Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 84


__ADS_3

" Cih, ternyata kali ini kebucinan nya berguna juga" Ucap Adzriel setelah Jay selesai menghubungi Nanda, Jay tadi memasang pengeras suara pada ponsel nya sehingga semua nya dapat mendengarkan apa yang di ucapkan Nanda pada Jay.


" Yah, kamu benar. Apa kita perlu mencontoh nya?" Jay menaikan sebelah alis nya.


" Ya, patut di coba" Razky ikut menimpali seraya menganggukan kepala nya.


" Kebucinan itu memang terkadang perlu untuk menunjukan rada cinta kita pada pasangan, benarkan pak besan?" Herman ikut menimpali dan Rafa pun mengangguk setuju


" Kembali ke topik !Jadi bagaimana langkah selanjut nya?" Ucap Afkha membuat semua orang berfikir.


" Pertama, kita harus tahu di mana mereka menyembunyikan Yuki dan Alice. Afkha dan bang Razky seperti nya yang paling pas, abang bisa mengajak Nami untuk membantu abang. Bukankah rumah Niko bertetanggaan dengan rumah keluarga Nami" Adzriel memberikan saran nya.


" Baiklah, kami pergi dulu. Nanti kami akan mengabari kalian" Razky dan Afkha mengangguk mantap dan buru - buru pergi dari rumah sana untuk menjemput Nami terlebih dahulu.


Sekarang tinggal Adzriel , Jay , Rafa , Herman, Zela dan Dita yang masih berada di sana.


" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Dita bertanya dengan wajah yang terluhat cemas.


"Kita menunggu dulu kabar dari bang Razky dan Afkha dulu, baru setelah itu kita bisa putuskan langkah selanjut nya.


Malam pun sudah berganti pagi, tapi mereka belum juga dapat kabar tentang di mana keberadaan Alice dan Yuki. Afkha dan Razky yang pergi bersama dengan Nami pun belum mendapatkan apa pun dari pengintaian yang mereka lakukan di depan rumah Niko.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di tempat lain , lebih tepat nya di sebuah gudang tua yang sudah tidak di pakai lagi dan letak nya cukup jauh dari permukiman warga tampak dua orang gadis terikat pada sebuah kursi.


" Nggh" lenguh salah satu gadis itu yang tak lain adalah Alice.

__ADS_1


" Aku berada di mana sekarang?" Alice melihat ke sekeliling dan mencoba mengingat - ingat apa yang telah terjadi pada nya. " Ah aku ingat, aku dibawa oleh dua orang asing yang memakai baju yang sama" Alice menoleh ke samping kiri nya dan betapa terkejut nya saat dia mengetahui siapa yang ada di samping nya.


" Astagfirullah Yuki, kamu juga di culik" Alice terpekik kaget saat melihat Yuki yang masih belum sadarkan diri.


" Yuki bangun!" Alice meninggikan suara nya untuk membangunkan Yuki yang masih memejamkan mata nya.


" Yuki!" Alice kembali memanggil Yuki dengan menambah kan volume suara nya sampai Yuki terbangun dari pingsan nya.


" Alice, kita ada di mana?" ucap Yuki sesaat setelah kesadaran nya terkumpul.


" Kita seperti nya di culik" Alice menawab dengan enteng


" Di culik? " Yuki berkata dengan nada yang terkejut seraya mengingat kembali kejadian yang di alami nya semalam.


" Ya, di culik. Seperti nya ini ulah papa mu yang jahat itu" Alice berbicara tanpa melihat wajah Yuki yang berubah sendu saat mendengar nya.


" Maaf" ucap Yuki dengan rasa bersalah nya.


" Tidak apa - apa, semua yang kamu katakan itu benar" Yuki tersenyum untuk menetralisir kecanggungan mereka. " Jadi sekarang bagaimana? Apa yang akan kita lakukan?" Yuki memandang Alice dengan dahi yang mengerut.


" Kita fikirkan jalan untuk keluar dari sini" Alice tampak berfikir begitu pun Yuki yang ikut juga berfikir.


