Terikat Dusta

Terikat Dusta
KS : Setelah 10 Tahun Berlalu


__ADS_3

Happy reading ❤️


"Ta.. tapi kamu lagi mabuk," jawab Kirana terbata.


"Aku cukup sadar untuk melakukan itu, atau mungkin kamu gak mau lakuin sama aku ? Karena kamu sudah pernah melakukannya dengan lelaki breengsek itu?" Tanya Sakti penuh selidik.


Mata Kirana membulat mendapat pertanyaan seperti itu.


"Jaga ucapan mu Mas ! Mungkin aku terlihat buruk di matamu tapi aku bukan perempuan seperti itu," ucap Kirana menahan tangis dan berdiri menghampiri suaminya.


Sakti menarik lengan Kirana begitu ia mendekat, membawa Kirana dalam pelukanny. Ia pandang lekat wajah istrinya itu.


"Sialan, kenapa kamu terlihat begitu cantik Ki ?" Ucap Sakti lirih tepat di wajah istrinya itu.


Membuat wajah Kirana merona ketika mendapat pujian seperti itu.


Tanpa aba-aba Sakti membenamkan bibirnya di atas bibir Kirana, mengulumnya lembut dan penuh penghayatan. Menyesap bibir istrinya itu bergantian, semakin dalam ciumannya bukannya merasa puas tapi Sakti menginginkan lagi dan lagi.


"Aku menginginkanmu sekarang juga," bisik Sakti lirih dan menggiring istrinya ke atas ranjang pengantin mereka.


"Ta.. tapi," Kirana takut karena suaminya masih dalam kondisi setengah mabuk.


"Tenanglah, aku cukup sadar untuk melakukan ini." Sakti meyakinkan Kirana.


Kirana menganggukkan kepalanya tanda setuju dan Sakti mulai kembali menggeluti bibir istrinya itu penuh penghayatan, tangan nya telah merambat turun memberikan sentuhan sentuhan-sentuhan halus seringan bulu untuk menggiring nafsu istrinya. Satu lenguhan tertahan keluar dari bibir istrinya dan itu membuat Sakti semakin bersemangat untuk melakukan lebih.


Tanpa mereka sadari tangan mereka telah saling membuka pakaian satu sama lain dan membuangnya sembarang.


Kini mereka telah tampil polos tanpa sehelai benang pun. Sakti begitu terpesona dengan keindahan yang tergolek indah di bawah kuasanya. Matanya berkilat karena gair*h dan wajah Kirana merona merah karena terus diperhatikan oleh suaminya itu.


Akhirnya Kirana menyerahkan kesucian dirinya pada suaminya itu meski dengan begitu susah payah karena ini merupakan yang pertama bagi mereka berdua.


"Maafkan aku," bisik Sakti lirih ketika ia sadari bahwa istrinya masih suci belum terjamah lelaki lain selain dirinya.


"Maafkan aku yang meragukan mu,"


Kirana menganggukkan kepalanya dengan air mata yang jatuh di sudut matanya, menahan sakit luar biasa ketika tubuh mereka bersatu dengan sempurna.


Ada satu hal yang membuatnya Kirana bahagia, ia telah menyerahkan hal berharga untuk suaminya meski cinta mungkin belum tumbuh diantara mereka.


***


Kirana terbangun ketika sinar matahari mulai mengintip melalui celah tirai. Dirinya menatap kosong langit-langit diatasnya. Merasa tak percaya apa yang telah terjadi. Kini ia telah resmi menjadi seorang istri seutuhnya.

__ADS_1


Dia yang memilih Sakti, maka ia akan bakti kan dirinya pada suaminya itu seumur hidupnya. Akan belajar mencintai juga menghormatinya, dan berharap Sakti pun melakukan hal yang sama.


"Lagi mikirin apa ?" Tiba-tiba suara serak has bangun tidur membuyarkan lamunan Kirana.


Kirana tersentak dari lamunannya. "Kamu gak nyesel kan ngelakuin sama aku ?" Tanya Sakti dengan wajah penuh tanda tanya.


"Enggak lah Mas, sama suami sendiri masa nyesal," jawab Kirana dengan pipi nya yang merona.


"Kamu gemesin banget tau Ki. Tiap pipimu merona buat aku makin gemas," ucap Sakti seraya memberikan sebuah ciuman di pipi istrinya. Lama-lama ciuman itu semakin panas, dan menuntut   kegiatan panas semalam akhirnya terulang kembali pagi itu.


"Ki, bisakah kamu berjanji padaku ?" Tanya Sakti setelah pergelutan panas itu baru saja selesai dilakukan.


"Hmmm ?" Gumam Kirana sebagai jawaban.


"Berjanjilah untuk tidak berhubungan dengannya lagi," ucap Sakti penuh kesungguhan.


"Aku laki-laki yang sangat pencemburu Kirana, dan aku akan sangat tidak suka meski kamu hanya berteman baik dengannya. Karena perasaan akan selalu ada,"


"Akan aku lakukan Mas, aku akan menjauhinya dan memblokir semua kontaknya. Ku harap Mas mau percaya padaku,"


"Terimakasih," ucap Sakti dan kemudian memeluk erat tubuh istrinya yang masih polos itu.


