Terikat Dusta

Terikat Dusta
Menawarkan


__ADS_3

Happy reading ❤️


"Pak Fabian," sapa lelaki itu dengan sopan.


Fabian menolehkan kepalanya ke arah suara itu. Sepertinya dia merasa tidak asing dengan wajah seseorang yang telah menyapanya.


"Saya Markus Abraham, ayah Sarah. Bisakah kita berbicara sebentar ?"


Fabian berpikir sejenak dan kemudian mengiyakan ajakan lelaki itu.


" Sebaiknya kita berbicara sambil minum kopi. Bagaimana?" Tawar lelaki itu.


"Baiklah, kebetulan di sebrang gedung ini ada coffee shop yang cukup terkenal. Sampai jumpa disana," ucap Fabian seraya memasuki mobilnya menuju coffee shop tempat dia dan Renata pertama kali bertemu.


Fabian melangkah kan kakinya memasuki coffee shop itu. Hatinya terasa ngilu mengingat banyak kenangan dirinya dan Renata seolah-olah menari dalam benaknya.


Tuan Markus yang merupakan ayah Sarah telah duduk di meja yang sedikit menjorok ke dalam sehingga tidak terlalu banyak dilalui banyak orang.


"Silakan duduk Pak Fabian," ucapnya ketika Fabian datang menghampiri.


Fabian duduk dihadapannya. Tak lama seorang pelayan datang membawa daftar menu ditangannya.


Fabian dan lelaki itu pun memesan kopi tanpa makanan apapun. Fabian telah mengatakan bila ia tak memiliki banyak waktu untuk berbicara dengan nya.

__ADS_1


"Pak Fabian, sebelum nya saya meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan anak saya sehingga anda memecat nya," ucap Markus membuka percakapan diantara mereka


Fabian masih duduk terdiam tak menanggapi. Dirinya masih ingin mendengarkan apa yang ingin dikatakan lelaki tua itu.


"Namun saya tidak merasa marah atau kecewa karena saya yakin pasti ada alasannya. Disini saya ingin menawarkan sesuatu yang dapat menguntungkan anda dan tentunya juga saya. Anda tahu bukan bila saya ini salah satu pemegang saham di perusahaan anda?"


Fabian masih terus memperhatikan tanpa berkomentar apapun.


"Sarah adalah anak saya yang masih gadis loh Pak. Dia anak yang sangat cantik juga cerdas dan tentunya sangat sepadan bila berdampingan dengan anda."


Fabian tersentak dan mulai mengerti arah dari pembicaraan ini.


" Saya akan memberikan seluruh saham saya pada Sarah jika anda bersedia menjadi menantu saya. Dengan jumlah saham yang lebih besar dari Sakti, anda tentu dapat menggantikan nya menjadi direktur utama dan Sarah akan menjadi pendamping anda yang sepadan. Setelah pernikahan anda dan Sarah  dilaksanakan, saya akan langsung mengusulkan untuk dilaksanakannya RUPS ( Rapat Umum Pemegang Saham) dan  mencalonkan anda sebagai direktur utama." ucap Markus dengan jelas dan tegas


"Setelah anda menjadi direktur utama tentunya segala sesuatu yang menjadi urusan perusahaan akan berada di bawah kuasa anda dan anak saya."


Fabian menghela nafasnya kasar. Sungguh bila yang berada dihadapannya bukan lah pria tua dengan rambut yang semua hampir berubah putih dan kulit yang mengendur, Fabian tak akan segan-segan memberikan nya bogem mentah.


"Saya ingin meluruskan beberapa masalah, saya mohon anda dapat menerima nya dengan baik" ucap Fabian mulai menanggapi.


"Yang pertama saya tidak memecat putri anda namun meminta nya mengundurkan diri karena putri anda sudah bekerja dengan tidak profesional selama menjadi sekretaris saya. Yang kedua maaf saya tidak bisa menerima tawaran anda untuk menikahi  Sarah putri anda karena saya sudah memiliki seseorang yang saya cintai dan tidak mungkin tergantikan dengan wanita manapun. Yang ketiga saya tidak akan pernah mengkhianati kakak saya. Jadi maaf tuan Abraham yang terhormat saya tidak bisa menerima apa yang anda tawarkan," jawab Fabian tegas.


Markus mengepalkan tangannya menahan marah.

__ADS_1


"Apa kamu yakin Fabian ? Kekuasaan dan istri yang cantik akan kamu dapatkan jika kamu menerima penawaran ini,"


"Dalam hidup saya, saya belum pernah se-yakin ini tuan Abraham," ucap Fabian tegas.


"Apa ada yang ingin anda bicarakan lagi tuan Abraham ?  Bila tidak saya pamit, karena anda hanya membuang waktu saya percuma." Ucap Fabian seraya berdiri dan bersiap meninggalkan lelaki itu padahal kopi pesanannya baru saja datang.


Lelaki tua itu menatap Fabian dengan pandangan yang sulit diartikan tanpa berkata sepatah kata apapun.


Fabian melangkah kan kakinya meninggalkan lelaki itu, namun terhenti ketika tangan lelaki itu mencekal lengannya.


"Sebaiknya kamu pikirkan dengan baik Fabian. Saya tidak main-main menawarkan ini padamu,"


"Saya rasa, saya tidak perlu memikirkan apapun tuan Abraham. Jawaban saya akan selalu sama,"


"Anda tidak tahu berurusan dengan siapa tuan Fabian Nugraha," ucap lelaki itu dengan tatapan menyeringai.


" Anda juga tidak tahu tengah berurusan dengan siapa tuan Abraham," jawab Fabian sinis dan menghempaskan cekalan lelaki itu dengan kasar.


TBC...


Thank you for reading ❤️


Like dan komen yaa 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2