
Tidak terasa sudah satu minggu berlalu sejak Nami secara tidak sengaja bertemu dengan mama nya di pusat perbelanjaan. Hari ini Nami memutuskan untuk pulang ke rumah orang tua nya sesuai janju nya pada mama nya itu, walaupun Nami sempat ragu karena mengingat dikap papa dan kakak nya yang selalu bersikap arogan. Tapi Nami juga tidak mau mengecewakan mama nya, apa lagi selama satu minggu ini mama nya juga selalu menelfon nya hampir setiap hari untuk mengingatkan Yemi agar dia pulang ke rumah mereka setelah pertemuan terakhir mereka.
Dan di sini lah Yemi sekarang, di depan rumah yang cukup mewah namun masih belum bisa menandingi mansion keluarga Balendra dan rumah keluarga Saputra.
" Huufth" Nami membuang nafas nya kasar sebelum dia melangkahkan kaki nya ke dalam gerbang rumah keluarga nya. Jujur saja Nami merasakan firasat buruk tentang ini.
" Assalamu'alaikum" Nami memberi salam setelah dia memasuki rumah yang sudah selama setahun lebih ini tidak dia datangi.
" Walaikum sallam, kamu sudah datang sayang. Ayo masuk, papa mu dan kakak mu sudah menunggu dari tadi" mama Nami yang tak lain adalah Siska tampak menyambut putri bungsu nya dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
Nami pun melangkahkan kaki nya memasuki rumah nya menuju ruang keluarga di mana ayah nya Wandi dan kakak perempuan nya Mina sedang duduk bersama di sana. Karena hari ini adalah hari minggu, jadi semua tampak berkumpul di sana karena biasa nya mereka semua sibuk bekerja. Wandi yang seorang CEO di perusahan cabang salah satu perusahaan besar di Indonesia. Sedangkan Mina sendiri bekerja sebagai direktur pemasaran di sana.
Karena jabatan yang lumayan tinggi tersebut sehingga membuat Eandi dan Mina menjadi sombong dan suka merendahkan orang lain. Bahakan Nami pun tak jarang terkena amarah dari ayah nya karena tidak bisa sehebat kakak nya Mina yang selalu sempurna di mata papa nya itu.
" Kamu sudah pulang nak, kemarilah! Apa kamu tidak merindukan papa mu?" Wandi merentangkan tangan nya untuk menyambut kedatangan putri bungsu nya agar bisa masuk ke dalam pelukan nya.
" Maafkan Nami pa" Nami pun tak menunggu lama langsung masuk ke dalam pelukan papa nya yang sudah lama tidak dia temui.
" Sudahlah, kita lupakan yang sudah lalu. Papa sangat menyesal karena tidak menyelidiki semua nya terlebih dahulu sebelum memarahi mu" Ada ketulusan di mata Wandi saat mengatakan nya.
" Sudahlah aku sudah tidak mau mengingat nya" Nami pun melepaskan pelukan nya dan kini dia menatap kakak kandung nya yang tidak terlalu akrab dengan nya.
" Kak Mina, apa kabar?" Nami pun memeluk kakak nya itu
__ADS_1
" Aku baik, kamu bagaimana?" Mina membalas pelukan Nami.
" Aku baik kak" Nami tersenyum senang karena akhir nya dia bisa berkumpul kembali dengan keluarga nya sendiri setelah selama setahun lebih dia tidak pernah bertemu dengan mereka.
" Kamu akan tiggal di dini lagi kan?" Mina menatap Nami dengan tatapan menyelidik.
" Aku" Nami tampak berfikir, jujur saja dia merasa ragu
" Tentu saja, kamu pasti tinggal di sini lagi kan? Bukan kah kita keluarga?" Wandi tampak berbicara dengan nada tidak mau di bantah.
Begitulah Wandi, selalu memaksakan kehendak nya sendiri pada istri dan anak - anak nya. Terkadang itu yang membuat Nami tidak betah berada di rumah nya sendiri.
Akhir nya Nami hanya menganguk pasrah, karena dia juga tidak mungkin melawan papa nya sendiri. Toh ini hanya di suruh tinggal lagi di rumah nya saja kan. Walaupun Nami agak berat karena jarak dari rumah ini ke perusahaan tempat nya bekerja lumayan jauh, apa lagi jarak ke kafe tempat kekasih nya bekerja. Sehingga tidak bisa setiap hari berkunjung ke sana.
" Benarkah pa, kenapa mama belum tahu tentang itu?" Siska yang baru saja mendengar perkataan suami nya itu pun merasa heran.
" Mama hanya perlu berdandan dengan cantik dan masalah makanan biar art saja yang membuat nya. Oh iya, kalian berdua juga berdandan lah yang cantik terutama kau Nami" Setelah mengatakan hal itu, Wandi berlalu pergi meninggalkan ke tiga wanita yang masih terlihat bingung.
" Ma, memang siapa sih tamu nya. Kok kita di suruh dandan yang cantik sih?" Mina tampak bertanya pada Siska dengan nada manja nya.
" Mama juga tidak tahu sayang, papa mu tidak bilang apa - apa sama mama" Siska tampak bingung.
Mina menatap Nami dengan tatapan bertanya dan di balas Nami dengan mengangkat bahu nya. Entah kenapa Nami menjadi semakin merasa tidak enak hati saat ini.
__ADS_1
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Malam hari pun tiba. Nami tadi sudah menghubungi Razky bahwa dia berada di rumah orang tua nya dan mengatakan kalau dia akan tinggal di sana sehingga tidak bisa sering datang ke kafe seperti biasa. Walaupun Razky merasa agak sedih karena akan jarang bertemu dengan gadis yang kini selalu mengisi hari - hari nya itu, tapi Razky juga bersyukur karena Nami dan keluarga nya sudah dapat bersatu kembali dan kesalah fahaman antara mereka sudah terselesaikan.
Saat ini Nami sudah bersiap dengan memakai gaun yang sudah di siapkan oleh papa nya untuk nya. Nami sempat heran dengan perlakuam aneh dari papa nya itu. Tapi Nami buru - buru menepis fikiran buruk nya itu dan tetap berfikir positif atas apa yang di lakukan oleh papa nya itu dan tetap melakukan apa yang di perintahkan oleh papa nya pada diri nya. Kini Nami terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna navy yang tampak cocok pada tubuh Nami yang ramping dan berisi di bagian tertentu.
" Nami , apa kamu sudah siap sayang?" Siska masuk ke dalam kamar Nami dengan penampilan yang tidak jauh dengan Nami saat ini.
" Sudah ma, apa tamu nya sudah datang?" Nami kembali bertanya.
" Sudah sayang, mama kesini juga di suruh papa unuk memanggilmu agar turun ke bawah" Siska tampak menelisik penampilan Nami sekarang ini.
" Kamu sangat cantik sayang" Siska pun memuji putri bungsu nya yang kini terlihat sangat cantik.
" Terima kasih ma!" Nami pun tersenyum manis pada mama nya itu.
Nami dan Siska akhir nya turun untuk menemui tamu papa nya yang kata nya sangat penting itu. Entah kenapa perasaan Nami saat ini menjadi tidak enak , apa lagi sedari tadi dia selalu saja teringat dengan Razky yang selalu ada dalam hati nya itu.
Tak lama mereka pun sampai di ruang tamu yang kini sudah ada papa dan juga Mina yang sedang menemani tamu mereka berbincang. Nami tampak membulatkan bola mata nya saat melihat siapa tamu yang di maksudkan oleh ayah nya.
**Siapa dia? Jeng jeng jeng 😁😁
Jangan lupa Like, vote dan komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏**
__ADS_1