
" CEO dari perusahaan itu adalah orang yang sangat nekat dan berbahaya" Adzriel tampak berbicara serius
" Ya, apa kau tahu CEO perusahaan itu adalah orang yang sama dengan orang yang telah mencelakai ayah ku dua puluh dua tahun yang lalu dan juga yang menghasut pamanku 5 tahun yang lalu." Fika ikut menimpali.
" Dua puluh dua tahun yang lalu? Memang ada kejadian apa saat itu?" Yuki tampak penasaran begitupun Nanda dan Adzriel karena Fika belum pernah menceritakan hal ini sebelum nya. Zela juga tampak tak kalah penasaran dengan hal itu dan ikut mendengarkan apa yang akan dikatakan Fika pada mereka semua.
" Aku tidak tahu pasti karena saat itu aku masih ada di dalam kandungan ibuku" Fika nyengir kuda " tapi yang aku dengar saat itu ayahku ditabrak sampai terluka sangat parah sampai harus dilarikan kerumah sakit . Saat itu pelaku nya diamankan oleh petugas kepolisian saat bukti - bukti sudah mengarah pada nya. Dan kalian tahu apa motif nya melakukan itu? Karena cemburu." Fika tampak berbicara dengan wajah yang serius.
" Wah, berati pria itu memang gila" Yuki tampak mendengus kesal " Bisa - bisa nya dia mencelakai orang hanya karena rasa cemburu, dia pasti cinta mati pada kekasih nya itu" Yuki tampak mengomel dengan wajah yang terlihat kesal.
" Bukan kekasih, tapi istri. Yang aku dengar istri nya adalah mantan kekasih ayahku yang dia rebut dari ayah saat mereka masih kuliah" Fika mengambil minuman yang ada dihadapan nya dan meminum nya
Semua tampak sibuk mencibir pria yang sedang mereka bicarakan tanpa memperhatikan wajah Zela yang sudah memucat dengan tubuh yang bergetar hebat bahkan tangan nya tampak terkepal dengan erat.
" Kenapa bisa sama persis dengan kejadian itu, sebenar nya siapa ayah Fika ini?" batin Zela menatap wajah Fika lekat dan sepersekian detik kemudian Zela tampak menyadari sesuatu." Tunggu dulu, kenapa wajah ini tidak asing bagi ku? Apa jangan - jangan" Zela tampak membulatkan kedua bola mata nya " Oh God, tidak. Ini tidak mungkin" Zela tanpa sadar berucap sambil menggeleng - gelengkan kepala nya membuat semua menoleh dan menatap nya dengan tatapan kaget bercampur bingung.
" Ada apa mama?"
" Ada apa tante?"
Ucap mereka bersamaan
" Katakan pada ku siapa nama ayah dan ibu mu?" Bukan nya menjawab pertanyaan mereka Zela malah tampak memegang tangan Fika dengan tubuh yang bergetar dan wajah yang sudah memucat dengan air mata yang siap meluncur kapan saja dari ujung mata nya.
__ADS_1
" Ayah ku Bima dan ibu ku Sita" Walaupun merasa sangat bingung dengan sikap Zela, namun Fika pun menjawab pertanyaan Zela pada nya.
" Bima, Sita. Oh God, sudah kuduga" tubuh Zela melemas dengan air mata yang sudah tampak mengalir di wajah cantik nya.
Yuki , Fika, Nanda dan Adzriel hanya bisa saling tatap dengan wajah yang sama - sama terlihat bingung. Yuki tampak mendekap tubuh mama nya yang terlihat bergetar itu, semua tampak tidak ada yang bersuara , semua tampak menatap Zela dengan tatapan bingung dengan pemikiran mereka masing - masing. Untung saja mereka berada di meja yang lumayan jauh dari para pelanggan yang lainnya sehingga para pengunjung yang lain tidak melihat semua ini.
" Kenapa, semua harus seperti ini? Kenapa luka yang telah terkubur berpuluh puluh tahun harus kembali terbuka seperti ini" gumam Zela disela isak tangis yang terdengar dari bibir nya.
