
Arga menatap Yuki dengan rasa penasaran yang besar menunggu gadis yang ada di hadapan nya ini berbicara. Sedangkan Alice tampak menatap nanar pada Yuki yang sedang mati - matian menahan air mata nya supaya tidak terjatuh saat itu juga. Sedangkan Diego masih menatap ke dua orang yang ada di hadapan nya dengan wajah yang tampak bingung.
" Anda tahu kenapa aku di sini? Aku di culik oleh anak buah mu?" Yuki menunjuk Diego dengan telunjuk nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari pria paruh baya yang saat ini sangat dia benci. " Dan anda tahu kenapa mereka menculik ku? Semua karena perintah mu." Yuki menunjuk wajah Arga dengan kilatan amarah yang tercetak jelas di mata nya.
" Kamu tahu siapa yang menjadi target balas dendam mu? Itu aku. Bukan Adzriel, Nanda , Jay ataupun Afkha, karena mereka hanya membantuku. Akulah dalang dari semua ini" Yuki berbicara dengan nada yang berapi - api.
Jedar
Bagai terkena petir di siang bolong, kata - kata itu mrnghujam hati Arga saat ini. Bagaimana bisa orang yang baru dia kenal beberapa bulan ini dan begitu terasa akrab, bisa menaruh dendam kepada nya? " Tapi kenapa? Kita bahkan baru saling mengenal beberapa bulan dan bukankah hubungan kita baik - baik saja selama ini?" Arga menatap tak percaya.
" Itu karena aku kira kau bukan pria itu" Yuki berteriak histeris. Pertahanan Yuki akhir nya runtuh juga, air mata yang sedari tadi dia tahan kini mengalir sudah.
" Apa maksud mu?" Arga masih belum faham apa yang dikatakan Yuki pada nya
" Pria yang sudah membuangku dan mama ku bahkan saat aku baru seukuran biji kacang dalam rahim mama ku" Tubuh Yuki bergetar hebat menahan segala amarah yang sudah dia pendam selama ini.
" Apa maksud mu, siapa mama mu?" Arga masih bingung dengan apa yang di ucapkan gadis itu. Karena seingat nya dia tidak pernah tidur dengan sembarangan wanita kecuali istri nya Zela.
" Zela Aurora, apa kamu ingat dia?"
Jedar
Lagi - lagi perkataan Yuki bagaikan suara petir yang menyambar hati nya. " Bagaimana mungkin, saat itu_" Arga tidak bisa berkata apa - apa. Tubuh nya mendadak lemas saat mendengar sebuah kenyataan yang baru daja dia dengar. Arga kembali mengingat saat dimana dia mengusir Zela dan saat itu tubuh Zela sedang dalam keadaan lemah, dan mungkin itu karena kehamilan nya.
__ADS_1
Alice yang melihat Yuki hancur seperti itu, ingin sekali memeluk gadis itu untuk sekedar menguatkan nya namun apa daya kini diri nya saja tidak bisa untuk sekedar mengusap air mata nya sendiri.
" Jadi dia putri kandung kakak? Itu menjelaskan tentang mata yang begitu sama." Batin Diego masih dengan wajah terkejut nya.
" Apa anda sudah mengingat nya? Wanita yang anda usir setelah anda menyiksa nya hanya karena tuduhan yang anda tuduhkan pada nya" Yuki tertawa kecut saat mengatakan nya sedangkan Arga hanya terdiam.
" Jadi, sekarang anda sudah tahu semua nya, jadi hentikan semua kegilaan ini. Berhenti mengusik orang - orang di sekitarku!" Yuki masih berbicara dengan amarah yang berapi - api. " Kalau kamu mau, bunuh saja aku asal kau merasa puas dan berhenti menyakiti orang lain, cukup aku, mama ku dan keluarga om Bima saja. Jangan ada korban yang lain nya lagi" tubuh Yuki semakin bergetar seiring isak tangis yang keluar dari bibir nya, bahkan air mata juga keluar semakin deras.
