Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 88


__ADS_3

" Tidaaaak!"


" Yukiii !"


Semua orang tampak berteriak histeris saat terdengar suara tembakan pistol yang menggema membengkakan telinga semua orang yang ada di dalam gudang.


Semua orang tampak berlari menghampiri Adzriel yang sedang menatap kosong masih dengan wajah yang tidak percaya melihat tubuh Yuki yang kini sedang terkapar tak berdaya dalam dekapan nya. Namun sepersekian detik kemudian


" Tidak - tidak, Yukiiii!" Adzriel berteriak histeris dengan tubuh yang bergetar hebat setelah dia tersadar atas apa yang sedang terjadi. Bahkan air mata sudah membanjiri wajah nya. Tangan dan baju Adzriel pun kini terlihat berwarna merah terkena darah segar yang nengalir deras dari dada Yuki yang terkena tembakan


Semua nya termasuk Arga lari berhamburan mendekati tubuh tak berdaya Yuki yang berada dalam dekapan Adzriel, sedangkan Diego berlari kencang untuk mendapatkan orang yang bertanggung jawab atas keadaan Yuki saat ini.


" Sial, berengsek! Berani - berani nya dia melakukan itu" umpat Diego seraya berlari kencang.


" Tidak, Yuki sayang putri papa. Bertahan lah!" Arga memegang tangan Yuki yang sudah terkulai lemah dengan air mata yang sudah membanjiri wajah nya dengan tubuh yang bergetar.


" Aku sudah memanggil ambulan, Yuki bertahanlah!" Nanda terlihat panik.


Sedangkan Afkha dan Jay juga tak kalah panik melihat tubuh Yuki sedangkan tubuh Alice sedari tadi tidak berhenti bergetar di dalam pelukan Jay dengan air mata yang sudah membanjiri wajah cantik nya. Alice bahkan tidak sanggup melihat tubuh sahabat nya yang sudah terkapar itu dan lebih memilih menyembunyikan wajah nya pada dada bidang kekasih nya.


" Adek, bertahan lah! Abang berjanji akan memberikan apa pun yang kamu minta. Jadi berjanjilah pada abang, bertahan oke!" Tubuh Razky juga tak kalah gemetar


Sedangkan Yuki hanya bisa tersenyum melihat semua orang dengan tubuh yang sudah melemah dan mata yang hampir tertutup.

__ADS_1


" Yuki, jangan tutup mata kamu oke! Kamu kuat sayang, bertahanlah! Bukankah kita akan menikah beberapa hari lagi" ucap Adzriel dicampuri isakan dan air mata yang terus mengalir deras di wajah tampan nya.


" I love you" Yuki mengucapkan itu dengan susah payah dan terbata - bata sebelum benar - benar menutup mata nya dan kehilangan kesadaran nya.


" Tidak Yuki, sayang jangan tutup mata kamu Nanda dimana ambulan nya kenapa lama sekali" Adzriel berteriak memaki Nanda dengan wajah panik dan ketakutan. Semua tampak semakin panik saat mendengar Adzriel berteriak seperti itu.


" Apa yang terjadi? Kenapa di depan ada ambulan?" Tiba - tiba Fika datang dengan Nami dengan wajah yang panik.


Tak menunggu lama, Adzriel langsung membawa tubuh Yuki berlari ke depan tanpa menghiraukan Fika yang tampak kaget melihat Yuki yang terkapar berlumuran darah.


" Apa yang terjadi pada Yuki kak?" Wajah Fika panik dan memucat tubuh nya pun melemas hampir limbung jika Nanda tidak menahan nya.


" Kamu jangan khawatir sayang, Yuki pasti baik - baik saja." Nanda berusaha menenangkan istri nya itu agar lebih tenang. Bukan apa - apa, sekarang ini Fika sedang mengandung dan tekanan sekecil apa pun di khawatirkan akan mempengaruhi keadaan ibu dan bayi nya. Apa lagi hal sebesar ini.


