
Arga yang masih bingung bagaiman cara nya untuk memenuhi apa yang di inginkan oleh Zela saat ini, akhir nya Arga memutuskan untuk meminta bantuan yang lain nya. Dan disini lah mereka sekarang, tampak Bisma, Bima, Rafa dan Danu sedang berkumpul di satu ruangan karena di minta oleh Arga.
" Ada apa kamu memanggil kami ke sini?" ucap Bisma ketus. Ya, Bisma memang sudah bisa menerima kenyataan kalau Arga adalah kakak nya. Tapi dia punya rasa gengsi yang tinggi untuk langsung menunjukan sikap nya.
" Aku ingin meminta bantuan kalian, dan aku harap kalian tidak menolak ku!" Ucap Arga dengan nada tak ingin di bantah.
" Cih, dasar seenak nya. Masih saja suka memerintah" Danu yang berbicara.
" Kamu benar Danu, sekali suka seenak nya akan tetap seperti itu" Bisma ikut menimpali.
" Ayolah bantu aku, aku sudah sangat putus asa saat ini" Arga mengacak rambut nya frustasi.
" Sudah lah, kamu sebenar nya ingin meminta bantuan apa dari kami" Bima tampak menengahi. Rafa menganggukan kepala nya pertanda mengiyakan ucapan Bima.
" Begini!" Arga pun mengatakan apa yang di minta Zela pada nya, semua nya tampak mendengarkan dengan baik apa yang di sampaikan oleh Arga saat ini.
" Apa? Tidak - tidak, aku tidak mau!" Bisma menggelengkan kepala nya cepat saat Arga selesai mengatakan semua nya.
" Aku juga tidak mau, itu pasti akan sangat memalukan" Danu ikut menimpali seraya brigidig ngeri membayangkan apa yang di katakan oleh Arga barusan.
" Kalau aku bukan nya tidak mau, tapi aku tidak bisa jadi aku tidak bisa membantu mu. Maaf!" Rafa merasa tidak enak.
" Kau, apa kamu juga mau menolak ha?" Arga menunjuk Bima yang masih terlihat berfikir.
" Sebenar nya aku ingin membantu mu, tapi seperti yang di katakan Rafa barusan. Aku juga tidak bisa melakukan nya bahkan aku tidak tahu sama sekali tentang apa yang kamu katakan tadi" Bima berkata cuek, namun semua mata tampak menatap nya dengan tatapan aneh mereka. Pantas saja wajah Bima biasa saja, ternyata karena dia sama sekali tidak tahu apa yang di maksud oleh Arga sedari tadi.
" Ap kamu yakin tidak mengerti maksud ku?" Arga mengangkat alis nya sebelah dan Bima hanya menggeleng
" Apa kakak benar tidak mengetahui sama sekali maksud dari Arga?" Bisma tampak bertanya dan Bima hanya mengangkat bahu nya acuh.
" Ck, kamu lihat ini!" Danu pun menunjukan sesuatu dari layar ponsel nya dan Bima pun tampak melihat nya dengan seksama.
__ADS_1
" Oh, apa kita harus melakukan nya?" Bima mengangkat alis nya sebelah seraya tangan nya menunjuk layar ponsel Danu yang sedang memutarkan sebuah vidio.
" Ya, bukan kah itu akan sangat memalukan?" Danu menyimpan kembali ponsel nya ke dalam kantong celana nya.
" Ya, mungkin akan sangat memalukan, tapi seperti nya itu juga akan seru, ayo kita lakukan" Bima terlihat bersemangat membuat Bisma dan Danu menepuk kening nya sendiri.
" Apa kakak yakin?" Bisma menatap Bima dengan ragu.
" Ya apa kamu yakin? Kamu mau membantu ku?" Arga menatap Bima dengan tatapan yang berbinar.
" Ya, aku yakin. Lagi lula Zela sedang mengandung, aku takut jika keinginan nya tidak di penuhi anak nya nanti akan ileran. Aku juga punya putri yang sedang mengandung dan aku tahu pasti bagaimana perasaan nya bila keinginan nya tidak terwujud walupun permintaan nya aneh - aneh" Bima mengangguk mantap.
" Baiklah, ayo kita lakukan! Apa kita perlu berlatih?" Rafa juga ikut terlihat bersemangat.