" Sebenar nya ada apa? Apa mama mengenal ayah dan ibu Fika?" Walaupun ragu Yuki akhir nya memberanikan diri untuk menanyakan hal ini pada mama nya itu.
" Ya, mama mengenal mereka. Sangat mengenal mereka" Zela menjauhkan tubuh nya dari Yuki yang sedari tadi mendekap nya.
Sementara Adzriel dan yang lain nya tampak terkejut saat nendengar pernyataan dari Zela barusan.
" Ya ma, bagaimana bisa. Bukankah ayah dan ibu Fika tinggal di Bandung sedangkan mama tinggal di Jakarta?" Yuki ikut heran dengan pernyataan mama nya itu.
" Mama memang tinggal di Jakarta sayang, tapi mama kuliah di Bandung dulu dan menikah di sana dengan papa mu" Zela menangkup pipi Yuki lembut.
" Apa tante berteman dengan ayah atau ibuku saat kuliah?" Fika masih merasa penasaran begitupun Nanda dan Adzriel yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan.
" Ya, lebih tepat nya tante teman kuliah ayahmu Bima, sedangkan Sita dulu adalah junior kami dan seangkatan dengan Bisma paman mu." Mata Zela menatap kosong ke arah depan seraya fikiran nya melayang pada kejadian dimasa lalu nya berpuluh tahun yang lalu.
" Tante juga mengenal paman ku?" Fika lagi - lagi dibuat terkejut.
__ADS_1
" Ya, bahkan aku mengenal kakek dan nenek mu. Pa Wijaya dan bu Ningrum." Zela memegang tangan Fika.
" Dengarkan aku, wanita yang diceritkan oleh kalian tadi. Wanita yang menyebabkan kecelakaan yang di alami oleh ayah mu dimana wanita itu adalah mantan kekasih ayah mu, itu adalah aku" Zela dengan mengumpulkan keberanian nya akhir nya mengatakan sebuah kebenaran dari mulut nya dengan tangisan yang pecah dari bibir nya.
Semua tampak sangat terkejut dengan wajah yang seakan tak percaya menatap Zela yang menangis pilu setelah mengatakan kebenaran yang sudah lama ia kubur dalam dan tak ingin dia ingat lagi seumur hidup nya.
" Apa yang mama katakan ha? Itu bararti ayahku adalah penjahat gila yang telah mencelakai banyak orang" Yuki tampak menggelengkan kepala nya seraya melangkah mundur dengan tubuh yang ikut bergetar.
Perlahan Zela menganggukan kepala nya lemah, dia tak sanggup berkata apa - apa lagi. Dan dia tidak bisa menyangkal nya karena itu adalah memang kebenaran nya.
" Tidak, tidak" Tubuh Yuki luruh dilantai dengan punggungng nya yang bersandar pada dinding. Adzriel yang melihat itu pun langsung mendekati tubuh calon istri nya itu dan mendekap nya dengan erat.
" Sayang, tenanglah!" Adzriel mengusap punggung Yuki yang semakin bergetar.
" Aku anak dari orang yang jahat Riel, ayahku seorang penjahat" gumam Yuki disela isakan nya.
" Tidak sayang, tidak" Adzriel rasa nya ikut hancur saat melihat keadaan Yuki yang seperti itu.
" Fika maafkan aku, ternyata penyebab dari penderitaan mu selama ini adalah papaku sendiri" tangis Yuki semakin terdengar pilu dengan mata yang menatap dengan memohon pada Fika.
" Tidak Yuki kamu tidak bersalah, kamu adalah sahabat baiku yang selalu ada disampingku setiap aku membutuhkan mu. Dan apa pun itu tidak bisa merubah apa pun Ki" Fika ikut menitikan air mata nya dan memeluk Yuki dari bagian lain nya sehingga Adzriel melepaskan dekapan nya pada Yuki agar calon istri nya itu bisa memeluk Fika.
" Maafkan mama sayang" hanya kata itu yang mampu Zela katakan saat ini. Sedangkan Nanda tampak melihat semua nya tanpa bisa berkata apa - apa.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa tambahkan juga ke favorite kalian dan beri hadiah yang banyak untuk karya ku ini. Terima kasih 🙏🙏