
Happy reading ❤️
"Ki... Kirana ?" Tanya Sakti dengan membulatkan matanya tak percaya, dan ia mendapati Kirana yang nyata berdiri tepat dihadapannya.
"Iya ini aku... Aku pulang," jawab Kirana dengan senyuman yang terukir di wajah cantiknya.
Tanpa melepaskan tangan Kirana, Sakti berdiri dihadapan istrinya itu. Ia tak ingin melepaskan genggamannya, tak juga ingin mengedipkan mata. Sakti takut Kirana akan menghilang jika ia lakukan itu.
"Sayang... Katakan bahwa ini benar bukan khayalan..." Ucap Sakti lirih.
"Kamu kenapa sih? Kemarin nyuruh pulang. Sekarang aku pulang gak percaya." Kirana mencebikkan bibirnya kesal.
"Aku tanya kenapa baru pulang ? Kamu gak nakal lagi kan ? Aku hubungi ponselmu gak bisa terus"
Sakti menggelengkan kepalanya berkali-kali.
Ia merogoh saku celana jeans-nya dan mendapati ponselnya yang telah mati daya.
"Aku gak tau sejak kapan ponselnya mati. Kepalaku penuh dengan kamu hingga lupa yang lain," jawab Sakti dengan tatapan mata yang dalam pada istrinya itu.
"Tuh kan aku berasa denger buaya yang datang dari dalam air pas kamu ngomong gini," Kirana mencubit pinggang suaminya itu.
Sakti meringis merasakan sakit, ah... Ternyata bukan mimpi. Ia tersenyum dan menangis dalam waktu bersamaan.
"Aku serius Ki... Seharian aku ini mikirin kamu... Aku gak kemana-mana hanya diam di kantor untuk bersembunyi dan melarikan diri. Tanya saja sama Bian kalau kamu gak percaya. Bahkan aku tak punya nyali untuk menjemput Davin karena aku takut kalian pergi ninggalin aku untuk yang kesekian kali. Aku gak sanggup Ki...,"
"Ya.. aku tahu... Bian tadi datang untuk ketemu aku."
"Kenapa gak bilang akan pulang kesini? Pasti aku jemput." Ucap Sakti gemas.
"Aku mau ini jadi kejutan, tapi kamu gak pulang-pulang," ucap Kirana kesal.
Sakti tersenyum menikmati pemandangan wajah kesal di hadapannya.
"Aku gak kemana-mana, aku gak nakal lagi. Gak akan pernah nakal lagi. Aku sudah merasakan sakitnya kehilangan kalian dan sulitnya mendapatkan kalian kembali. Tak mungkin aku melakukan hal yang bodoh untuk kedua kali," ucap Sakti seraya mengangkat wajah Kirana dengan kedua tangannya, membuat mata mereka terkunci saling menatap.
"Aku cinta banget sama kamu, Ki. Maafkan aku yang pernah menyakiti juga membuatmu kecewa. Mari kita lanjutkan cinta kita yang memang tak pernah hilang, mari kita lanjutkan dengan komitmen yang baru," Sakti kembali berucap dengan penuh keyakinan.
"Maafkan aku juga, Mas. Tidak semuanya salah kamu.... Walaupun kamu yang paling banyak salahnya."
Sakti tertawa ringan mendengar ucapan istrinya itu.
"Aku serius... Maafkan aku Mas... Mulai sekarang aku akan selalu terbuka padamu meskipun itu mungkin akan membuatmu cemburu atau sakit hati,"
"Dan aku akan mendengarkan setiap perkataanmu juga percaya padamu," ucap Sakti memotong pembicaraan istrinya.
Mereka tertawa bersamaan.
"Kita harus saling terbuka satu sama lain, saling berbicara tanpa menghakimi, dan saling percaya," ucap Kirana pada suaminya itu.
"Iya sayang... Kita akan mulai dengan saling terbuka dan saling percaya dan aku berjanji akan menjadi pendengar yang baik," jawab Sakti.
"Aku letakkan seluruh rasa cintaku di hatimu... Jika kamu menyakiti aku lagi, aku tak akan segan untuk meninggalkanmu dan bila itu terjadi lagi jangan harap aku mau kembali seperti sekarang ini" ucap Kirana seraya menyentuh dada suaminya.
__ADS_1
"Aku berjanji akan menjaga hati dan cintaku hanya untukmu," jawab Sakti dengan menahan tangan Kirana agar tetap berada di dadanya.
"Kalau kamu mengkhianati aku lagi, akan aku sunat sampai habis 'adikmu' itu." Ucap Kirana seraya mengalihkan pandangan matanya pada celana Sakti.
Sakti menelan salivanya ketika mendengar itu.
"Kalau kamu sunat habis 'adikku' yang tak kecil ini, bagaimana jadinya jika kamu mau ?" Tanya Sakti menggoda istrinya itu.
Kirana memelototkan matanya tanda tak suka dan Sakti tersenyum melihat itu.
"Ki... Meskipun aku memang pernah melakukan hal bodoh dengan mengkhianati mu tapi percayalah, demi Tuhan aku tak pernah meniduri wanita lain... Bagaimana aku bisa melakukan itu jika wajahmu selalu terbayang. Itu yang menyebabkan aku semakin candu dengan tubuhmu saat itu hingga berlaku kasar. Maafkan aku...,"
"Makanya kalau gak bakat jadi playboy jangan coba-coba," jawab Kirana dengan mencebikkan bibirnya.
Sakti tertawa lagi mendengar jawaban istrinya itu.
