
Nami, Razky dan Afkha sudah sampai sejak semalam di depan rumah Niko. Afkha memarkirkan mobil nya agak jauh dari rumah nya agar tidak di curigai yang penting dari sudut pandang mereka, mereka bisa melihat pergerakan dari Arga atau Niko yang keluar dari rumah itu.
Hari sudah berganti pagi dan dingin nya malam pun telah berganti dengan hangat nya cahaya matahari pagi yang masuk ke dalam celah - celah kaca mobil Afkha yang masih setia di sana.
" Masih belum ada pergerakan dari mereka?" Razky yang baru kembali dari warung terdekat untuk membeli air minum untuk mereka bertanya pada Afkha yang bertugas untuk mengawasi.
" Belum, mungkin mereka masih tidur" jawab Afkha
" Dia juga masih tidur?" Razki melirik Nami yang masih tidur di jok belakang berselimutkan jaket Razky.
" Ya, seperti nya kak Nami kelelahan" Afkha sedikit terkekeh saat mengatakan nya.
Satu jam telah berlalu, masih belum ada pergerakan dari Niko atau pun Arga.
" Maaf aku tertidur" Tiba - tiba terdengar suara Nami dengan suara khas bangun tidur nya
" Tidak apa - apa, lagi pula masih belum ada pergerakan dari mereka." Razky tersenyum manis.
Tak lama gerbang depan rumah terbuka namun bukan gerbang rumah Niko , melainkan gerbang rumah Nami. Terlihat papa Nami yang baru keluar dari gerbang, seperti nya beliau baru akan berangkat untuk bekerja.
" Papa" gumam Nami dengan suara pelan, namun masih bisa di dengar oleh Razky.
" Apa itu papa mu sayang?" Razky bertanya dan Nami menganggukan kepala nya.
" Ayo, kita temui beliau!" Razky hendak turun namun Nami mencegah nya dengan memegang pundak Razky dari belakang.
" Tidak, kak. Aku tidak mau kakak di maki dan di hina oleh papa ku" Nami berwajah sendu.
__ADS_1
Razky memegang tangan Nami yang di letakkan di atas pundak nya seraya menolehkan kepala nya " Tidak apa - apa aku pasti akan baik - baik saja" Razky menenangkan hati kekasih nya itu.
" Tapi kak!" Nami tampak ragu.
" Sudahlah biarkan aku menemui nya" Razky baru saja akan turun saat Afkha melihat seseorang yang sedang mereka intai leluar dari rumah Niko.
" Tunggu kak, lihat itu!" Afkha menunjuk pada Arga yang terihat membuka pagar dan keluar dengan mobil nya. " Kita ikuti dia" Afkha pun menyalakan mesin mobil nya. Razky pun hanya mengangguk dan memasang sabuk pengaman nya begitu pun Nami yang ada di jok belakang. Saat ini , mengikuti Arga jauh lebih penting bagi Razky dari pada menemui orang tua Nami.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh dengan waktu hampir satu jam lebih , akhir nya mobil Arga berhenti di depan sebuah gudang tua yang di curigai tempat mereka menyekap Yuki dan juga Alice. Razky sudah menghubungi Adzriel sedari tadi dan mereka sudah mulai jalan ke tempat yang sudah di share lok oleh Razky pada mereka. Sementara Afkha, Razky dan Nami menunggu kedatangan mereka sebelum mengambil tindakan. Mereka tidak mau gegabaj dalam hal ini karena yang mereka hadapi bukan lah orang bisa di anggap remeh.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di dalam sebuah gudang tua, terlihat Alice dan Yuki yang masih panik memikirkan cara untuk keluar dari tempat itu tanpa sepengetahuan para penjahat yang ada di sana.
" Bagaimana?" Yuki tampak menatap Alice yang memandang iba terhadap nya.
" Ish, seharus nya aku yang bertanya seperti itu. Bagaimana apakah sakit?" Alice tampak meringis melihat sudut bibir Yuki yang berdarah
Alice tidak bisa berkata apa - apa saat ini karena dia tahu pasti ini sangat berat untuk Yuki hadapi. Harus berhadapan dengan seseorang yang harus nya menjadi cinta pertama dari setiap anak gadis malah menjadi orang yang harus dia musuhi.
Ceklek
Pintu terdengar terbuka dari luar menampilkan sosok Diego yang masuk kembali ke ruangan itu.
" Masuklah kak, mereka ada di sini" Diego terdengar berbicara pada orang yang ada di belakang nya. " Kalian, bersikap baiklah pada ketua" Diego berbicara dengan nada mengancam
Deg
__ADS_1
Detak jantung Yuki berdetak sangat kencang saat mendengar seseorang yang selama ini tidak ia ketahui wajah nya dan yang paling dia benci dan tidak ingin ia temui kini akan ada di hadapan nya.
Setelah Diego berbicara seperti itu, tampak seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah dengan pakaian rapi nya.
Yuki tampak membulatkan bola mata nya dengan wajah yang sangat terkejut saat melihat sosok yang tak asing lagi di mata nya. Sosok yang hampir setiap hari ia temui dan selalu berbicara akrab dengan nya kini berdiri di hadapan nya sebagai orang yang paling dia benci.
Begitu pun sosok paruh baya yang tak lain adalah Arga, sama terkejut nya saat melihat Yuki ada di hadapan nya. Apa lagi saat ini Yuki dalam keadaan yang cukup mengenaskan. Tangan yang terikat pada kursi dengan wajah yang terluka dan rambut yang acak - acakan. Sungguh rasa nya hati Arga begitu sakit saat melihat nya.
" Yuki, kenapa kamu di sini? Apa mereka menyakiti mu? Aku akan melepaskan nya, apa itu menyakitkan?" Arga terburu - buru melepaskan tali yang sedang mengikat tangan Yuki yang masih menatap Arga tanpa bisa berkata apa - apa sedangkan Alice dan Diego tampak melihat mereka dengan dahi yang mengkerut.
" Apa kamu baik - baik saja, apa ini sakit? Siapa yang melakukan ini pada mu?" Arga tampak sangat mencemaskan Yuki sedangkan Yuki masih tidak bergeming sedikit pun.
Arga berusaha memegang luka di sudut bibir Yuki, namun Yuki yang baru tersadar dari keterkejutan nya menepis tangan Arga dengan kasar.
" Jangan sentuh aku!" Yuki berbicara dengan nada tinggi membuat Arga terkesiap.
" Maaf, aku hanya_" Arga tidak dapat melanjutkan kata - kata nya saat Yuki kembali berteriak
" Aku bilang jangan sentuh aku! Jauhkan tangan kotor mu dari ku" Yuki semakin berteriak membuat Arga semakin bingung dengan sikap gadis yang selalu bersikap baik dan ramah terhadap nya itu.
" Maafkan aku, tapi kenapa kamu bisa ada di sini? Diego , jelaskan pada ku!" Arga menatap tajam pada Diego membuat Diego merasa serba salah.
" Bukankah ini perintah nya, tapi kenapa kakak marah? Dan apa hubungan kakak dengan gadis ini?" Batin Diego dengan wajah yang kebingungan.
" Diego, apa kamu tuli ha? Cepat jelaskan!" Arga kembali menaikan suara nya saat tidak terdengar sahutan dari orang yang ia ajak bicara.
" Dia_" belum juga Diego berkata, Yuki memotong ucapan nya.
__ADS_1
" Biar aku yang jelaskan!" Yuki menatap Arga dengan tatapan permusuhan.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