Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 70


__ADS_3

Hari ini akhir nya tiba, hari di mana semua berkumpul di mansion keluarga Balendra tepat nya di taman samping mension. Taman yang sangat luas dengan kolam renang dan sebuah gazebo yang lumayan nyaman untuk sekedar menikmati pemandangan sambil meminum kopi di pagi hari. Taman bunga dan beberapa pepohonan pun terlihat tertata dengan sangat rapi di sana. Saat ini juga terpasang beberapa meja yang tertata dengan rapi yang sudah di letakan beberapa makanan dan minuman juga aneka kue yang di pesan langsung dari Y & A Bakery kemarin.


" Waw, halaman rumah ku dan rumah ku pun bila di satukan tidak akan menandingi luas taman ini" Yuki berdecak kagum melihat betapa indah dan luas nya taman yang di miliki keluarga terkaya se Asia itu.


" Emm, rumahku juga" Nami ikut menimpali dengan mata yang berbinar.


" Do'akan aku, agar suatu hari nanti bisa memberikan mu rumah yang seperti ini. Ya setidak nya setengah dari ini" Adzriel tampak terkekeh saat mengatakan nya.


" Ya, aku juga berharap bisa membeli seperempat nya saja" Razky yang juga sibuk menatap dengan tatapan yang sama takjub nya dengan Nami dan Yuki pun ikut menimpali.


" Kalian sudah datang? Ayo, masuk! Ngapain bengong di situ" Anika yang masih sibuk mengatur meja di bantu beberapa art menyapa mereka dan mengajak mereka untuk bergabung bersama dengan yang lain nya.


" Ah, iya tante" Yuki tersenyum ramah pada Anika seraya bercipika cipiki diikuti oleh Nami yang melakukan hal yang sama.


" Fika nya belum turun tante?" Nami bertanya karena tidak menemukan Fika di sana.


" Sebentar lagi, sedang di panggil sama Nanda. Kalian anggap saja rumah sendiri" mereka pun melangkahkan kaki mereka menghampiri yang lain nya.


" Kakak cantiiik!" Baru beberapa langkah mereka berjalan. Tiba - tiba terdengar suara anak kecil yang berlari seraya merentangkan tangan nya menghampiri mereka.


" Eh.. Dimas ganteng, kangen ya sama kakak cantik" Yuki langsung menggendong bocah berumur 4 tahun itu.


" Iya, Dimas kangen sama kakak cantik. Kalau sama kakak galak nggak kangen wlee!" Dimas menjulurkan lidah nya pada Adzriel yang sedang memasang wajah kesal nya pada bocah yang seenak nya minta di gendong oleh calon istri nya.

__ADS_1


" Dasar bocah nakal, wlee" Adzriel pun membalas juluran ludah dari Dimas.


Seperti itulah Dimas yang sangat menyukai Yuki sejak kedatangan mereka ke Bandung saat itu. Tapi entah kenapa Dimas tidak begitu menyukai Adzriel, mungkin karena Adzriel selalu saja menempel pada Yuki. Dimana ada Yuki disitu ada Adzriel.


" Wah, tampan nya anak ini. Siapa sih nama nya?" Nami ikut mengajak main Dimas yang memeluk erat leher Yuki.


" Namaku Dimas, kakak siapa? Apa kakak teman nya kakak cantik?" Dimas bertanya dengan wajah polos nya.


" Iya , kakak juga teman nya kakak cantik" jawab Nami sambil tersenyum manis.


" Kalau begitu kakak juga teman Dimas, tapi kakak galak bukan" Dimas dengan lucu nya menunjuk Adzriel kemudian menggelengkan kepala nya dengan gaya angkuh nya.


Semua nya tampak tertawa menertawakan tingkah lucu Dimas sedangkan Adzriel tampak memberengut kesal karena perhatian Yuki kini di ambil alih oleh bocah berumur 4 tahun itu.


Tak lama Jay pun datang bersama dengan Alice membuat Yuki dan yang lain nya mengerutkan kening mereka. Tidak hanya datang bersama saja tapi Alice tampak merangkul tangan kekar Jay dengan posesif saat ini membuat semua mata menatap heran pada kedatangan ke dua nya.