Ceklek


Pintu terbuka dari luar menampilkan sosok seorang pria muda dengan tato naga di tangan kanan nya yang juga memakai pakaian yang sama dengan orang - orang yang semalam membawa Yuki dan Alice ke sana.


" Kalian sudah sadar rupa nya" pria itu tersenyum menyeringai menatap ke dua gadis yang melihat nya dengan tanda tanya di kepala mereka.

__ADS_1


" Siapa kau? Apa mau kalian ha?" Yuki berbicara dengan nada yang tinggi pada pria itu.


" Kalian mau tahu siapa aku? Aku Diego, wakil ketua dari Black Dragon. Dan mauku, jujur saja aku tidak menginginkan apa - apa karena aku tidak mengenal kalian" Diego melangkah kan kaki nya dengan santai mendekati para gadis yang kini duduk terikat pada dua buah kursi yang mereka duduki.


" Kalau begitu lepaskan kami!" Alice berkata datar.


" Cih, jangan harap! Aku memang tidak mau melakukan apa - apa, tapi ketua kami. Dialah yang akan melakukan sesuatu pada kalian, lebih tepat nya kalian akan di jadikan umpan ha ha ha" Diego tertawa jahat membuat Yuki mendengus kesal.


" Cih, dasar pengecut" Yuki meludah ke arah Diego


" Berani nya kau" ucap Diego dengan kilatan amarah di wajah nya saat ludah Yuki mengenai sepatu nya.


Plaaak


Suara tamparan yang keras menggema di seluruh ruangan itu. Pipi Yuki tampak memerah dan sudut bibir nya pun terlihat robek dan mengeluarkan darah akibat tamparan yang sangat keras itu.


" Yuki" Alice berteriak histeris melihat Yuki ditampar dengan sangat keras.


" Tidak Yuki hentikan, diam lah aku mohon" Alice sangat panik dan ketakutan melihat sahabat nya di perlakukan seperti itu.


" Cih, dasar pengecut! Berani nya pada perempuan" Yuki berkata dengan nada mengejek nya membuat Diego bertambah kesal.


" Apa yang tadi masih kurang ha?" Diego mencengkram rahang Yuki dengan keras dan mendongakan kepala Yuki agar dia bisa melihat dengan jelas wajah perempuan yang sudah berani kurang ajar pada nya. Mata mereka bersirobok dengan kilatan amarah pada mata mereka masing - masing " Apa - apa an mata ini, kenapa mata nya seperti mata kakak?" batin Diego seraya menhempaskan wajah Yuki dengan kasar. Dia merasa heran saat melihat kilatan amarah di mata Yuki, dia seperti melihat mata kakak angkat nya Arga sehingga dia menjadi tidak tega untuk menyakiti gadis yang ada di hadapan nya itu lagi.


Ya Diego adalah anak panti asuhan yang dulu di besarkan di panti asuhan yang sama dengan Arga. Usia mereka jauh berbeda. Saat arga dulu sudah SMP, Diego masih berumur lima tahun dan mereka sempat terpisah saat Arga di angkat oleh keluarga kaya yakni keluarga Atmaja saat akan memasuki SMA. Diego sangat dekat dengan Arga karena dulu Arga selalu menyayangi dan memperhatikan nya sejak dia datang di panti asuhan itu. Bahkan sehak Arga di adopsi oleh keluarga kaya sampai sekarang, Arga tidak pernah melupakan adik - adik nya yang berada di panti asuhan sehingga membuat Diego semakin mengagumi sosok Arga. Dan sejak itu Diego bertekad untuk mengikuti langah Arga kemana pun dia pergi dan dia akan melakukan apa pun demi Arga walaupun itu adalah perbuatan yang tidak baik orang lain atau pun hukum.


" Kalian tunggu lah di sini. Nanti ketua akan menemui kalian di sini" setelah mengatakan hal itu Diego pun berlalu dari ruangan itu dengan rasa penasaran yang masih menggelayut di dalam hati nya.

__ADS_1


" Bagaimana bisa mata nya begitu persis sama, dan kilatan amarah itu?" gumam Diego setelah dia keluar dari ruangan di mana Yuki dan Alice di kurung.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2