
Dua hari telah berlalu setelah acara resepsi pernikahan Fika dan Nanda. Pagi ini Yuki tampak sudah rapi dengan baju casual nya untuk pergi ke toko kue seperti biasa nya. Yuki sudah tidak terlalu memikirkan tentang ibu kandung nya Zela dan bahkan mereka belum bertemu kembali setelah acara itu. Mungkin Zela terlalu sibuk untuk menemui Yuki dan keluarga nya atau apa, Yuki tidak ingin terlalu memikirkan nya. Yuki pun menyambar tas selempang kecil yang selalu ia bawa ke mana pun dan langsung keluar dari kamar nya sambil memakai tas nya itu
" Pagi bunda, ayah, abang" Yuki menyapa semua anggota keluarga nya yang ternyata sudah duduk di kursi mereka masing - masing dan bersiap untuk sarapan
" Pagi, tumben kamu keluar dari kamar telat sayang?" Rafa yang biasa nya melihat putri nya itu selalu keluar dari kamar nya paling duluan, sekarang malah keluar paling terakhir
" Ayah kayak gak tahu aja, sejak pacaran sama bocah tengik itu, Adek kan dandan nya jadi makin lama" Razky berbicara dengan nada mengejek
" Ish, abang sirik aja! Makan nya cari pacar, biar gak ngenes mulu sama orang " Yuki mendengus kesal seraya mendudukan diri nya di kursi yang masih kosong
" Ya, gak tahu dia ! Kamu lihat aja, sebentar lagi abang juga akan punya cewek" Razky berkata ponggah
" Baru akan punya bang, bukan udah punya. Gitu aja sombong" cibir Yuki. " Memang cewek mana sih yang mau sama abang?" Yuki mengambil nasi goreng ke dalam piring nya
" Iya, Ki baru akan aja udah bangga. Kamu jangan ngomong aja, bawa cewek nya kesini biar kamu gak di langkahin sama adek kamu" Dita yang dari tadi mendengarkan pun ikut berbicara
" Ish, bunda ini, banyak cewek yang mau sama abang, tapi abang nya gak suka" Razky menyuapkan makanan kedalam mulut nya . " Tapi cewek ini beda Ki, bun, abang langsung tertarik saat pertama kali melihat nya" Razky kembali membayangkan wajah gadis yang selalu mengganggu fikiran nya
" Aku jadi penasaran, cewek yang kayak apa sih yang bisa bikin abang Razky ku ini kelepek - kelepek" Yuki terkekeh
" Sama ayah juga, ayah gak pernah dengar abang kamu ini muji cewek. Biasa nya juga selalu di nyinyirin, bilang cewek itu ganggu lah bikin bete lah" Rafa ikut penasaran dengan gadis yang di bicarakan oleh putra nya itu
" Pokok nya, dia istimewa yah, dia berbeda dari cewek yang lain nya yang pernah abang temuin"
__ADS_1
" Siapa sih, ko aku jadi penasaran ya? Gak biasa nya abangku ini begitu memuji seorang cewek" Yuki menaik turunkan ke dua alis nya
" Itu dia, abang mau tanya sama kamu" Razky mengingat pertemuan terakhir nya bersama Nami saat di pesta pernikahan Fika dan Nanda. Saat itu Nami memakai pakaian yang sama dengan pakaian yang dipakai Yuki saat itu, jadi kemungkinan besar Yuki kenal dengan Nami
" Tanya, sama aku? Kok gitu" Yuki mengerutkan kening nya
" Iya, kemarin kan waktu..."
Ting tong
Ting tong
Razky tidak bisa meneruskan kata - kata nya karena ada seseorang yang membunyikan bel rumah mereka
" Siapa sih yang bertamu pagi - pagi begini" Razky mendengus kesal karena tidak bisa meneruskan perkataan nya
Yuki dan Rafa hanya mengendikan bahu mereka acuh seraya meneruskan sarapan mereka begitu pun Razky yang ikut menyelesaikan sarapan nya
" Yuki, ada yang ingin bertemu dengan mu" Dita datang dengan wajah yang sulit di artikan menghampiri Yuki yang baru saja selesai memakan sarapan nya.
" Siapa? Adzriel datang jemput aku bun?" Yuki mengerutkan kening nya merasa aneh akan sikap bunda nya yang tidak biasa. Lagi pula kemarin Adzriel menghubungi Yuki untuk mengatakan kalau dia tidak bisa menjemput nya karena ada meting pagi hari ini.
" Kamu ikut bunda ya sayang" Dita tak menjawab pertanyaan Yuki dan malah langsung mengajak Yuki untuk ke depan " kalian juga" Dita memandang Rafa dan Razky secara bergantian
__ADS_1
Yuki pun menurut dan mengikuti Dita dari belakang , Razky dan Rafa yang penasaran pun turut mengikuti Dita dan Yuki untuk melihat siapa tamu yang sudah datang dan ingin bertemu dengan mereka.
Yuki tampak diam mematung di ambang pintu yang menghubungkan ruang tamu dan ruang tengah saat melihat sosok yang tampak duduk di kursi ruang tamu dengan wajah yang tampak cemas
" Temuilah dia, dia ingin berbicara dengan mu dan ingin menjelaskan sesuatu padamu" Dita yang mengerti akan apa yang di rasakan Yuki pun berbicara dengan lembut pada Yuki
" Tapi bun" Yuki tampak merengek pada bunda nya
" Sekali saja, beri dia kesempatan untuk menjelaskan semua nya pada mu dan pada kita semua" Dita menatap Yuki dengan tatapan yang memohon sehingga Yuki tidak bisa menolak nya lagi dan mengikuti kemauan bunda nya itu.
Yuki perlahan melangkahkan kaki nya mendekati Zela yang sedang menunggu Yuki dan keluarga nya dengan perasaan cemas. Selama dua hari ini Zela disibukan dengan pekerjaan nya dan baru bisa menemui Yuki dan keluarga nya hari ini. Zela bermaksud untuk memperbaiki semua nya sebelum besok dia kembali ke Manila untuk menyelesaikan kontrak kerja yang sedang berjalan. Zela berniat untuk menyelesaikan pekerjaan nya di sana yang tinggal kurang dari satu bulan lagi akan berakhir dan setelah itu Zela ingin menetap di Indonesia agar bisa dekat dengan putri semata wayang nya itu.
Zela menolehkan pandangan nya saat mendengar suara langkah kaki yang mendekati nya. Matanya berbinar dengam senyum yang mengembang pada bibir nya saat melihat putri semata wayang yang sangat dia rindukan berada tepat di hadapan nya. Zela bergerak hendak memeluk Yuki namun Yuki langsung menhentikan nya
" Stop nyonya, lebih baik kita langsung bicara saja. Silahkan duduk" Yuki berkata dengan nada dingin membuat Zela mengubah raut wajah nya menjadi sendu.
" Ba baiklah" Zela pun tersenyum kaku dan langsung mendudukan dirinya kembali pada sofa yang ada di sana. Begitu pun Dita, Rafa dan Razky yang ikut duduk disana.
" Langsung saja, katakan apa yang ingin anda sampaikan ! Saya tidak punya banyak waktu" Yuki berkata dingin seraya melihat jam yang melingkar pada tangan nya
Zela hanya bisa tersenyum kecut mendengar perkataan Yuki pada nya. Namun Zela juga sadar diri, itu juga karena dia yang sudah tega meninggal kan nya di saat putri nya itu masih sangat kecil. Tapi Zela juga tidak punya pilihan lain, mengingat keadaan mereka yang sangat sulit saat itu.
Jangan lupa Like ,Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1