Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 48


__ADS_3

Zela yang sudah tak sadarkan diri kini sedang diperiksa oleh dokter sedangakn Bima dan Sita tampak menunggu dengan gelisah di depan ruangan pemeriksaan Zela.


" Semoga dia tidak apa - apa ya mas?" Sita tampak panik.


" Iya sayang, semoga saja. Kamu jangan banyak fikiran sayang! Ingat kamu sedang mengandung saat ini!" Bima mengelus perut istri nya yang sudah membuncit itu dengan lembut.


" Iya mas, aku hampir lupa" Sita tampak nyengir kuda seraya ikut mengelus perut nya.


" Ish, kamu ini masa bisa lupa padahal perut kamu udah segede ini. Apa gak berasa ha?" Bima tampak terkekeh melihat kelakuan istri nya itu.


" Berasa sih" Sita menggaruk kepala nya yang tak gatal.


Saat Bima dan Sita sedang mengobrol, tiba - tiba dokter dari ruangan tempat Zela di tangani keluar dari sana.


" Keluarga pasien?" Tanya dokter


" Kami dok, bagaimana keadaan nya? Dia baik - baik saja kan" Sita bertanya dengan raut wajah yang cemas.


" Apa anda suami pasien?" Dokter itu bertanya pada Bima yang tampak bediri di samping Sita.


" Bukan dokter, suami nya sedang sibuk bekerja. Dan kami adalah kerabat nya, apa ada hal yang gawat dokter?" Bima tampak menjawab.


" Kalian masuklah! Biar aku ceritakan di dalam"


Tak menunggu lama Sita dan Bima pun ikut masuk kedalam ruangan tempat Zela dirawat. Disana tampak Zela yang sudah sadar terbaring lemah di atas blankar yang ada di sana.


" Begini tuan dan nona, nona Zela saat ini sedang mengandung dan usia kandungan nya memasuki 3 minggu. Rasa pusing dan lemas yang di rasakan pasien adalah efek dari trisemester awal kehamilan" Sita dan Bima tampak membulatkan kedua bola mata mereka saat mendengar penjelasan dari dokter.


" Saya harap kalian menjaga nya dengan baik karena biasa nya awal kehamilan menjadi masa yang rawan untuk ibu dan anka nya" Tambah dokter itu lagi


" Baik dok, kami mengerti" Sita menganggukan kepala nya, dengan perasaan senang Sita permisi dari hadapan dokter untuk menemui Zela yang masih terbaring di tempat nya

__ADS_1


Sita melangkah menghampiri Zela yang masih terbaring dengan senyum yang mengembang di bibir nya.


" Syukurlah Zela, kamu sedang mengandung. Selamat ya" Sita memeluk Zela saking senang nya.


" Apa? Aku hamil" Zela tampak kaget dengan apa yang ia dengar namun dengan perasaan yang bahagia. Akhir nya dia diberikan keturunan juga oleh Tuhan dan Zela sangat bersyukur akan hal itu.


" Ya kamu hamil, kamu harus menjaga kandungan mu dengan baik. Kamu tahu seperti nya anak kita nanti nya akan seumuran, bahkan mungkin mereka akan berteman nanti nya" Sita tampak bersemangat saat mengatakan nya.


" Ya seperti nya begitu, semoga mereka akan berteman dengan baik nanti nya" Zela mengembangkan senyuman nya.


Setelah pemeriksaan Zela selesai dan kondisi Zela sudah membaik, akhir nya Zela di bolehkan pulang oleh dokter. Sita pun tadi sudah mengecek kandungan nya dan kandungan nya baik - baik saja.


" Kenapa?" Sita menolehkan pandangan nya saat Zela berwajah murung sambil menatap ponsel di tangan nya. Sekarang mereka bertiga sedang berjalan keluar dari rumah sakit menuju ke parkiran mobil.


" Tidak, aku hanya merasa agak sedih karena mas Arga tidak menghubungi ku sama sekali"


" Mungkin dia sedang sibuk, jadi tidak sempat menghubungi mu" Sita mengusap pundak Zela untuk menenangkan nya.


Zela pun berjalan menuju mobil nya yang tadi di bawa oleh sopir pribadi nya diantarkan oleh Sita dan Bima. Setelah Zela aman dalam mobil nya Bima dan Sita pun menuju mobil mereka dan pulang kerumah mereka masing - masing.


