
Malam hari pun tiba dan kini saat nya pesta pernikahan Razky dan Nami di mulai. Semua tamu tampak mulai berdatangan sejak jam 7 malam tadi. Tamu yang di undang adalah keluarga dan kolega bisnis dari kedua kelurga dan juga teman - teman dari ke dua mempelai.
Razky dan Nami tampak tak henti - henti nya mengembangkan senyum kebahagiaan pada bibir mereka. Sangat jelas sekali bahwa mereka sangat bahagia dengan pernikahan mereka hari ini.
" Selamat, semoga kalian bahagia dan saling mencintai untuk selama nya" Niko berkata dengan tulus seraya tangan nya menjabat tangan Razky.
" Terima kasih" jawab Razky ramah. Jujur Razky masih menyimpan rasa kesal dalam hati nya pada Niko karena dia beberapa kali menyakiti Nami dan ingin merebut Nami dari nya, tapi dia juga tidak bisa terus berdiam di masa lalu dan menyimpan dendam selama hidup nya, apa lagi kini mereka tahu kalau Niko adalah sepupu Yuki walaupun bukan saudara kandung.
" Kamu juga, semoga segera bertemu dengan jodoh mu. Dan ingat, bila kamu sudah menemukan nya jangan pernah menyia - nyiakan nya seperti dulu kamu menyia - nyiakan ku" Nami terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya, itu pasti. Aku tidak akan masuk ke dalam lobang yang sama" Niko ikut terkekeh.
Setelah mengatakan itu Niko pun berbaur dengan orang yang ada di sana. Karena masih banyak tamu yang datang dan ingin mengucapkam selamat juga pada pasangan pengantin itu.
" Selamat ya Nami, aku sangat senang akhir nya kamu menikah juga dengan Razky dan hubungan mu dengan keluarga mu sekarang baik - baik saja" Erika tampak datang dengan suami nya Aldi, ya Erika sudah menikah dengan Aldi dua bulan setelah pernikahan Fika di langsungkan. Tapi Erika belum hamil seperti Fika dan juga Yuki walaupun usia pernikahan nya lebih lama di bandingkan pernikahan Yuki.
" Terima kasih kak, terima kasih karena kakak selalu ada untuku dan selalu mendukung dan percaya pada ku" Nami memeluk kakak sepupu nya itu dengan erat. Hanya keluarga Erika lah yang percaya dan mau mendukung Nami di saat tersulit yang Nami alami dulu, di saat semua nya menyalahkan dan menjauhi Nami justru keluarga Erika mau mendukung nya. Bahkan berkat info yang di berikan Erika itu, Nami bisa bekerja di Balendra Corp dan bertemu dengan orang - orang hebat dan baik hati yang menyayangi nya. Terutama dia bisa bertemu dengan Razky yang kini sudah menjadi suami sah nya.
" Sama - sama, bukan kah itu guna nya keluarga?" Erika tersenyum tulus dan di balas oleh Nami dengan senyuman yang tak kalah tulus.
" Selamat Razky, Nami semoga kalian bahagia" ucap Aldi tak kalah tulus.
__ADS_1
" Terima kasih!" Jawab Razky seraya memeluk suami saudara istri nya itu.
Para tamu pun terus berdatangan, Razky dan Nami tampak menyalami mereka dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
Sementara di tempat lain tepat nya di depan stand es krim yang di sediakan di sana tampak Yuki yang sedang memandang berbagai rasa es krim yang di pajang di sana sambil memainkan lidah nya , tak sabar ingin mencicipi nya. Dia memesan semua rasa yang di campur dalam mangkuk yang cukup besar.
" Sayang, apa itu tidak terlalu banyak?" Adzriel merasa cemas melihat porsi es krim yang sudah di pesan oleh istri nya itu.
" Tidak Riel, justru itu masih kurang. Seharus nya mereka menyediakan mangkuk yang lebih besar lagi" Yuki tampak berbinar saat menerima pesanan es krim yang sudah jadi.
