Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 120


__ADS_3

Hari telah berganti hari, dan minggu telah berganti minggu tak terasa dua hari lagi Razky dan Nami akan melangsungkan pernikahan mereka. Hari ini di rumah Nami tampak sibuk mempersiapkan untuk acara pesta. Walaupun pernikahan nya di langsungkan di Balendra Hotel, tapi keluarga Nami juga mengadakan acara syukuran di rumah nya satu hari sebelum hari h. Sehingga saat ini mereka terlihat sibuk memasak dan menyiapkan untuk acara besok walaupun yang akan datang hanya tetangga dan keluarga besar orang tua nya saja.


" Nami, apa keluarga nak Razky besok akan datang ke sini?" Wandi tampak bertanya


" Aku belum tahu pa, nanti biar aku tanyakan" jawab Nami dengan tangan yang masih sibuk memindahkan kue kering yang baru matang pada toples yang sudah di sediakan. Nami tak sendirian di sana, ada Mina juga.


" Keluarga kak Razky sangat baik pada mu ya?" ucap Mina beberapa saat setelah Wandi pergi.


" Ya, aku sangat bersyukur. Mereka langsung menerima ku dan bersikap baik pada ku, apa lagi Yuki. Walaupun kami belum lama saling mengenal pada saat itu, tapi kami langsung akrab" Nami tersenyum mengingat kembali pertemuan pertama nya dengan Yuki sampai saat ini.


" Aku harap keluarga calon suami ku juga akan baik dan langsung menerima ku" Mina ikut tersenyum.


" Tentu saja, oh ya bagaimana hubungan kakak dan Niko? Apa kalian sudah ada kemajuan?" Nami bertanya dengan nada menggoda nya.


" Ish, kamu apa - apaan. Tidak mungkin Niko menyukai ku, Niko itu seumuran dengan mu Nami dan kakak lebih tua dari nya" wajah Mina berubah merah.


" Memang kenapa hem? Cuma dua tahun kak, diluaran sana masih lebih banyak yang menikah dengan wanita yang usia nya jauh lebih tua dari nya" Nami masih menggoda kakak nya.


" Apa mungkin Niko bisa menyukai ku?" Batin Mina dengan penuh harap karena sejujur nya ada sedikit rasa dalam hati nya pada Niko " Tahu ah, sudah cepat selesaikan!" Mina jadi salah tingkah mendengar ucapan adik nya itu.


Dan obrolan mereka pun masih berlanjut sampai pekerjaan mereka selesai. Nami terus saja menggoda Mina sampai Mina tidak tahu lagi harus berkata apa untuk meladeni adik nya itu.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di rumah kediaman Saputra, pagi ini terlihat Yuki yang baru saja bangun dari tidur nya sedangkan Adzriel masih setia terlelap dalam tidur nya. Yuki kini tidur dalam dekapan Adzriel dengan tangan Adzriel sebagai bantalan nya. Yuki terbangun saat diri nya merasa ada sesuatu yang bergejolak dalam perut nya dan merasa ada yang akan keluar dari mulut nya.

__ADS_1


Dengan terburu - buru Yuki terbangun dan langsung berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut nya yang dari tadi bergejolak di dalam sana.


" Uwek... Uwek" Yuki memuntah kan isi perut nya.


" Kamu kenapa sayang?" Adzriel yang merasa kan pergerakan dari Yuki pun ikut terbangun dari tidur nya dan ikut berjalan menghampiri istri nya itu. Dan betapa terkejut nya dia saat melihat istri nya sedang memuntahkan isi perut nya.


" Aku gak tau Riel, kayak nya aku masuk angin deh" Yuki membasuh wajah nya dengan air dan Adzriel membantu mengeringkan nya dengan handuk.


Baru Yuki dan Adzriel akan melangkah kembali ke dalam kamar, perut Yuki kembali bergejolak dan Yuki kembali muntah. Adzriel yang panik pun memijit tengkuk Yuki dengan lembut untuk membantu nya memudahkan mengeluarkan muntah nya.