Sesampai nya dirumah, Zela yang merasa sangat lelah langsung ke kamar nya untuk merebahkan diri nya, namun baru dia memasuki kamar nya sebuah tangan tampak mencengkram erat tangan nya membuat Zela meringis kesakitan.


" Dari mana saja kamu ha?" Suara bariton itu mengagetkan Zela.


" Mas Arga sudah pulang" Zela tampak mengembangkan senyuman nya. Zela sangat senang melihat suami nya sudah ada di rumah, dia sudah tidak sabar untuk memberitahukan kabar gembira yang ia dapat hari ini pada suami nya itu.


" Ya, aku sudah pulang. Kenapa ha, apa kamu kaget?" Arga tampak menatap tajam Zela dengan bau alkohol yang menyengat di indra penciuman Zela.


" Apa mas mabuk?" Zela menutup hidung nya karena merasa mual saat mencium aroma alkohol yang sangat menyengat.


" Kenapa ha, apa kamu tidak suka? Makan nya kamu menemui selingkuhan mu di luar sana " Arga tampak menatap tajam Zela seraya tangan nya mencengkram erat rahang Zela membuat Zela meringis kesakitan. Senyum Zela yang dari tadi mengembang di wajah cantik nya pun kini menghilang.

__ADS_1


" Aw, mas lepaskan sakit!" Zela berbicara tersengal - sengal menahan rasa sakit yang menghantam pada rahang nya.


" Baiklah akan aku lepaskan" Arga menghempaskan tubuh Zela dengan begitu keras sampai Zela terjatuh ke lantai dengan posisi yang mengenaskan


" Mas kamu kenapa? Kenapa kamu bersikap seperti ini?" Air mata Zela tumpah begitu saja.


" Kamu bilang kenapa ha? Seharus nya aku yang berkata seperti itu, kenapa kamu melakukan itu padaku. Kenapa kau menghianati ku" Arga berteriak sangat kencang mengutarakan perasaan nya dengan kilatan amarah yang tergambar pada mata nya


Zela yang baru pertama kali melihat Arga yang seperti ini merasa sangat ketakutan " A aku tidak menghianatimu mas, aku tadi ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatanku bukankah aku sudah mengatakan nya tadi" ucap Zela dengan tubuh yang gemetar.


" Aku tidak mau mendengar apa pun lagi dari mu, dan sekarang kamu harus menerima akibat nya." Arga menyeringai seraya berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan Zela yang masih belum bangkit dari posisi jatuh nya.


Arga tersenyum menyeringai ke arah Zela membuat tubuh Zela semakin gemetar karena ketakutan dengan air mata yang semakin deras mengalir di wajah nya.


" A apa yang akan kau lakukan ?" Zela bertanya dengan nada yang bergetar ketakutan


" Aku ingin kau merasakan dan membandingkan kenikmatan yang kau dapatkan dari ku dengan yang kau dapatkan dari nya" bisik Arga tepat ditelinga Zela membuat tubuh Zela menegang seketika


" Apa mak... hmmpth" Zela tidak bisa melanjutkan kata - kata nya karena mulut nya di bungkam oleh bibir tebal milik Arga.


Arga tampak men cium bibir Zela dan melu mat nya dengan sangat rakus dan penuh dengan naf su dan gai rah yang sudah memuncak pada diri nya.


Zela yang terus berontak lama - lama hanya bisa pasrah saat tenaga nya mulai melemah. Apalagi kondisi tubuh Zela yang belum pulih sepenuh nya membuat Zela tidak berdaya untuk melawan tenaga Arga yang jauh di atas nya.


" Bagaimana, kamu lebih menikmati yang aku berikan atau dia?" Arga menatap tajam seraya melap kasar sisa air liur yang ada di bibir nya dengan kasar.


"Apa maksudmu, aku hanya pernah berciuman dan melaakukan hubungan s*x hanya dengan mu" Zela terisak dengan hati yang sangat hancur mendengar tuduhan yang dilontarkan oleh suami nya itu.


" Sudah kubilang aku tidak mau lagi mendengarkan omong kosong mu, Arga menarik kasar tangan Zela sampai tubuh Zela berdiri dari posisi nya saat ini. Arga menarik tubuh Zela dengan kasar dan menghempaskan nya dengan begitu keras keatas tempat tidur milik nya sehingga membuat Zela terpekik dengan rasa sakit yang dia rasakan di seluruh tubuh nya.


Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorit kalian dan beri hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2