
Siang hari nya tepat pukul 2 siang tampak Adzriel sudah datang ke rumah Yuki dengan membawa mobil mewah nya untuk membawa keluarga Yuki menjemput Zela ke bandara. Sedangkan Razky dan Nami bertugas untuk menjaga rumah dan mempersiapkan apa yang belum sempat diselesaikan oleh Yuki dan Dita tadi.
" Apa kalian sudah siap?" Adzriel bertanya setelah dia masuk kedalam rumah Yuki dan melihat Yuki dan Dita sudah rapi dengan pakaian mereka.
" Sudah, ayo!" Yuki tersenyum manis
" Apa ayah tidak ikut?" Adzriel yang tak melihat keberadaan calon ayah mertua nya pun merasa heran.
" Tidak, ayah masih ada urusan di bengkel dan akan selesai sore ini" Yuki menjawab
" Oh, baiklah kalau begitu. Apa kita akan betangkat sekarang baginda ratu dan tuan putri" Adzriel membungkukan tubuh nya seperti pengawal kerajaan.
" Ish, apaan sih kamu ini" Dita menepuk pelan bahu Adzriel seraya terkekeh " kalian jaga rumah dengan baik, bunda pergi dulu dan jangan lupa kalian bersiap untuk menyambut tamu kita nanti" Dita pamit pada Razky dan Nami
" Sip, bunda tenang saja" Razky mengangkat jempol nya.
" Ayo, nanti kita terlambat" Adzriel melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya. Yuki dan Dita pun mengangguk seraya melangkahkan kaki mereka keluar menuju mobil mewah Adzriel yang terparkir disana.
setelah menempuh waktu selama satu jam kurang, akhir nya mobil Adzriel sampai juga di bandara Soekarno - Hatta. Tak menunggu lama mereka segera melangkah masuk kedalam dan mencari keberadaan Zela yang sudah datang beberapa menit yang lalu. Setelah beberapa waktu Yuki mencari akhir nya dia melihat sosok yang dia cari. Sosok yang sangat dia rindukan sedang duduk seraya melihat kekanan dan ke kiri mencari keberadaan nya.
" Mama!" Tak menunggu lama Yuki pun berteriak memanggil mama nya seraya berlari berhambur kedalam pelukan sang mama.
" Mama kangen banget sama kamu sayang" ucap Zela di sela pelukan nya dengan senyum yang tampak mengembang di wajah nya.
" Aku juga kangen sama mama" Yuki mengeratkan pelukan nya.
" Zela kamu baik - baik saja kan?" Dita tampak ngos - ngosan setelah berlari mengejar Yuki yang lebih dulu berlari.
Zela mengurai pelukan nya pada Yuki dan berganti memeluk Dita, " aku baik kamu sendiri?"
" Aku baik, sangat baik" Dita mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1
" Apa kabar mama mertua" Adzriel tampak tersenyum debelakang Dita membuat Zela mengurai pelukan nya pada Dita.
" Mama baik, bagaimana kabar calon mantu ku yang tampan ini hem" Zela berbicara dengan nada menggoda nya
" Aku baik seperti yang mama mertua lihat" Adzriel pun mencium tangan calon mertua nya itu. Ya walaupun Zela dan Adzriel belum sempat bertemu lagi setelah pesta pernikahan Fika dan Nanda tapi Zela sering vidio call dengan Yuki saat Yuki sedang bersama dengan Adzriel yang membuat mereka lumayan akrab.
Mereka berempat pun langsung melaju dari bandara menuju rumah Yuki, namun Zela meminta mereka untuk singgah terlebih dahulu di sebuah butik untuk membeli baju yang akan mereka kenakan untuk nanti malam.
" Apa ini memang perlu?" Yuki bertanya pada Zela sebelum turun dari dalam mobil.
" Tentu saja perlu sayang, ini adalah acara yang sangat penting dalam hidup mu jadi kita harus berpenampilan istimewa dihari yang juga istimewa." Zela berkata dengan nada tak ingin di bantah.
Zela merasa bosan mendengar Dita dan Yuki yang sama - sama melarang nya untuk membeli baju baru untuk mereka semua dengan alasan ada baju mereka yang lama yang bisa mereka gunakan nanti dan lebih baik uang nya disimpan untuk keperluan lain nya. Tapi Zela ingin memberikan sesuatu untuk putri yang selama ini tidak bisa bersama nya di hari special nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Malam hari pun tiba, Yuki tampak sudah sangat cantik memakai gaun yang dibelikan oleh Zela untuk nya tadi siang bahkan Nami pun memakai gaun dengan warna senada dengan Yuki saat ini. Ya tadi Yuki juga meminta Zela untuk sekalian membeli untuk Nami karena Yuki tahu pasti Nami tidak membawa baju ganti dan Yuki ingin Nami ada di hari istimewa nya. Bahkan Fika pun akan hadir diacara ini sedangkan Nanda dan Jay akan ikut keluarga dari pihak lelaki karena saudara Adzriel yang kebanyakan dari luar kota jadi Adzriel memutuskan untuk mengajak Nanda dan Jay saja untuk mendampingi nya, walaupun awal nya Nanda menolak karena tidak mau berpisah sebentat saja dengan Fika.
