Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 42


__ADS_3

Acara lamaran pun berjalan dengan lancar dan hari pernikahan Yuki dan Adzriel pun sudah di tetapkan dua bulan setelah lamaran karena mereka harus mempersiapkan dulu segala sesuatu nya untuk pesta pernikahan nya.


Apa lagi mereka harus mencari terlebih dahulu ayah kandung Yuki untuk menjadi wali di hari pernikahan nya yang bahkan Yuki tidak tahu siapa nama nya dan di mana keberadaan nya karena Zela msaih enggan untuk menceritakan tentang ayah kandung Yuki itu . Mungkin karena terlalu menyakitkan untuk Zela ingat mengingat diri nya yang di fitnah dengan keji dan diperlakukan dengan sangat kasar saat itu. Zela bahkan menitikan air mata nya membuat semua nya merasa tidak tega bila harus memaksa Zela untuk menceritakan nya.


" Jay , Nanda ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian" Adzriel berbicara serius sesaat setelah acara makan malam selesai.


" Apa ini masalah pekerjaan? Besok kita bicarakan di kantorku saja" ucap Nanda enteng.


" Ish, niatku juga begitu. Tapi aku harap ada Fika juga disana karena ada yang harus aku tanyakan pada dia"


" Ada perlu apa kau dengan istriku?" Nanda menatap tajam pada Adzriel.


" Sudah ku bilang ada sesuatu yang ingin aku tanyakan, dasar kau ini. Apa kau tidak lihat aku juga sudah punya calon istri yang tak kalah cantik dari Qia mu itu" Adzriel mendengus kesal.


" Sudahlah kalian berdua, lebih baik kita pulang. Acara nya kan sudah selesai" Jay merasa jengah dengan perdebatan kedua nya dan jujur saja hati nya terasa panas karena hanya dia saja yang saat ini tidak mempunyai pasangan.


" Kamu benar, lagi pula aku ingin segera berduaan dengan Qia" Nanda tampak bersemangat menghampiri Fika yang sedang asyik bercerita dengan Nami dan Yuki. Sedangkan Jay dan Adzriel tampak memutar bola mata mereka malas.


" Sayang ayo kita pulang! Bukankah acara nya sudah selesai? Lagi pula ini juga sudah larut malam" Nanda berkata lembut seraya tangan nya menarik istri nya yang sedang duduk di salah satu sofa yang ada disana.

__ADS_1


" Apa tidak sebaik nya kita pulang bersama dengan keluarga Adzriel dan seperti nya om Herman dan tante Wina masih belum selesai berdiskusi" Fika menunjuk ke arah dimana Dita, Rafa, Zela, Razky , Herman dan Wina sedang mengobrol di ruang tamu sedangkan mereka mengobrol di ruang tengah.


" Tidak , kita lebih baik pamit duluan saja. Lagi pula aku ingin menagih janjimu sayang" Nanda berbisik tepat di ceruk leher Fika membuat tubuh Fika meremang. Dia mengingat kejadian sebelum mereka berangkat dari mansion. Sebenar nya bukan ancaman yang dilayangkan Fika melainkan bujuk rayu yang dilontarkan untuk membujuk Nanda agar mengizinkan nya pergi ke rumah Yuki. Fika berjanji akan melayani Nanda malam ini sampai Nanda merasa puas dan tentu saja Nanda tidak menyia - nyiakan kesempatan ini apalagi ini Fika yang akan berinisiatif karena biasa nya selalu Nanda yang betinisiatif setiap mereka berhubungan.


" Ish, aku fikir dia melupakan nya ternyata tidak" batin Fika seraya menghela nafas berat nya.


" Apa kalian akan pulang sekarang, apa tidak sebaik nya Fika menginap disini saja" Yuki berbicara enteng tanpa melihat raut wajah Nanda yang berubah suram sedangkan wajah Fika tampak berninar saat mendengarkan nya.


