Terikat Dusta

Terikat Dusta
Gamang


__ADS_3

Happy reading ❤️


Fabian : Re, kamu kok udah pulang ? Ini aku baru sampai rumah mami. Maaf terlambat, tadi jalanan macet banget karena malam minggu.


Renata membacanya tanpa membalas pesan itu. Entah kenapa perasaannya begitu kacau.


Fabian pun merasakan hal yang sama. Perasaan nya begitu tak menentu. Pesan yang ia kirim tak berbalas padahal tanda pesan telah berubah biru.


Fabian masih menanti, Renata pun masih dengan status online. Namun tak ada tanda-tanda sedang menulis pesan.


Fabian menanti dalam cemas, "ayo sayang balas," ucapnya frustasi seraya memandangi layar ponselnya.


Tak lama status Renata berubah off. Tak bisa menahan lagi akhirnya Fabian melakukan panggilan namun tak bisa terhubung.


Setalah panggilan ke 4 kali akhirnya Fabian menyerah. "Mungkin Renata udah tidur, pasti dia kecapean" gumam Fabian masih berusaha berpikiran positif.


Fabian pun meletakkan benda pipih tersebut dan berjalan menuju anaknya berada.


"Mi, Celia mana? " Tanya Fabian pada ibunya yang tengah menikmati teh hangat di ruang makan.


"Celia udah bobo di kamar Mami, sama abang-abang nya. Malam ini mereka tidur sama Mami.  Kamu gak boleh protes Bi," jawab mami Fabian tak ingin berdebat. Ya dirinya dan Fabian selalu berebut untuk menemani Celia tidur.


"Iiih Mi, tahu gitu Bian pulang ke apartemen aja," jawab Fabian malas.


Ibunya hanya terkekeh dan senang karena telah merasa menang.


"Eh Bi, duduk sini. Mami mau nanya," ucap mami Fabian seraya menggeser kan kursi sebelah nya untuk Fabian duduki.


Fabian pun menuruti kemauan ibunya itu.


"Bi, kamu ganti sekretaris kok ga bilang? Sengaja milih dia ? Entah kenapa mami kok kurang sreg ya Bi? Rasanya terlalu agresif aja gitu. Mami yakin dia ada hati ma kamu Bi. Jauh ma Renata yang kalem.  Tapi kalau kamu memang suka, mami bisa apa"


"Ya ampun Mih... Dia gantiin Indri yang memasuki masa cuti melahirkan. Aku aja di kasih HRD gak milih sendiri. Dan satu lagi Mam, aku gak suka malah terasa jengah dia hadir disini. Sudah ku usir halus tapi keukeuh diam disini hingga aku terpaksa antar pulang dan aku gak suka dia perlakuan Renata tidak sopan. Ingin rasanya Bian hardik tadi, tapi Bian gak mau bikin keributan di pesta Celia. Dan satu lagi Mih, perasaanku sama Renata masih belum berubah," jelas Fabian panjang lebar dan berubah sendu ketika menyebut nama Renata mantan istrinya.


" Renata makin cantik sih ya Bi, makanya kamu susah lupa," goda ibunya.


Fabian hanya diam tak menanggapi.


Apa karena kehadiran sekretaris pribadinya ini Renata tak membalas pesannya ?


"Apa kamu cemburu Re?" Batin Fabian dalam hatinya. "Bila iya, bolehkah aku masih berharap akan cintamu ?


***


Renata membaringkan dirinya diatas ranjang yang begitu dingin. Pikirannya masih melayang pada Fabian mantan suaminya.


Perasaan nya begitu gamang. Memikirkan kembali alasannya untuk berpisah dari Fabian, namun baru juga perpisahan mereka seumur jagung perasaan nya terhadap Fabian mulai tumbuh kembali, atau mungkin sebenarnya perasaan cinta terhadap Fabian tak pernah mati.


"Bi...." Lirihnya memanggil nama Fabian di sela isakkan tangisnya.


"Re, kamu sendiri yang meminta berpisah tapi kamu sendiri yang tak rela Bian dekat wanita lain. Bego banget siiih" gumam Renata dalam kesendiriannya.

__ADS_1


Renata ingat, karena akhir akhir ini dirinya kembali dekat dengan Fabian sehingga beberapa kali melupakan pesan yang Jamie kirimkan.


Renata membuka kembali benda pipih itu dengan niat membalas pesan yang Jamie kirimkan, namun berakhir dengan menatap nama Fabian di list pesannya.


"Celia's daddy" ucap Renata berulang- ulang membaca nama itu.


"Aaarrrgggggghhhh," teriaknya tertahan.


Dan Renata pun memilih untuk mematikan ponselnya tanpa membalas satu pesan pun.


Renata memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur dan melupakan perasaan gamangnya terhadap Fabian.


***


Renata terbangun ketika pagi masih gelap dan yang terlintas pertama kali dalam benaknya adalah Fabian.


Tangannya mencari benda pipih yang semalam ia matikan karena perasaan nya yang tak menentu.


Renata menekan tombol dan tak lama benda pipih itu memancarkan cahaya yang menyilaukan matanya.


