
Hari sudah mulai siang dan matahari terlihat sudah mulai naik keatas dan sinarnya pun semakin terang menyinari bumi ini. Yuki dan Adzriel kini berada dalam mobil untuk kembali ke jakarta sekarang. Mobil yang dikendarai Jay dan Davian sudah melesat jauh didepan mereka karena Adzriel menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang pelan, dia sengaja karena ingin berduaan lebih lama dengan gadis yang ada disampingnya saat ini dengan wajah yang ditekuk dan bibir yang terkatup rapat dengan mata yang sesekali melirik tajam pada pria disebelahnya yang kini sedang mengemudikan mobilnya
" Apa ini tidak kurang pelan ha?" Yuki mendengus kesal
" Aku sengaja sayang, biar kita lebih lama berduaannya" Adzriel malah menggoda Yuki sambil melirik kearah Yuki
" Tapi tidak sepelan ini Riel" Yuki memutar bola matanya malas.
Bagaimana tidak kesal coba kalian bayangkan laju mobil yang dikemudikan Adzriel saat ini sangat lambat sekali bahkan sudah beberapa pejalan kaki yang terlihat mendahului mereka bahkan mereka sama sekali belum keluar dari area perkebunan. Bila mereka berjalan seperti itu terus mau kapan mereka sampai di Jakarta
" Stop" Yuki yang sudah sangat kesal menyuruh Adzriel menghentikan mobilnya membuat Adzriel langsung menginjak rem nya
" Kenapa?" Adzriel mengerutkan keningnya
" Turun!" Yuki melepaskan seatbelt yang dipakainya dan langsung turun dari mobil
Adzriel yang merasa bingung pun ikut melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Yuki. Namun saat Adzriel keluar tiba - tiba Yuki ingin masuk ke kursi kemudi
" Kamu mau apa?" Adzriel langsung mencegah Yuki dengan wajah paniknya, bagaimana Adzriel tidak panik saat melihat Yuki yang ingin menggantikannya menyetir karena sejak dulu Yuki tidak pandai dalam menyetir pernah Adzriel mengajarkan Yuki untuk menyetir mobil, hasilnya mobil Adzriel menjadi korban karena Yuki ugal - ugalan dalam menyetir. Yuki belum begitu pandai mengatur kecepatan sehingga mobil berjalan kadang tersendat - sendat dan kadang melaju dengan kencang dan berhenti mendadak membuat sport jantung orang yang naik bersamanya. Berbeda dengan Fika yang mudah bisa saat Adzriel mengajarkannya
" Tentu saja menyetir" Yuki berkata santai
" Tidak - tidak, kamu cukup diam disampingku saja dan biar aku sebagai sopirmu yang menyetir untukmu" Adzriel berkata lembut
" Kenapa? Apa lo takut gue ngerusakin simerah kesayangan kamu itu seperti mobil mu yang dulu?" Yuki menepuk bagian atas mobil
" Te tentu saja bukan, bagiku tidak ada yang lebih berharga selain kamu" Adzriel kembali mengeluarkan gombalannya
__ADS_1
Yuki memutar bola matanya malas " Ya udah, kalau lo gak mau gue yang nyetir. Lo setir mobil yang bener! "Setelah mengatakan itu Yuki langsung masuk kembali kedalam mobil diikuti Adzriel yang ikut masuk dari sisi yang lainnya
" Oke" Adzriel mengacungkan ibu jarinya
Adzriel masuk kedepan kursi kemudi namun dia belum mau menjalankan mobilnya dan malah melihat wajah Yuki dengan intens
" Apa? Kenapa belum jalan?" Yuki mengerutkan keningnya menghadap Adzriel
" Ki, tentang pembicaraan kita malam itu" Adzriel terlihat ragu saat mengatakannya
" Sudah gue bilang jangan dibahas lagi" Yuki memalingkan pandangannya. Jujur saja Yuki sedang berusaha untuk melupakan semua tentang pembicaraan mereka malam itu. Yuki hanya ingin menjalani hari - hari yang seperti biasanya dengan Adzriel tanpa ada kecanggungan di antara mereka