Begitu pun Nami yang sama terkejut dan panik nya seperti Fika, Nami terburu - buru menghampiri Razky yang terlihat begitu hancur karena keadaan Yuki saat ini.


Sedangkan Fika yang merasa lemas di gendong oleh suami nya Nanda ke dalam mobil mereka untuk mengikuti ambulan yang membawa Yuki dan Adzriel ke rumah sakit.


Fika memang biasa nya kuat, tapi entah karena dia sedang mengandung dan yang mengalami hal tragis itu sahabat nya sendiri jadi membuat Fika tidak kuat menerima kejadian yang berat seperti ini.


Di rumah sakit


Suara derap langkah kaki terdengar menggema di setiap penjuru rumah sakit menuju ruang UGD.

__ADS_1


Semua nya tampak melangkah mengejar blankar rumah sakit yang membawa tubuh Yuki yang di samping nya terdapat Adzriel yang setia menggenggam tangan nya.


" Sayang, kamu harus kuat dan kamu harus berjanji akan hadir pada jari pernikahan kita oke!" Adzriel tak henti - henti nya memberi semangat pada calon istri nya itu dengan terus setia menggenggam tangan nya.


" Maaf pak, silahkan tunggu di luar! Kami akan menangani pasien terlebih dahulu" Perawat terlihat menghadang Adzriel yang tidak rela berpisah dengan Yuki yang sedang meregang nyawa nya di dalam sana.


" Tapi sus, tolong selamatkan calon istri saya" Adzriel terus berbicara seraya air mata tak berhenti mengalir di wajah tampan nya.


" Baik pak, kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien" Setelah mengatakan hal itu, suster itu masuk ke dalam ruangan yang berada Yuki di dalam nya dan menutup pintu itu rapat - rapat.


" Kakak tenanglah! Kita berdo'a pada Tuhan agar melindungi kak Yuki dan menyelamatkan nya" Afka memegang bahu Adzriel yang masih saja diam mematung melihat ruang tindakan yang tertutup rapat. Dalam hati nya dia berdo'a pada Tuhan untuk menyelamatkan calon istri nya itu.


" Afkha, apa Yuki akan baik - baik saja?" Adzriel berkata tanpa menolehkan kepala nya.


Kini posisi Adzriel dan Afkha sedang berdiri bersandar di dekat pintu ruang tindakan, sedangkan di samping nya ada Arga yang duduk di lantai bersandar pada dinding dengan keadaan yang tak kalau kacau dari Adzriel. Tak henti - henti nya dia menggumam kan kata maaf pada putri nya yang sedang berjuang untuk kehidupan nya di dalam sana. Sedangkan di sebrang mereka ada Fika yang selalu dalam dekapan suami nya sambil mata nya yang tak berbenti mengeluarkan air mata nya dan bibir yang mengeluarkan suara isakan. Disamping mereka juga tampak Jay , Alice , Razky dan Nami yang dengan keadaan yang sama dengan mereka. Semua nya tampak terlihat sangat kacau.


" Kita do'akan saja yang terbaik untuk kak Yuki dan aku yakin kak Yuki sangat kuat dan akan mampu melewati semua nya" Afkha berusaha menenangkan kakak sepupu nya itu.


" Ya, kamu benar. Yuki sangat kuat, dia pasti akan mampu melewati semua nya" Adzriel berusaha meyakinkan diri nya sendiri bahwa Yuki akan baik - baik saja.


Tak lama terdengar kembali derap langkah yang tak kalah nyaring dari sebelum nya menuju ke arah mereka dengan langkah yang tergesa - gesa.


" Adzriel, bagaimana keadaan Yuki?" Zela menghampiri Adzriel dan memegang bahu calon menantu nya itu dengan wajah panik nya.

__ADS_1


" Ya, Riel bagaimana keadaan Yuki?" Dita pun melakukan hal yang sama sedangkan Rafa, Herman dan Wina tampak mendengarkan dari arah belakang nya dengan wajah yang sama panik nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2