
Nami masih tersenyum sambil memegang wajah seseorang yang ada di hadapan nya.
" Apa kamu yakin itu kak Razky?" Alice yang bertanya.
" Aku yakin, memang kenapa?" Nami tampak mengerutkan kening nya sekarang di balik kain penutup mata nya.
" Apa kamu tidak mau mencoba meraba dulu wajah seseorang yang ada di samping nya?" Yuki ikut menimpali.
" Ya Nami, soal nya kalau kamu sampai salah. Aku takut Alice akan batal menikah besok" Fika terkekeh saat mengatakan nya.
Nami terlihat berfikir, benar juga apa yang di katakan mereka semua. Di sini masih tersisa dua orang dan salah satu nya adalah Jay.
" Ish, kenapa kalian membuat ku ragu" Nami memberengut kesal seraya menggeser tubuh nya untuk meraba wajah orang yang ada di samping orang tadi. Tak lupa Nami juga mengendus bau badan orang itu.
" Ish, kalau ini jelas pak Jay. Parfum Alice jelas menempel di seluruh tubuh bagian atas nya, memang kalian dari tadi siang terus berpelukan ya?" Nami kembali melangkah pada orang tadi yang dia anggap Razky. Sedangkan orang tadi yang di kira Jay tampak mengendus tubuh Nya sendiri sebelum kemudian dia mengangkat bahu nya acuh.
" Ini sudah jelas kak Razky, aku tidak akan salah" ucap Nami percaya diri.
" Kalau begitu, cepat cium dia!" Yuki berteriak dengan semangat
" Cium di bibir nya Nami!" Fika ikut berteriak.
" Ya, langsung di bibir saja!" Adzriel ikut menimpali.
Nami pun dengan perasaan yang agak ragu mencoba untuk mencium orang yang dia yakini adalah Razky, namun saat tinggal kurang dari satu senti lagi terdengar suara Alice yang menghentikan nya.
" Stop!" Nami apa kamu sudah yakin?" Alice berkata seraya mengulum senyum di bibir nya.
" Apa maksud mu?" Nami menghentikan apa yang sedang dia lakukan saat ini.
" Nami, apa kamu sadar kalau kamu salah di sini pernikahan ku dan Jay yang di pertaruhkan besok" Alice sebenar nya hanya ingin membuat Nami bimbang saja.
__ADS_1
" Apa maksud mu Al, aku yakin ini kak Razky karena mana mungkin kak Razky mempunyai bau tubuh seperti mu. Bahkan kalian saja saat ini duduk berjauhan" Nami terlihat kebingungan.
" Apa kamu tidak salah mengenali parfum ku dan parfum mu?" Alice malah menanyakan hal yang tidak mungkin membuat Yuki dan Fika yang ada di samping nya Menepuk kening mereka sendiri.
" Aish, itu tidak mungkin Al" sungguh Nami tidak habis fikir dengan teman nya yang satu itu. Kalau biasa nya yang posesif sang pria, ini malah kebalikan nya. " Baiklah aku akan membuka dulu kain penutup nya agar kamu puas oke?" Nami pun membuka penutup mata nya sendiri, Nami terlihat mengerjapkan mata nya berkali - kali untuk membiasakan mata nya dengan cahaya yang ada di ruangan itu.
Dan yang pertama kali dia lihat adalah wajah tampan kekasih nya yang sedang tersenyum menatap nya.
" Kamu hafal banget sama bau ku, emang wangi banget ya?" Razky terkekeh saat mengatakan nya
" Ini pakai, kamu hebat ya bisa hafal betul bau parfum kami" Alice memakaikan kaca mata yang tadi dia gantungkan di baju nya pada Nami. " Kamu tidak salah, aku hanya ingin menggoda mu saja" Alice nyengir kuda
" Ish, kamu ini membuatku takut sekaligus bingung tau" Nami mengerucutkan bibir nya.
" Sudah, sekarang cepat cium Razky!" Ucap Jay seraya melingkarkan tangan nya pada pundak Alice.
" Iya cepat!" Semua nya juga tampak tak sabar ingin melihat adegan yang spetakuler dari mereka.