"Dan jangan membuatku kecewa, karena aku seseorang yang sulit untuk memaafkan bila dikhianati," bisik Sakti lirih.


"Aku berjanji," jawab Sakti seraya memberikan banyak ciuman di puncak kepala istrinya itu.


Waktu pun terus berlalu, dua bulan setelah pernikahan nya Kirana mengandung anak pertama mereka yang ternyata seorang anak laki-laki.


Kehamilan Kirana membuat semua bahagia termasuk Sakti yang semakin posesif padanya.


Bayi pertama lahir dan di beri nama Davin bayi laki-laki yang sehat dan tampan seperti ayahnya.


Ketika Davin berusia 15 bulan Kirana kembali mengandung, bayi ke dua yang juga seorang laki-laki. Meskipun begitu tidak mengurangi kebahagiaan pasangan baru itu.


Tahun-tahun berganti, hubungan keduanya begitu mesra meski kata cinta tak pernah terucap tapi dengan segenap perhatian dan kesetiaan menunjukkan cinta yang sebenarnya bukan ?


Kirana juga seorang ibu yang baik, ia curahkan hidupnya untuk suami dan anak-anaknya. Meskipun ia seorang istri direktur tak menjadikan Kirana seorang yang sombong dan melakukan kegiatan sosialita. Ia lebih senang mengurus keluarga kecilnya, teman dekatnya pun sebatas Renata yang merupakan istri dari adik iparnya. Tidak begitu aktif di media sosial, Kirana benar-benar mencurahkan hidupnya untuk keluarga kecilnya dan Sakti sangat menyukai itu. Sakti curahkan segala kepercayaan pada istrinya itu.


Kirana selalu mendampingi Sakti dalam keadaan apapun termasuk ketika adiknya Fabian mengalami kecelakaan bersama perempuan lain. Kirana banyak memberikan semangat dan penghiburan pada suami juga pada iparnya.


Hingga badai menerpa keluarga adik iparnya, Kirana selalu memberikan dukungan tanpa menghakimi.


***

__ADS_1


Pagi itu Sakti tengah bersiap untuk pergi ke kantor. Kirana memasangkan dasi di leher suaminya.


Sakti menatap lekat wajah istrinya itu dengan kedua tangan menahan pinggang Kirana.


"Mas jangan nakal, ini udah siang," ucap Kirana yang sangat mengerti maksud tatapan suaminya.


"Kita sudah menikah 10 tahun tapi kamu masih cantik seperti dulu ketika pertama kali bertemu," ucap Sakti dengan tatapan mata penuh kagum.


"Kamu selalu bikin aku GR Mas," jawab Kirana dengan mencebikkan bibirnya karena kesal.


" Tapi aku beneran Ki.... Kamu masih cantik seperti dulu, dan semoga kita selalu bersama. Jangan sampai mengalami perpisahan seperti Fabian,"


"Apa yang terjadi pada Fabian dan Renata sungguh menyakitkan. Aku hampir tak dapat menahan air mata bila bertemu Celia," ucap Kirana dengan wajah yang menunjukkan kesedihannya.


"Bila mereka masih berjodoh kurasa akan kembali lagi," ucap Sakti menenangkan.


Kirana menganggukan kepalanya.


Sakti menarik dagu Kirana untuk memandangnya dan kemudian membenamkan bibirnya di atas bibir Kirana dengan lembut, menyesap nya perlahan sehingga suara tawa kedua anak lelakinya menyadarkan mereka.


"Hahahaha Mama Papa suka sekali ciuman. Iyuuuh ," ucap salah satu anaknya.


"Dasar nakal, ganggu papa saja," ucap Sakti yang kemudian melepaskan dirinya dari Kirana dan mendatangi anak-anaknya itu.


"Udah-udah, nanti telat ayo turun," ajak Kirana sembari berjalan keluar kamar mereka menuju lantai bawah untuk menyiapkan sarapan.


Mereka berjalan beriringan ketika Sakti ingat akan sesuatu yang tertinggal di kamarnya dan mengharuskan ia kembali.


"Duluan saja, berkas aku ketinggalan," Sakti kembali ke kamarnya dan mengambil satu berkas di atas nakas yang letaknya tak jauh dari ponsel Kirana berada.


Ponsel Kirana berbunyi ketika Sakti hendak pergi, biasanya Sakti tak akan ambil pusing namun entah kenapa ia mengambil ponsel itu dan membacanya. Ternyata hanya pesan masuk di media sosial istrinya itu.


"Ki, bisakah kita bertemu lagi ? Sebentar seperti waktu itu pun tak apa-apa. Anakku masih sering menanyakan mu."


Isi pesan itu membuat Sakti membulatkan matanya tak percaya. Ia klik profil sang pengirim ternyata lelaki yang datang ke pernikahan mereka meski tak diundang.


"Sudah 10 tahun berlalu dan mereka masih berhubungan ?" Geram Sakti menahan amarahnya.


TBC....


Thank you for reading ❤️


Maaf baru update lagi.

__ADS_1


__ADS_2