
Bila Razky dan Nami sedang beromantis ria, berbeda lagi dengan apa yang sedang di lakukan oleh pasangan Jay dan Alice. Sejak tadi Alice memasang wajah yang cemberut seraya berdiri membelakangi Jay sambil melipat ke dua tangan nya di dada nya. Sedangkan Jay tampak mennggaruk tengkuk nya yang tak gatal dengan wajah bingung menatap punggung kekasih nya itu. Kini mereka berdua sedang berada di kamar apartemen milik Jay dengan posisi mereka yang duduk di pinggir ranjang.
" Sudah ku bilang tadi teman ku saat di SMA, dan kami tidak sengaja bertemu tadi" Jay sudah mengatakan hal itu beberapa kali, tapi Alice tetap tidak percaya.
" Mana ada teman SMA yang ketemu langsung peluk - peluk gitu, pasti itu pacar kamu iya kan?" Ya tadi saat Jay menjemput Alice di Wilantara Corp, tak sengaja Jay bertemu dengan teman wanita nya saat masih SMA. Dan Jay tidak menyangka kalau teman nya itu langsung memeluk nya saat menyapa nya. Jay yang memang sedang memperhatikan ke dalam perusahaan mencari sosok kekasih nya pun tidak sempat untuk menolak perlakuan dari teman nya itu dan sial nya lagi hal itu di lihat oleh kekasih nya Alice.
" Itu tidak mungkin sayang, sudah aku bilang pacar ku hanya kamu dan yang aku cintai di dunia ini sejak dulu itu kamu" Jay sudah mulai kehabisan kata - kata nya untuk meyakinkan kekasih nya yang keras kepala itu.
" Ish, di sini memang hanya aku. Tapi kan di luar sana aku tidak tahu" Alice memberengut kesal masih dengan posisi nya yang memunggungi Jay. Air mata Alice juga perlahan menetes dari sudut mata nya. Sungguh Alice sangat sakit hati dengan apa yang tadi dia lihat.
" Dia teman ku saat SMA, dan aku tidak tahu kalau dia akan memeluku tadi" Jay berkata dengan jujur.
" Terus kenapa kamu tidak menolak nya tadi? Bilang saja kalau kamu keenakan, iya kan?" Alice mengusap air mata nya dengan tangan nya bahkan suara nya kini sudah terdengar serak karena isakan tangis yang tertahan.
" Apa kamu menangis sayang?" Jay merasa bersalah karena membuat gadis yang dia cintai menitikan air mata nya di hadapan nya. " Hey, lihat aku!" Jay membalikan tubuh Alice dangan paksa untuk melihat wajah kekasih nya itu.
" Maaf, tadi kamu lihat sendiri bukan saat aku mendorong tubuh nya sesaat setelah dia memeluk ku. Itu berarti aku sudah menolak nya sayang" Ya Jay tadi memang langsung mendorong tubuh teman wanita nya itu sesaat setelah wanita itu tiba - tiba memeluk nya.
Alice tidak berkata apa - apa karena memang benar apa yang di katakan oleh Jay tadi, tapi entah kenapa rasa nya Alice sangat kesal pada wanita itu yang dengan seenak nya memeluk kekasih nya, tapi dia tidak bisa meluapkan kekesalan nya pada wanita itu karena dia pergi sebelum Alice menghampiri mereka dan alhasil dia meluapkan kekesalan nya pada Jay kekasih nya.
__ADS_1
" Jangan marah lagi oke!" Jay menarik tubuh Alice ke dalam dekapan nya. Alice pun hanya pasrah dan malah menelusupkan wajah nya pada dada bidang Jay dan memeluk tubuh kekasih nya itu dengan posesif.
" Ingat, hanya aku yang boleh memeluk tubuh ini!" Alice menunjuk dada Jay dengan telunjuk nya. " Dan ini semua hanya milik ku" Alice menunjuk beberapa bagian tubuh Jay termasuk wajah nya.
" Ya, aku tahu! Semua nya hanya milik mu seorang dan hanya kamu yang boleh menyentuh tubuh ku ini" Jay terkekeh saat mengatakan nya. Jay sangat senang melihat Alice yang cemburu pada nya dan bersikap posesif seperti ini pada nya. Karena itu berarti gadis yang sudah selama beberapa tahun dia cintai itu sangat mencintai nya juga.
