
" Kembali ke topik, bagaiman Fika apa kamu mengetahui sesuatu?" Adzriel memandang Fika dengan wajah yang serius, begitupun Nanda dan Jay yang sudah kembali ke mode serius mereka.
" Dari nama nya seperti tidak asing untuk ku. Biar aku mengingat nya dulu" Fika tampak meletakkan jari telunjuk nya pada kening nya seperti orang yang sedang berfikir.
" Bagaimana kakak ipar, apa kamu mengingat sesuatu?" Jay tampak tidak sabar ingin segera mengetahui ada hubungan apa keluarga Atmaja dan keluarga Wijaya.
" Kalau tidak salah, om Danu pernah mengatakan pada ku kalau orang yang bernama Arga adalah orang yang sudah mencelakai ayah dulu sampai ayah terluka sangat parah saat itu" Fika agak ragu saat mengatakan nya.
" Benarkah? Kenapa kamu tidak pernah menceritakan hal ini padaku" Nanda tampak terkejut saat mendengar nya.
" Itu karena aku fikir dia tidak ada hubungan nya dengan kita dan aku kira kakak tidak akan berurusan dengan nya karena yang ku tahu dia tinggal di kota Bandung"
" Ya, aku dengar juga begitu dan baru bulan ini mereka memindahkan induk perusahaan mereka ke Jakarta." Adzriel ikut menjelaskan.
" Kalian harus berhati - hati saat berurusan dengan nya karena menurut yang aku dengar dari om Danu mereka sangat berbahaya dan juga nekat." Fika berbicara dengan wajah yang cemas.
" Ya, kamu benar dan menurut informasi yang aku dapat. Perusahaan mereka hanya kedok saja dan usaha mereka yang sesunguh nya adalah bisnis - bisnis ilegal" Adzriel tampak serius begitu pun Jay dan Nanda yang mendengarkan dengan serius.
" Lalu apa langkah yang akan kita lakukan sekarang?" Jay tampak mengerutkan kening nya.
" Untuk sementara kita tolak kerja sama itu dan jangan berurusan dengan mereka lagi" Nanda tampak memberi solusi.
" Aku setuju, itu adalah satu satu nya jalan untuk kita agar tidak terlibat lebih jauh dengan mereka" Adzriel mengangguk - anggukan kepala nya.
" Seperti nya aku harus memberi tahu hal ini juga pada nya" Jay bergumam pelan namun masih terdengar oleh semua nya.
" Modus, bilang saja kau ingin bertemu dengan nya" Nanda berkata dengan nada mengejek.
__ADS_1
" Ha ha, kamu memang paling mengerti aku" Jay tertawa lepas.
" Ish, kalian ngomongin apa sih?" Fika mengerutkan kening nya merasa bingung dengan arah pembicaraan dari suami dan asisten nya itu.
" Kamu tahu sayang? Jay sedang mendekati seorang gadis" Nanda berkata lembut.
" Benarkah? Apa aku mengenal nya? Wah selamat kak Jay aku turut bahagia" wajah Fika terlihat berbinar saat mengatakan nya.
" Ternyata ada juga yang mau dengan mu" cibir Adzriel.
" Ish, yang mau denganku itu banyak. Hanya aku saja yang terlalu pemilih" Jay berkata ponggah.
" Ya, dan yang kau pilih malah tidak menyukai mu dan malah menyukai pria lain" Nanda ikut mencibir membuat Fika dan Adzriel tertawa sedangkan Jay mendengus kesal.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di waktu yang sama namun ditempat yang berbeda, lebih tepat nya di toko kue milik Yuki tampak seorang pria paruh baya yang tak asing lagi bagi Yuki. Pria yang sama yang akhir - akhir ini selalu datang ketempat Yuki untuk sekedar menikmati kue buatan Yuki, siapa lagi kalau bukan Arga.
