
Malam hari nya tepat nya di mansion keluarga Balendra, tampak Nanda yang keluar dari kamar mandi dengan langkah gotai dan tubuh yang sangat lemas.
" Apa masih sakit?" Fika menatap iba dengan rasa sangat bersalah dalam hati nya.
Ya, Nanda berhasil menghabiskan satu potong ayam balado yang sangat pedas dengan susah payah demi istri dan bayi yang masih dalam kandungan nya. Namun beginilah akhir nya, Nanda bolak - balik masuk kamar mandi karena sakit perut sejak dia pulang dari acara pernikahan Arga dan Zela tadi siang. Dan kalau di hitung, Nanda sudah lebih dari sepuluh kali keluar masuk kamar mandi.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar dan tak lama pintu pun terdengar di buka.
Ceklek
" Apa perut mu masih sakit?" Tenyata Anika yang datang untuk melihat kondisi putra nya itu. Bagaimana pun Anika juga bersalah dalam hal ini karena malah mendukung keinginan menantu nya itu walaupun dia sendiri sangat tahu kalau putra semata wayang nya itu tidak bisa memakan makanan pedas.
" Ya mom, apa tidak sebaik nya kita telpon dokter untuk mengobati kak Adi?" Fika terlihat cemas menatap suami nya yang terlihat lemas.
" Ya, sebaik nya begitu. Biar daddy yang panggilkan" Davian yang datang bersama dengan istri nya pun tidak tega melihat keadaan putra semata wayang nya itu.
Nanda saat ini sedang duduk bersandar pada kepala tempat tidur dengan keadaan yang lemas dan tak bertenaga.
" Terima kasih dad" Fika pun tersenyum lega.
" Sama - sama sayang, sekarang lebih baik kamu temani suami mu dan biar mommy mu membuat teh pahit hangat untuk Nanda." Davian pun langsung menghubungi dokter keluarga dengan menggunakan ponsel nya sedangkan Anika pergi ke dapur untuk membuat teh hangat untuk putra nya.
__ADS_1
" Maaf!" Fika menatap Nanda dengan berkaca - kaca melihat keadaan suami nya yang terlihat menghawatirkan.
" Maaf untuk apa? Kamu tidak salah apa - apa sayang!" Nanda tersenyum manis agar istri nya tidak merasa bersalah lagi. " Kemarilah! Peluk suami mu ini!" Nanda pun membuka tangan nya agar istri nya bisa masuk ke dalam dekapan nya.
Tak menungu lama Fika pun dengan senang hati masuk ke dalam dekapan suami nya itu.
" I Love You" gumam Fika saat berada di pelukan nya.
" I Love You to" Nanda mencium kepala Fika berkali - kali dengan sangat lembut. " Seperti nya aku sudah sembuh setelah di peluk oleh mu sayang" Nanda terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, kalau seperti itu lebih baik daddy tidak usah memanggil dokter. Lebih baik aku peluk saja kakak dari tadi" Fika ikut terkekeh saat mengatakan nya
" Kamu benar sayang, seperti nya kamu adalah dokter terhebat untuk penyakit ku" Nanda semakin mengeratkan pelukan nya.
Setelah beberapa menit berlalu, Davian dan Anika kembali ke kamar Fika dengan membawa seorang dokter yang mereka tahu itu siapa, dokter Livia tampak masuk dengan senyum di bibir nya dan langsung memeriksa Nanda dan memberikan beberapa obat untuk mengobati sakit perut nya.
Dan akhir nya Nanda malam itu bisa tertidur nyenyak setelah meminum obat yang di berikan dokter Livia tadi.
Sementara di tempat lain lebih tepat nya apartemen Zela. Tampak Arga yang sudah membersihkan diri nya dan sedang menunggu Zela yang masih berada di kamar mandi. Ya tadi Arga dan Zela mandi secara bergantian.
Ceklek
Pintu kamar mandi pun terbuka menampilakn Zela yang sudah memakai piyama tidur nya yang agak terbuka dengan model rok kimono berwarna hitam dan rambut yang masih basah. Zela pun duduk di depan meja rias nya dan mulai menyisir dan mengeringkan rambut nya dengan hair dryer yang dia miliki.