" Apa sudah lebih baik?" Tanya Adzriel setelah Yuki selesai memuntahkan isi perut nya


" Aku rasa nya lemas Riel" Yuki menyandarkan tubuh nya pada dada suami nya itu.


" Aku gendong sampai ke tempat tidur ya?" Yuki pun mengangguk lemah. Tak menunggu lama Adzriel pun langsung menggendong tubuh Yuki ke tempat tidur mereka.


Setelah selesai dengan ritual mandi nya, Adzriel langsung turun untuk membawakan sarapan dan susu hangat untuk Yuki karena biasa nya Yuki sangat menyukai susu hangat di pagi hari.


" Ma, aku mau membawa sarapan Yuki ke kamar karena Yuki seperti nya tidak enak badan. Barusan saat bangun tidur dia terus muntah - muntah." Ucap Adzriel pada mama nya Wina yang sedang sibuk bersama dengan para art di sana menyiapkan sarapan. Biasa nya Yuki juga ikut membantu tapi tidak untuk hari ini.


" Muntah, apa sekarang lebih baik?" Wina bertanya dengan raut cemas nya.


" Tadi Adzriel oleskan minyak kayu putih pada beberapa bagian tubuh nya dan sekarang sedang istirahat" Adzriel mengambil susu dan bersiap untuk membuatkan segelas susu untuk istri nya.


" Kamu hari ini masuk kerja?" tanya Wina.

__ADS_1


" Aku tidak mau meninggalkan Yuki yang sedang sakit, tapi pekerjaanku juga banyak. Bagaimana ya?" Adzriel tampak bingung.


" Kamu berangkat kerja saja, biar mama yang menjaga Yuki di sini. Nanti kalau ada apa - apa mama telpon kamu ya" Wina menenangkan putra nya itu.


" Terima kasih ma, mama memang yang terbaik" Adzriel mencium pipi mama nya itu." Aku akan membawa sarapan dulu untuk Yuki" Adzriel pun membawa nampan makanan yang sudah dia isi dengan makanan dan segelas susu.


Tak lama Adzriel pun sampai di kamar mereka dan langsung meletakan nampan yang dia bawa di atas nakas samping tempat tidur.


" Sayang, kamu sarapan dulu ya! Aku sudah membawa nya ke sini" Adzriel mengusap lembut wajah cantik istri nya itu dengan lembut.


Yuki pun yang merasakan keberadaan suami nya langsung membuka mata nya, apa lagi dia tidak benar - benar tidur tadi. Dia hanya memejamkan mata nya untuk menetralisir rasa pusing yang menghantam kepala nya.


" Aku tidak lapar Riel, rasa nya perutku mual dan kepala ku pusing" Yuki merengek manja.


" Tapi kamu harus makan sayang, kalau tidak setidak nya minum dulu susu ini dan nanti baru kamu makan sarapan mu" Adzriel menyodorkan segelas susu yang sudah dia bawa tadi, tapi bukan nya menerima nya Yuki malah menutup hidung nya.


" Ih, bau banget sih. Jauhin Riel aku mual lagi!" Yuki mendorong pelan susu di tangan Adzriel dan dia pun kembali berlari ke kamar mandi untuk kembali memuntahkan isi perut nya.


Adzriel menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal merasa heran dengan istri nya itu yang biasa nya sangat menyukai susu malah dia bilang bau nya tidak enak. Adzriel pun kembali meletakan gelas susu itu dan langsung mengejar istri nya yang sedang muntah - muntah.


" Apa tidak sebaik nya kita panggil dokter saja sayang, aku khawatir kamu kenapa - napa?" Ucap Adzriel panik.


" Terserah kamu saja, aku juga tidak kuat kalau harus seperti ini terus" Yuki terlihat sangat lemas sambil menyandarkan tubuh nya pada dada bidang suami nya itu. " Kamu singkirkan dulu susu itu, aku tidak tahan dengan bau nya!" Yuki menunujuk susu yang dia maksud dari kejauhan.


" Baiklah sayang" Adzriel pun langsung mengambil gelas susu itu dan kembali membawa nya ke dapur dengan tanda tanya besar di kepala nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2