Hal yang pertama ia lihat adalah aplikasi pesan yang ia gunakan bersama Fabian. Tertera 4 panggilan tak terjawab dan tertera nama Celia's daddy disana.


Renata tersenyum dan merasakan perasaannya menghangat.


Renata : maaf Bi, semalam aku tertidur. Maaf juga aku pulang tanpa berpamitan karena sudah larut malam. Terimakasih pesta ulang tahun Celia begitu meriah. Bisa ku lihat Celia begitu bahagia. Thanks ya Bi 😘


Dan pesan pun terkirim tapi masih belum Fabian terima. Mungkin Fabian masih tidur pikir Renata.


***


"Mommy ! " Teriak Celia pada Renata yang datang menyambut nya.


Fabian berjalan tepat di belakang Celia dengan mata tertuju pada Renata.


Senyum saling terukir di wajah masing-masing ketika tatapan mereka bertemu.


"Masuk Bi,"


Fabian pun melangkah memasuki rumah itu dengan berbagai macam hadiah ulang tahun Celia.


"Sebagian hadiah masih di rumah Mami, Re," ucap Fabian sembari meletakkan beberapa hadiah ulang tahun Celia di atas meja di ruang keluarga. 


"Iya gak apa-apa. Celia juga pulang pergi kesana kan," jawab Renata dengan tersenyum.


Celia begitu asik dengan banyaknya hadiah yang dia  terima. Sedangkan Renata tengah berada di dapur membuat secangkir kopi ketika Fabian datang menghampiri nya.


"Re, aku minta maaf kalau sekretaris ku kurang sopan padamu. Aku juga kaget dia tiba-tiba datang, karena aku tidak sedikitpun mengundangnya," ucap Fabian yang berdiri dengan memangku tangannya menghadap Renata yang tengah mengaduk kopi di cangkir.


Dapat Fabian lihat Renata sedikit gugup.


"Its ok, Bi. Itu kan semua urusan mu. Tak ada sangkut pautnya denganku." Jawab Renata dengan tersenyum canggung.

__ADS_1


"Tapi aku mau urusanku masih jadi urusanmu," jawab Fabian dengan menatap teduh mata Renata dan sukses membuat dada Renata berdegup lebih kencang. Perasaan gamang kembali menghampiri nya.


***


Hari pun berganti, kini awal pekan telah kembali datang. Hari-hari sibuk dengan lautan pekerjaan pun akan segera dimulai.


Renata mengawali pekan ini dengan sebuah buket bunga mawar putih cantik yang seperti biasa ia terima.


Fabian mengawalinya dengan meeting klien untuk suatu proyek besar yang akan ia tangani.


Siang itu Fabian baru kembali dari janji temu dengan kliennya yang berbuah sukses. Dia langsung memasuki ruangan nya begitu saja padahal Sarah sang sekretaris menyambut nya dengan sapaan dan senyuman manisnya yang selalu ia tujukan hanya untuk Fabian.


Sarah kembali merasa kesal karena tak Fabian anggap. "Lihat saja, aku pasti bisa taklukin kamu." Ucapnya dengan penuh ambisi.


Tak lama Sakti datang menuju ruangan  Fabian.


"Fabian udah datang Sar ?"


"Sudah Pak, beliau baru saja tiba," jawab Sarah dengan senyuman yang dipaksakan.


"Oh oke, kalau begitu saya masuk,"


Sakti mengetuk pintu Fabian dan melangkah masuk.


Fabian tengah duduk di kursi kebesarannya dengan tumpukan map di mejanya.


"Bi, hadiah ulang tahun Celia ada di bagasi mobil gue," ucap Sakti dan mendudukkan bokongnya di kursi yang berhadapan dengan Fabian.


"Lo kemana aja?" Tanya Fabian tanpa melihat wajah kakaknya itu.


"Gue kerja lah," jawab Sakti dengan sedikit ketus.


"Kalau Lo beneran kerja gak mungkin marah begini pas gue tanya," ucap Fabian yang kini memandang lekat wajah kakaknya.


"Gue cuma mau bilang, Lo lihat apa yang telah gue alamin Kak. Terlibat dengan perempuan lain bisa hancurin hidup Lo. Segini gue gak libatin perasaan didalamnya tapi Lo liat gue kehilangan orang yang gue cinta,"  ucap Fabian dengan sorot mata tajam menatap Sakti.


Sakti diam tak berkata.


Tanpa sepatah kata apapun Sakti berdiri dan meninggalkan Fabian begitu saja.


Fabian berjalan menuju pintu yang baru saja tertutup karena kepergian kakaknya.


"Masuk Sar, ada yang harus saya bicarakan sama kamu," ucap Fabian.


Sarah menyambut nya dengan suka cita. Sarah berdiri dan berjalan dengan sedikit menggoyang kan pinggulnya. Langkahnya begitu seduktif mencoba menarik perhatian Fabian.


TBC...


Thank you for reading ❤️


Mohon like dan komen ya 😘😘

__ADS_1


Mon Maap belum bisa balas komen ya kakak kakak baik hati ❤️❤️❤️ Mashi banyak kerjaan di RL 🙈🙈


__ADS_2