Terikat Dusta

Terikat Dusta
Forgiven Not Forgotten


__ADS_3

Dimaafkan tidak dilupakan


- Renata -


happy reading ❤️


"Darimana kamu tahu Jamie masih di Bandung, Renata ? Apa kamu bertukar pesan atau berhubungan dengannya? Dan sejak kapan kamu memanggil nya dengan sebutan nama saja ?" Tanya Fabian beruntun dengan nada gusar, tak bisa menutupi kemarahannya.


Seketika semua mata tertuju pada Renata seolah meminta jawaban.


"Tentu saja aku mengetahuinya dengan bertukar kabar, Sayang.


Aku menghubungi Jamie untuk mengetahui langkah selanjutnya dalam pengobatan mu.


Dan aku memanggil nya Jamie karena dia yang meminta. Bukankah dia sepupu mu, Sayang?" Jawab Renata dengan nada bicara yang lembut namun menekankan kata sayang seolah itu sebuah sindiran bukan panggilan.


Fabian terdiam, apa yang dikatakan istrinya memang masuk akal tapi tetap hatinya tak dapat menerima.


"Memang Jamie yang memintanya begitu Fabian. Mami sendiri yang mengenalkan Renata pada Jamie," ucap mami Fabian menimpali berusaha mencairkan suasana karena melihat mimik muka Fabian yang terlihat menahan marah.


Fabian masih mengepalkan tangannya menahan emosi.


Teringat ketika masih dirawat di Bandung pun Fabian pernah  melihat istrinya bersama sepupu jauhnya yang dokter itu, beberapa kali juga dia melihat jamie memandang Renata dengan tatapan mata yang memuja. "Sial," makinya dalam hati.


Bayangan kedekatan Renata dan dokter Jamie menari nari di kepala Fabian. Membuatnya frustasi. Hingga detik ini pun Fabian belum pernah membahas soal wanita bernama Lea itu. Katakanlah Fabian pengecut karena terlalu takut dengan reaksi Renata.


***


"Kamu sebaiknya jangan terlalu dekat dengan laki laki yang baru kamu kenal Renata. Belum tentu dia laki laki yang baik," ucap Fabian ketika mereka berada di kamar untuk beristirahat.

__ADS_1


"Lalu siapa laki-laki yang baik ? Kamu ? Apa kamu laki laki yang baik, Fabian ?" Renata balik bertanya dan menatap wajah Fabian lewat pantulan cermin dihadapan nya.


Renata membalikkan badannya menatap wajah Fabian secara langsung, menanti sebuah jawaban.


"Aku memang bukan laki laki baik Renata, tapi aku pun tak seburuk itu. Aku memang bersalah menyembunyikan wanita bernama Lea itu," ucap Fabian menundukkan wajahnya.


Sakit dan ngilu Renata rasakan di  hatinya.


Hening...


"Ma.. maafkan aku sayang. Aku bersalah, aku berdosa. Tapi percayalah itu hanya sebuah kesalahan, dan aku benar-benar menyesalinya Renata," ucap Fabian dengan mata berkaca-kaca.


"Mohon beri aku kesempatan kedua sayang. Aah bukan, bukan kesempatan kedua tapi beri aku kesempatan terakhir untuk memperbaiki semua," Fabian memohon.


"Fabian, kepercayaan itu ibarat kertas, sekali kita remas maka tak akan kembali sempurna. Apa yang kamu harapkan dariku ? Setelah semua yang telah kamu lakukan." Tanya Renata dengan tatapan kosong.


"Aku ingin kamu beri aku kesempatan untuk perbaiki semua, aku janji akan menjadi ayah dan suami yang lebih baik lagi" jawab Fabian.


Hening untuk beberapa saat...


Fabian terdiam tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Apa kamu gak mau jelasin Fabian? Semua yang sudah kamu lakukan di belakang aku selama 6 tahun ini." Renata kembali bertanya.


Fabian menatap wajah Renata dalam.


"Yang pasti aku bersalah dan aku sangat berdosa. Aku akui itu. Oleh karena itu  aku mohon pengampunan mu Sayang," jawab Fabian dengan nada bergetar.


Renata menghela nafasnya yang terasa berat.

__ADS_1


"Suatu kesalahan dapat dimaafkan fabian, tapi  belum tentu dapat dilupakan," ucap Renata dengan nada dingin.


Hening ..


"Jika posisinya kita putar Fabian, bagaimana jika aku yang berselingkuh? Bagaimana jika aku punya laki laki lain dalam hidup aku ? Apa kamu masih mau maafin dan nerima aku ?"  Renata bertanya pada Fabian.


Seketika wajah Fabian terlihat menegang.


"Jangan pernah katakan itu Renata ! Karena aku gak akan sanggup jika kamu berbagi hati dengan laki laki lain" jawab Fabian tegas dengan suara parau menahan tangis.


Renata terdiam untuk beberapa saat.


"Well... Kamu sudah tahu jawabannya sekarang," ucap Renata seraya berdiri dan menepuk-nepuk pundak Fabian kemudian beranjak pergi.


***


Semenjak pembicaraan yang mereka lakukan tadi malam membuat jarak yang semakin jauh diantara keduanya.


Fabian semakin sering terlihat diam dan Renata masih berpura-pura baik jika hanya ada orang lain disekitar mereka dan Kembali bersikap dingin bila hanya berdua dengan suaminya.


Satu hal yang membuat Renata kecewa, Fabian begitu menutup rapat tentang masa lalu nya bersama wanita bernama Lea. Semakin membuat Renata bertanya tanya apakah Fabian pernah mencintai nya. Atau hanya sekedar topeng untuk menutupi hubungan nya dengan Lea. Bila wanita itu masih hidup siapa yang akan dipilih Fabian?


Renata sendiri tak punya keberanian untuk bertanya, dirinya merasa takut dengan jawaban Fabian yang mungkin akan menyakitkan.


Sedangkan Fabian memilih diam karena dirinya merasa tertampar dengan semua pertanyaan dan pernyataan yang Renata lontarkan. Tapi sikap dingin Renata yang kini lebih menyiksa batinnya. "Seandainya dapat aku putar waktu," lirih Fabian dalam kesendiriannya.


TBC


Thank you for reading ❤️❤️❤️

__ADS_1


Yang suka ceritanya mohon like ya ka 😘😘😘


Aku padamu pokonya gak ada obat 😘❤️


__ADS_2