" Terima kasih, aku tidak akan melupakan kebaikan kalian seumur hidup ku" Arga tersenyum senang.
" Baiklah, ayo kita lakukan!" ucap Bisma pasrah
" Ah, kalian memang sangat baik" Arga merangkul keempat orang itu sekaligus membuat semua nya merasa sesak dan memukul nya. Dan akhir nya mereka pun memutuskan untuk membantu Arga melakukan apa yang di minta Zela pada nya sebagai syarat diri nya akan memaafkan Arga.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di ruangan ball room hotel, tampak Adzriel dan Yuki sedang mengobrol di atas singgasana mereka. Fika dan Nanda berkumpul di suatu meja seraya bercengkrama begitu pun keluarga Alice dan juga keluarga Nami yang juga bercengkrama dengan calon menantu mereka.
" Sayang, maaf mama terlambat karena tertidur tadi" Zela sudah tampak cantik dengan gaun yang berwarna senada dengan Yuki dan yang lain nya menghampiri putri dan menantu nya.
" Mama, apa mama sudah lebih baik? Bila mama masih lemas atau pusing, lebih baik mama kembali ke kamar mama. Biar Adzriel yang antar" Yuki tampak berwajah cemas melihat mama nya itu.
" Mama baik - baik saja sayang, mama tidak mau melewatkan hari istimewa putri mama ini" Zela tersenyum sambil memeluk Yuki dengan sayang dan Yuki pun membalas nya.
" Zela, kamu baik - baik saja" Dita dan Sita tampak menghampiri Zela dengan terbopoh - bopoh.
__ADS_1
" Aku baik - baik saja Dit, terima kasih. Aku tidak mungkin melewatkan acara spesial putri ku ini, iya kan?" Zela terkekeh saat mengatakan nya.
" Syukurlah kalau kamu sudah baik - baik saja" Sita tersenyum manis.
" Terima kasih" Zela membalas senyuman Sita.
Setelah itu Zela, Sita dan Dita tampak mengobrol bersama di tempat mereka berdiri sekarang sampai suara seseorang mengalihkan perhatian mereka.
" Maaf, apa kalian melihat mas Bisma? Sudah satu jam dia menghilang" Anggi yang sedang mencari suami nya tampak bertanya pada Zela, Sita dan Dita.
" Kok aku baru sadar ya, suamiku juga tidak ada" Sita tampak baru ingat kalau sudah satu jam Bima tidak bersama nya.
" Ah, iya ya. Ayah Yuki juga tidak ada" Dita ikut - ikutan.
" Ada apa, Mah, bun?" Yuki yang tidak sengaja mendengarkan obrolan para tetua itu pun ikut bertanya.
" Ini loh Ki, kami belum melihat suami kami sejak satu jam yang lalu" Dita yang menjawab.
" Kok bisa bun?" Yuki mengerutkan kening nya.
" Bunda juga tidak tahu" Dita mengangkat bahu nya.
Di tengah - tengah kebingungan para wanita yang kehilangan suami mereka, di depan sana tepat nya di atas panggung tempat acara hiburan sedang berlangsung terdengar sangat riuh dengan sorakan dan tepuk tangan saat sang pembawa acara menyampaikan akan ada penampilan spesial yang akan di berikan oleh keluarga pasangan pengantin membuat semua mata tampak melihat ke arah panggung di mana ada lima pria berpakaian ala - ala boy band Korea sedang berdiri membelakangi mereka. Suara tepuk tangan dan sorakan terdengar sangat riuh di seluruh ruangan pesta.
Tak lama musik pun terdengar dan yang di putar adalah lagu Mister Simple yang di populerkan oleh Super Junior, salah satu boy band terkenal yang berasal dari negara ginseng tersebut.
Saat musik mulai terdengar terlihat para pria di atas pangggung tampak membalikan badan mereka seraya menggerakan badan mereka mengikuti irama musik yang di putar di sana.
Yuki dan yang lain nya tampak membulatkan ke dua bola mata mereka saat melihat siapa yang ada di atas panggung itu. Disana ada Arga, Rafa, Bima, Bisma dan Danu sedang bekerja keras bergerak dan bergoyang mengikuti irama musik dengan gerakan yang tak beraturan dan jauh dari kata kompak.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1