
Dua hari sudah berlalu dan keadaan Yuki sudah semakin membaik dan hari ini dia di bolehkan untuk pulang oleh dokter.
" Bagaimana persiapan nya ma?" Yuki bertanya pada Zela yang sedang mengemasi barang - barang mereka untuk di bawa pulang hari ini. Yuki menanyakam tentang persiapan pernikahan nya dan Adzriel yang akan di laksanakan dua hari lagi.
"Kamu tenang saja, semua nya sudah sembilan puluh persen. Kita tinggal tunggu hari h nya saja" Zela menolehkan pandangan nya pada Yuki yang sedang tersenyum senang sambil duduk di pinggir tempat tidur pasien yang selama beberapa hari ini dia tempati. Zela juga sangat senang dan bersyukur karena putri semata wayang nya tidak kenapa - napa dan dua hari lagi akan melabgsungkan pernikahan nya dengan pria yang di cintai nya.
" Adzriel yang jemput kan ma?" Yuki kembali bertanya pada Zela. " Kok dia belum dateng juga ya" Yuki melihat jam tangan yang melingkar pada tangan nya. Yuki sudah merasa tak sabar ingin segera pulang ke rumah nya. Sungguh dia merasa bosan berada di rumah sakit.
" Sabar dong sayang, paling dia sedang di jalan" Zela tersenyum seraya menggelengkan kepala nya melihat tingkah putri nya itu. " Kamu sudah tidak sabar ya, mau ketemu calon suami mu? Padahal baru berpisah beberapa jam saja" Zela berkata dengan nada mengejek diikuti kekehan di akhir perkataan nya.
Ya Adzriel baru pulang tadi pagi untuk mandi dan mengganti pakaian nya dan akan kembali lagi untuk menjemput calon istri nya itu. Selama Yuki di rawat di sana Adzriel tidak pernah pulang dan baru kali ini dia meninggalkan Yuki di rumah sakit.
" Ish mama ini, bukan gitu, aku tuh udah gak sabar pengen pulang dan ketemu sama bunda dan yang lain nya" Yuki mengerucutkan bibir nya.
Ceklek
Pintu terbuka dari luar, Yuki dan Zela sudah memasang wajah bahagia mereka karena mereka menyangka kalau itu adalah Adzriel. Namun sepersekian detik kemudian ke dua nya merubah mimik wajah mereka setelah mengetahui siapa yang datang.
" Boleh papa masuk?" Arga tampak masuk ke dalam ruangan Yuki dengan ragu dan wajah yang tampak menyesal.
" Siapa yang mengizinkan mu untuk datang kesini, tidak ada yang mengharapakan kehadiran mu di sini mas" Zela berkata ketus seraya memalingkan wajah nya. Saat ini Zela sudah selesai mengemasi barang - barang mereka. Sedangkan Yuki tampak tidak memperdulikan sama sekali kedatangan Arga ke sana.
" Maaf, aku harus bagaimana lagi agar kalian mau memaafkan ku dan menerima ku kembali?" Arga menatap penuh permohonan pada ke dua wanita yang sangat berarti dalam kehidupan nya.
__ADS_1
" Menerima mu kembali? Jangan harap kamu mas! Zela meninggikan suara nya. " Kamu fikir, kamu bisa menebus kesalahan mu selama puluhan tahun hanya dengan beberapa hari saja" Zela kembali menitikan air mata nya itu. Sungguh sakit dalam hati Zela tidak mudah terhapus begitu saja walaupun jujur saja masih ada sedikit cinta yang tersisa dalam hati nya untuk papa dari putri kandung nya itu.
" Maaf" Hanya itu yang mampu keluar dari bibir Arga selanjut nya karena sejujur nya Arga pun membenarkan perkataan Zela dalam hati nya.