Malam itu Alice menginap di apartemen Jay dan akan berangkat ke Balendra hotel besok pagi bersama - sama. Alice juga sudah menyiapkan pakaian nya dan juga Jay yang sudah di berikan oleh Yuki sebagai brides maid mereka. Mereja hanya tidur ya, itu juga terpisah Alice tidur di tempat tidur sedangkan Jay di atas sofa yang tak jauh dari tempat tidur nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di mansion Balendra tepat nya di kamar Fika dan Nanda tampak Fika yang sedang tertawa puas melihat penampilan suami nya saat ini.
Malam ini Fika kembali ngidam hal yang aneh, Fika menyuruh Nanda untuk memakai gaun yang akan diri nya gunakan untuk acara pernikahan Yuki dan Adzriel besok. Gaun brides mide yang sama dengan yang akan di kenakan oleh Nami dan juga Alice.
" Boleh aku mengganti pakaian ku sekarang sayang?" Nanda tampak menatap Fika dengan tatapan memohon nya. Jujur saja dia sangat malu pada diri nya sendiri saat melihat pakaian yang dia kenakan sekarang.
" Tidak kak, aku belum merias wajah mu" Fika langsung beranjak menuju meja rias nya dan langsung mengambil peralatan make up yang di letakkan di sana dan bersiap untuk merias wajah tampan suami nya.
" What, apa aku juga harus di rias?" Pekik Nanda tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
__ADS_1
" Tentu saja, kalau sudah memakai gaun pesta tentu saja harus memakai make up juga" jawab Fika enteng.
" Tapi sayang" Nanda menunjukan wajah memelas nya.
" Kenapa? Apa kakak tidak mau menuruti kemauan anak kita? Apa kakak tidak sayang pada ku dan anak ini?" Sekarang Fika yang menggunakan wajah memelas dan kesal nya tanpa menghiraukan tatapan memelas suami nya itu. Bahkan mata Fika kini sudah berkaca - kaca siap menumpahkan sesuatu yang akan mengalir kapan saja.
" Tidak sayang, aku sangat mencintai kalian berdua. Jadi sekarang lakukan apa yang ingin kamu lakukan pada ku oke!" Nanda pun dengan berat hati mengalah pada istri nya itu. Nanda memang sangat lemah bila sudah menyangkut masalah istri dan anak nya. Apa lagi bila melihat mata Fika yang berkaca - kaca, sungguh Nanda paling tidak bisa melihat hal itu.
" Benarkah?" Fika menatapa Nanda dengan wajah yang berbinar. " Kalau begitu kakak duduk di sini, aku akan mulai merias kakak" Fika pun dengan bersemangat dan wajah yang berseri - seri merias wajah suami nya itu yang terlihat pasrah dengan apa yang akan di alami nya nanti.
" Lihat lah nak, pengorbanan daddy mu ini untuk diri mu" batin Nanda meringis mengingat wajah nya yang entah akan menjadi seperti apa di tangan istri nya itu.
Lama Fika merias wajah Nanda sampai - sampai Nanda merasa mengantuk dan menguap beberapa kali.
" Apa masih lama sayang?" Nanda mulai merasakan pegal pada bagian leher nya.
" Tunggu - tunggu, hampir selesai" Fika pun melakukan sentuhan terakhir nya. "Selesai! Ck ck ck, kakak cantik sekali" Fika menatap kagum pada hasil karya nya.
Saat ini wajah Nanda tampak seperti banci yang biasa berada di pinggir jalan. Wajah Nanda kini terlihat sangat medok dengan bedak yang sangat tebal, pipi yang merah karena blush on, mata yang berwarna biru karena eye shadow dan bibir yang merah merona karena lipstik yang di pakai Fika. Sedangkan Nanda tampak menunjukan wajah tanpa eksfresi saat ini. Jujur dalam hati nya dia sangat kesal dan ingin sekali meluapkan kekesalan nya saat ini juga, tapi Nanda mana berani menunjukan kekesalan nya pada Fika, bisa - bisa dia harus berpuasa beberapa hari dari kegiatan panas yang sering mereka lakukan pada malam hari.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