Terikat Dusta

Terikat Dusta
Terikat Dusta


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Sudah satu tahun lebih aku mengurusi Lea, dan sikap Lea semakin posesif dan begitu terobsesi padaku.  Meski telah menjalani pengobatan dan terapi, tetapi gejala gejala itu tetap muncul. Lea dan dunianya sendiri yang didalamnya dipenuhi diriku. Sedangkan aku ? Aku tetap tak bisa mencintai Lea meski talah ku coba.


Masalah hati... Seandainya hati bisa diperuntukkan bagi siapa. Maka akan ku relakan hatiku di penuhi rasa cinta untuk Lea, bukan untuk Renata.


Renata? Ya... Katakanlah aku laki laki paling lemah dan bodoh karena masih mencintainya, masih memandangi nya dari jauh, masih memimpikannya hampir setiap malam, masih menginginkannya sebagai teman hidupku. Masih mencintainya seperti dulu atau mungkin lebih. Aku seorang laki-laki yang sangat menyedihkan.


Bukan hal yang mudah untuk mengurusi Lea, sudah berkali-kali ganti asisten rumah tangga, juga berganti perawat karena emosi Lea yang tidak stabil. Bahkan aku menitipkan Lea pada RT setempat dan keamanan yang menjaga perumahan ini untuk sekedar mengecek Lea jika aku sedang tidak ada.


Melihat Lea yang semakin bergantung akhirnya ku putuskan untuk menikahinya. Aku mencoba berdamai dengan keadaan dan menerima takdir.


Cintaku untuk Renata akan ku paksa mati tanpa pernah mengecap rasa manisnya.


Ku bawa Lea ke pada keluarga besar ku termasuk Sakti dan keluarganya hadir disana.


Penampilan Lea tidak memperlihatkan seseorang yang "sakit". Lea seperti gadis biasa pada umumnya. Namun ketika orang tuaku bertanya tentang pribadinya Lea menceritakan secara gamblang dan jelas asal-usulnya dan juga pekerjaan nya. Tentunya hal ini membuat kedua orangtuaku naik pitam tak bisa menerima. Lea yang tersulut emosi melemparkan segala benda yang berada didekatnya membuat orang tuaku begitu syok dengan perilaku tak sopan Lea. tentu saja pertemuan ini gagal total dan hanya penolakan keras aku dapatkan.


Kejadian itu membuat Lea semakin tak terkontrol esmosi nya. Untuk sementara membuat ku harus lebih banyak tinggal di Bandung untuk beberapa bulan dan ini yang membuat kakakku Sakti semakin salah paham. Dia mengira aku lebih memilih Lea dan menetap di Bandung dibandingkan dengan keluarga kami. Aku menerima itu dengan lapang dada.


Setelah keadaan Lea membaik aku pun kembali ke Jakarta dan memang tuntutan pekerjaan pun mengharuskan aku kembali. Meskipun hubungan ku dengan Sakti masih dingin belum kembali seperti biasa.


Aku kembali pada kebiasaan ku yang dulu memandangi Renata dari jauh. Hingga kesempatan itu datang, Renata mendatangi coffee shop itu seorang diri. Berjalan menuju meja pemesanan dan dengan sigap aku berdiri dari tempat dudukku, berlari kecil untuk menyusul dan berdiri di sebelahnya.


Aku tahu apa yang akan Renata pesan sehingga aku memesan minuman yang sama. Dari situlah kami mulai berkenalan.


Seperti yang ku pikir selama ini Renata adalah seorang wanita baik-baik. Ku coba menahan diri untuk tidak mendekatinya secara agresif meskipun rasanya ingin selalu mendekapnya karena takut kehilangan.


Sepertinya Tuhan masih menyayangiku, Renata menerima pernyataan cintaku. Kucurahi Renata dengan segenap cinta dan kasih sayang yang selama 2 tahun ini telah ku pendam. Ku perlakuan dia bagai ratu karena dia memang berhak mendapatkan nya.


Hati, pikiran dan hari hariku di penuhi Renata sehingga aku sedikit melupakan Lea. Meskipun aku masih menemuinya.


Karena rasa takut kehilangan yang begitu besar, aku melakukan pendekatan pada keluarga Renata bahkan aku meminta restu kedua orangtuanya untuk menjalin hubungan bersama Renata. Disitulah terjadi pergelutan batin yang sangat dahsyat.


Di satu sisi aku ingin bahagia bersama orang yang ku cintai, di sisi lain aku terikat pada seorang wanita karena sebuah kesalahan. Tapi setidaknya aku telah melakukan semaksimal mungkin untuk Lea, bahkan mengajaknya menikah sebagai rasa tanggungjawab ku namum kembali takdir Tuhan berkata lain.

__ADS_1


Satu hal yang paling membahagiakan dalam hidupku yang suram ini, adalah ketika Renata menerima pinangan ku. Betapa bahagianya aku hingga segera membawa Renata kepada keluarga ku dan mereka menerima dengan senang hati.


Hanya saja satu sarat dari Sakti bahwa aku harus memutuskan hubunganku dengan Lea sebelum menikahi Renata.


Aku menyanggupi nya, padahal sebenarnya aku tak melakukan itu. Aku tak mungkin bisa meninggalkan Lea.


Satu lagi dusta yang aku lakukan pada keluarga ku.


Pada akhirnya aku menikahi Renata, menjadikan dia sebagai ratu di hidupku. Apa yang ku impikan akhirnya terwujud.


Namun.... Kini 2 wanita terikat secara dusta kepadaku.


