Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 121


__ADS_3

" Kenapa Riel, kok susu nya kamu bawa lagi?" Wina mengerutkan kening nya melihat putra nya malah membawa kembali susu yang kata nya untuk istri nya itu.


" Yuki aneh ma" Adzriel menggaruk kepala nya yang tidak gatal seraya meletakkan gelas susu yang dia bawa.


" Aneh kenapa Riel?" Herman yang juga sedang sarapan bersama dengan Wina pun ikut menatap heran pada anak nya itu.


" Kata nya susu nya bau, dia muntah saat Adzriel ngasih susu ini ke dia. Padahal kan biasa nya tiap pagi dia suka minum ini" Adzriel mendudukan diri nya pada kursi kosong di samping ibu nya dengan lemas.


Wina dan Herman saling pandang beberapa saat, lalu kemudian ke dua nya saling melempar senyum penuh arti. Seperti nya pasangan suami istri itu sudah mengerti dengan apa yang di alami menantu nya itu.


" Kamu sudah panggil dokter?" Tanya Wina


" Ini baru mau Adzriel panggil" Adzriel menunjukan ponsel nya yang dia bawa.


" Biar mama yang panggil, mama mau sekalian nyuruh dokter itu bawa sesuatu" Wina merebut ponsel yang berada di tangan Adzriel dan Adzriel pun membiarkan nya saja.


" Kamu temani istri kamu sana, kalau dia tidak mau makan karena mual. Kamu bawa ini, dia pasti akan memakan nya" Wina memberikan dua buah jeruk pada putra nya itu dan Adzriel pun berlalu setelah menerima jeruk dari mama nya itu walaupun dia masih bingung memikirkan keadaan istri nya itu.


Dan benar saja, Yuki senang dan langsung memakan habis buah jeruk yang di berikan Wina tadi.


" Jeruk nya seger Riel, enak" Yuki tersenyum manis setelah dia menghabiskan jeruk yang ada di tangan nya.


" Kamu suka? "


" Suka banget" Yuki menganggukan kepala nya.


" Mau lagi, aku ambilin ya?" Adzriel kembali bertanya.


" Nggak usah dua udah cukup, aku takut sakit perut kalau banyak - banyak" Yuki terkekeh saat mengatakan nya.

__ADS_1


Tak lama Wina dan Herman datang ke kamar Yuki dengan dokter Livia bersama mereka. Dokter Livia pun tak menunggu lama langsung memeriksa keadaan Yuki dan menyuruh Yuki menggunakan alat yang dia bawa sesuai dengan apa yang di minta Wina tadi pada nya.


Awal nya Yuki merasa bingung karena tidak tahu alat apa yang di suruh oleh dokter itu gunakan karena baru pertama kali dia melihat alat yang seperti itu. Namun Wina tampak menjelaskan cara memakai nya dengan senyum yang mengembang di bibir nya membuat Yuki menurut saja tanpa banyak bicara.


Setelah beberapa menit berlalu Yuki tampak keluar dari kamar mandi sambil membawa alat itu di tangan nya dan langsung memberikan nya pada dokter Livia tanpa dia tahu apa kegunaan alat itu.


Dokter Livia pun menerima nya dan melihat alat itu, dan sepersekian detik kemudian wajah dokter itu tampak mengembangkan senyuman nya setelah dia melihat hasil dari alat itu. Ya tampak dua garis berwarna merah tercetak jelas pada alat itu. Ya, Wina menyuruh Livia untuk membawa alat tes kehamilan untuk Yuki.


" Selamat nona Yuki, tuan Adzriel, hasil nya positif" Dokter Livia memandang pasangan itu secara bergantian.


" Positif, maksud dokter?" Adzriel masih belum mengerti apa maksud dari dokter Livia.


" Ish kamu ini, maksud dokter Livia Yuki positif hamil. Kamu akan menjadi seorang ayah sayang" Wina memeluk putra nya itu dengan perasaan senang


" Ha hamil?" Adzriel tampak terkejut saat mendengarkan perkataan mama nya itu.


" Aku hamil?" Gumam Yuki pelan seraya tangan nya meraba perut nya yang masih rata.


