Terikat Dusta

Terikat Dusta
Go Get Them !!


__ADS_3

Happy reading ❤️


"Kita akan memberikan balasan yang setimpal pada Markus ketika masalah ini selesai," ucap ayah Fabian.


Fabian menarik nafasnya lega, satu hikmah lagi dari masalah yang tengah menimpanya yaitu hubungan buruk dengan ayahnya kini telah berakhir dan ini semakin membuat Fabian merasa semakin kuat untuk menghadapi masalah yang tengah menimpanya.


Sepanjang siang menuju sore Fabian habiskan dengan menemani ayahnya di rumah sakit. Banyak hal yang saling mereka ceritakan seolah-olah mengganti hari yang telah mereka lalui dengan saling menghindari.


Fabian berpamitan ketika hari menjelang gelap. Meskipun berat meninggalkan ayahnya yang tengah sakit namun Fabian harus pergi karena Sakti telah memberikan kabar bahwa Fabian mendapatkan surat panggilan dari kepolisian untuk esok pagi.


"Pulang lah Bi, kamu harus beristirahat untuk besok. Semoga semua berjalan dengan mudah dan lancar," ucap Papi Fabian seraya memberi usapan pada punggung anaknya itu berusaha memberikan kekuatan padanya.


"Baiklah Pi. Kabari Bian bila ada apa-apa. Ponsel Bian akan selalu dinyalakan,"


"Jangan khawatir Nak, kakakmu Sakti juga akan menemani. Kamu beristirahat lah,"


Fabian memeluk kedua orangtuanya, meminta doa dan kemudian beranjak pergi untuk kembali ke apartemen nya.


Fabian membaca surat panggilan dari kepolisian, besok dia akan menghadap penyidik untuk dimintai keterangan berkaitan dengan berita yang tengah santer dikabarkan mengenai kehidupan pribadinya dengan ditemani om Johan sang pengacara.


Fabian membersihkan dirinya begitu ia sampai di apartemen. Menanyakan kabar Celia pada Renata seperti yang ia lakukan setiap malam.


Ingin Fabian menceritakan apa yang tengah ia alami, namun ini tentunya akan membuka luka lama Renata.


Fabian pun mengirimkan pesan pada Renata.


Fabian : Malam Re, apa Celia udah tidur ? Bagaimana kabarnya hari ini ?


Renata : Malam Bi, Celia masih nonton TV.  Tadi ada acara cooking class dikelasnya. Celia belajar membuat burger. Kamu mau telpon ?


Fabian : boleh, aku vc ya.


Tak lama Fabian melakukan panggilan video dan Celia yang mengangkatnya.


Fabian : halo princess, mommy bilang hari ini princess belajar membuat burger ?


Celia : iya Daddy. It was fun ( ini sangat menyenangkan) bolehkah nanti kita makan burger bertiga seperti malam lalu ?


Fabian : tentu, coba ajak mommy.


Celia pun bertanya pada Renata yang berada di sampingnya.


Celia : yeaaay mommy bilang boleh.


Fabian tersenyum mendengarnya


Fabian : cepat tidur sayang, besok sekolah kan ?


Celia : iya Dad.


Celia memberikan ponsel itu pada mommynya

__ADS_1


Renata : kamu baik-baik aja kan Bi ?


Fabian: ya tentu, kenapa ?


Renata menggelengkan kepalanya namun Fabian tahu Renata tengah mencemaskannya.


Fabian : aku baik-baik saja Re, kamu jangan khawatir.


Renata : iya Bi.


Fabian : udah dulu ya, aku harus berangkat pagi besok.


Renata : oke Bi, selamat beristirahat.


Fabian : kamu juga sayang.


Renata terkekeh dengan pipi bersemu merah, Fabian pun merasakan hal yang sama dirinya begitu merasa malu karena tidak sengaja memanggil Renata dengan panggilan sayang seperti yang seperti dia lalukan dulu.


Fabian : sorry Re, kebiasaan.


Renata : its oke Bi, kalau begitu cepat tidur biar besok ga kesiangan.


Fabian : oke Re, bye yaa.


Dan panggilan itu pun terputus.


Fabian merebahkan dirinya dan mulai menutup mata. Dia akan banyak membutuhkan banyak energi untuk menghadapi hari esok yang cukup berat.


***


"Udah gue bilang gak usah ikut Kak, di kantor gimana ?"


"Alah ditinggal bentaran doang gak apa-apa kali Bi. Hendrik bakal hubungin gue kalo ada hal penting,"


"Bi, nanti kamu jawab sesuai dengan yang sebenernya terjadi dengan singkat dan jelas jangan bertele-tele ya," ucap Johan pengacara Fabian.