" Ya kan tante, Yuki terlihat sangat cantik" Nami yang sedari tadi bersama dengan Yuki pun ikut bicara membuat Zela mengangguk setuju dengan omongan Nami.
" Boleh aku masuk?" Tiba - tiba terdengar suara yang yak asing bagi mereka ikut masuk kedalam kamar Yuki yang pintu nya memang tak ditutup rapat
" Fika" Ucap Yuki dan Nami bersamaan dengan wajah yang gembira langsung menghambur ke dalam pelukan sahabat mereka itu.
" Akhir nya kamu datang juga, aku fikir tuan Nanda akan melarang mu dan akan mengurung mu di kamar kalian" Yuki mengerucutkan bibir nya
" Tenang saja, aku sudah mengancam nya tadi bila dia tidak mengizinkanku datang kesini dan dia tidak mau menemani Adzriel, aku tidak akan memberi nya jatah malam ini" Fika terkekeh saat mengatakan nya diikuti kekehan oleh Yuki dan Nami.
" Selamat malam nyonya muda Balendra, saya senang anda bisa hadir dalam acara spesial anak saya" Zela menyapa Fika dengan bahasa formal nya.
" Aih, tante jangan memanggilku seperti itu. Panggil aku Fika. Yuki dan Adzriel adalah dahabat baiku, jadi aku tidak mungkin tidak hadir di acara special mereka" Fika tersenyum manis.
__ADS_1
" Syukurlah Yuki dikelilingi orang yang menyayangi nya" Zela tampak bersyukur karena putri nya dikelilingi oleh orang baik yang sangat menyayangi diri nya walaupun dia sebagaai ibu kandung nya tidak bisa menemani hari - hari putri nya selama ini.
Tak lama Adzriel dan keluarga nya sudah sampai dirumah sederhana keluarga Yuki. tidak banyak yang datang hanya kedua orang tua Adzriel, Adzriel , Jay dan Nanda yang menemani mereka.
" Apa kamu sudah siap sayang? Mereka sudah datang" Dita datang dengan terbopoh - bopoh masuk kedalam kamar Yuki untuk memanggil nya.
" Mereka sudah datang? Kalau begitu ayo Dita kita harus menyambut mereka" ucap Zela dengan wajah yang panik. Bagai mana pun juga ini pengalaman pertama nya yang akan mendampingi putri kesayangan nya yang akan dilamar oleh pria idaman nya dan itu membuat Zela cukup gugup di buat nya." Dan kalian nanti keluar setelah kalian siap oke!" Setelah mengatakan itu Zela menarik tangan Dita yang tampak mengelengkan kepala nya melihat kelakuan sahabat nya itu yang sama sekali tidak berubah, masih saja gampang panik saat menghadapi hal yang special. Mereka berdua pun melangkah keluar menuju ruang tamu dirumah mereka dengan tergesa - gesa.
Sedangkan Nami, Fika dan Yuki tampak mengulum senyum mereka melihat wajah Zela yang terlihat panik.
" Yang akan dilamar siapa yang panik siapa" ucap Yuki memutar bola mata nya malas
" Ya, tante Zela sangat lucu" Nami terkekeh
" Ya, sekarang aku tahu sifat panik mu itu turun dari siapa" Fika ikut tertawa.
" Hey, aku tidak berlebihan seperti mama ku ya!" Yuki mengerucutkam bibir nya.
"Oh ya, apa aku harus menyebut nya satu per satu saat kamu panik berlebihan dihari yang special" Fika berkata telak.
" Oh ya, coba aku mau mendengar nya!" Tantang Yuki
" Oke , aku akan sebutkan" Fika bersiap akan menyebutkan satu persatu sikap berlebihan Yuki namun Nami lebih dulu menghentikan nya.
" Apa kalian akan terus berdebat ha?" Nami melipat kedua tangan nya di dada dengan mata yang menatap tajam kearah mereka berdua. " Apa kalian tidak akan menemui tamu kita? Dan kamu Fika, apa kamu akan menunggu tuan Nanda datang kesini dan menyeretmu pulang ke mansion kalian huh" Nami memutar bola mata nya malas.
" Ya kamu benar!" Fika dan Yuki pun bergegas keluar dari kamar dengan terburu - buru meninggalkan Nami yang tampak mendengus kesal melihat kelakuan kedua nya
" Ck ck ck" Nami berdecak seraya melangkah keluar mengikuti kedua sahabat nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1