bernomor kan 407. Kemudian memijit tombol pintu tersebut untuk beberapa saat.


Tak lama pintu tersebut terbuka.


"Re.. Renata..." Ucap dokter Jamie terkejut menyambut kedatangannya.


To be continued alias berzhembenk 😁😁


Thank you for reading ❤️


Jangan lupa like n komen


Hadiah ma vote juga boleh gak akan nolak kok 🤭🤭

__ADS_1


Tons of love for you guys ❤️❤️❤️


__ADS_2