
Hening, satu kata itu yang mampu mewakili keadaan empat orang yang sedang duduk di meja yang ada di pojok kafe saat ini. Keempat orang itu tampak sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing.
" Jadi bang, tunggu apa lagi? Apa abang akan menjadi pria pengecut yang tak berani mengungkapkan perasaan nya pada wanita yang di sukai?" Adzriel berkata dengan nada mengejek
" Ya, kamu benar Riel. Seperti nya abangku ini jadi begitu pengecut sekarang" Yuki ikut mencibir Razky sedangkan Nami rasa nya ingin segera pergi dari sana karena tak sanggup kalau pria yang baru - baru ini membuat Nami selalu memikirkan nya akan menyatakan cinta nya pada wanita lain.
" Enak saja, aku bukan pengecut" Razky mendengus kesal saat mengatakan nya
" Kalau begitu, buktikan!" Tantang Adzriel pada Razky
" Baiklah, akan aku buktikan" Razky pun mulai berdiri dari duduk nya dan mulai melangkahkan kaki nya menjauh dari mereka, sedangkan Nami tampak menatap sendu kepergian Razky yang dia fikir akan menghampiri gadis yang di sukai nya sedangkan Yuki dan Adzriel tampak menatap punggung Razky dengan dahi yang mengkerut
" Kenapa bang Razky malah pergi, bukankah yang dicintai bang Razky adalah dia?" Batin Yuki seraya melirik Nami yang menampakan wajah sendu nya.
" Setidak nya dia tidak melakukan nya di depan ku dengan begitu luka ku tidak akan begitu dalam" batin Nami dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
Perlahan Razky berjalan naik ke atas panggung kecil yang biasa di gunakan oleh band yang kafe sewa untuk menghibur para pengunjung kafe dengan pertunjukan mereka.
Setelah sampai di sana Razky meminjam microfon yang biasa di gunakan oleh pengisi acara di sana
" Selamat malam semua nya" Suara Razky terdengar menggema di seluruh kafe.
Nami ,Yuki dan Adzriel yang sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing pun menolehkan pandangan mereka ke arah di mana suara yang begitu mereka kenal itu berasal
"Ka Razky, apa yang sedang dia lakukan?" Nami menatap Razky dengan tatapan yang sulit untuk di artikan
" Wah, bang Razky keren. Dia akan menyatakan cinta nya di hadapan semua orang" Yuki memandang abang nya itu dengan tatapan yang berbinar
__ADS_1
" Ish, norak. Bagaimana kalau dia ditolak? Pasti akan sangat memalukan" cibir Adzriel
" Ya jangan sampai di tolak, Iya kan?" Yuki tersenyum penuh arti seraya menepuk pundak Nami namun Nami hanya tersenyum kaku dengan hati yang sudah berdebar. Nami takut tidak bisa menguatkan hati nya saat melihat pria yang dia cintai menyatakan cinta di hadapan nya pada gadis lain.
" Kuatkan aku ya Tuhan" batin Nami memegang dada nya yang mulai terasa sesak.
" Saya berdiri di sini, ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada kalian semua" Razky menarik nafas nya dalam untuk menetralisir kegugupan nya. " Saya ingin kalian semua yang hadir disini menjadi saksi atas pernyataan cinta saya pada gadis yang sudah sebulan ini selalu mencuri perhatian saya dan selalu mengganggu fikiran saya. Dan saya rasa dia harus bertanggung jawab atas perbuatan nya itu, iya kan?" Razky terkekeh saat mengatakan nya diikuti tawa dari para pengunjung kafe
" Ya anda benar, dia harus bertanggung jawab karena sudah mengganggu fikiran anda selama ini" teriak salah satu pengunjung di kafe itu membuat suasana kafe semakin riuh dengan gelak tawa.
" Ya, dan itu yang akan saya lakukan saat ini" Razky tertawa kecil.
"Baiklah, karena saya tak pandai dalam merangkai kata cinta atau merayu dengan rayuan gombal. Jadi langsung saja Nami, maukah kamu menjadi kekasihku dan kelak menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak - anaku?" ucap Razky to the point membuat semua pengunjung dan karyawan kafe bersorak bersamaan termasuk Yuki dan juga Adzriel.
" Sudah ku duga ternyata abangku itu jatuh cinta pada Nami" Yuki terkekeh saat mengatakan nya sedangkan Nami tampak membulatkan bola mata nya dengan tatapan tak percaya saat mendengar Razky menyebutkan nama nya.
" Tidak, kau tidak salah dengar. Memang namamu yang dia panggil" Adzriel yang mendengar gumaman Nami menjawab dengan enteng membuat Nami menoleh ke arah nya
" Cepat sana pergi, kasihan abangku terlalu lama menunggu!" Yuki bangkit dari duduk nya dan langsung menarik tubuh Nami yang masih terduduk dengan tatapan tidak percaya nya. " Sana pergi" Yuki mendorong Nami agar berjalan menghampiri abang nya.
Nami langsung melangkahkan kaki nya berjalan menuju di mana Razky berdiri dengan tatapan penuh harap pada nya.
" Bagai mana, apa kau mau menerimaku?" Tanya Razky kembali setelah Nami berada di dekat nya.
Nami terdiam dengan degup jantung yang sangat kencang menatap lekat manik mata pria yang ada di hadapan nya. Nami mencoba mencari kebenaran dan ketulusan di dalam nya dan ternyata memang itulah yang Nami lihat saat ini. Perlahan Nami menghela nafas nya mencoba menetralisir perasaan campur aduk yang dia rasakan saat ini. Perasaan senang, kaget dan terharu menjadi satu
" Nami, aku tahu kita belum lama saling mengenal. Tapi percayalah belum pernah aku merasakan perasaan seperti ini sebelum nya pada wanita mana pun dan saat pertama kali melihatmu entah kenapa ada yang berbeda darimu yang membuatku selalu memikirkan mu" Razky berkata yang sebenar nya karena memang Razky tidak pernah dekat dengan wanita manapun karena sikap dingin dan cuek diri nya membuat nya susah untuk di dekati.
__ADS_1
" Apa ini bukan mimpi" Nami memegang kedua pipi nya dengan tangan nya dengan wajah yang tampak masih terkejut.
Razky jelas merasa bingung dengan perkataan Nami, perkataan yang tidak ia sangka sebelum nya akan keluar dari bibir mungil itu
" Ha ha ha" Gelak tawa terdengar dari seluruh ruangan kafe
" Kamu tidak mimpi Nami. jadi cepatlah terima abangku itu" Yuki berteriak kencang membuat suasana tambah riuh saja
" Terima"
" Terima"
" Terima"
Terdengar suara semua orang menggema di seluruh kafe membuat Razky tersenyum mendengar banyak nya orang yang sudah mendukung nya.
Nami terdiam menatap wajah tampan pria yang ada dihadapan nya dan dengan wajah yang malu - malu Nami menganggukan kepala nya.
" Apa itu maksud nya kau menerimaku?" Razky berkata dengan senyum yang mengembang di wajah tampan nya
" Ya, aku menerima nya" Nami berkata dengan wajah yang sudah merona dan jantung yang berdetak sangat kencang.
" Yes" Razky berteriak kegirangan. " Terima kasih" Razky pun memeluk tubuh Nami dan mengangkat nya keudara dan berputar - putar setelah nya.
" Akh" Nami terpekik kaget saat tubuh nya terasa melayang dan berputar - putar dengan perasaan yang sangat bahagia. Begitupun Yuki dan Adzriel yang ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1