" Ti tidak Yuki, bukankah Fika dan tuan Nanda harus lebih sering menghabiskan waktu bersama agar bisa lebih cepat memberi kita keponakan yang lucu" Nami tersenyum kaku seraya menyikut tubuh Yuki karena merasaka aura yang sangat suram dari diri bos nya itu.


" Nah, itu kamu tahu. Nami , kamu sungguh perhatian" Nanda tersenyum penuh kemenangan sedangkan Fika membulatkan bola mata nya mendengarkan perkataan Nami


" Aih, bagaimana aku bisa lupa" Yuki menepuk jidat nya sendiri. " Kamu benar Nami, tuan Nanda fighting" Yuki mengacungkan kepalan tangan nya kedepan memberi semangat pada Nanda membuat Nanda semakin mengembangkan senyuman nya sedangkan Fika sudah tertunduk lesu.


Pada akhir nya Nanda dam Fika pulang lebih awal dari mereka. Nanda sangat bersemangat untuk malam ini. Selama perjalanan senyum tak lepas dari wajah tampan nya, malam ini Nanda akan membawa pulang Fika ke aprtemen milik nya karena dia tidak ingin mengganggu orang mansion dengan kepulangan mereka yang sudah larut malam dan lagi pula di apartemen akan lebih leluasa bagi mereka.


Nanda tampak menunggu di atas tempat tidur king size nya menunggu Fika keluar dari dalam kamar mandi dengan senyum yang tak lepas dari wajah tampan nya. Karena tadi Nanda yang duluan membersihkan diri nya.


Sedangkan di dalam kamar mandi Fika sedang mematut diri nya dihadapan cermin dengan wajah yang merona seperti tomat melihat penampilan nya sendiri saat ini di dalam cermin yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


" Aih, aku sudah terlihat seperti ****** penggoda dengan penampilan seperti ini" Fika saat ini memakai lingerie berwarna merah menyala dengan bagian dada nya yang terbuka dan paha mulus nya pun terpangpang nyata.


" Tapi aku sudah berjanji akan memuaskan suamiku malam ini, aku akan melakukan nya lagi pula dia suamiku dan ini adalah salah satu ibadah untuku" gumam Fika seraya melangkah menghampiri pintu kamar mandi.


" Fighting!" Fika memberi semangat pada diri nya sendiri sebelum membuka pintu kamar mandi.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Fika dengan lingeri merah nya keluar dengan wajah yang sudah sangat merona. Sedangkan Nanda memandang tubuh seksi istri nya itu dengan tatapan penuh kagum akan kecantikan mahluk Tuhan yang ada di hadapan nya itu.


Sebenar nya Nanda ingin sekali langsung memakan Fika saat ini juga, namun dia ingin melihat bagaimana usaha yang akan dilakukan oleh istri nya itu untuk bisa menyenang kan diri nya.


Fika menatap malu - malu pada pria yang bersetatus suami nya itu, sebenar nya Fika sangat malu melakukan ini semua dan dalam hati nya dia ingin sekali lari dari tempat itu dan melarikan diri saat ini juga. Sungguh baru membayangkan nya saja Fika sudah merasa sangat malu, apalagi dia harus menjadi wanita penggoda saat ini walaupun itu harus dia lakukan pada suami nya sendiri, tapi tetap saja itu akan sangat memalukan bagi Fika.


Fika pun mulai melangkahkan kaki nya mendekati tempat tidur yang kini telah ditempati Nanda yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang dengan mata yang tak berkedip menatap pada tubuh seksi sang istri yang tengah berjalan dengan gaya yang di buat seseksi dan semenggoda mungkin. Padahal bila Fika berjalan biasa saja sudah dapat di pastikan Nanda pun tidak bisa melepaskan pandangan nya dari Qia nya itu, apa lagi Fika yang berpenampilan seperti itu.


Semoga ini bisa mengobati rasa kangek kalian pada Fika dan Nanda😘😘


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorit kalian dan beri hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih πŸ˜˜πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2