" Tapi ki, ini harus kita bahas dan gue harus jelasin semua ke elo biar gue bisa tahu langkah gue selanjutnya apa gue harus terus maju atau gue harus mundur" Adzriel tetlihat melemah saat mengatakannya
" Menurut lo? Apa lo gak bisa tanya hati lo sendiri?" Yuki mengangkat sebelah alisnya " maksud gue apa lo benar - benar cinta atau nggak sama gue?" Yuki menatap Adzriel dengan tatapan menyelidik
Sejenak Yuki tampak menelisik kedalam mata sahabatnya itu jikalau ada kebohongan atau pun keraguan dimata itu namun yang Yuki lihat hanya kesungguhan dari diri pria yang ada didepannya itu
" Apa kamu tidak percaya padaku hem?" Adzriel heran melihat Yuki yang terdiam " katakan! Apa yang harus aku lakukan untuk meyakinkanmu? Apa yang aku lakukan selama ini untukmu tidak bisa meyakinkanmu hem?" Adzriel menatap intens membuat wajah Yuki merona dengan jantungnya berdetak kencang
" Tidak" Yuki menggelengkan kepalanya " aku hanya belum tahu apa yang sebenarnya aku inginkan , itu saja" Yuki tersenyum kaku
" Apa kamu tidak menginginkanku?" Adzriel berkata sendu
" Aku" Yuki tampak menundukan wajahnya
" Katakan, bagaimana kamu bisa menganggap aku jatuh cinta pada Fika hem? Asal kamu tahu sejak kita bersahabat dan kita selalu bersama perlahan rasa cinta dihatiku untukmu muncul begitu saja" Adzriel mengangkat dagu Yuki agar melihatnya
__ADS_1
" Aku mendengarnya dulu , saat kamu mengatakannya pada tante Wina" Yuki tampak malu - malu saat mengatakannya
Adzriel tampak berfikir " oh, apa maksudmu saat pertama kali aku membawa kalian kerumahku hampir 5 tahun yang lalu"
Yuki menganggukan kepalanya membuat Adzriel terkekeh
" Itu sudah lama sayang" menangkup kedua pipi Yuki dengan tangannya " saat itu aku memang menyukai fika, setidaknya aku yang berfikir seperti itu , karena kamu tahu sendiri bagaimana kita bertiga bertemu pertama kali. Mungkin karena aku kagum dengan Fika yang begitu kuat menolong kita saat itu" Adzriel dan Yuki terkekeh saat mengingat saat itu
" Ya kamu benar, aku juga kagum sama Fika saat itu" Yuki menyentuh kedua tangan Adzriel yang menangkup kedua pipinya
" Benarkan?" Beberapa lama mereka terlihat saling menatap satu sama lain, diam dalam fikiran mereka masing - masing
" Jadi? Bagaimana ha?" Adzriel menatap Yuki dengan tatapan menyelidik
" Bagaimana ya?" Yuki tampak berfikir
" Ayo katakan!" Adzriel mencubit pipi Yuki gemas
" Aw, sakit" Yuki mengerucutkan bibirnya mengelus kedua pipinya yang terasa panas
" Makannya jangan menggodaku, ayo cepat katakan! Kamu mau kan jadi kekasihku?" Adzriel to the point
" Oke, kita jalani aja dulu. Tapi kalau untuk nikah nggak dulu ya!" Yuki tersenyum manis sedangkan Adzriel tampak tersenyum penuh kemenangan
" Yes!" Adzriel berteriak senang seraya memeluk gadis yang kini sudah menjadi kekasihnya " aku akan menunggu sampai kamu benar - benar siap menikah untuk denganku" bisik Adzriel disela pelukannya sedangkan Yuki tampak mengembangkan senyumannya dengan air mata yang menetes begitu saja pada wajah cantiknya. Yuki sangat bersyukur saat ini karena ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan seperti apa yang dia kira selama ini.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih sudah membaca 🙏🙏
__ADS_1