Yuki pun membawa mangkuk es krim itu ke meja yang tadi dia duduki bersama dengan yang lain nya, Addzriel hanya mengikuti nya saja dari belakang karena dia tidak diizinkan membantu membawa mangkuk es krim itu oleh Yuki dengan alasan takut Adzriel meminta es krim nya. Keterlaluan sekali memang Yuki, masa es krim sebanyak itu akan dia makan sendiri.
" Waw, es krim nya banyak banget ki?" Fika menatap tak percaya pada es krim yang di bawa Yuki tadi.
" Apa aku boleh meminta nya? Seperti nya enak" Alice yang melihat es krim yang di bawa Yuki menjadi tergoda untuk mencicipi nya juga.
" Kalau kamu mau, kamu minta sama mas yang ada di sana tuh!" Bukan nya memberi Alice, Yuki malah menyuruh Alice untuk meminta nya pada mas yang menjaga stand es krim tadi tempat nya mengambil es krim itu.
" Masa nyicipin sedikit aja gak boleh sih?" Alice mengerucutkan bibir nya.
" Sudah lah sayang, kalau kamu mau aku ambilkan ya tapi porsi yang biasa aja jangan kayak itu" Jay menunjuk es krim yang sedang di makan oleh Yuki.
__ADS_1
" Ya iya dong yank, kalau aku makan porsi kayak gitu gak akan muat kali di perutku. Aku juga gak mau kalau nanti aku jadi gendut karena itu" Alice merengek manja pada suami nya itu
" Baiklah, akan aku ambil kan sekarang" Jay pun beranjak pergi untuk mengambilkan es krim yang di inginkan oleh istri nya itu.
" Ki, kamu makan emang selalu banyak kayak gitu ya?" Fika yang sedari tadi diam memperhatikan tingkah sepupu nya itu menjadi ngeri sendiri melihat porsi dan bagaimana cara Yuki memakan nya. Fika saja yang sama - sama hamil tidak rakus seperti Yuki saat ini.
" Nggak juga, justru aku lagi susah makan karena suka mual. Tapi kalau aku makan es krim mual aku hilang" jawab Yuki masih memasukan es krim ke dalam mulut nya.
" Ish, apa itu karena kehamilan mu ya" Alice ikut menimpali
" Mungkin" jawab Yuki acuh sedangkan Adzriel dan Nanda hanya jadi pendengar para wanita yang ada di sana.
Tak lama Jay pun datang dengan membawa dua cup es krim ditangan nya, dia sengaja membawa juga untuk kakak ipar nya yang juga sedang hamil itu walau pun Fika tidak meminta nya.
" Ini untuk mu kakak ipar!" Jay memberikan satu cup berisi es krim di hadapan Fika.
" Ini untuk ku? Terima kasih, kakak memang pengertian. Beruntung nya Alice menjadi istri kakak" Fika sangat memuji Jay membuat Nanda mendengus kesal.
" Cih, hanya es krim saja. Kalau kamu mau aku bisa mengambil stand nya sekalian untuk mu" ucap Nanda percaya diri.
" Aku tidak butuh kak, satu cup saja sudah cukup untuku" Fika pun menyuapkan satu sendok es krim ke dalam mulut nya. " Apa kak Adi mau?" Fika pun menyendokan satu sendok es krim yang ada di tangan nya. " Aaaak" Nanda pun membuka mulut nya dan Fika pun langsung menyuapkan sendok yang berisi es krim tadi. Fika beberapa kali menyuapkan sendok eskrim pada mulut nya dan mulut Nanda secara bergantian, begitu pun Alice dan Jay yang melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Sedangkan Adzriel masih melihat istri nya yang memakan es krim nya dengan sangat rakus sambil sesekali dia menghela nafas nya berat, Adzriel merasa cemas pada istri nya itu. Dia takut Yuki akan sakit perut karena terlalu banyak memakan eskrim pada malam hari seperti ini.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