Terikat Dusta

Terikat Dusta
Bonchap 1 Aksara Elang Nugraha


__ADS_3

Happy reading ❤️


Hari Minggu adalah hari yang paling Fabian sukai. Karena dia bisa menghabiskan waktu bersama Celia juga istrinya Renata yang tengah hamil besar. Sudah memasuki Minggu ke 38 bila menurut perhitungan dokter.


Saat ini Fabian tengah duduk di ruang keluarga dengan Renata dalam pelukannya. Semakin besar kehamilan Renata semakin terlihat cantik dan menarik bagi Fabian, sehingga membuat Fabian makin posesif pada istrinya itu.


Fabian menyisir rambut Renata dengan jari-jarinya secara perlahan dan lembut. Tak hanya rambut, Fabian juga mengusap lembut perut Renata yang membuncit.


"Bi, geli." Ucap Renata pada suaminya itu karena sedari tadi Fabian terus mengelus perutnya. Bukannya berhenti,  jari jemari Fabian telah merambat pada bagian tubuh yang lainnya.


"Bi, nakal deh !" Renata menampar pelan tangan suaminya itu. Fabian terkekeh.


Fabian menundukkan kepalanya dan mencium bibir ranum istrinya dengan lembut.


"Love you sayang," ucap Fabian tepat di wajah istrinya itu.


"Pasti kamu ada maunya kalau begini," Renata menatap suaminya penuh curiga.


Fabian menatap balik Renata dengan tatapan penuh maksud.


"Bukannya kata dokter sekarang ini harus sering ditengok bapaknya Re ? Biar proses persalinan lancar" Fabian mencari alasan.


"Bi, kamu udah keseringan nengok ntar bayinya bosen ketemu kamu mulu," jawab Renata asal.


" Mana ada bosen yang ada makin sayang bapaknya," ucap Fabian tak mau kalah.


Fabian kembali menundukkan kepalanya untuk meraih bibir ranum Renata namun istrinya itu berhasil mengelak menghindari serangan itu.


Fabian yang merasa gemas semakin gencar mendekati sehingga mau tak mau Renata mengalah juga.


***


"Bi, aku tiduran ya capek banget." Ucap Renata ketika pergulatan itu usai dilakukan.


"Oke, tidurlah. Aku mau mandi terus nemenin Celia di bawah. Kalau kamu butuh sesuatu panggil aku," jawab Fabian seraya memberikan kecupan di dahi istrinya.


Renata sangat menyukai akan kelembutan suaminya itu. Apalagi setelah mengetahui kehamilan kedua Renata, Fabian semakin memanjakannya.


Renata telah terlelap dalam tidurnya ketika Fabian keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk sebatas pinggang. Dengan perlahan Fabian membetulkan bedcover yang menutupi tubuh istrinya.


Ia pandangi lekat-lekat wajah istrinya itu.  Kadang Fabian merasa tidak percaya bahwa Renata kembali padanya setelah semua yang telah terjadi.


Jika dahulu Fabian melalui hari-harinya dengan penuh rasa penyesalan, namun sekarang Fabian lalui hidupnya dengan segenap rasa syukur. Senyuman tercipta di wajah Fabian saat ini.


Setelah bersiap Fabian turun ke lantai bawah di mana anaknya berada. Terlihat Celia sedang menonton film kartun ditemani kucingnya.


"Hai sayang," ucap Fabian seraya mendudukkan dirinya tepat disebelah Celia.


"Ya Daddy," ucapnya tanpa menoleh pada ayahnya itu.

__ADS_1


"Udah punya kucing, Daddy jadi dicuekin," Fabian merasa kesal.


Celia menolehkan kepalanya dan tertawa.


"Apanya yang lucu ," Fabian mencebikkan bibirnya.


"Daddy kan gak bisa diajak main kaya Mochi,"


"Ya udah Daddy beli es krim sendiri aja kalau begitu,"


"Wait, Celia ikut,"


Fabian tersenyum penuh kemenangan ternyata tak sulit untuk memenangkan hati putrinya.


Akhirnya mereka pergi menghabiskan waktu berdua tanpa Renata. Tempat yang pertama mereka kunjungi adalah kedai es krim, kini mereka tengah duduk berhadapan menikmati es krim.


Sejak dahulu Fabian memang sering melakukan ini, pergi berdua menghabiskan waktu dengan putrinya. Fabian bahkan memberikan sebutan 'D3O' Daddy Daughter Day's Out untuk kegiatan ini.