Nami pun dengan cepat mengecup pipi Razky
" Sudah, sekarang ayo kita lanjutkan permainan nya!" Dengan cuek nya Nami kembali pada tempat duduk nya dan memegang botol untuk memutar nya.
" Yah, gak seru kok cuma di pipi sih" Yuki mengerucutkan bibir nya protes begitu pun dengan yang lain nya. Mereka merasa kecewa karena tidak jadi menyaksikan adegan yang spektakuler itu. Sedangkan Razky tampak terkekeh dan Nami mengulum senyum nya.
Botol kembali berputar setelah Nami memutar nya dan akhir nya botol berhenti pada Adzriel dan kali ini Nanda yang tampak menunggingkan senyum di bibir nya.
" Oke, kamu pilih apa? Aku tidak sabar ingin membalas mu" Nanda tampak tak sabar mendengarkan apa yang akan di pilih oleh Adzriel.
" Kenapa ha? Kamu tidak mungkin bisa mempermalukan ku karena kamu bahkan tidak tahu apa - apa tentang ku" ucap Adzriel percaya diri.
" Sudahlah, cepat katakan apa yang akan kau pilih!" Razky ikut tidak sabar.
__ADS_1
" Cih, kalian seperti nya sangat bersemangat untuk menyudutkan ku" Adzriel mendengus kesal.
" Tentu saja, siapa juga yang akan melewatkan momen yang langka ini" Jay ikut menimpali.
" Sudah lah, ayo Riel kamu pilih mana ha?" Fika memutar bola mata nya malas.
" Aku pilih kejujuran saja" putus Adzriel, karena dia fikir kalau tantangan dia takut harus melakukan hal - hal yang aneh oleh mereka, apa lagi seperti nya mereka terlihat sangat ingin mengerjai nya
" Kalau begitu aku yang bertanya" Razky tersenyum menyeringai menatap Adzriel.
" Baiklah, cepat tanyakan!" Adzriel menantang kakak ipar nya itu.
" Kamu ingat saat kamu pertama kali datang ke rumah kami?" Tanya Razky.
" Ya aku ingat, kenapa?" Adzriel tampak mengerutkam kening nya, dia sangat penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh kakak ipar nya itu.
" Saat itu, bukankah kamu datang bersama dengan Fika dan Yuki langsung dari kampus kalian. Yang menjadi pertanyaan ku adalah saat itu kalau tidak salah Yuki tertidur di mobil mu dan Fika masuk duluan ke rumah kami, tapi kamu saat itu dalam mobil cukup lama sampai akhir nya kamu menggendong Yuki yang tertidur ke dalam rumah kami. Apa yang kamu lakukan dalam mobil mu pada Yuki dalam waktu sepuluh menit itu?" Razky menatap Adzriel dengan tatapan menyelidik. .
" Benarkah? Bagaiamana abang tahu, Riel katakan apa yang kamu lakukan pada ku saat itu? Sepuluh menit lo Riel" Yuki menatap curiga pada suami nya itu.
" Benarkah, kok aku gak nyadar ya Adzriel dan Yuki selama itu di dalam mobil" Fika tampak mengingat - ingat.
" Bagaimana kamu mau nyadar, orang baru datang aja langsung masuk dapur nyicipin kue yang lagi di bikin bunda pada waktu itu" Razky memutar bola mata nya malas sedangkan Fika nyengir kuda.
" Sekarang cepat katakan! Ck, seperti nya kamu sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Nanda dengan nada mencibir.
" Ck ck ck, aku tidak menyangka kamu orang yang seperti itu" Jay menggeleng - gelengkan kepala nya.
" Aih, Adzriel ternyata tidak sepolos kelihatan nya. Katakan apa kamu saat itu mencium bibir Yuki?" Alice menimpali seraya menaik turunkan alis nya lucu.
" Atau...ommo, aku tidak dapat membayangkan nya" Nami menampakan wajah yang di buat terkejut dan panik membuat semua nya menatap aneh pada diri nya. Nami pun nyengir kuda pada mereka seraya menekan kaca mata yang bertengger di hidung nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