" Seperti nya tidak, karena aku juga melihat nya?" Yuki terkekeh saat mengatakan nya. Yuki dan Adzriel tidak heran karena sudah beberapa kali mereka datang bersama termasuk pada saat menjenguk nya dan Adzriel yang sedang terluka saat itu.


Adzriel dan Razky tampak sedang mengobrol entah membahas apa sedangkan tak jauh dari mereka Yuki dan Nami sedang mengajak Dimas bermain. Disana juga ada Jay dan Alice yang terlihat mengobrol.


Sedangkan para tetua seperti Bima, Bisma, Yudi, Danu dan Davian tampak sedang meminum kopi bersama di gazebo. Dan Anika , Anita, Sita dan juga Anggi sedang asyik mengobrol seputar ibu - ibu sambil menikmati kue dan juga teh yang ada di hadapan mereka.


Tak lama Fika datang bersama dengan Nanda. Fika tampak bahagia melihat orang - orang yang dia sayangi berkumpul bersama di satu tempat seperti ini walaupun orang tua Adzriel dan orang tua Yuki tidak bisa hadir di acara ini.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah mulai sore. Para terua sudah masuk ke dalam rumah untuk beristirahat sedangkan para anak muda masih asyik dengan kegiatan mereka masing - masing.


" Bagaimana persiapan pernikahan kalian, apa semua sudah di atur? Bukankah tinggal satu bulan lagi?" Fika memulai pembicaraan saat para wanita berkumpul di meja yang sama. Yuki, Nami , Alice dan Fika sekarang sedang duduk di sebuah meja tanpa para pria di samping mereka. Dimas pun tadi sudah di ambil oleh Anita karena anak itu tertidur di pangkuan Yuki setelah puas bermain.


Sedangkan para pria sedang memainkan permainan mereka. Mereka bermain kartu dengan taruhan yang mereka buat sendiri. Entah itu tantangan atau meminum minuman pahit yang mereka sediakan.


" Semua sudah di atur sama mama Zela, mama Wina dan bunda Dita. Aku tidak mau ikutan riweuh sama mereka" Yuki terkekeh saat mengatakan nya.


" Oh, baguslah" Fika pun menganggukan kepala nya.


" Kamu bagaimana Nami, kapan bang Razky kamu ajak ke rumah mu untuk menemui orang tua mu?" Yuki melempar pertanyaan pada Nami.


" Entahlah, aku saja sudah tidak bertemu mereka selama setahun lebih" Jawab Nami acuh.


" Kok bisa?" tanya Alice dengan wajah penasaran. Yuki dan Fika pun menganggukan kepala mereka setuju dengan pertanyaan Alice.


Nami pun menceritakan tentang kejadian yang menimpa nya setahun yang lalu.Semua tampak mendengarkan Nami dengan wajah yang serius. Alice , Fika dan Yuki tampak begitu kaget saat mendengarkan nya. Mereka tidak menyangka bahwa Nami yang terlihat baik - baik saja selama ini ternyata pernah mengalami kejadian yang sangat memilukan seperti itu.


" Aku tidak tahu kamu pernah mengalami hal yang seperti itu" Fika menatap sendu pada Nami saat Nami menyelesaikan cerita nya.


" Emm, aku salut pada mu, bisa menghadapi kehidupan yang sulit seperti itu selama ini" Yuki juga ikut memandang sendu pada Nami.


" Kalau aku yang ada di posisi mu, aku tidak yakin akan bisa bertahan dan terlihat tegar seperti mu?" Alice ikut berbicara dengan pandangan yang tak kalah berbeda dengan tatapan yang lain nya.

__ADS_1


" Ish, kalian kenapa memandangku seperti itu huh?" Nami terkekeh saat mengatakan nya. " Aku tidak apa - apa, aku bersyukur dengan kejadian itu aku bisa bertemu dengan kak Razky dan kalian semua" Nami tersenyum tanpa beban membuat semua nya tersenyum lega.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2