Telah hampir 2 jam Fabian dan Celia menghabiskan waktu bersama tiba-tiba ponsel Fabian yang berada dalam saku celananya bergetar. Tertera nama Renata disana.


Fabian : halo sayang, aku sama Celia makan es krim di tempat biasa. Kamu mau rasa apa ?


Renata : Bi.. kayanya kali ini kamu berhasil beri jalan.


Terdengar Renata yang menarik nafas berat.


Renata : Bi, kayanya aku mau lahiran.


Karena terkejut ponsel Fabian terjatuh dari genggaman begitu saja.


"Ayo Princess kita harus pulang, Mommy membutuhkan kita," ucap Fabian seraya memungut ponselnya yang jatuh dan menggandeng Celia keluar.


Dengan kecepatan tinggi Fabian memacukan mobilnya agar segera tiba di rumah mereka. 


Renata telah menunggu di depan pintu, untungnya Renata telah berkemas semenjak Minggu lalu untuk persiapan melahirkan sehingga tak repot lagi untuk bersiap.


Butuh waktu 15 menit untuk sampai di rumah sakit yang tak jauh dari rumah mereka.


"Sabar sayang, aku akan selalu berada di sisimu," ucap Fabian menenangkan Renata yang mulai meringis menahan sakit.


Setelah pemeriksaan sudah dipastikan ini saatnya Renata melahirkan anak kedua mereka.


"Aku hebat ya Re, sekali nengok langsung babynya mau ketemu aku," ucap Fabian dengan senyuman di wajahnya.


Ingin rasanya Renata mencubit habis suaminya itu masih saja bisa bercanda ketika dirinya mulai terserang mulas yang luar biasa.


Fabian mulai memberikan kabar pada kedua orangtuanya, mertua juga kakaknya Sakti.


Tak lama semua orang sudah berkumpul menanti buah hati Fabian dan Renata yang kedua.

__ADS_1


Fabian dengan setia terus menemani Renata di ruang persalinan, meski tak melihat proses itu secara langsung namun ia relakan tangannya sebagai bahan pelampiasan rasa sakit Renata dengan mencakar dan mencubitnya.


Semua rasa sakitnya terbayar dengan suara tangisan bayi laki-laki yang begitu nyaring terdengar.


Fabian menitikkan air matanya karena bahagia. "Terimakasih, terimakasih sayang," bisik Fabian lirih tepat di telinga Renata. "Aku sangat mencintaimu," bisiknya lagi.


Renata hanya menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya. Peluh menghiasi dahi, dengan perlahan Fabian mengusapnya.


Fabian keluar dari ruangan bersalin dengan wajah berbinar bahagia. 


"Laki-laki, anak keduaku laki-laki," ucapnya bahagia.


Disambut antusias oleh semua yang berada disana.


"Selamat Bi, lo dah resmi jadi bapak-bapak sekarang," ucap Sakti seraya memeluk adiknya itu.


Mami Fabian memeluk anaknya penuh haru bahagia begitu juga ayahnya.


"Mertuamu baru akan terbang dari Semarang besok pagi Bi," ucap Mami nya.


"Oh iya Mi ? Terimakasih sudah memberikan kabar,"


***


Kini mereka telah berada di ruang rawat inap tempat Renata akan menghabiskan waktu beberapa hari ke depan.


Seorang perawat datang memasuki ruangan itu dengan membawa bayi yang telah dibalut selimut berwarna biru.


Semua menyambut dengan begitu antusias, Renata membawa bayi itu dalam pelukannya. Air mata bahagia turun membasahi pipinya.


"Ya ampun Bi, yang kedua pun mirip sekali denganmu," ucap Renata sembari mencebikkan bibirnya.


"Biarin Re, jadi semua tahu siapa yang cinta banget disini," ucap Mami Fabian mencoba memberikan penghiburan.


Fabian terkekeh menahan tawa. Dalam hatinya tentu ia merasa begitu bahagia.


Fabian mengambil alih bayi yang sedang tertidur itu dari pangkuan Renata. Memandangnya lekat penuh cinta.


"Princess ini adik bayi yang selalu kamu minta," ucap Fabian seraya mendekatkan bayinya pada Celia.


Celia tersenyum dengan mata berbinar penuh bahagia.


"Siapa namanya Daddy?"


"Halo dunia, perkenalkan aku Aksara Elang Nugraha,"


TBC...


Thank you for reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2