" Ya sayang, selamat ya kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ibu" Wina pun memeluk menantu nya itu.


" Kamu dengar itu sayang? Kamu hamil dan kita akan menjadi seorang ayah dan ibu" Adzriel bersorak kegirangan seraya memeluk Yuki dengan perasaan yang sangat bahagia.


Wina, Herman dan dokter Livia tampak tersenyum senang melihat kebahagiaan yang di pancarkan dari pasangan itu.


" Jadi, usia nya sudah berapa bulan dok?" Adzriel terlihat antusias.


" Kalau menurut perkiraan saya menurut hari terakhir menstruasi dari nona Yuki seperti nya usia nya baru menginjak 3 minggu dan dalam usia ini janin masih sangat lemah dan rentan mengalami keguguran. Jadi saya harap nona Yuki harus hati - hati dan jangan terlalu kecapean, nona harus banyak beristirahat!" Dokter Livia tampak menjelaskan dan yuki mengangguk mengerti.


" Untuk lebih jelas nya lagi, kalian bisa datang ke rumah sakit dan memeriksa nya lebih lanjut pada dokter obgyn yang ada di sana!"

__ADS_1


" Baik dokter terima kasih!" ucap Adzriel.


" Sama - sama, ini saya berikan resep vitamin untuk nona Yuki dan kalian bisa tebus resep ini di apotek terdekat" Dokter Livia tampak memberikan sebuah kertas pada Adzriel dan Adzriel pun langsung menerima nya dengan senang hati.


Setelah memberikan itu dokter Livia pun pamit dari sana, Wina dan Herman mengantar kepulangan dokter itu sampai ke depan pintu utama mereka.


" Aku senang sekali sayang, terima kasih. Terima kasih karena kamu mau mengandung anak ku" Adzriel memeluk tubuh Yuki dan sesekali bibir nya mengecup lembut kepala itu sesaat setelah Wina dan yang lain nya keluar dari kamar mereka.


" Aku juga sangat senang, terima kasih juga karena kamu telah memilih ku menjadi ibu dari anak - anak mu" Yuki mendongakan kepala nya seraya melayangkan senyum manis di bibir nya sehingga Adzriel tak tahan ingin mengecup nya.


Cup


Satu kecupan mendarat pada bibir Yuki saat ini membuat wajah Yuki merona seketika.


" Oh ya, kamu tidak berangkat bekerja Riel?" Yuki baru ingat kalau ini bukan hari libur.


" Aku tidak mau meninggalkan mu sendirian hari ini, nanti akan aku hubungi Afkha untuk menghandle urusan perusahaan" Adzriel berkata enteng seraya tangan nya masih mendekap erat tubuh istri nya itu.


" Dasar, kamu itu memberikan contoh yang buruk untuk karyawan mu. Kamu lebih sering izin nya ketimbang kerja nya, apa lagi lusa kak Razky dan Nami menikah" Yuki memukul pelan dada bidang Adzriel membuat nya terkekeh. " Astagfirullah... Aku sampai lupa!" Yuki menepuk jidat nya sendiri saat dia teringat akan sesuatu hal.


" Ada apa?" Adzriel mengerutkan kening nya.


" Bukankah hari ini aku seharus nya ke rumah bunda?" Yuki terlihat agak panik.


" Kita telpon bunda dan bilang kamu ke sana besok aja, kamu harus banyak istirahat sayang. Kamu dengar kan tadi apa yang di katakan dokter Livia?" ucap Adzriel lembut membuat Yuki mengangguk dengan bibir yang mengerucut. " Kamu jangan cemberut dong, aku yakin mereka pasti mengerti dan akan sangat bahagia mendengar kabar ini" Adzriel pun mengambil ponsel nya dan mulai melakukan panggilan pada mertua nya. Tak lupa dia mengaktifkan pengeras suara nya agar Yuki juga bisa mendengar nya.


Dita dan yang lain nya yang memang kebetulan sedang berkumpul merasa sangat senang dan bersyukur saat mendengar kabar bahagia dari Adzriel dan Yuki saat ini.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2