"Itulah salah satu alasan aku pulang kembali ke rumah ini... Karena kamu gak tidur dengan dia," ucap Kirana dengan menghela nafasnya.
"Wanita itu mengirimkan surat untukku karena nomor dia sudah aku blokir," lanjutnya lagi.
"Jal*ng itu bilang apa lagi Ki ? Dia nulis surat apa ?" Tanya Sakti gusar.
"Tenang... Dia menuliskan permintaan maaf dan mengatakan tak akan mendekati kamu lagi atau aku. Bahkan dia menandatangani nya di atas materai, ia juga mengatakan akan pergi jauh darimu karena kamu hanya cinta sama aku." jawab Kirana seraya tersenyum pada suaminya itu.
"Dia juga mengatakan bahwa kalian tak pernah tidur bersama," ucap Kirana lagi.
Entah ancaman apa yang Fabian lakukan pada wanita itu sehingga ia bisa menulis surat untuk meminta maaf pada Kirana.
Sakti merogoh saku celananya dan mengeluarkan cincin bermatakan berlian yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi.
"Selamat datang kembali istriku," ucap Sakti ketika ia memasangkan cincin itu.
Kirana tersipu malu ketika Sakti melakukan itu.
"Apa kamu selalu membawanya ?" Tanya Kirana sembari memandangi cincin yang hampir 6 bulan ini ia lepaskan.
"Hu'um... Setiap waktu. Agar aku bisa merasa selalu dekat denganmu." Jawab Sakti.
Wajah Kirana makin merona dan Sakti semakin gemas melihatnya.
"Bolehkah aku menciummu ?" Tanya Sakti malu-malu.
"A... Aku tak suka di tanya-tanya," jawab Kirana dengan membelalakkan matanya.
"Kamu makin cantik kalau sudah melotot begitu," goda Sakti.
"Ah aku lupa... Kamu kan istriku. Jadi aku boleh melakukannya," ucap Sakti seraya membawa Kirana dalam pelukannya. Kemudian Sakti menundukkan wajahnya dan meraih bibir ranum Kirana dengan bibirnya.
Sakti mengulum bibir Kirana dengan lembut dan penuh perasaan, tak ada pagutan lidah yang berlebih. Ia melakukannya dengan penuh kelembutan seolah menyatakan perasaan cintanya.
"Aku cinta banget sama kamu, Ki" ucap Sakti lirih tepat diatas bibir istrinya itu.
"Aku juga cinta banget sama kamu, Mas." Lirih Kirana menjawab ungkapan suaminya.
__ADS_1
Mata mereka terkunci saling menatap penuh cinta dan rasa rindu.
Sakti kembali meraih bibir ranum Kirana dengan bibirnya dan menyesapnya perlahan.
Cukup lama mereka melakukan itu hingga nafas keduanya terengah-engah.
"Sebaiknya kita beristirahat tidur," ucap Sakti dengan suaranya yang telah berubah parau.
"I.. iya..." Jawab Kirana terbata dengan wajah yang terlihat sedikit cemas.
"Kita akan tidur dengan anak-anak malam ini... Mmm.... aku juga tak akan meminta hal 'itu' padamu Ki. Kita akan melakukannya jika kamu sudah merasa siap. Aku mengerti... kamu pasti masih merasa takut padaku," ucap Sakti lembut. Ia tak mau Kirana merasa takut padanya.
Kirana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Tapi kalau cium boleh ya Ki? Bibir ini selalu membuat aku tergila-gila," ucap Sakti lagi seraya menyentuh bibir Kirana yang membengkak karena ulahnya.
Kirana kembali menganggukkan kepalanya.
Sakti meraih tubuh Kirana dalam pelukannya dan berjalan menuju kamar tamu untuk tidur bersama kedua anaknya disana. Davin yang belum bisa bergerak leluasa mengharuskan ia tidur disana.
***
Sakti membaringkan tubuhnya di sebelah Dareel sedangkan Kirana terbaring di sisi lain dengan kedua anak mereka yang tertidur di tengahnya.
Terdengar dengkuran halus dari orang-orang yang Sakti cintai. Tak henti-hentinya Sakti berucap syukur pada Tuhan karena masih memberikan kesempatan padanya untuk mempertahankan keluarga kecilnya.
Sakti pandangi wajah mereka satu persatu dengan penuh rasa cinta juga rindu.
"Papa sayang kalian... Papa berjanji tak akan menyakiti kalian lagi... Terimakasih sudah pulang kembali ke rumah ini," ucap Sakti lirih sebelum ia memejamkan matanya untuk tidur.
- Tamat -
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah akhirnya novel pertama yang aku tulis ini tamat juga. Semoga ada nilai positif yang dapat diambil dari novel ini.
Terimakasih banyak untuk para reader yang setia membaca novel ini ❤️❤️❤️
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan dan ending yang tak sesuai dengan harapan sebagian reader 🙏🙏🙏
Terimakasih banyak yang sudah memberikan like, komen, hadiah juga votenya.
Kalian readers terbaik yang luar biasa ❤️
Jangan di hapus dari pavorit dulu karena akan ada bonus chapter yang ditambahkan. 🤩🤩
Sampai jumpa di novel aku yang lain.
Tons of love for you guys ❤️❤️❤️
Oh iya follow akun Instagram aku dong namanya meegorjes, info sekitar novel aku infokan disana.
Tolong ramaikan Channel YouTube aku juga namanya Mee Gorjes. Subscribe dan like yaa... akan ada novel yang aku rilis khusus di YouTube.
Semoga kebaikan reader semua di balas Allah SWT dengan hal yang baik pula.
__ADS_1
Aamiin...