" Ya, entah kenapa rasa nya ada yang kurang bila aku tidak datang kesini dan mencicipi kue buatan mu yang sangat enak itu" Arga tersenyum tipis pada Yuki.
" Entah kenapa aku juga merasa gelisah bila tidak melihat wajah mu itu" batin Arga menatap intens wajah Yuki
" Ah, tuan bisa saja. Aku senang anda menyukai kue buatan ku"
" Bukan hanya aku saja, semua yang pernah mencoba kue mu pasti juga akan ketagihan dengan rasa nya" Arga tampak melihat - lihat semua jenis kue yang di jual di sana . Arga bukan hanya memakan chese cake yang ada di sana saja, tapi Arga juga sudah mencoba hampir semua kue yang ada di sana.
" Jadi, apa yang akan anda beli hari ini. Dan mau di makan disini atau di bungkus?" seperti biasa Yuki tahu kebiasaan dari pelanggan setia nya ini.
__ADS_1
" Hari ini aku ingin memakan kue balok brownies dan kue lapis ini" Arga menunjuk kue yang dia maksud. " Dan untuk hari ini aku ingin membungkus nya, masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan"
" Baiklah, silahkan tuan menunggu di sana! Aku akan membungkus nya dulu" Yuki dengan cekatan mengambil apa yang dipesan oleh Arga dan meletakkan nya pada box berlebel khusus toko kue milik Yuki.
" Entah kenapa melihat gadis itu tersenyum membuat hati ku tenang. Sebenar nya perasaan apa yang aku rasakan ini? Tidak mungkin aku jatuh cinta pada gadis kecil ini" Arga tampak tersenyum sambil menggeleng - gelengkan kepala nya seraya memegang jantung nya yang tiba - tiba berdetak dengan kencang.
" Anda baik - baik saja tuan?" Yuki yang sudah selesai mengemas pesanan Arga dan memberikan nya pada Arga merasa heran saat melihat pelanggan nya itu memegang dada nya.
" A aku baik - baik saja" Arga terkesiap dengan kehadiran Yuki yang tiba - tiba ada di hadapan nya.
" Ini pesanan anda tuan" Yuki meletakan kotak berisi kue yang sudah dikemas dengan kantong plastik di hadapan Arga.
" Terima kasih, ini uang nya" Arga menerima kotak kue yang diberikan oleh Yuki dan memberikan beberapa lembar uang pada Yuki.
" Terima kasih tuan, tapi ini terlalu banyak" Yuki hendak memberikan kembali uang yang lebih nya.
" Itu untukmu"
" Tapi aku merasa tidak enak tuan, anda terlalu sering memberi saya uang "
" Tidak apa - apa. Anggap saja itu sebagai tanda terima kasihku atas rasa kue yang sangat enak ini" Setelah mengucapkan itu Arga melangkah pergi keluar dari toko itu.
" Terima kasih tuan" Yuki berteriak karena Arga yang sudah menjauh dan hampir menghilang di balik pintu kaca toko itu.
Sedangkan diluar tampak Zela yang baru akan turun dari mobil nya tampak menatap pria paruh baya yang baru keluar dari toko kue milik Yuki dengan wajah yang terkejut. " Apa aku tidak salah lihat? Dia ada di sini" Zela tampak memegang kuat stir yang ada ditangan nya dengan wajah yang sudah memucat dan tubuh yang bergetar hebat.
" Oh God, kenapa aku harus di pertemukan kembali dengan orang itu? Aku harap dia tidak akan melakukan apa pun pada ku dan juga Yuki" Air mata tampak menetes dari ujung mata Zela dan mengalir membasahi pipi nya.
__ADS_1
Zela kembali mengingat akan kenangan buruk yang ia dapat dari pria yang dia lihat tengah memasuki mobil nya yang mulai melaju menjauh dari sana.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa tambahkan juga ke favorite kalian dan beri hadiah yang banyak untuk karya ku ini. Terima kasih 🙏🙏