
" Kak Yuki masih di tangani dokter tante, kita tunggu saja dan kita do'akan semoga kak Yuki bisa melewati masa kritis nya" Afkha yang menjawab karena Adzriel terlihat enggan untuk hanya sekedar menjawab pertanyaan dari calon mertua nya itu.Yang bisa Adzriel lakukan hanya memeluk calon mama mertua nya itu untuk saling menguatkan satu sama lain nya. Adzriel tidak tega melihat Zela yang terlihat sangat rapuh. Adzriel mengerti pasti ini akan sangat berat untuk calon mama mertua nya itu karena hanya Yuki yang dia miliki dan bahkan mereka baru bisa bersama beberapa waktu saja setelah berpuluh - puluh tahun terpisah.
" Astagfirullah, sebenar nya apa yang telah terjadi dan bagaimana bisa Yuki tertembak" Dita terlihat frustasi dengan air mata yang tidak berhenti sejak mendengar kabar tentang kejadian ini.
" Bunda tenang ya, lebih baik kita duduk di sana dan berdo'a untuk keselamatan putri kita" Rafa menuntun istri nya untuk duduk di kursi tunggu dimana disana sudah ada putra nya Razky dan yang lain nya. " Adzriel sayang, kamu yang kuat ya!" Wina menghampiri putra nya yang sedang menangis memeluk calon besan nya. Adzriel pun mengurai pelukan nya pada Zela dan mulai berhambur memeluk wanita yang telah memberikan nya kehidupan dan kasih sayang seumur hidup nya.
" Mama, Yuki maa!" Adzriel menangis sejadi - jadi nya dalam pelukan sang mama seperti anak kecil yang mengadu pada mama nya.
" Mama tahu sayang, kamu yang kuat ya! Kita do'akan bersama keselamatan dan kesembuhan Yuki. Kamu tidak boleh lemah, kalau kamu lemah bagaimana kamu bisa menguatkan Yuki nanti hem" Wina mengusap - usap punggung Adzriel dengan lembut seraya air mata yang tidak berhenti mengalir dari mata nya. Jujur saja Wina tidak sanggup melihat putra nya yang terlihat sangat rapuh saat ini.
" Kamu harus kuat nak, demi Yuki" Herman ikut mengusap punggung putra semata wayang nya dan Adzriel hanya mengangguk lemah.
Sementara Adzriel sibuk dengan ke dua orang tua nya Zela yang merasa sangat terpukul akan apa yang telah menimpa putri nya baru menyadari kehadiran satu sosok yang tidak ingin dia temui dan paling dia benci di dunia ini berada tepat di samping nya dengan keadaan yang tak kalah kacau dari Adzriel saat ini.
Zela yang sudah sangat lama memendam amarah pada sosok itu pun langsung menghampiri nya dengan kilatan amarah yang tercetak jelas pada mata nya. Jujur saja Zela tidak pernah marah atau pun memaki pada pria yang bersetatus sebagai mantan suami nya itu bagaiamana pun kasar nya Arga memperlakukan nya bahkan ketika Arga mengusir nya dan melecehkan nya. Zela tidak berani marah pada nya karena Zela memang terlalu lemah karena rasa cita nya pada pria itu. Namun sekarang Zela tidak perduli lagi dengan semua nya karena ini menyangkut Yuki, putri kandung nya satu - satu nya dan hanya Yuki lah yang dia punya di dunia ini sekarang.
" Apa yang kamu lakukan di sini ha? Pergi!" Zela berteriak histeris seraya tangan nya mencengkram kerah baju Arga yang masih tak bergeming dari tempat nya dan baru tersadar dari lamunan nya.
__ADS_1
Semua mata tampak tertuju pada Zela dan Arga sekarang saat mendengarkan suara Zela yang terdengar berapi - api.
" Zela, kamu di sini? Syukurlah aku menemukan mu" Arga hendak memeluk Zela tanpa menyadari keadaan yang sedang terjadi saat ini.
" Lepaskan aku, Apa yang kamu lakukan di sini ha? Apa yang kamu lakukan pada Yuki"
Plak
Sebuah tamparan keras mendarat mulus pada pipi Arga.