Arga tampak menatap sang istri dengan mata yang terpesona. Walaupun Zela sudah berumur tapi tidak mengurangi pesona nya di mata Arga, bahkan saay ini Zela terlihat sangat seksi di mata Arga dan sebagai laki - laki normal tentu Arga sangat ingin menyentuh istri nya itu sekarang juga. Namun Arga tidak mau menambah kesalahan nya lagi dengan memaksakan keinginan nya pada istri nya itu.
" Kamu belum tidur mas?" Zela yang sudah selesai dengan aktifitas nya mulai menaiki tempat tidur nya yang di mana di sana sudah Arga yang duduk sambil menyandarkan tubuh nya pada kepala tempat tidur milik Zela.
__ADS_1
" Aku menunggu mu" ucap Arga membuat tubuh Zela menegang seketika.
" Me menunggu ku? Untuk apa?" Tanya Zela tergagap karena merasa tegang dengan apa yang baru saja Arga ucapkan.
" Tentu saja untuk tidur, memang kamu fikir untuk apa hem?" Arga tampak mengulum senyum nya seraya merebahkan tubuh nya. " Ayo tidur! Tenang saja kamu jangan takut, aku tidak akan melakukan apa pun pada mu" Arga menepuk bantal kosong yang ada di samping nya.
" Takut, siapa yang takut" Zela tertawa kikuk seraya ikut merebahkan diri nya di samping Arga.
Ini bukan lah pertama kali diri nya tidur bersama dengan suami nya itu, tapi entah kenapa Zela saat ini merasa sangat gugup sama seperti saat malam pertama nya dulu bersama dengan Arga. Detak jantung Zela kini berdetak dengan sangat kencang dan ke dua nya sama - sama dalam keheningan beberapa saat, mereka tampak sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing seraya menatap langit - langit kamar yang sama.
" Kemarilah! Apa aku boleh tidur sambil memeluk mu?" Arga memecah keheningan dan kecanggungan di antara mereka.
" Apa, kenapa dia meminta izin ku seperti itu?" Batin Zela dengan dahi yang mengkerut menatap suami nya yang sedang melihat ke arah nya.
" Aku hanya ingin memeluk mu, aku berjanji tidak akan macam - macam" Arga kembali berkata saat melihat ada keraguan di wajah cantik istri nya itu.
" Apa lagi yang dia bilang, tidak akan berbuat apa - apa? Lalu untuk apa kita menikah? Dulu saja sebelum menikah kamu dengan naf su nya menyentuh tubuh ku sampai aku berbadan dua seperti ini" Batin Zela memandang tak percaya dengan apa yang di ucapkan suami nya itu. Entah kenapa Zela merasa kecewa saat Arga berkata seperti itu, jujur saja entah karena hormon kehamilan atau apa Zela malah selalu memikirkan dan merindukan setiap sentuhan suami nya itu. Ya, anggap saja ini karena hormon kehamilan nya karena Zela juga tidak tahu mengapa dia seperti itu. Karena saat dulu dia mengandung Yuki, Zela tidak seperti itu. Di kehamilan nya yang sekarang Zela enggan berjauhan dengan suami nya dan selalu ingin diperhatikan oleh Arga. Mungkin karena dia tidak bisa mendapatkan itu semua saat kehamilan Yuki dulu.
" Apa kamu tidak mau? Apa aku belum sepenuh nya mendapatkan maaf dari mu? Maaf" Arga lagi - lagi merasa bersalah melihat kediaman istri nya itu. " Baiklah, tidur yang nyenyak ya sayang" Arga pun mengusap kepala Zela dengan lembut sebelum dia menutup mata nya.
" Aduh Zela, apa juga yang kamu fikirkan? Apa mungkin ini efek dari menjanda terlalu lama ya" Zela merutuki kebodohan nya yang bisa - bisa nya memikirkan hal kotor dalam otak nya saat ini. Setelah itu Zela pun berusaha memejamkan mata nya dengan hati yang kecewa pada suami nya yang tidak mengerti apa yang dia rasakan saat ini.
Arga dan Zela versi autor
__ADS_1
**Bisma dan Anggi versi autor . Semoga suka😘😘
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**