Setelah itu hanya keheningan yang ada dalam ruangan itu, Yuki bahkan tidak berniat untuk mengatakan apa pun pada papa kandung nya itu. Sejujur nya Yuki ingin sekali memaafkan papa nya itu dan memulai kehidupan baru mereka tapi Yuki juga tidak mau dengan mudah memaafkan papa nya itu. Yuki ingin melihat bagaimana perjuangan papa nya untuk mendapatkan maaf dari mama dan diri nya. Yuki juga ingin melihat perubahan pada diri papa nya itu, dan semoga saja papa nya benar - benar sadar dan tidak kembali lagi ke dalam dunia gelap seperti dulu.
Ceklek
Pintu kembali terbuka, kini yang datang adalah Adzriel yang akan menjemput calon istri nya dan calon mertua nya.
" Kamu sudah siap sayang?" Adzriel menghampiri Yuki yang duduk di tepi ranjang.
Adzriel mengerutkan kening nya saat melihat suasana di dalam ruangan itu yang terasa dingin. Ke tiga orang yang ada di hadapan nya kini sedang saling terdiam dengan pemikiran mereka masing - masing dengan jarak yang agak berjauhan.
" Eh, kamu sudah datang?" Yuki mendongakan kepala nya.
" Ya, baru saja. Bagimana apa kamu sudah siap? Apa kamu mau aku gendong sampai ke mobil?" Adzriel berbicara dengan nada menggoda.
" Ish, gak usah ya! Malu - maluin aja" Yuki mengerucutkan bibir nya.
" Ya, lebih baik kamu gendong aja Riel. Biar barang - barang ini mama yang bawa" Zela terkekeh saat mengatakan nya.
" Biar papa bantu bawakan" Arga terburu - buru mengambil alih barang - barang yang ada di tangan Zela untuk dia bawa.
__ADS_1
" Ish, kami tidak perlu bantuan mu! Lagi pula siapa juga yang mau mengajak mu" Zela lagi - lagi bersikap ketus.
" Maaf ma, seperti nya pak Arga harus ikut dengan kita karena om Bima ingin membicarakan hal yang penting pada kita semua" Adzriel sedikit tidak enak pada calon mama mertua nya.
" Mas Bima? " Zela mengerutkan kening nya.
" Ya, om Bima dan yang lain nya sedang menunggu kita di rumah bunda untuk menyambut kepulangan Yuki" Adzriel menjelaskan.
" Benarkah? Berarti Fika dan yang lain nya juga ada di sana?" Mata Yuki terlihat berbinar saat mendengar kabar yang di sampaikam Adzriel barusan.
" Tentu saja, mereka menunggu mu sayang!" Adzriel mencubit hidung mancung Yuki dengan gemas. " Jadi, tunggu apa lagi? Ayo pulang!" Adzriel pun mengangkat tubuh mungil Yuki sehingga membuat Yuki terpekik kaget karena tiba - tiba tubuh nya terasa melayang di udara.
" Riel, turunin malu ih" Yuki merengek manja seraya membenamkan wajah nya pada dada bidang Adzriel karena malu. Wajah Yuki bahkan kini sudah terlihat merona.
Zela dan Arga sama - sama terkekeh melihat kelakuan calon menantu nya dan putri nya. Sejenak mereka saling menoleh dan saling pandang satu sama lain dengan senyum yang mengembang di bibir mereka, namun sepersekian detik kemudian Zela memalingkan wajah nya dengan ketus saat sadar akan apa yang terjadi sebenar nya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhir nya mobil mewah Adriel memasuki pekarangan rumah Yuki setelah dia melewati beberapa mobil yang terparkir di tepi jalan sana. Seperti nya itu adalah mobil Nanda, Jay dan juga Herman.
" Assalamu 'alaikum" Yuki dan yang lain nya mengucapkan salam sebelum memasuki rumah itu.
" Walaikum sallam" Terdengar semua orang menjawab seraya keluar dari dalam rumah untuk menyambut kedatangan orang yang sejak tadi mereka tunggu.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1