" Apa masih kurang? Kamu sudah membuat hidupku dan Yuki menderita dulu. Dan sekarang kamu ingin membunuh Yuki juga begitu? " Zela semakin berteriak histeris
Tamparan bertubi - tubi Zela layangkan pada Arga yang masih terdiam tanpa ada niatan untuk menghindar atau membela diri nya. Arga mengakui kesalahan nya pada Zela dan Yuki selama ini tidak akan bisa tertebus dengan ramparan yang Zela berikan pada nya.
" Kalau kamu belum puas juga, bunuh aku sekarang mas, bunuh!" Zela menangsis histeris dengan tangan nya yang mrncengkram erat jas yang Arga kenakan. Kepala nya kini ia sandarkan pada dada bidang Arga dengan tubuh yang bergetar hebat.
Semua tampak diam tanpa ada niatan untuk menghentikan Zela saat ini, karena bagaimana pun Zela juga berhak meluapkan semua kekesalan dan amarah nya pada Arga yang selama ini dia pendam sendiri.
__ADS_1
" Pergi! Aku tidak sudi melihat wajah mu ada di sini!" tangan Zela yang mencengkram jas yang di kenakan Arga seraya mendirng kuat tubuh tinggi tegap itu.
" Maaf! Maafkan aku! Aku akan terima semua hukuman yang kamu berikan pada ku. Tapi jangan menyuruh ku pergi dari sini. Aku hanya akan pergi dari sini setelah putri ku sadar" Arga tampak menatap Zela dengan taatapan memohon.
" Putri? Ha, siapa putri mu? Bukankah dulu kamu menuduhku selingkuh? Apa kamu tidak berfikir kalau aku punya anak dari selingkuhan ku?" Zela berkata ketus " Jadi sekarang cepat pergi! Kami tidak mengharapkan kehadiran mu di sini!" Zela mendorong tubuh Arga dengan sekuat tenaga namun badan Arga yang tinggi tegap hanya bergerak sedikit setelah Zela mendorong nya.
" Maaf kan aku, aku tahu kamu tidak berselingkuh dan Yuki adalah putri ku" air mata Arga kini mengalir kembali setelah tadi sempat berhenti beberapa saat. " Izinkan aku untuk bisa menjadi ayah yang baik untuk putri ku" Arga mengatupkan kedua tangan nya menatap memohon pada Zela. Jujur baru kali ini Zela melihat sisi Arga yang terlihat begitu rapuh seperti ini. Tapi Zela juga tidak bisa memaafkan pria yang sudah menyakiti hati nya selama puluhan tahun itu begitu saja.
" Zela, biarkan dia di sini. Selama dia tidak berbuat yang tidak - tidak, kita tidak bisa mencegah nya yang ingin menemani putri nya, apa lagi dia baru mengetahui kebenaran ini" Rafa terdengar berbesar hati membiarkan ayah kandung dari putri kesayangan nya untuk membagi kasih sayang dengan diri nya.
" Tapi yah" Dita tampak ragu
" Tidak apa - apa, ayah juga seorang ayah dan ayah tahu pasti bagaimana perasaan pak Arga saat ini terlepas dari apa yang pernah dia lakukan di masa lalu" Rafa memberi pengertian pada istri nya itu dan Dita pun mengangguk mengerti.
Zela tidak bisa berkata apa - apa lagi setelah Rafa mengatakan itu. Lagi pula Zela sudah terlalu lelah bila harus kembali berdebat dengan mantan suami nya itu.
Hening, semua orang tampak diam dengan pemikiran mereka masing - masing menunggu pintu ruangan tempat Yuki di tangani terbuka. Adzriel tampak masih setia menangis dalam pelukan mama nya dengan Herman di sisi sebelah nya ikut menguatkan. Dita yang menangis dalam pelukan Rafa suami nya, Nami yang tampak saling menguatkan bersama dengan Razky , Jay yang masih setia memeluk Alice yang tak berhenti menangis juga Fika dan Nanda yang dalam keadaan yang sama. Sementara Zela dan Arga tampak berdiri saling berjauhan dengan sesekali Zela menatap penuh permusuhan pada Arga sedangkan Arga hanya bisa menerima semua nya karena bagaimana pun ini adalah hasil dari kesalahan nya di masa lalu.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