"Baik Om,"


"Jangan gugup, Om akan dampingi kamu dan bila ada sesuatu yang ingin kamu diskusikan dulu dengan Om katakan saja,"


"Iya Om, sip Bian ngerti,"


"Lagian Bi, Lo pake ilmu gendam apaan sih dikejar-kejar cewek sampai begini?" Tanya Sakti yang begitu heran karena dulu Lea begitu terobsesi dengan Fabian dan kini Sarah yang begitu menginginkan adiknya hingga harus berurusan dengan polisi.


"Lo mau di kejar cewek sakit ? Gue kasih sukarela buat Lo kak," jawab Fabian bergidik ngeri.


"Makanya kali ini gue temenin Lo hadapin semua biar gak kaya dulu," jawab Sakti.


" Lo harus banyak-banyak bersyukur Kak. Hidup Lo udah enak, tinggal Lo jalanin dengan bener," ucap Fabian dengan terkekeh.


Meskipun Fabian mengucapkan nya dengan nada bercanda namun Sakti tahu Fabian tengah mengingatkannya untuk menjalani hidup dengan benar.

__ADS_1


Perkataan Fabian yang sederhana sungguh menjadi tamparan hebat baginya.


"Fabian Nugraha ? Silahkan masuk." Ucap seseorang dengan seragam kepolisian.


"Gue masuk ya," ucap Fabian pada Sakti.


"Go get them tiger !" ( Kalah kan mereka jagoan ! ) Ucap Sakti seraya menepuk pundak Fabian.


Itu adalah kata-kata sederhana yang sering mereka saling ucapkan ketika mereka masih kecil.


Kata-kata itu mereka ucapkan ketika salah satu dari mereka tengah menghadapi sesuatu. Baik itu ketika salah satu dari mereka sedang melakukan perlombaan bahkan kata-kata itu terucap ketika salah satu dari mereka akan berkelahi. Ya Fabian dan Sakti memang sedekat itu dari dulu.


Fabian memeluk kakaknya itu sebelum memasuki ruang penyidik.


"Makasih selalu ada buat gue," ucap Fabian.


"Sana Bi ! Gue yakin Lo bisa," ucap Sakti seraya membalas pelukan Fabian.


Kemudian Fabian pun memasuki ruang penyidik ditemani pengacaranya. Sedangkan Sakti meninggalkan tempat itu untuk kembali ke kantor nya.


Ucapan Fabian tentang dirinya agar menjalani hidup dengan benar terus terngiang. Untuk beberapa saat Sakti terdiam memikirkan nya.


***


Fabian menghabiskan waktu 7 jam untuk dimintai keterangannya. Benar-benar hari yang melelahkan terlebih lagi hal yang di tanyakan pihak kepolisian adalah sesuatu yang ingin Fabian tutup  rapat dari hidup nya.


" Terima kasih Om sudah dampingi Bian hari ini," ucap Fabian.


"Udah kerjaan Om, gak usah merasa sungkan,"


"Iya Om, kalau gitu Bian pamit pulang ya," ucap Fabian dan kemudian merekapun berpisah dengan menaiki mobil masing-masing.


Pukul setengah 5 sore ketika Fabian meninggalkan kantor polisi. Karena sudah sore dan tubuhnya merasa lelah akhirnya Fabian memutuskan untuk pulang ke apartemennya saja tanpa kembali ke kantornya lebih dulu.


Fabian berhenti di mini market untuk membeli beberapa minuman dingin dan cemilan.


Hari sudah berganti gelap ketika Fabian sampai di apartemen nya. Dengan satu kantong makanan di tangannya Fabian menaiki lift menuju lantai di mana apartemen nya berada.


Fabian berjalan keluar dari lift dengan langkah lunglai karena lelah. Terus berjalan hingga Fabian melihat seorang wanita yang sangat ia kenali tengah terduduk dengan memeluk ke dua lututnya tepat di depan pintu kamar apartemen Fabian.


Wanita itu berdiri dan berlari ke arah Fabian yang terdiam membeku. Memeluknya erat hingga kantong plastik yang berada di tangan Fabian lepas dari genggaman nya.


Tak lama Fabian rasakan kemeja nya menjadi basah karena wanita itu tengah menangis di dadanya.


TBC....


Thank you for reading ❤️


Mohon like dan komen ya kak 😘


Sampai ketemu Senin insyaallah

__ADS_1


Much love ❤️❤️❤️


__ADS_2