
Sementara di kamar yang lain nya tampak para tetua sedang berkumpul di suatu ruangan. Disana sudah ada orang tua Fika, Bisma, Danu, Zela dan juga Anggi sedangkan orang tua Razky dan orang tua Adzriel sedang menyambut para tamu yang datang dan menunggu kedatangan pak penghulu yang menjadi tokoh penting dalam acara ini. Bisma yang baru datang kembali ke Jakarta ingin berbicara tentang Arga yang ternyata anak dari ayah nya dan Bima yang di lahirkan oleh wanita selain ibu nya.
" Bagaiman bisa aku menerima mu sebagai kakak ku, apa sekarang aku bisa mempercayai mu?" Bisma menatap tak suka pada Arga yang ada di hadapan nya sedangkan yang lain nya tampak diam tak mengeluarkan sepatah kata pun.
" Aku tidak perlu pengakuan dari kalian, dan kamu bisa lihat sendiri hasil tes DNA kemarin tentang kebenaran nya" Arga bersikap santai.
" Cih, kau tetap saja sombong" Bisma mendengus kesal.
" Sudah lah, bukan kah kita sudah membicarakan semua nya saat di rumah." Bima tampak menengahi ke dua nya.
Ya Bima sudah mengatakan pada Bisma kalau mereka sepakat akan memberikan sebagian saham perusahaan Wijaya Corp karena Arga juga berhak mendapatkan harta dari ayah kandung nya. Apa lagi sejak kecil Arga sudah melewati beberapa hal yang menyedihkan semasa hidup nya sehingga dia bisa bersikap kejam pada siapa saja yang dia benci dan menghalangi jalan nya.
" Cih, terserah kakak saja" Bisma memang keras kepala tidak seperti Bima yang memang berhati baik.
Bima pun menyampaikan apa yang ingin di sampaikan pada Arga. Semua tampak mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Bima tanpa ada niat menyela, dan Danu sudah tampak siap dengan berkas - berkas yang dia siapkan untuk proses penyerahan beberapa saham Wijaya Corp.
" Anda bisa tanda tangan disini!" Danu menyerahkan beberapa berkas yang ada di tangan nya pada Arga.
" Apa ini harus? Sebenar nya aku tidak butuh ini untuk ku, kalau bisa kalian berikan hasil dari saham bagian ku ke panti asuhan Zz yang ada di daerah X. Arga menyebutkan salah satu nama daerah di kota Bandung.
" Panti asuhan?" Bima tampak mengerutkan kening nya.
" Ya, semenjak aku kehilangan perusahaan ku. Aku tidak bisa lagi mengirimi mereka uang, aku takut mereka akan kekurangan di sana. Aku tidak punya muka untuk menemui mereka lagi saat ini" Terlihat penyesalan yang sangat besar di mata Arga. Dan entah kenapa hati Zela merasa terenyuh saat melihat nya.
__ADS_1
" Ternyata masih ada mas Arga yang sangat baik dan perhatian, mungkin benar apa kata mas Bima. Mas Arga bisa sangat kejam karena masa lalu buruk yang dia alami dulu" batin Zela menatap Arga dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
" Baiklah kalau itu mau mu" Bima pun hanya menuruti keinginan Arga itu, jujur saja ada rasa bangga dalam hati Bima saat ini pada saudara yang baru dia ketahui itu. Begitu pun yang di rasakan oleh Bisma.
Tak lama, Rafa datang memanggil mereka yang ada dalam kamar tersebut untuk segera ke ball room hotel karena acara akad nikah akan segera di mulai.
Adzriel kini sedang duduk di hadapan pak penghulu yang akan menikahkan nya dengan Yuki, sekarang mereka tinggal menunggu mempelai wanita nya datang ke pelaminan.
Tak lama Yuki keluar dengan di dampingi Zela dan Dita di sisi kanan dan kiri nya sedangkan di belakang nya tampak Fika, Nami dan Alice mengikuti nya.
Adzriel tak berkedip melihat calon istri nya yang terlihat sangat cantik dengan kebaya yang dia kenakan dan make up natural yang menghias di wajah nya.
" Lap iler kakak, jangan lupa juga untuk berkedip" Afkha berbisik di dekat telinga Adzriel dengan nada mengejek nya, saat melihat kakak sepupu nya itu tak berkedip terpesona akan kecantikan calon istri nya.
" Kamu sangat cantik sayang" bisik Adzriel saat Yuki mendudukan diri nya di samping Adzriel.
" Terima kasih" Yuki menunduk malu karena pujian yang di berikan oleh calon suami nya itu.
Tak lama akad pun segera di mulai dengan Arga yang menjadi wali nikah dari Yuki dan Rafa juga Herman sebagai saksi.
Sah
Sah
__ADS_1
Terdengar di seluruh ruangan pertanda kini Yuki dan Adzriel telah sah menjadi suami istri di mata hukum dan juga agama. Semua orang tampak menengadahkan tangan mereka mendo'akan yang terbaik untuk kehidupan rumah tangga ke dua mempelai kelak.
Setelah mereka selesai berdo'a, acara di lanjutkan dengan tukar cincin dan Yuki mencium tangan Adzriel di balas ciuman kening pada Yuki.
" Jaga putri ku dengan baik, dan bahagiakan dia. Jangan pernah kamu memperlakukan nya dengan buruk seperti apa yang telah aku lakukan pada mama Yuki dulu" Arga memberikan nasihat nya sesaat setelah Adzriel dan Yuki mencium tangan nya. Saat ini adalah acara sungkeman kepada para orang tua mempelai. Dan kali ini Arga yang mendapatkan giliran setelah tadi mereka sungkem pada orang tua Adzriel dan orang tua Razky. Ada rasa penyesalan yang begitu besar di mata nya saat ini, bahkan air mata tampak menetes dari sudut mata nya. Namun dia segera menepis nya dengan tangan nya.
" Tidak akan, aku pasti akan membahagiakan Yuki untuk selama nya" jawab Adzriel mantap. Arga pun memeluk menantu nya itu dan menepuk punggung Adzriel dengan pelan.
" Jaga Yuki dengan baik, mama percayakan putri semata wayang mama pada mu!" Sekarang giliran Zela yang memberi nasihat nya.
" Pasti mah, terima kasih" Adzriel menganggukan kepala nya.
Adzriel dan Yuki baru saja akan menggeser posisi mereka untuk sungkem pada ke dua orang tua Adzriel, namun Zela tiba - tiba jatuh dan tak sadar kan diri. Untung saja saat itu Adzriel dan Yuki sempat menahan tubuh Zela yang hampir ambruk ke atas lantai.
" Mama"
" Zela" ucap Adzriel, Yuki dan Arga secara bersamaan. Dengan gerakan cepat Arga mengambil alih tubuh Zela dari menantu nya dan membawa tubuh mantan istri nya itu ke dalam salah satu kamar yang dekat dengan tempat acara di adakan.
Semua yang hadir di sana tampak riuh membicarakan apa yang terjadi pada ibu mempelai wanita. Yuki dan Adzriel ikut masuk ke dalam kamar di ikuti yang lain nya. Nanda tampak memanggil dokter keluarga nya dengan menggunakan ponsel nya
" Dokter akan segera datang" ucap Nanda pada semua orang membuat semua nya mengangguk.
" Zela, bangunlah!" Arga terlihat panik seraya tangan nya menggosok kan minyak kayu putih yang tadi di berikan oleh seseorang pada nya pada bagian kepala Zela dan dada nya, Arga juga mendekatkan botol nya pada hidung Zela agar Zela cepat sadar. Namun Zela masih setia menutup mata nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