Alice menggeleng pelan dengan air mata yang semakin deras juga saat mendengarkan kata - kata yang keluar dari mulut Yuki barusan. Dia tidak mungkin akan rela kehilangan salah satu sahabat baik nya.
" Bima, apa kamu mrngenal nya juga?" Arga merasa kaget saat tahu putri nya juga mengenal musuh nya dan terdengar membela nya.
" Tentu saja, dia adalah ayah sahabat ku Fika. Dan anda tahu? Aku selalu merasa iri pada sahabatku itu karena ayah nya sangat menyayangi nya, sedangkan aku. Papa kandungku bahkan sudah menelantarkan ku sejak aku masih dalam kandungan mama ku" Nada bicara Yuki semakin melemah.
" Tidak, kalau saja aku tahu saat itu Zela sedang mengandung. Aku tidak akan membiarkan dia pergi" Arga menatap Yuki
" Aku" Arga menunduk. Dia tidak bisa berkata apa - apa lagi, dalam hati nya dia membenarkan perkataan Yuki. " Maaf" Arga sangat menyesal atas apa yang di lakukan nya dulu pada Zela ternyata mengakibatkan putri satu - satu nya itu hidup menderita jauh dari kasih sayang kedua orang tua kandung nya seperti dia dulu. Arga sejak lahir hanya di besarkan oleh ibu nya dan saat usia nya menginjak 8 tahun, ibu nya meninggal karena depresi dan bunuh diri.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di luar gudang tua itu tampak Razky , Jay , Fika dan Nanda baru datang dengan menggunakan mobil Adzriel. Ya bumil itu ikut setelah melewati berbagai drama untuk meyakinkan suami nya yang terlalu over protektiv. Fika sangat menghawatirkan keadaan Yuki dan Alice dan memaksa suami nya untuk ikut dalam misi ini, tapi dengan catatan Fika akan menunggu dalam mobil bersama dengan Nami.
Awal nya Nanda menolak keras keinginan istri nya itu, tapi setelah Fika mengeluarkan senjata terakhir nya yaitu menangis. Nanda tidak bisa menolak nya lagi.
__ADS_1
" Ingat, kamu duduk diam di dalam mobil bersama Nami!" Nanda berkata dengan nada tidak ingin di bantah membuat Fika menganggukan kepala nya.
" Aku akan menjaga nya tuan, jadi tuan tenang saja" Nami tersenyum seraya mengajak Fika langsung masuk ke dalam mobil Afkha.
" Jadi, bagaimana? Apa kita akan langsung masuk saja?" Nanda bertanya pada semua nya.
Semua tampak menatap menyelidik ke arah gudang tua yang cukup ketat penjagaan nya. Disana terlihat beberapa orang berpakaian yang sama sedang tampak berjaga - jaga di luar maupun di dalam gudang.
" Kita langsung masuk saja!" ucap Adzriel seraya berjalan cepat ke arah para penjaga yang sedang berjaga di luar.
" Its show time" Jay menyeringai seraya berlari mengejar Adzriel begitupun Afkha , Razky dan Nanda.
Bugh
Tanpa aba - aba Adzriel langsung melayangkan pukulan nya pada salah satu penjaga yang ada di sana" Dimana kalian menyembunyikan Yuki? Cepat katakan!" Adriel kembali melayangkan pukulan nya
Bugh
" Alice dan Yuki pasti ada di dalam, kita bereskan dulu mereka dan kita masuk setelah nya" Jay tampak ikut memukul mereka
Duak
Razky menendang yang lain nya dengan sangat keras sehingga orang itu jatuh tersungkur. Begitu pun Afkha dan Nanda yang terlihat melawan lawan mereka masing - masing.
__ADS_1
Karena orang di sana cukup banyak sehingga satu orang harus menhadapi dua orang sekaligus, apa lagi para penjahat yang berjaga di dalam juga ikut membantu melawan Adzriel dan kawan - kawan.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