Dusta ku pada Renata... 


Bahwa ada wanita lain yang terikat padaku di dalam ikatan suci pernikahan kami.


Meskipun terikat secara tanggung jawab bukan karena pernikahan tapi tetap aku telah membohongi Renata.


Aku yang pengecut ini tak berani mengungkapkan karena di dalamnya ada keluarga ku yang juga aku bohongi. Aku begitu takut akan kondisi papi yang pasti akan syok dan mempengaruhi kesehatannya.


Terus berpura-pura mencintainya, hanya agar Lea merasa lebih baik.


Namun setelah pernikahanku, kondisi  Lea semakin memburuk, beberapa kali Lea mencoba untuk melakukan percobaan bunuh diri, hingga bulan madu yang harus nya aku jalani malah menemani Lea di Instalasi gawat darurat.


Aku seperti mempunyai dua kehidupan. Dan ini sangat menyiksa.


Ya... Dusta yang kulakukan ini teramat sangat menyiksa.


Tahun pun berganti dan aku masih menjalani 2 kehidupan ini. Aku telah memiliki anak dari wanita yang aku cintai dan masih mengurusi Lea semampuku.


Karena kehidupan pernikahan ku membuat aku semakin menjauh dari Lea. Bahkan Lea memenuhi kamarnya dengan benda benda yang berkaitan denganku. Membeli baju, sepatu, dan parfum yang biasa aku gunakan agar bisa membuatnya merasa kehadiran ku.


Hanya saja 2 tahun terakhir ini sedikit terbantu karena psikiater Lea yang baru, dr. Bima Sp.kj sering menyempatkan diri untuk melakukan terapi kejiwaan Lea di rumah. Sepertinya Lea pun nyaman akan itu sehingga sedikit demi sedikit Lea tidak bergantung padaku. Lea seperti memiliki teman baru.


1 bulan lalu sebelum kecelakaan itu terjadi. Pernah ada panggilan private di ponselku yang lain yang memang hanya khusus Lea, karena memang aku menyembunyikan Lea serapat itu dari Renata.

__ADS_1


Panggilan itu mengatakan bahwa lea sudah beberapa hari ini muntah muntah hebat, aku berpikir Lea mengalami serangan panik lagi, sehingga akupun berangkat ke Bandung melihat keadaan nya.


Ketika aku datang Lea sedang mengalami muntah muntah itu sehingga mengharuskan aku melepaskan jam tangan hadiah ulang tahun dari istriku Renata dan meletakkan nya di atas nakas di kamar Lea kemudian segera membawa Lea ke rumah sakit . Waktu itu Lea hanya di diagnosa kecapaian karena kurang tidur.


Namun keadaan itu terus berlanjut hingga sampai bulan berikutnya ketika aku merayakan hari ulang tahun pernikahan ku yang ke 6 bersama Renata.


Selama satu bulan ini aku tak pernah mengunjungi Lea, karena Lea memiliki teman baru yaitu dokter bima.


Namun, aku tak bisa membiarkan Lea begitu saja. Dengan berbohong pada Renata aku kembali mengunjungi Lea di Bandung.


Sesampainya di Bandung aku segera membawa Lea ke rumah sakit dan berpikir bahwa  Lea harus di rawat maka aku yang akan menjaga nya dan meliburkan perawat serta assiten rumah tangga yang biasa bekerja di rumah, karena mereka berhak mendapatkan nya. Yang membuat ku heran Lea dinyatakan mengandung janin berusia 10 Minggu.


Bagai di hantam batu besar dadaku sesak menerima semua ini. Aku memang laki laki brengsek, tapi aku juga bukan iblis yang akan meniduri atau memanfaatkan wanita "sakit" seperti Lea. Aku tidak pernah menikahi Lea, apalagi menidurinya. Yang ku lakukan hanya mengurusnya.


Siang itu sepulang dari rumah sakit dengan hasil USG di tas Lea. Aku mulai menanyai Lea apa yang telah terjadi


"Lea, tolong katakan padaku siapa ayah dari bayi dalam kandungan mu ?" Tanyaku penuh selidik.


Lea hanya bergerak gelisah di tempat duduknya sedangkan aku mengemudi.


Aku pun kembali bertanya namun Lea masih diam seribu bahasa sehingga serangan panik itu mendatanginya dan dengan sekali tarikan tangan Lea mengambil alih kemudi ku dan membantingnya ke arah berlawanan sehingga mobil kami menghantam bahu jalan dan menabrak sebuah pohon besar. Tak lama hanya kegelapan yang kurasakan.


TBC...


Banyak yang komen Fabian bego tinggal masukin Lea ke RSJ.


Yuk kakak2  readers yang baik hati coba baca2 bisa buka mbah Gugel buat nambah wawasan Skizofrenia itu bukan GILA. Masih bisa hidup antara kita.


Masih bisa sembuh, dan tidak hilang kewarasan tapi wajib minum obat seumur hidup.


Author nya sok tau ? Temen aku ibunya menderita ini. Masih bisa komunikasi koq biasa aja hanya saja emosinya tidak stabil. Itu aja gak pernah ditunjukkan di depan aku.


Kebayang gimana penuh nya RSJ kalo tiap yang sakit begini harus dimasukkan ke sana 🤭🤭🤭


Makasih udah baca... Yang ngeluuuuhhh pov Fabian panjang akhirnya selesai juga

__ADS_1


Makasih banyak yang udah mau baca dengan sabar 😘😘


__ADS_2